60+ Contoh Daftar Pustaka yang Benar (Dari Jurnal, Internet, Buku KIR)

12 min read

contoh-daftar-pustaka

Sebagai orang yang pernah menduduki bangku Pendidikan baik formal maupun nonformal pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya daftar pustaka. Beberapa contoh daftar pustaka mungkin akan sangat membantu Anda dalam menyusun karya ilmiah, artikel, bahkan skripsi.

Dengan adanya daftar pustaka, maka para pembaca yang tertarik dengan materi akan mudah mengecek sumber apabila tertarik untuk memahami materi lebih dalam lagi. Masih bingung terkait penulisan daftar pustaka? Yuk simak informasinya disini.

Daftar Isi

Apa Itu Daftar Pustaka?

Apa-Itu-Daftar-Pustaka

Daftar pustaka merupakan sebuah paragraph dengan aturan penulisan khusus yang berisi informasi terkait sumber yang digunakan atau acuan dalam pembuatan berbagai karya tulis.

Dalam pengertian lain, daftar pustaka dapat juga diartikan sebagai daftar susunan yang berisi judul buku, artikel, jurnal, serta berbagai bahan sumber tulisan yang memiliki keterkaitan dengan karya ilmiah yang sedang dibuat.

Daftar pustaka dapat pula diartikan sebagai pencantuman suatu judul buku yang diletakkan pada akhir karya tulis. Daftar pustaka juga berkaitan dengan kutipan yang diambil dari sebuah buku atau bentuk karya tulis lain.

Saat Anda membuat karya tulis dan mencantumkan sebuah kutipan yang berisi informasi dan juga teori dalam tulisan Anda, maka Anda juga harus mencantumkan nama penulis serta judul bukunya dalam daftar pustaka. Kutipan yang Anda buat dapat berupa pinjaman kalimat ataupun pendapat orang lain.

Seringkali suatu daftar pustaka dapat Anda temui dalam sebuah laporan hasil penelitian, makalah, artikel, jurnal, skripsi, tesis, serta masih banyak bentuk karya tulis lain. Peran dari daftar pustaka sendiri sangatlah penting. Karena tanpa adanya daftar pustaka maka kaya Anda diragukan kebenarannya.

Daftar pustaka juga diartikan sebagai suatu daftar yang isinya seluruh sumber yang menjadi rujukan ketika melakukan sebuah penelitian. Sebab artikel ilmiah yang Anda buat apabila tidak memiliki daftar pustaka, maka orang akan sulit untuk percaya. Tidak jarang akan menganggapnya sebagai hoaks.

Dengan demikian, daftar pustaka memang memiliki banyak manfaat seperti suatu bentuk ucapan terima kasih. Ucapan tersebut penulis sampaikan kepada siapapun yang ikut dalam menyumbang data penelitian bahkan sebagai referensi silang karena berisi halaman berapa sehingga data tersebut bisa dituliskan.

Dari KBBI daftar pustaka atau yang disebut juga dengan bibliografi diartikan sebagai suatu daftar yang mencantumkan nama pengarang, tahun terbit, judul buku, penerbit, serta yang lainnya. Daftar pustaka ini diletakkan di bagian akhir dari suatu karangan yang susunannya berdasarkan abjad.

Daftar merupakan suatu definisi dari sejumlah catatan nama atau yang lainnya dengan susunan yang berderet dari atas ke bawah. Dengan adanya daftar pustaka pada akhir tulisan, maka pembaca dapat melihat ke sumber aslinya.

Susunan daftar pustaka yang benar sesuai dengan abjad disusun berdasarkan urutan pertama nama belakang dari penulis pertama. Penulisan daftar pustaka juga memiliki aturan sendiri dan tidak boleh sembarangan, terlebih sekarang sudah ada berbagai macam jenis daftar pustaka dari berbagai metode penulisan.

Hal-Hal yang Wajib Ada dalam Daftar Pustaka

1. Nama Penulis

Nama-Penulis

Untuk nama penulis harus ditempatkan pada bagian depan dan bolen disingkat. Apabila penulis yang menyusun buku atau karya tulis tersebut terdiri dari banyak orang (lebih dari 3 orang), maka cukup di tulis 1 penulis pertama sedangkan untuk yang lain dapat ditulis dkk maupun et al.

Untuk penulisan nama penulis dalam daftar pustaka yaitu dengan terlebih dahulu menulis nama belakangnya, kemudian diikuti dengan nama depan. Penulisan tersebut berlaku pada semua nama baik nama Indonesia ataupun nama asing.

Cara penulisan nama pemulis tersebut tidak memandang tradisi dari suatu bangsa dan sudah dipatenkan secara internasional. Karena dalam penulisan tata tulis ilmiah tidak berdasarkan prinsip nama dikenal oleh masyarakat. Tidak memandang apakah nama tersebut adalah nama marga ataupun bukan.

Misalnya penulis bernama Desi Lestari, maka penulisan dalam daftar pustaka menjadi Lestari, Desi. Begitupun nama dengan tiga suku kata seperti Eka Deta Lestari, maka penulisan dalam daftar pustaka menjadi Lestari, Eka Deta.

2. Tahun Terbit

Tahun-Terbit

Yang dimaksud tahun terbit dalam penulisan daftar pustaka merupakan tahun yang menunjukkan karya tulis tersebut diterbitkan. Seringkali untuk tahun terbit yang diakui yaitu 10 tahun sebelum dari karya tulis yang Anda buat.

Misalnya pada tahun 2017 Anda menulis sebuah karya, maka sumber yang digunakan selain relevan juga terbaru atau maksimal 10 tahun ke belakang yaitu maksimal tahun 2007. Sehingga untuk tahun 2006 kebawah sudah tidak diperbolehkan.

3. Judul Buku atau Judul Karya

Judul-buku-atau-judul-karya

Biasanya untuk penulisan judul buku atau judul karya dalam penulisan daftar pustaka ditulis dengan cetak miring atau italic atau dengan digarisbawahi atau underline. Dalam setiap unsur awal kata judul juga ditulis menggunakan huruf kapital.

4. Kota Terbit

Kota-Terbit

Kota terbit merupakan tempat di mana karya tersebut diterbitkan. Untuk mencantumkan kota terbit tidak terbatas pada pembuatan daftar pustaka untuk buku namun pada setiap daftar pustaka yang ditulis termasuk daftar pustaka vancouver.

5. Nama Penerbit

Nama-Penerbit

Yang dimaksud dengan nama penerbit adalah siapa yang menerbitkan karya tersebut. Kelima hal tersebut sangat wajib dalam penulisan daftar pustaka.

Akan tetapi apabila memang tidak terdapat salah satu unsur yang benar-benar tidak terdapat dalam sumber rujukan. Maka Anda dapat memberikan keterangan tambahan.

Misalnya tidak terdapat nama penulis maka Anda dapat menggantinya dengan Tanpa Nama, Noname, atau Unknown.

Sumber yang dapat digunakan sebagai sumber rujukan sangat banyak macamnya, Anda dapat memperoleh sumber rujukan dari buku cetak, buku elektronik atau ebook, jurnal, makalah, internet, serta yang lainnya.

Berbagai sumber rujukan tersebut tentunya harus diketahui asal usul dari mana Anda memperoleh sumber tersebut. Karena asal-usul tersebutlah yang sebenarnya penting untuk dicantumkan dalam penulisan daftar pustaka.

Karena sumber rujukan yang beragam, maka untuk cara penulisan daftar pustaka juga berbeda sesuai dengan sumber rujukan yang diambil.

Jenis-Jenis Penulisan Daftar Pustaka

Apabila dilihat secara sekilas, penulisan daftar pustaka jurnal, artikel, makalah, buku, serta karya tulis lain memang terlihat sama. Padahal sebenarnya penulisan daftar pustaka tersebut terdiri dari beberapa jenis penulisan seperti:

1. Penulisan Daftar Pustaka Metode Harvard

Penulisan-Daftar-Pustaka-Metode-Harvard

Untuk cara penulisan daftar pustaka metode Harvard, penulisan nama penulis yang terdapat dua kata maka dapat ditulis nama belakangnya dulu atau ditulis secara terbalik. Dan diantara dua kata tersebut ditambahkan dengan tanda koma (,). Contoh Nur Hidayati ditulis menjadi Hidayati, Nur.

Untuk tahun terbit buku atau sumber rujukan ditulis setelah nama penulis. Yang mana diantara nama penulis dengan tahun terbit ditambah tanda titik setelah nama. Contoh: Lestari, Desi. (2019).

Untuk judul buku menurut metode Harvard ditulis setelah tahun terbit. Yang mana setelah penulisan tahun terbit yang ada di dalam tanda kurung ditambah dengan tanda titik terlebih dulu, Contoh: Lestari, Desi. (2019). Dasar-Dasar Pendidikan.

Nama kota penerbit serta nama penerbitnya ditulis paling akhir. Diantara nama kota dengan nama penerbit ditambahkan dengan tanda titik dua (:) contoh: Lestari, Desi. (2019). Dasar-Dasar Pendidikan. Surakarta: Tiga Serangkai.

Serta untuk buku yang sudah diterbitkan dalam edisi, maka untuk keterangan edisi buku tersebut juga harus dituliskan sebelum nama kota terbit atau setelah judul buku. Contoh: Lestari, Desi. (2019). Dasar-Dasar Pendidikan Edisi ketiga. Surakarta: Tiga Serangkai.

2. Daftar Pustaka untuk Textbooks

Daftar-Pustaka-untuk-Textbooks

a. Apabila Penulis Perorangan

Urutan penulisan apabila nama penulis perorangan yaitu dengan cara: Nama penulis (apabila dua kata maka di balik. (Tahun terbit). Judul buku (ditulis miring atau diberi garis bawah). Kota terbit. Penerbit. Contoh penulisan daftar pustakanya yaitu:

Safitri, Hana. (2015). Metodologi Penelitian. Jakarta: Erlangga.

b. Apabila Buku Rujukan ditulis oleh Lembaga

Urutan penulisan hampir sama dengan penulisan daftar pustaka yang mana apabila penulisnya 1 orang. Nama lembaga digunakan untuk mengganti nama penulis. Baru kemudian diikuti tahun, judul, kota terbit, serta penerbit. Contohnya seperti:

Kemendikbud. (2017). Profil Sekolah di Indonesia 2016. Jakarta: Kemendikbud.

c. Apabila Buku Berupa Terjemahan

Urutan penulisan daftar pustaka dari buku terjemahan yaitu nama penulis (masih sama apabila dua kata maka penulisannya dibalik). (Tahun terbit). Judul buku (ditulis cetak miring atau garis bawah). Penerjemah. Kota terbit. Penerbit. Contohnya seperti:

Steven, D. (2014). Oceanography. Kurnia, Nia. Jakarta: Media Komputindo.

3. Daftar Pustaka untuk Jurnal

Apabila daftar pustaka yang akan Anda tulis berasal dari jurnal maka untuk urutan penulisannya yaitu: nama penulis. (apabila dua kata atau lebih maka dibalik). (tahun terbit). Judul jurnal. Nama jurnal (ditulis miring atau digaris bawah). Edisi (apabila ada). Nomor terbit atau volume. Serta nomor halaman.

Contohnya yaitu:

William, A.C. (2018). English Education. Journal of Education. Edisi 4. 12(5): 125-147.

Kemudian apabila terdapat sumber daftar pustaka dari jurnal maupun makalah yang dibawakan dalam seminar, simposium, serta konferensi, untuk urutan penulisannya yaitu:

Nama penulis (apabila lebih dari dua maka dibalik). (tahun terbit). Judul makalah (dengan tanda petik). Tambahkan keterangan “Makalah disajikan dalam”. Diikuti nama pertemuan. Penyelenggara atau lembaga yang mengadakan. Tanggal dan bulan penyelenggaraan. Misalnya:

Abdullah, Amin, (2016). “Panduan Penulisan Proposal untuk Penelitian Kuantitatif”. Makalah disajikan dalam seminar Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Para Guru se-Provinsi Jawa Barat. Depdiknas Provinsi Jawa Barat. Bandung. 10 s.d 18 Maret.

4. Daftar Pustaka dari Makalah atau Informasi dari Internet

Apabila sumber yang dijadikan sebagai rujukan berasal dari makalah ataupun informasi yang diambil dari internet. Maka untuk urutan penulisan yang perlu Anda ketahui yaitu:

Nama penulis (penulisan nama dibalik jika lebih dari dua kata). (tahun terbit). Judul karya tulis (tulis miring apabila dari jurnal). (Online) serta tambahkan tanda petik dua (“ “) apabila sumber bukan dari jurnal. Volume serta nomor (sumber dari jurnal). Alamat website. Tanggal, bulan, serta tahun akses.

Contohnya yaitu:

Susmiati. (2011). Perkembangan Peserta Didik. Jurnal Pendidikan. (Online). Vol. 5, No. 4. (http://Susmiati.perkembangan-peserta-didik.blogspot.com, diakses 17 maret 2015).

Untuk website online seperti:

Deandra. (2016). “Mengatasi Kejenuhan Belajar Anak”. (Online). (http://deandra-mengatasi-kejenuhan-belajar-anak.blogsot.com/, diakses pada 22 Agustus 2018).

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka (Lengkap)

Dalam membuat daftar pustaka, selain Anda harus memahami apa saja unsur-unsur penyusunnya, Anda juga harus tahu ketentuan umum bagaimana tata cara buat penulisan daftar pustaka. Sehingga tidak hanya urutan dalam penulisan saja yang Anda ketahui tetapi beberapa ketentuan lain seperti:

  1. Daftar pustaka berisi sumber rujukan.
  2. Untuk referensi yang Anda peroleh dari wawancara, komunikasi personal, serta yang sejenisnya maka Anda tidak perlu menuliskannya di dalam daftar pustaka. Kecuali apabila hasil wawancara maupun komunikasi personal tersebut ikut dimuat untuk diterbitkan.
  3. Cara penulisan daftar pustaka tidak perlu menggunakan nomor urut.
  4. Penulisan daftar pustaka ditulis secara urut berdasarkan urutan abjad dari nama penulis.
  5. Dalam menulis daftar pustaka untuk gelar penulis tidak perlu dicantumkan. Termasuk gelar kebangsaan, gelar keagamaan, gelar akademis, dan yang lainnya meski penulis mencantumkan gelar dalam buku yang ditulisnya.
  6. Untuk penulisan letak daftar pustaka yaitu pada bagian akhir dari karya tulis.
  7. Untuk setiap daftar pustaka yang penulisannya terdiri atas dua baris atau lebih, maka pada baris kedua diketik dengan jarak lima ketukan atau satu spasi pada komputer.
  8. Untuk jarak dari satu daftar pustaka ke daftar pustaka selanjutnya diketik dengan jarak 2 spasi.
  9. Pada baris pertama diketik tepat berada pada garis tepi atau margin kiri kertas tanpa menjorok atau menggunakan indentasi. Kemudian untuk baris berikutnya menggunakan empat atau tujuh ketukan.

Selain kesembilan cara di atas. Terdapat beberapa tata cara penulisan lainnya sepert:

1. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Buku

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-dari-Sumber-Buku

Untuk penulisan nama pengarang ditulis dengan cara dibalik dan tanpa diikuti gelar. (tahun terbit). Judul buku yang dirujuk dengan penulisan miring atau cetak tebal. Tempat atau kota terbit: nama penerbit.

a. Daftar pustaka yang bersumber dari buku oleh satu pengarang

Penulisan nama yang dibalik untuk nama pengarang yang terdiri atas dua kata atau lebih. Maka untuk penulisannya adalah nama belakangnya terlebih dahulu, kemudian diberi tanda koma baru diikuti dengan nama depannya.

Misalnya penulis bernama Santi S Apriani maka ditulis dalam daftar pustaka menjadi Apriani, Santi S. contoh lain apabila penulis bernama WIji Astuti, maka penulisan nama dalam daftar pustaka dibalik menjadi Astuti, Wiji.

b. Contoh daftar pustaka dari buku dengan penulis 2 orang atau atau 3 orang

Catatan: Apabila nama pengarang yang menulis buku terdiri atas dua kata atau lebih, maka penulisan nama penulis yang dibalik hanya untuk nama pengarang pertama. Untuk nama pengarang kedua dan ketiga urutannya tetap.

Contoh:

  • Sumarni dan Marsiani. (2008). Sosiologi Pendidikan untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Gramedia.
  • Hidayati, Nur dan Sutrisno. Matematika IPA Kelas 11. Jakarta: Erlangga.
  • Kurniawan, Dika, Rifki Kurniadi, dan Rizki Firman S. (2012). Psikologi untuk Pendidikan. Surakarta: Tiga Serangkai.

c. Contoh daftar pustaka dari buku dengan lebih dari satu penulis

Catatan: Apabila nama penulis buku tersebut terdiri atas 4 orang pengarang atau lebih, maka untuk penulisan nama pengarang tidak perlu ditulis semua akan tetapi cukup ditulis satu saja kemudian diikuti dengan dkk. Biasanya untuk buku dengan banyak penulis adalah hasil komplikasi.

Contoh:

Astuti, Eka Widia dkk. (2019). Kumpulan Artikel Pelatihan Public Speaking. Jakarta: Grasindo.

d. Contoh daftar pustaka dengan buku tanpa pengarang atau pengarang bukan nama orang

Catatan: Beberapa buku terkadang memang ditulis dengan adanya nama penulis. Seperti penulisnya ditulis dengan tim penulis, atau dari organisasi maupun dari badan tertentu. Maka untuk penulisan nama penulis dapat diganti oleh pihak kelompok dari penerbit tersebut.

Contoh:

  • Anggota IKAPI. (2014). Sukses Ujian Nasional untuk SMP. Surakarta: Tiga Serangkai.
  • Tim Guru Cendekia. (2006). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Yudhistira.
  • Tim Mitra Guru. (2010). Asik Belajar Biologi untuk SMA kelas 3. Jakarta: Erlangga.
  • Unkown. (2000). Fakta Dibalik Kerusuhan 1998. Jakarta: Merdeka Post.
  • TanpaNama. (2007). Memahami Algoritma Instagram. Surabaya: Hawkeye.

e. Contoh daftar pustaka dari buku terjemahan, sutingan, atau saduran

Catatan: Dalam daftar pustaka yang ditulis untuk nama penerjemah juga ikut dicantumkan.

  • Mark, Manson. (2015). Alibaba: Kerajaan dari Negeri Seberang. Terjemahan oleh Mei Juliyanti. Jakarta: Media Komputindo.
  • Chen, Ran. (2013). Predson: Sisi Terkuat sang Pebisnis Kuat. Terjemahan oleh Hana Safitri dan Alinka. Jakarta: Penerbit Media Pustaka.

f. Contoh daftar pustaka buku hasil komplikasi beberapa penulis

Catatan: Pada masing-masing bab dalam satu buku biasanya ditulis oleh penulis yang berbeda. Apabila Anda menggunakan salah satu bab dalam buku tersebut sebagai sumber rujukan tulisan Anda maka penulis dari bab tersebut harus dituliskan dan dalam buku apa tulisan tersebut ada.

Untuk contoh penulisannya sebagai berikut:

Marlon, N.F (1998). Biochemical and Biological. Dalam Spencer. C.D (Ed.), Seminar on Search and Research (pp. 311-335). Madison: Wisconsin University Press.

g. Contoh daftar pustaka dengan buku versi atau adanya edisi

Catatan: Terkadang beberapa buku diterbitkan dalam beberapa edisi atau versi. Sehingga versi buku tersebut juga harus dituliskan supaya jelas versi ke berapa buku yang Anda rujuk.

Contoh:

Corey, J Cohen. (2005). Dream Analysis and Manual Labor. (Rev. ed). Pacific Grove: Brooks Press.

h. Contoh daftar pustaka dengan nama pengarang sekaligus editor

Catatan : Nama editor dari buku yang terbit akan dicantumkan sebelum tempat terbit beserta kode negaranya.

Contoh :

Rifai, Muhammad. 2009. Tips Lolos Wawancara Kerja. Vino R, editor. Bandung (ID): Magazine Book.

2. Cara Penulisan Daftar Pustaka Sumber dari Majalah

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-Sumber-dari-Majalah

Dalam penulisan daftar pustaka dengan sumber rujukan dari majalah. Judul artikel yang digunakan wajib dicantumkan beserta edisi dan nama majalahnya.

Contoh:

  • Hidayat, Wahyu. (2009). Pindah Haluan ke Oracle 11g. Surabaya: Majalah Seputar Bisnis Computer, No. 9 Thn.05. (20 April sampai 20 Mei 2009).
  • Sugiyanto, Dodo. (2002). Agama sebagai Peneduh. Dalam Suara Terpadu LXVII (32): 19. Bandung.

3. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buletin

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-dari-Buletin

Penulisan daftar pustaka sumber dari bulletin hampir sama dengan penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari majalah. Dalam bulletin penulisan daftar pustaka juga harus mencantumkan nama bulletin serta volume dari terbitan buletin yang menjadi rujukan.

Contoh:

Grager, C.C.W. (2009). Department Biologi and Botanical Variable. Harvard Bulletin of Search and Research. Vol 78: 299-306.

4. Cara Penulisan Daftar Pustaka Sumber dari Jurnal

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-Sumber-dari-Jurnal

Cara penulisan daftar pustaka yang bersumber dari jurnal untuk berbagai tulisan dalam daftar pustaka. Maka identitas jurnal secara lengkap harus dituliskan seperti judul jurnal atau judul artikel, nama jurnal, penulis jurnal, volume terbitan jurnal, bahkan halaman jurnal yang dirujuk.

Contoh:

  • Ahmad, M. (2010). Anatomi dan Fisiologi dari Tubuh Manusia: Jurnal Penuntun Praktikum. Tasikmalaya: Siliwangi University Press, (9), (3): 40-65.
  • Suprapto, S. (2017). Sebuah Konstruksi dalam Metode Pembelajaran Sains di SMP: Tinjauan Ontologi, Epistemologi, serta Keraguan pada Praktik. Surabaya: Cakrawala Media, (XV), (5): 232-278.
  • Suripjo dan Ahmad Hidayat. (2006). Pemilihan Metode Mengajar secara Unik. Jakarta: Jurnal Pendidikan dan pengajaran. Vol. 11, No. 5: 43-56.

5. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Koran atau Surat Kabar

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-dari-Koran-atau-Surat-Kabar

Penulisan daftar pustaka dengan sumber yang berasal dari koran dan surat kabar harus disertakan tanggal diterbitkannya koran tersebut.

Contoh:

Lisnawati, Nuri. (2001). Hikmah Dibalik Pemimpin yang Bijak. Surakarta: Tiga Serangkai. (7 April 2001, hlm 19-21.

6. Cara Penulisan Daftar Pustaka Sumber dari Internet

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-Sumber-dari-Internet

Untuk berbagai informasi yang Anda gunakan bersumber dari internet maka perlu ditulis link dari sumber tersebut diambil.

Contoh:

  • Hasna, Hamidatun. (2018). Fasilitas Kesehatan dan Ilmu Keperawatan, diakses dari https://www.portal-ilmu-sehat.com/fasilitas-ilmu-keperawatan/, pada 5 Desember 2019.
  • Kurniadi, Rifqi. (2009). Jasa Pengurusan Transportasi dan Dokumen Ekspor Impor, diakses dari https://portal-ilmu-transportasi.com/, pada 27 Maret 2014.

7. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Kamus

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-dari-Kamus

Dalam penulisan daftar pustaka yang dirujuk dari kamus dapat ditulis identitas kamus tersebut dengan lengkap dan mencantumkan juga halaman kamus yang dirujuk. Akan tetapi penulisan daftar pustaka dari kamus juga dapat ditulis seperti sumber buku seperti biasa.

Contoh:

  • Margaret, David. (1999). Preparing and Development Encyclopedia. Development Encyclopedia 265: 670-672.
  • Pusat Bahasa Kemendikbud. (2007). KBBI (Edisi Kedua). Jakarta: Media Pustaka Mandiri.

8. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Peraturan Pemerintah atau Dari Undang-Undang

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-dari-Peraturan-Pemerintah-atau-Dari-Undang-Undang

Pemerintah beserta jajaran pejabat negara lainnya memiliki tanggung jawab dalam membuat peraturan pemerintah atau undang-undang. Sehingga peraturan pemerintah atau undang-undang digunakan sebagai sumber rujukan dapat ditulis “Pemerintah Indonesia” untuk nama penulisnya.

Contoh:

Pemerintah Indonesia. (2009). Peraturan Pemerintah (Perpu) No. 2 Tahun 2006 yang Mengatur Tentang Perlindungan Anak dan HAM. Lembaran Negara RI Tahun 2009, No. 111. Jakarta: Sekretariat Negara.

9. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Video atau Film

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-dari-Video-atau-Film

Dalam mencantumkan sumber rujukan yang diambil dari video atau film, untuk nama pengarang yang digunakan adalah nama nama pembuat video atau produsen film. Dalam daftar pustaka yang ditulis juga dicantumkan berapa lama total durasi video atau film tersebut.

Contoh:

Jennifer, B. (Producer). (1997). The Forest of On the Edge. Australia: Corporation Film Tasmanian. 35 mins.

10. Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Bersumber dari Wawancara

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-yang-Bersumber-dari-Wawancara

Hasil dari wawancara yang Anda lakukan dapat digunakan sebagai sumber rujukan penulisan karya tulis Anda. Anda dapat mencantumkan nama narasumber, nama acara, dan waktu atau tahun serta tempat dilakukannya wawancara tersebut.

Apabila wawancara yang Anda gunakan didapatkan dari siaran pada media tertentu, maka media pemilik hak siar juga ikut dicantumkan.

Contoh:

Sonjaya, Soni. 2014. Menyambut Bulan Ramadhan 2014. TV One: Jakarta. 30 mins.

11.  Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Presentasi Makalah dalam Seminar

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-dari-Presentasi-Makalah-dalam-Seminar

Makalah yang dipresentasikan dalam suatu seminar dapat pula Anda jadikan sebagai sumber rujukan. Sehingga perlu dicantumkan dalam daftar pustaka, untuk itu perlu ditulis secara lengkap tanggal serta tempat dari presentasi makalah tersebut dilaksanakan.

Contoh:

Arini. 2019. Konsep Bioteknologi untuk Menunjang Kebutuhan Pangan. Makalah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Biologi Education, November 17-18, Bandung.

12. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Tanpa Tahun

Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-dari-Sumber-Tanpa-Tahun

Seringkali dalam beberapa sumber yang Anda rujuk tidak terdapat hal-hal yang dibutuhkan untuk penulisan daftar pustaka seperti tidak tercantum tahun penulisan sumber tersebut. Maka untuk membuat daftar pustaka dapat diberi keterangan “Tanpa Tahun” di bagian tahun.

Contoh:

Sukma, Puji. (Tanpa Tahun). Mikrobiologi Science. Bandung: Percetakan Gramedia.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Yang Benar (Lengkap)

Dalam menuliskan sebuah daftar pustaka dari berbagai sumber yang berbeda tentu penulisannya juga berbeda. Apabila berdasarkan jenis sumber yang dirujuk, maka penulisan daftar pustaka dapat ditulis sebagai berikut:

1. Daftar Pustaka Apabila Sumber berasal dari Jurnal

Daftar-Pustaka-Apabila-Sumber-berasal-dari-Jurnal

Apabila sumber rujukan daftar pustaka berasal dari jurnal maka untuk penulisannya yaitu nama belakang dari penulis, nama depan penulis, tahun penerbitan, judul jurnal atau artikel (ditulis dalam tanda petik). Judul jurnal diberi garis bawah tanpa diawali dengan singkatan “vol”.

Kemudian setelah vol tulis nomor penerbitan apabila ada. Nomor tersebut ditulis menggunakan angka arab dengan tanda kurung. Selanjutnya tuliskan nomor halaman dari halaman  awal-akhir tanpa diawali penulisan singkatan “h” atau “pp”.

Contoh:

Olivia. (2009). “Nuclear Concept: The Empathy Cycle of A Refinement”. Journal Counselling. 18 (5), 89-93.

2. Penulisan Daftar Pustaka yang Bersumber dari Buku

Penulisan-Daftar-Pustaka-yang-Bersumber-dari-Buku

Jika sumber rujukan yang digunakan berasal dari sebuah buku, maka untuk urutan penulisan daftar pustaka adalah: nama belakang dari penulis, nama depan, tahun terbit, judul buku cetak miring, edisi (jika ada), kota terbit, penerbit. Dengan memperhatikan aturan sebagai berikut:

  • Penulisan daftar pustaka apabila buku ditulis oleh satu orang penulis yaitu:

Contoh:

Hernawan, Edi. (2014). Dasar-Dasar Perancangan Percobaan. (Edisi Revisi). Tasikmalaya: LPPM Universitas Siliwangi.

  • Apabila penulis terdiri dari dua orang, maka untuk penulisan dalam daftar pustaka. semua nama tersebut ditulis, penulisan nama susunannya tidak perlu dibalik untuk nama penulis kedua.

Contoh:

Triyono, Bambang dan Madyo Ekosusilo. (2017). Panduan Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif. Surakarta: Tiga Serangkai.

  • Penulisan daftar pustaka apabila buku rujukan ditulis oleh lebih dari 3 orang maka menggunakan et.al (digaris bawah atau ditulis miring).

Contoh:

Barokah, R.N. et al. (2016). Panduan Penulisan Daftar Pustaka. Bandung: Gramedia Pustaka.

  • Penulisan daftar pustaka apabila penulis juga sebagai penyunting

Contoh:

Martin, John dan Dzulfikar (ed.). (2011). Be Planned? USA: USA University Press.

  • Apabila sumber rujukan merupakan karya tulis yang terdapat dalam kumpulan tulisan banyak orang. Maka susunan penulisan daftar pustakanya seperti contoh berikut.

Contoh:

Rachmawati, Mega. (2013). “Etika Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Individu”, dalam dialog Manusia, Budaya, falsafah, serta Pembangunan. Bandung: YPPLPM.

  • Penulisan daftar pustaka dari buku yang berupa edisi

Contoh:

Campbell, A Nail. (2016). Biologi. (ed.8). Jakarta: Gramedia.

3. Cara Menulis Daftar Pustaka dengan Sumber Rujukan yang Digunakan di Luar Buku dan Jurnal

Cara-Menulis-Daftar-Pustaka-dengan-Sumber-Rujukan-yang-Digunakan-di-Luar-Buku-dan-Jurnal

  • Daftar pustaka dari skripsi, dari penelitian disertasi dan dalam tesis

Contoh:

Alamsyah, Y.A. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Project pada Mata Pelajaran Analisis Pencemaran Ekosistem Siswa SMA Nusa Bhakti Cilacap Kelas 11. Skripsi Program Sarjana pada FKIP UNSIL. Tasikmalaya: tidak diterbitkan.

  • Publikasi departemen sebagai daftar pustaka

Contoh:

Departemen Sosial Kemasyarakatan. (2004). Petunjuk Pelaksanaan Dana Bantuan Operasional Sekolah dan Beasiswa. Jakarta: Depsoskem.

  • Daftar pustaka yang berupa dokumen

Contoh:

Program Pendidikan Profesi Guru. (2015). Laporan Peningkatan Training Motivasi Program Pendidikan Profesi Guru. Jakarta: Kemendikbud.

  • Daftar pustaka makalah

Contoh:

Kurniawan, Dika. (2016). “Profesionalitas Petugas Pembimbing dalam Kajian Psikologis Indonesia”. Makalah dalam konferensi lima IPBI, Semarang.

  • Daftar pustaka dari surat kabar

Contoh:

Sanusi, Ahmad. (2011). “Unggul dalam Prestasi Beriman dan Berbudi”. Suara Rakyat (27 Desember 2011).

4. Daftar Pustaka dari Internet

Daftar-Pustaka-dari-Internet

Untuk penulisan daftar pustaka dari rujukan internet untuk cara menulisnya yaitu: Penyunting atau Pengarang (penulisan nama di balik). (Tahun terbit). Judul tulisan (edisi, jika ada), (jenis medium). Tersedia: (isi alamat web). [tanggal diakses].

Contoh:

Claudia, Ariani. (2015). The Curriculum and The Adult. (Online). Tersedia: http://www.edu.unic./SPS/PSYYearbook/2015/claudia.html. [5 Februari 2019].

5. Daftar Pustaka untuk Artikel yang Ada Dalam Jurnal

Daftar-Pustaka-untuk-Artikel-yang-Ada-Dalam-Jurnal

Penulisan daftar pustaka dengan susunan: nama pengarang (dibalik). (tahun terbit). Judul artikel. Nama jurnal [media]. Volume, halaman jurnal/artikel. Tersedia: alamat web. [tanggal akses].

Contoh:

Supriadi, Dedi. (2009). Schoolbook System and Restructuring in Indonesia: Initiatives. Dalam Analysis Educational. [online]. Vol 2 (5), 11-20. Tersedia: http://sch.ysm.html. [12 Oktober 2011].

Dari informasi yang ada dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menulis karya tulis, daftar pustaka merupakan sebuah nilai yang sangat penting karena sebagai acuan sumber rujukan yang digunakan. Dengan demikian, data yang disajikan menjadi lebih berbobot karena memiliki sumber rujukan yang terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *