Biografi Soekarno Lengkap : Masa Kecil, Presiden, Akhir Hayat

10 min read

biografi-soekarno-lengkap-masa-kecil-presiden-akhir-hayat

Indonesia merupakan salah satu negara yang pernah dijajah oleh bangsa asing selama kurang lebih 362 tahun. Tokoh penting yang mampu meraih kemerdekaan Indonesia sekaligus menjadi presiden RI pertama adalah Ir. Soekarno. Apakah Anda tertarik untuk mengetahui biografi Soekarno lebih detail?

Mendengar nama Ir. Soekarno saja pasti rakyat Indonesia sangat penasaran dengan sosok yang penuh kharismatik ini. Cerita perjuangan beliau bersama pejuang lainnya tidaklah semudah yang dibayangkan. Maka, sudah sepantasnya jika Anda mengetahui perjalanan hidup beliau dari masa kecil hingga wafat. Dari kisah ini diharapkan banyak orang bisa mengambil pelajaran berharga tentang perjuangan.

Biografi Soekarno Lengkap

Biografi-Soekarno-Lengkap

Ir. Soekarno atau bapak presiden RI pertama mendapat julukan founding fathers of Indonesia karena telah ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang telah terjajah selama ratusan tahun. Julukan ini juga diberikan kepada 65 pahlawan lainnya yang berperan serta dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

Profil Soekarno menjadi tokoh yang mampu menaklukkan para penjajah dan memiliki sederet penghargaan dari dunia internasional tidak perlu diragukan lagi. Beliau memiliki semangat dan kegigihan dalam membela bangsa dan negara Indonesia dan melakukan segala cara untuk merdeka.

Salah satu kata mutiara yang pernah dilontarkan Ir. Soekarno dan menjadi resensi untuk bangsa Kita sekarang adalah ‘Jangan sekalipun melupakan sejarah’ atau disingkat menjadi ‘Jas Merah’. Tidak hanya quote itu saja, masih ada kata mutiara lain yang isinya tentang rasa cinta terhadap tanah air.

Ir. Soekarno memiliki nama asli yaitu Koesno Sosrodihardjo yang lahir di Blitar tanggal 6 Juni 1901. Masa kecil beliau sering dilanda sakit-sakitan, sehingga nama Koesno diganti menjadi Soekarno. Hal ini atas kepercayaan orang Jawa bahwa nama yang baik tidak akan menyengsarakan hidup seseorang.

Beliau dilahirkan dari keluarga bangsawan bernama Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu kandung) dan Raden Soekemi Sosrodihardjo (yah kandung). Maka tidak heran jika beliau bisa bersekolah dan mengenyam pendidikan setinggi mungkin di masa penjajahan.

Meskipun berasal dari keluarga bangsawan, berpendidikan dan bermartabat, tidaklah membuat kehidupan beliau berfoya-foya diatas penderitaan rakyat Indonesia. Namun, keberuntungan nasib beliau dimanfaatkan untuk mencari celah agar Indonesia segera merdeka.

Soekarno dikenal sebagai sosok kharismatik yang dikagumi orang sekitarnya. Hal ini terbukti dari istri beliau yang berjumlah 9 orang. Salah satu istri sekaligus ibu negara pertama Republik Indonesia adalah Fatmawati.

Nama-nama istri beliau yang lainnya seperti Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Oetari, Heldy Djafar, Haryati, Hartini, Yurike Sanger, dan Inggit Garnasih. Dari kesembilan pernikahannya, beliau tentu dikaruniai anak. Berikut ini adalah daftar nama anak-anak Soekarno.

  1. Megawati Soekarno Putri
  2. Mohammad Guruh Irianto Soekarno
  3. Rachmawati Soekarno Putri
  4. Sukmawati Soekarnoputri
  5. Taufan Soekarno Putra
  6. Bayu Soekarno Putra
  7. Totok Suryawan
  8. Kartika Dewi Soekarno
  9. Ayu Gembirowati
  10. Rukmini Soekarno
  11. Guntur Soekarno Putra

Biografi mengenai Ir. Soekarno bisa Anda lihat di berbagai sumber, baik buku maupun internet. Jika Anda ingin membaca biografi beliau lewat hp atau pc, Anda bisa mengunduhnya. Pastikan Anda mengambil dari sumber yang benar dan valid.

Cerita Sejarah Soekarno

Cerita-Sejarah-Soekarno

1. Masa Kecil Soekarno

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno memiliki kisah hidup yang menginspirasi. Ir. Soekarno yang luar biasa hebat itu ternyata sedari kecil tidak tinggal bersama kedua orang tuanya, Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu kandung) dan Raden Soekemi Sosrodihardjo. Beliau tinggal dengan sang kakek bernama Raden Hardjokromo di kota Marmer, Tulungagung.

Sekolah Soekarno pertama kali tentunya berada di Tulungagung. Namun, beliau harus pindah ke kota Mojokerto untuk tinggal bersama kedua orang tuanya lagi yang kebetulan sedang alih tugas di kota tersebut.

Kehidupan Soekarno semasa kecil dipenuhi dengan aktivitas belajar di sekolah terbaik pada saat itu. Setelah bersekolah di Mojokerto, beliau juga melanjutkan ke jenjang selanjutnya di kota Pahlawan, Surabaya. Latar belakang pendidikan Soekarno memang tidak diragukan lagi.  Beliau sangat juga mempelajari hal baru dan ini terlihat dari aktivitas-aktivis belajarnya selama masih muda.

Selama sekolah di Surabaya, beliau banyak menerima bantuan dari sahabat sang ayah bernama H.O.S Tjokroaminoto. Ir. Soekarno diberikan tempat tinggal yang layak dan diberikan banyak ilmu pengetahun, khususnya di bidang politik.

H.O.S Tjokroaminoto merupakan tokoh penting atau pendiri Sarekat Islam, sehingga rumahnya selalu didatangi banyak tamu seperti Darsono, H. Agus Salim, Alimin, Abdul Muis dan Musso. Kesempatan inilah yang membuat Soekarno menjadi sosok yang kritis dan memikirkan rakyat.

Setiap kali Soekarno bertemu dengan tokoh-tokoh Sarekat Islam, beliau selalu bertanya dan menyerap ilmu apa saja yang diberikan. Beliau juga tidak berhenti belajar untuk memahami dunia politik dan cara berpidato yang baik.

Usaha beliau untuk memperjuangkan bangsa Indonesia bisa dibuktikan dari kegigihannya dalam belajar berpidato. Setiap hari beliau selalu menyempatkan berpidato di depan cermin dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan. Keinginan yang tinggi inilah membuat sosok Soekarno sangat berwibawa.

Setelah tamat dari sekolah di Surabaya, beliau meneruskan jenjang selanjutnya di  Technische Hoge School (sekarang lebih dikenal ITB). Selama menjadi mahasiswa, beliau aktif dalam berbagai organisasi, salah satunya kelompok belajar Algemeene Studie Club.

Dari kelompok belajar inilah Partai Nasional Indonesia atau PNI bisa terbentuk. Pada masa itu, PNI memiliki tujuan utama yakni membuat para penjajah segera hengkang untuk mewujudkan kemerdekaan yang sudah diimpikan seluruh rakyat Indonesia.

2. Jenjang Pendidikan

Sosok yang kharismatik, berwibawa dan cerdas sudah ditunjukkan Soekarno sejak kecil. Beliau tidak pernah berhenti belajar meskipun masa kecilnya sempat berpisah dari orangtuanya. Kecerdasan Soekarno bisa digambarkan dari desain tata letak Jakarta sekarang ini.

Jika Anda belum mengetahuinya, Ir. Soekarno adalah salah satu orang yang menyumbangkan idenya dalam membangun ibukota Jakarta hingga terlihat megah seperti sekarang ini. Meskipun tata kota Jakarta sudah banyak berubah, namun jasa beliau tetaplah abadi dan dikenang hati.

Kecerdasan Soekarno sudah tentu tidak didapatkan secara instan. Beliau mengenyam pendidikan di sekolah terbaik dari tingkat dasar hingga ke jenjang perguruan tinggi. Keterangan mengenai jenjang pendidikannya bisa Anda temukan di ebook yang terpercaya. Berikut ulasan lengkapnya:

a. Sekolah Dasar di Tulungagung

Masa kecil Soekarno sempat diasuh oleh sang kakek yang tinggal di Tulungagung, Jawa Timur. Secara otomatis beliau dimasukkan pada sekolah tingkat dasar terbaik di Tulungagung. Soekarno tentu memanfaatkan masa sekolah untuk belajar secara maksimal sehingga mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna.

b. Sekolah Dasar Eerste Inlandse School (EIS) di Mojokerto

Tidak berselang lama tinggal di Tulungagung, Soekarno harus pindah sekolah di Mojokerto karena orangtuanya dipindah tugaskan di kabupaten tersebut. Orang tua Soekarno mampu menyekolahkan beliau di sekolah terbaik bernama Eerste Inlandse School (EIS).

EIS merupakan sekolah khusus dari pemerintah Belanda dan hanya kalangan bangsawan pribumi saja yang bisa mengenyam pendidikan di sana. Sekolah ini setara dengan Sekolah Dasar (SD) seperti sekarang ini.

c. Sekolah Dasar Europeesche Lagere School (ELS) di Mojokerto

Soekarno yang dikenal cerdas dan rajin belajar, akhirnya bisa meneruskan pendidikan selanjutnya di Europeesche Lagere School (ELS). Sekolah ini masih berada di Mojokerto dan termasuk sekolah untuk kaum elit pribumi. ELS setara dengan jenjang SMP. Karena kecerdasannya itulah Soekarno banyak menginspirasi para pemuda pada zamannya.

ELS dianggap menjadi sekolah terbaik di area Jawa Timur, sehingga orang tua Soekarno sangat mengusahakan agar anaknya sekolah di tempat itu. Harapan dari orang tua Soekarno adalah akan lebih memudahkan Soekarno untuk masuk ke sekolah terbaik di Surabaya.

d. Sekolah Menengah Hogere Burger School (HBS) di Surabaya (1911-1915)

Harapan dari Raden Soekemi S. dan Ida Ayu Nyoman akhirnya bisa terwujud. Pada tahun 1911, Ir. Soekarno diterima di Hoogere Burger School (HBS). Beliau sangat aktif dan menorehkan banyak prestasi di sekolah ini.

Selama bersekolah di HBS, beliau tinggal di rumah H.O.S Tjokroaminoto (pendiri Sarekat Islam) yang merupakan sahabat dekat dari sang ayah. Meskipun diberikan tempat tinggal yang nyaman, tak lantas membuat beliau bermalas-malasan.

Pada jenjang pendidikan inilah beliau banyak belajar tentang ilmu politik karena banyak tokoh Sarekat Islam yang berkunjung ke rumah H.O.S Tjokroaminoto. Beliau akhirnya lulus di tahun 1915 dan akan melanjutkan jenjang perguruan tinggi di Bandung, Jawa Barat.

e. Sekolah Perguruan Tinggi Technische Hoge School di Bandung (1920)

Jika Anda membaca biografi Soekarno dan Moh Hatta, Anda akan menemukan perjalanan pendidikan beliau yang patut disimak dan dicontoh. Ir. Soekarno bisa berhasil menjadi tokoh penting bangsa Indonesia karena kecerdasannya saat di sekolah.

Setelah tamat dari HBS Surabaya, beliau melanjutkan jenjang perguruan tinggi di Technische Hoge School, Bandung pada tahun 1920. Beliau lulusan HBS yang tidak sendirian masuk ke THB. Ada beberapa rekan yang juga masuk ke sekolah ini, salah satunya Djoko Asmo.

Selama berkuliah di THB, Soekarno tinggal di rumah Haji Sanusi yang juga masih anggota Sarekat Islam. Hal ini tentu wajar karena sahabat sang ayah dari kalangan elit pribumi. Haji Sanusi juga merupakan sahabat dekat dari H.O.S Tjokroaminoto.

Tidak berbeda halnya dengan kediaman H.O.S Tjokroaminoto, rumah Haji Sanusi juga sering dikunjungi tamu dari sesama anggota SI. Soekarno bertemu dengan tokoh-tokoh penting lainnya yakni Dr. Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara.

Tokoh-tokoh inilah yang membantu Ir. Soekarno semakin bersemangat dan peduli dengan nasib rakyat Indonesia. Beliau akhirnya mulai mengikuti berbagai aktivitas di kampus, salah satunya Algemeene Studie Club.

Kelompok belajar Algemeene Studie Club sangat memiliki peran besar dalam terbentuknya PNI atau Partai Nasional Indonesia. Partai inilah yang memunculkan gerakan semangat juang untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia di masa itu.

Meskipun beliau sejak SMA tertarik dengan dunia politik, namun saat di perguruan tinggi beliau mengambil jurusan teknik sipil. Beliau sempat vakum belajar selama 2 bulan saat perkuliahan berlangsung. Di tahun 1922, beliau mendaftar kembali di jurusan yang sama.

Tahun 1926, beliau bisa mendapatkan gelar Insinyur atau setara dengan sarjana. Tanggal tepat kelulusan Ir. Soekarno adalah 25 Mei 1926 dan resmi wisuda pada 3 Juli 1920 bertepatan dengan Dies Natalis THB ke 6.

Pada momen wisuda tersebut, ada 2 insinyur lagi dari pulau Jawa selain Soekarno. Mereka adalah Soetedjo dan Anwari. Ketiga orang cerdas ini diwisuda oleh Prof. Jacob Clay yang saat itu menjabat sebagai ketua Fakultas Teknik.

3. Perjalanan Hidup Penting Soekarno

Perjalanan hidup penting bapak presiden pertama kita ini bisa Anda lihat di biografi Soekarno brainly melalui internet.  Anda akan menemukan kisah perjuangan Soekarno yang disajikan dengan lengkap dan penuh nilai-nilai luhur yang patut dicontoh.

Banyak pendapat mengenai perjalanan hidup Soekarno yang ada sisi kontroversialnya. Namun, jika dijelaskan mengenai perjuangan beliau hingga mencapai titik puncak Indonesia merdeka, tentunya tidak bisa disandingkan dengan cerita controversial tersebut.

Awal mula dari kesungguhan Soekarno mencintai hidup rakyat Indonesia sudah bisa dilihat dari masa kecilnya. Namun, semangat itu semakin berkobar ketika belia aktif dalam beberapa organisasi selama menjadi mahasiswa di THS (sekarang ITB).

Beliau lulus sebagai insinyur di bidang arsitektur, namun cenderung aktif dalam dunia politik. Beliau menjadi salah satu penggagas berdirinya PNI atau Partai Nasional Indonesia yang sudah dirintis semenjak menjadi mahasiswa THS.

PNI sendiri secara resmi berdiri pada 4 Juli 1927 dengan agenda yang cukup banyak dan memikirkan segala macam strategi untuk menghadapi kaum penjajah. Organisasi ini menjadi kekhawatiran bagi Belanda, sehingga beliau harus dipenjara dan diasingkan.

Setelah Belanda mundur dari Indonesia, Jepang mulai berganti menjajah bumi pertiwi lebih kejam lagi. Saat masa penjajahan Jepang di tahun 1942 inilah sosok Soekarno dibebaskan dari tempat pengasingan.

Ketika awal penjajah Jepang, mereka tidak terlalu peduli dengan tokoh gerakan Indonesia dan menganggap bahwa organisasi gerakan Indonesia tidak lebih kuat dari yang dibayangkan. Setelah beberapa bulan berlalu, Jepang baru menyadari jika organisasi ini cukup membahayakan.

Jepang lebih memilih untuk mencoba tipu daya kepada para tokoh gerakan Indonesia. Mereka memanfaatkan para tokoh dengan menempatkannya pada beberapa posisi dan jabatan penting di pemerintahan.

Para tokoh sudah memahami cara licik yang hendak dilakukan Jepang, maka mereka juga mengatur strategi lebih matang dan memanfaatkan jabatan yang diberikan Jepang untuk melancarkan maksud bangsa Indonesia.

Soekarno dan tokoh tua serta para pemuda memutuskan untuk diam-diam melakukan berbagai cara, misalnya penyusunan dasar pemerintahan, pembuatan Pancasila, UUD 1945 hingga teks proklamasi yang akan dibacakan saat kemerdekaan bisa diraih.

Perjuangan yang dilakukan bung Karno dan kawan-kawan tidak berjalan dengan mulus. Mereka harus menghadapi berbagai rintangan, bahkan desakan dari para pemuda yang hendak bertindak gegabah. Setelah melalui serangkaian perjuangan, akhirnya Indonesia bisa merdeka.

Momen saat memproklamirkan kemerdekaan akhirnya terwujud pada 17 Agustus 1945 pukul 07.00 wib. Ir. Soekarno didampingi Moh. Hatta membacakan naskah proklamasi. Momen ini langsung disambut sorak sorai dari seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Pada 18 Agustus 1945 atau sehari setelah merdeka, bangsa Indonesia melalui sidang PPKI memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia dan Moh. Hatta sebagai wakilnya.  Meskipun sudah merdeka, namun masih banyak usaha dari sekutu untuk merebut kembali negara Indonesia.

Dikarenakan semangat juang sang tokoh dan rakyat Indonesia terus berkobar, para sekutu tidak bisa berkutik dan memilih mengakui kemerdekaan Indonesia. sungguh perjuangan yang sangat berat bukan? Bagaimana dengan saya dan Anda? apa yang sudah dilakukan untuk negara ini?

4. Kisah Akhir Soekarno

Soekarno telah berjuang begitu keras dalam mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada 21 Juni 1970, beliau menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta setelah menjalani beberapa perawatan intensif terkait masalah kesehatannya.

Soekarno mengalami gangguan ginjal sejak tahun 1960. Berbagai prosedur pengobatan sudah beliau lakukan mulai dari tahun 1961 di Wina Austria hingga berakhir di Gatot Subroto Jakarta. Saat berada di Wina, Prof. Dr. K, Fellinger menyarankan Soekarno untuk menjalani operasi angkat ginjal.

Soekarno menolak saran Dr. Felinger dan memilih pengobatan tradisional di Indonesia. Semakin lama penyakit Soekarno malah memburuk, hingga akhirnya meninggal dunia. Beliau dimakamkan di kota Blitar sebagai tempat kelahirannya dan berdekatan dengan makam ibunda tercinta.

Cerita biografi Soekarno secara singkat memberikan banyak pelajaran kepada bangsa ini khususnya Anda dan saya. Semangat juang yang begitu besar sudah sepantasnya diteruskan oleh generasi muda agar Indonesia tetap damai dan sejahtera.

Kisah Soekarno di Dunia

Kisah-Soekarno-di-Dunia

Jika Anda melihat biografi Soekarno doc di berbagai jurnal atau internet, Anda akan menemukan fakta menarik tentang sosok Soekarno di mata dunia. Beliau tidak hanya berjasa untuk bangsa kita saja, tetapi juga memiliki kenangan indah untuk beberapa negara.

Beberapa sumber yang mengisahkan Soekarno baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris akan merangkum beberapa peninggalan yang beliau berikan kepada bangsa Indonesia khususnya dan bangsa lain di seluruh dunia, di antaranya adalah:

  1. Pohon Soekarno – Arab Saudi
  2. Patung lilin – Thailand
  3. Jalan Ahmed Soekarno – Mesir
  4. Masjid Soekarno – St.Petersburg, Rusia
  5. Perangko – Kuba dan Filipina
  6. Jalan Soekarno – Pakistan
  7. Soekarno Square – Peshawar
  8. Soekarno Bazar – Lahore
  9. Rue Soekarno – Maroko

Peninggalan Soekarno sebagian besar berupa bangunan yang berada di wilayah pusat kota. Hal ini sudah tidak mengherankan karena beliau adalah arsitek yang cukup handal dan penuh perhitungan. Beberapa patung yang ada di Indonesia juga merupakan sebagian hasil karya Ir. Soekarno.

Peninggalan berkesan tidak hanya berupa benda atau bangunan saja, tetapi sifat beliau yang bersahabat, tegas dan kharismatik membuat para pemimpin negara lain mengaku kagum dengan sosok Soekarno. Beliau juga mendapat julukan Singa Podium atas sifat bersahabatnya itu.

Penghargaan yang Didapat Soekarno

Penghargaan-yang-Didapat-Soekarno

Ketenaran sang Proklamator, Ir Soekarno membuat beliau dianugerahi banyak penghargaan. Jal ini bisa Anda ketahui dari biografi Soekarno pdf yang bisa diunduh dengan mudah melalui internet. Apa saja penghargaan yang diraih oleh bung Karno ini?

Pahlawan yang benar-benar nyata dan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk bangsa ini sudah sepantasnya diberikan penghargaan setinggi-tingginya. Penghargaan yang diterima Soekarno tidak hanya dari dalam negeri saja, melainkan juga dari negara lain yaitu sebagai berikut ini.

  1. Philippine Legion of Honor – tahun 1951
  2. Bintang Mahaputera Adipurna – tahun 1939
  3. Lenin Peace Prize – tahun 1960
  4. Bintang kelas satu dari ‘The Order of Supreme Companisons of OR – tahun 2005 di Tambi, Afrika Selatan
  5. Doktor Honoris Causa di 26 universitas seperti Far Eastern University–Filipina, Al Azhar University–Mesir, Columbia University-Amerika Serikat, UGM, UI dan ITB-Indonesia.

Silsilah Keluarga Soekarno

Silsilah-Keluarga-Soekarno

Struktur silsilah keluarga Soekarno memang sangat menarik untuk diulas lebih dalam. Soekarno adalah anak dari R. Soekemi S. dan  ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai yang merupakan salah satu bangsawan di Jawa Timur.

Tentunya Anda ingin tahu bagaimana kisah percintaan Bung Karno, Sang Bapak Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia ini. Beliau pernah menikah dengan 9 orang wanita pujaan hatinya dari berbagai kalangan dan suku. Kisah cintanya ini sangat menarik perhatian masyarakat. Wanita pertama yang dinikahi Soekarno adalah Oetari pada tahun 1921.

Pernikahan dengan Oetari tidak berlangsung lama. Soekarno memutuskan bercerai pada 1923 dan menikah dengan wanita lain bernama Inggit Garnasih di tahun yang sama. Dari pernikahan dengan Oetari dan Inggit ini, Soekarno tidak mendapatkan momongan.

Pada tahun 1943, Soekarno menikah lagi dengan Fatmawati yang dijadikan sebagai istri kedua dari pernikahannya kali ini. Beliau dikaruniai 5 orang anak yang saat ini dikenal oleh publik Indonesia. Mereka adalah Guruh, Sukmawati, Rachmawati, Megawati, dan Guntur Soekarno Putra.

Berdasarkan sumber biografi Soekarno wikipedia, beliau telah mempersunting pujaan hatinya bernama Hartini pada tahun 1952 dan memiliki 2 anak laki-laki bernama Bayu dan Taufan. Lalu, sepuluh tahun kemudian, beliau menikah dengan Ratna dan dikaruniai 1 anak perempuan bernama Kartika.

Setahun setelah beliau menikahi Ratna, beliau menikah dengan Haryati di tahun 1963. Pernikahannya dengan Haryati dikaruniai 1 anak perempuan bernama Ayu. Setahun selanjutnya, Yurike Sanger juga menjadi istri sah dari Soekarno. Namun, pernikahannya dengan Yurike tidak dikaruniai keturunan.

Wanita selanjutnya yang juga hidup sebagai istri Soekarno adalah Kartini Manoppo. Dari hasil pernikahannya dengan Kartini, beliau mendapatkan buah cinta bernama Totok yang lahir di tahun 1967. Wanita terakhir yang menjadi istri Soekarno adalah Heldy Djafar yang dipersunting pada tahun 1966.

Rangkuman Biografi Soekarno Singkat

Rangkuman-Biografi-Soekarno-Singkat

Biografi Soekarno beserta strukturnya mulai dari kisah masa kecil, jenjang pendidikan hingga wafatnya beliau dipenuhi dengan kisah perjuangan yang tiada henti. Beliau sedari kecil sudah mempelajari banyak hal dan menajamkan hati nurani untuk memperjuangkan bangsa Indonesia.

Biografi soekarno secara singkat disajikan dalam berbagai macam doc yang berbentuk makalah, jurnal dan karya tulis lainnya dan bisa Anda unduh di berbagai link internet. Biografi Soekarno singkat bisa dirangkum lebih singkat dan mudah dipelajari dengan menyimak ulasan berikut:

  1. Soekarno pada awalnya diasuh oleh sang kakek di Tulungagung dan sempat bersekolah pada tingkat dasar. Dikarenakan orang tua bung Karno harus pindah tugas, maka beliau harus pindah sekolah di ELS Mojokerto.
  2. Tamat dari EIS, beliau melanjutkan jenjang selanjutnya di ELS di Mojokerto juga. Pada jenjang SMA, beliau pindah ke Surabaya dan bersekolah di HBS. Selama di Surabaya beliau tinggal di rumah H.O.S Tjokroaminoto yang merupakan sahabat ayahnya sekaligus tokoh Serikat Islam.
  3. Soekarno melanjutkan jenjang perguruan tinggi di THS Bandung dan tinggal di rumah Haji Sanusi. Beliau bertemu dengan tokoh-tokoh berpengaruh sejak SMA hingga kuliah. Di masa perkuliahan ini beliau juga aktif dalam organisasi hingga membentuk PNI.
  4. Organisasi PNI menjadi cikal bakal meraih kemerdekaan Indonesia. beliau bersama tokoh lain mulai mengatur strategi dan akhirnya pada 17 Agustus 1945 silam Indonesia bisa merdeka. Beliau ditetapkan menjadi presiden RI sehari setelahnya.
  5. Selama masa perjuangan, beliau pernah menikahi 9 wanita dari berbagai macam suku. Istri-istrinya mulai dari Oetari hingga Heldy sebagai wanita terakhir yang dinikahi. Namun, bangsa kita lebih mengenal sosok Fatmawati sebagai ibu negara karena beliau lah yang menjadi bendera pusaka.
  6. Pada tahun 1960, Soekarno didiagnosa sakit pada ginjal hingga membawanya bertemu dengan ajal di tahun 1970. Beliau meninggal di rumah sakit Gatot Subroto setelah menjalani perawatan yang intensif selama beberapa tahun terakhir.

Penjelasan mengenai biografi Soekarno secara singkat di atas bisa menjadi referensi. Kisah hidup yang penuh perjuangan harus diadopsi oleh para generasi muda agar Indonesia tetap merdeka dan semakin mandiri. Karakter manakah yang paling menginspirasi dan ingin diteladani dari sosok Soekarno?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *