Cara Menanam Anggrek : Jenis, Cara Merawat, Harga (LENGKAP)

7 min read

cara-menanam-anggrek

Anda pasti sudah mengetahui bunga cantik yang satu ini. Cukup banyak orang yang menanam atau membudidayakan bunga anggrek. Karena keindahan dari bunga tersebut, orang-orang yang senang menanam tanaman hias mencari tahu bagaimana cara menanam anggrek yang tepat? 

Bunga anggrek yang Anda tanam akan berhasil apabila Anda cukup paham dalam mengelola tanaman anggrek Anda. Untuk itu Anda perlu memahami betul apa saja jenis anggrek dan bagaimana cara yang tepat supaya bunga anggrek yang Anda tanam dapat bertumbuh dengan baik. Berikut ulasannya!

Jenis-jenis Anggrek

Jenis-jenis anggrek

Sebelum mengetahui cara menanam anggrek, Anda perlu mengetahui dulu jenis bunga anggrek. Dengan mengetahui jenisnya Anda bisa memahami cara merawat dengan baik berdasarkan jenis anggrek tersebut. Berikut jenisnya :

1. Anggrek bulan

Anggrek-bulan

Phalaenopsis amabilis merupakan nama latin dari tanaman anggrek tersebut. Anggrek bulan tersebar di Indonesia, Malaysia, Papua, Filipina dan juga Australia. Bunga yang dikenal di Indonesia sebagai puspa pesona ini hidup dengan cara epifit.

Epifit merupakan tumbuhan yang menempel pada suatu batang atau di beberapa cabang yang ada di suatu pohon. Sederhananya bunga anggrek ini menumpang hidup di tumbuhan lainnya.

Anggrek bulan mempunyai ciri-ciri :

  • Bentuk daun berwarna hijau yang memanjang
  • Jumlah daun hanya sekitar lima helai
  • Bunga dapat bertubuh hingga diameternya mencapai 10 cm lebih
  • Akarnya berwarna putih dengan bentuk yang memanjang dan bulat

Anggrek bulan dapat bertumbuh baik di dataran rendah maupun daerah pegunungan. Bisanya anggrek bulan dapat hidup pada ketinggian 50-600 mdpl. Untuk ketinggian 700 hingga 1.100 mdpl dapat mengalami perkembangan juga jika pengelolaanya dilakukan dengan tepat.

Anggrek bulan biasanya hidup di daerah yang curah hujannya berkisar 1.500 hingga 200 mm/tahun. Lebih tepatnya anggrek bulan menyukai tempat yang teduh dan juga lembab. Cukup sulit ya cara menanam anggrek bulan ini?

2. Anggrek hitam

Anggrek-hitam

Papua memang selalu tidak luput dari jenis flora dan fauna yang sangat banyak serta memiliki ciri fisik yang sangat eksotis. Salah satu tanamannya adalah anggrek hitam. Tanaman tersebut termasuk salah satu tanaman yang sangat langka.

Anggrek hitam yang mempunyai nama latin Coelogyne pandurata ini mempunyai ciri khas tersendiri yang berbeda dari jenis tanaman anggrek lainnya.

Atas dasar nama anggrek tersebut tentu saja ciri yang paling menonjol bisa dilihat dari warna anggrek tersebut. Anggrek hitam memiliki warna hitam yang sangat pekat. Kelopak anggrek semuanya berwarna hitam.

Tetapi pada bagian tengah, bunga tersebut mempunyai warna yang cukup berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari perpaduan antara ungu dan merah yang terdapat di bagian tengah bunga anggrek hitam.

Mungkin Anda berpikir, jika memang langka kenapa tidak dikembangbiakkan saja atau ditanam sebanyak-banyaknya?. Faktanya anggrek hitam ini sangatlah berbeda. Anggrek hitam ini sangat sulit bertumbuh dan berkembang jika bukan di tempat atau habitat aslinya.

Meskipun sudah di tempatkan di media tanam yang persis dengan habitat aslinya, kemungkinan berhasil bertumbuhnya hanya sekitar 20 hingga 30 % saja. Oleh sebab itu tanaman tersebut sangat langka dan sangat mahal jika diperjual belikan.

Untuk mendapatkan anggrek hitam ini, Anda perlu mencarinya di pedalaman hutan Papua. Karena memang habitat dari anggrek hitam tersebut berada di pedalaman. Keberhasilan dalam mendapatkan anggrek jenis ini cukup kecil, dikarenakan jumlah bunga tersebut sangat minim.

3. Anggrek vanda

Anggrek-vanda

Anggrek vanda yang memiliki nama latin Vanda tricolor Lindl.var.Pallida ini hidup di ketinggian sekitar 700 hingga 1.600 meter diatas permukan laut. Habitatnya berada di Pulau Jawa dan di Pulau Bali.

Anggrek vanda mempunyai ciri – ciri:

  • Ukuran bunganya tergolong lebih besar dari jenis anggrek lainnya
  • Hidup di sela-sela pohon
  • Daunnya berselang – seling dan juga saling berhadapan
  • Akarnya lunak
  • Batangnya cukup ramping dan tegak lurus
  • Diameternya bisa mencapai 10 cm
  • Berwarna biru, kuning, merah, ungu, putih
  • Memiliki bintik

Anggrek vanda mampu bertahan 20 hingga 25 hari di hutan yang cukup terbuka.

4. Anggrek dendrobium

Anggrek-dendrobium

Anggrek yang mempunyai nama latin Dendrobium phalaenopsis ini cukup populer bagi masyarakat. Karena perawatan dan penanamannya tergolong cukup mudah. Bagi pecinta tanaman hias, tentu sudah mengetahui anggrek jenis dendrobium ini.

Anggrek dendrobium mempunyai ciri-ciri:

  • Tumbuh secara epifit
  • Ukuran batang 5-10 cm
  • Bentuk bunganya seperti baling-baling
  • Warnanya putih dan ungu
  • Batangnya berwarna hijau dan memiliki ukuran yang kecil

Anggrek ini termasuk jenis tanaman yang cepat berbunga. Anggrek yang bisa bertahan 2 – 4 minggu ini tersebar di hutan – hutan yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia.

5. Anggrek tanah

Anggrek-tanah

Anggrek tanah dengan nama latin Spathoglottis plicata ini awalnya bertumbuh di dataran Cina. Anggrek tanah biasanya memiliki bunga yang banyak dan menjuntai sampai menutupi dinding ataupun permukaan tanah.

Anggrek tanah memiliki ciri:

  • Daun yang panjang dan melebar dengan ukuran berkisar 5 – 7 cm
  • Tulang daun sejajar dengan tepi daun

Anggrek tanah memiliki cukup banyak khasiat. Anggrek tersebut bisa menjadi obat herbal untuk penyakit seperti muntah darah, mimisan, menyembuhkan luka dan lain sebagainya.

6. Anggrek tebu

Anggrek-tebu

Grammatophyllum speciosum merupakan nama latin dari anggrek tebu. Anggrek jenis ini adalah anggrek yang paling besar dan juga paling berat diantara jenis anggrek lainnya. Anggrek tebu biasanya sering disebut sebagai anggrek macan.

Ciri-ciri anggrek tebu:

  • Beratnya mencapai lebih dari 1 ton untuk anggrek tebu berukuran dewasa
  • Tingginya bisa mencapai 3 meter
  • Diameter bunga sebesar 10 cm
  • Memiliki puluhan hingga ratusan kuntum bunga.
  • Warnanya kuning dengan bintik coklat, merah, dan merah kehitam-hitaman

Anggrek tebu dapat bertahan hingga 2 bulan, meskipun bunganya telah dipotong dari batangnya. Tanaman tersebut tumbuh di bagian pangkal pohon atau di sela-sela pohon yang wilayah atau daerahnya berada di dataran rendah dan beriklim tropis.

Wilayah persebaran bunga anggrek tebu ini berada di Myanmar, Laos, Vietnam Thailand, Malaysia, Papua Nugini. Di Indonesia sendiri persebarannya cukup banyak, dari pulau Sumatera, Jawa Kalimantan, Maluku, Sulawesi sampai Papua.

7. Anggrek ekor tupai

Anggrek-ekor-tupai

Rhynchostylis Gigantea merupakan nama latin dari anggrek ekor tupai. Bunganya juga menjuntai dan sangat sering bermekaran.

Ciri-ciri anggrek ekor tupai :

  • Memiliki berbagai macam warna, seperti pink, putih, dan warna lainnya dengan totol ungu muda
  • Mengeluarkan harum yang kuat pada malam hari
  • Hidup di tempat yang terang, tetapi tidak suka terkena matahari secara langsung
  • Menyukai kelembaban
  • Memiliki panjang berkisar 35 – 37 cm
  • Menjuntai ke bawah
  • Pangkal sampai ujung tanaman ini dipenuhi jumlah bunga yang sangat banyak
  • 1 tangkainya memiliki puluhan kuntum bunga
  • Masa mekarnya sekitar 9 – 14 hari
  • Aromanya seperti aroma sirih

Anggrek jenis ini termasuk tanaman yang dapat beradaptasi di musim apapun, baik di musim kemarau maupun di musim hujan. Bunga anggrek ekor tupai mampu menerima sinar matahari secara langsung sepanjang hari.

Selain itu anggrek ekor tupai juga membutuhkan kelembaban yang berkisar 70 – 80 %. Anggrek ekor tupai memiliki manfaat yang banyak bagi kesehatan contohnya seperti penyakit asma, TBC, vertigo, luka, dan sebagainya.

Anggrek ini dapat ditemukan di hutan-hutan yang berada di dataran rendah. Negara seperti India, Tiongkok, Assam, Bangladesh, Malaysia, Indonesia, Filipina, Myanmar, Kamboja, Laos dan sekitarnya termasuk beberapa negara yang merupakan asal dan habitat dari anggrek tersebut.

8. Anggrek merpati

Anggrek-merpati

Dendrobium Crumenatum atau yang biasa disebut dengan anggrek merpati ini cukup populer dan sering ditemukan di Indonesia, Singapura, Filipina atau di Thailand. Anggrek jenis ini dapat bertumbuh baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah.

Anggrek ini sangat toleran dengan kekeringan. Pertumbuhan akar dan tunasnya juga termasuk cukup cepat.

Ciri-ciri anggrek merpati:

  • Memiliki warna putih agak kekuningan
  • Bentuknya seperti lidah (labellum) dengan variasi
  • Jumlah umbinya 5-6 umbi untuk anggrek ukuran dewasa

Anggrek merpati termasuk salah satu tanaman yang cukup mudah dipelihara.

9. Anggrek cattleya

Anggrek-cattleya

Anggrek cattleya tersebar di daerah yang mempunyai iklim tropis seperti Meksiko, Kolombia, Brazil. Ia dapat bertumbuh di daerah yang pegunungannya mencapai ketinggian 600-1500 mdpl.

Bunga anggrek cattleya memiliki sejarah unik sehingga nama cattleya tersebut dikenal masyarakat luas. Berikut sejarahnya!

Berawal dari seorang petani yang bernama William Cattley yang secara tiba-tiba mendapat kiriman sebuah tanaman dari seorang profesor yang bernama William Jackson Hooker dari Universitas Glasgow.

William Jackson mendapat tanaman dari William Swainson seorang pengoleksi tanaman. Atas dasar itu William Cattley mempekerjakan John Lindley untuk membuat suatu gambar atau ilustrasi beserta dengan deskripsi dari tanaman tersebut.

Lalu pada tahun 1821 Lindley berhasil mempublikasikan buku tentang tanaman anggrek langka yang tentunya mendapatkan bantuan dana dari William Cattley. Sebagai bentuk penghormatan kepada William Cattley, Lindley memberi nama genus anggrek baru tersebut Cattleya.

Ciri-cirinya:

  • Ukuran bunganya berkisar 3 cm – 23 cm
  • Bibir bunganya melebar

Anggrek ini dapat mekar dan bertahan sampai 2 minggu tetapi tidak menutup kemungkinan juga bagi anggrek ini untuk dapat mekar dan bertahan hingga 1 bulan.

Anggrek cattleya dapat bertumbuh di daerah yang mempunyai iklim panas, sedang atau bahkan dingin. Dapat juga di tanam di pot dan dapat dicampur dengan media tanam lainnya seperti potongan kulit kayu pinus, atau media lainnya.

Anggrek cattleya sangat diburu para kolektor, harga dari jenis anggrek tersebut tergolong mahal.

Cara Menanam Anggrek dan Budidayanya

Cara-Menanam-Budidaya-Anggrek

Tanaman anggrek memang sangat disukai oleh masyarakat luas khususnya para pecinta tanaman hias. Jenisnya yang banyak beserta dengan bentuk dan warnanya yang beragam membuat banyak orang tertarik untuk menanam tanaman anggrek tersebut.

Harga dari tanaman anggrek juga cukup beragam, hal ini yang menjadi salah satu penyebab pelaku bisnis tanaman hias berlomba-lomba untuk membudidayakan tanaman anggrek. Berikut ini adalah cara menanam anggrek yang dapat Anda ikuti.

1. Mempersiapkan bibit tanaman

Dalam hal menanam tentunya Anda harus mempersiapkan bibit tanaman. Anda dapat membeli bibit tanaman kepada penjual tanaman resmi kepercayaan Anda. Pastikan bibit yang Anda beli merupakan bibit yang sehat.

2. Mempersiapkan media tanam

Dalam menanam bunga anggrek tentunya Anda harus mempersiapkan pot tanaman. Di dalam menanam pot anggrek tersebut, Anda harus mempersiapkan tanah serta pupuk yang sudah dicampur, sabut kelapa, atau kulit kelapa, maupun pecahan batu bata.

Media tanam di atas harus disusun dengan posisi pecahan batu bata pada bagian terbawah, sabut kelapa, batok atau kulit kelapa berada di bagian tengah, dan terakhir pada bagian paling atas pot diletakkan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk tersebut.

3. Mulai menanam

Setelah Anda sudah mempersiapkan pot beserta dengan media tanamnya, Anda bisa langsung meletakkan bibit bunga anggrek yang sudah Anda pilih kedalam pot bunga yang sudah dipersiapkan tadi.

4. Pemindahan anggrek

Saat anggrek yang Anda tanam berumur sekitar 3 bulan, Anda dapat memindahkan tanaman anggrek yang sudah Anda tanam sebelumnya ke sebuah rak atau tempat lainnya yang bisa menggantung tanaman tersebut.

Usia 3 bulan, bunga anggrek ini sudah memiliki akar yang cukup lebat dan juga kuat. Akar tersebut dapat membantu tanaman anggrek ini menyerap air dengan baik.

Untuk memindahkan tanaman anggrek Anda perlu memperhatikan waktu yang tepat tentunya. Ada baiknya Anda memindahkan tanaman anggrek Anda di pagi hari tepatnya sebelum jam 8, di saat matahari belum terlalu terik.

Setelah itu Anda wajib menyiram tanaman tersebut dan terus memperhatikan perkembangan tanaman anggrek yang Anda tanam.

Cara Menanam Anggrek : Merawat di Rumah

Langkah yang satu ini sangatlah penting. Setelah Anda menanam tanaman anggrek, tentu Anda perlu merawat dengan baik bunga anggrek yang sudah Anda tanam.

1. Melakukan penyiraman

Sama seperti tanaman lain yang perlu disiram secara rutin, tanaman anggrek tentunya perlu disiram supaya tidak mati tentunya. Anda bisa menggunakan air dirumah Anda atau air hujan yang tidak mengandung zat kimia yang berbahaya.

Anda dapat menyiram tanaman setiap jam 07.00-09.00 pagi dan juga di sore hari sekitar jam 15.00-17.00.

2. Memberi pupuk

Anda perlu memberikan pupuk pada tanaman anggrek Anda secara rutin. Tanaman anggrek dapat diberikan pupuk pada saat bunga anggrek baru menumbuhkan tunas dan sudah mempunyai banyak bunga.

Untuk membuat tanaman anggrek milik Anda berkembang dengan baik tentu Anda harus memilih pupuk yang mempunyai kandungan unsur hara yang tinggi juga. Pemberian pupuk minimal 3 kali seminggu. Jangan lebih dan jangan kurang.

Jika berlebihan maka tanaman Anda akan menjadi kerdil, jika kurang maka tanaman aknda tidak akan berkembang dengan baik tentunya.

3. Memberikan ZPT atau Hormon

Bagi Anda yang ingin memiliki kebun anggrek, pemberian ZPT atau hormon ini sangat diwajibkan untuk Anda para pecinta tanaman anggrek. Kandungan yang terdapat pada ZPT atau hormon tersebut mampu memacu pertumbuhan bunga anggrek.

Anda hanya perlu menyemprotkan zat tersebut ke semua bagian anggrek termasuk akarnya juga. Anda dapat memberikannya sebanyak 3 kali dalam seminggu di pagi hari dan juga sore hari.

Perawatan diatas sudah cukup tepat untuk dilakukan oleh Anda yang ingin tanaman anggreknya berhasil tumbuh.

Apabila perawatan Anda sudah berhasil tentunya tanaman Anda akan menghasilkan bunga yang baik juga. Terlebih jika Anda berhasil menanam dan merawat tanaman anggrek dengan jumlah yang cukup banyak, tentunya akan membuat taman di rumah Anda menjadi sangat indah.

Akan lebih menarik lagi apabila Anda menanam beberapa jenis tanaman anggrek yang berbeda. Kecantikkan dari  berbagai jenis tanaman anggrek memang sangat nikmat dipandang mata. Warnanya serta bentuknya yang unik dan berbeda mampu memikat perhatian banyak orang.

Harga Bunga Anggrek di Pasaran

Harga-Bunga-Anggrek-di-Pasaran

Bunga anggrek mempunyai variasi harga yang berbeda. Harga bibitnya tergantung dari jenis anggreknya. Berikut tabel bunga anggrek yang di jual di pasaran.

No Jenis Bunga anggrek Harga
1 Anggrek bulan Rp. 155.000
2 Anggrek hitam Rp. 250.000
3 Anggrek vanda Rp. 150.000
4 Anggrek dendrobium Rp. 145.000
5 Anggrek tanah Rp. 100.000
6 Anggrek tebu Rp. 250.000
7 Anggrek ekor tupai Rp. 200.000
8 Anggrek merpati Rp. 45.000
9 Anggrek cattleya Rp. 100.000

Perbedaan harga dari tanaman anggrek bergantung pada jenis anggreknya dan juga wilayah persebaran tanaman tersebut. Apabila jenis anggreknya langka maka anggrek tersebut, akan semakin mahal harganya. Bahkan setangkai bunga anggrek bisa mencapai jutaan rupiah. Setelah mengetahui cara menanam anggrek ini, yuk praktekan di rumah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *