Contoh Jurnal Ilmiah dan Akuntansi (Pengertian, Klasifikasi, Kaidah)

11 min read

contoh-jurnal

Berbicara mengenai dunia pendidikan pastinya tak terlepas dengan berbagai macam jurnal yang sering digunakan. Dalam pendidikan penelitian ilmiah, akuntansi, dan beberapa hal yang lain pasti menggunakan jurnal sehingga Anda harus memiliki contoh jurnal yang baik sebagai acuan.

Jurnal yang dirasa baik adalah yang mampu memberikan informasi dengan jelas dan tidak membuat bingung orang yang sedang membaca jurnal. Bahkan dalam membuat jurnal ada yang berupa kalimat, paragraf, atau menggunakan format kolom tertentu.

Pengertian Jurnal

Pengertian-Jurnal

Jurnal merupakan sebuah catatan yang dibuat untuk menampilkan sebuah temuan baik bersifat resmi atau non resmi. Jurnal dapat berbentuk kolom-kolom seperti form atau juga seperti laporan dalam bentuk kalimat-kalimat.

Seseorang yang bisa membuat jurnal adalah orang yang memiliki standar kompetensi dalam bidangnya. Jurnal akan diterbitkan dengan tujuan memberikan informasi kepada pihak-pihak yang membutuhkannya.

Klasifikasi Jurnal

Klasifikasi-Jurnal

Secara umum, kata jurnal digunakan dalam beberapa bidang keilmuan. Untuk bidang penelitian dan akuntansi sering sekali menggunakan kata jurnal. Bahkan, jurnal telah menjadi kata kunci dalam kedua bidang tersebut.

Jurnal jika diklasifikasikan berdasarkan bidang keilmuannya ada 2 yaitu jurnal ilmiah dan jurnal akuntansi.

1. Jurnal Ilmiah

Merupakan jurnal yang diterbitkan sebagai informasi penelitian ilmiah yang dilakukan. Penulis dalam jurnal ilmiah bisa terdiri dari beberapa kalangan subdisiplin ilmu yang sedang dipelajarinya.

Jurnal ilmiah bisa terdiri dari artikel ilmiah, artikel skripsi, artikel tesis, dan yang lainnya dengan sebuah penulisan ilmiah.

Beberapa hal yang mengikat jurnal ilmiah seperti kaidah penulisan, syarat penulisan, dan beberapa hal yang lainnya harus diperhatikan agar sesuai dengan standar penulisan jurnal ilmiah yang sedang berlaku.

2. Jurnal Akuntansi

Merupakan sebuah pencatatan yang dilakukan untuk seluruh transaksi yang terjadi dan bisa dikategorikan berdasarkan jenis transaksi masing-masing. Jurnal akuntansi biasanya digunakan oleh perusahaan jasa, dagang, bahkan manufaktur.

Proses pengisiannya dilakukan setiap ada transaksi keuangan dan yang melibatkan berkurang dan bertambahnya keuangan perusahaan.

Jurnal akuntansi berbentuk formulir dengan beberapa kolom dan akan diisi oleh akuntan perusahaan. Hal tersebut berguna untuk pembuatan laporan di waktu yang diperlukan seperti sebulan, tiga bulan, atau satu tahun.

Dalam bidang ekonomi, jurnal akuntansi selain memudahkan urusan bagian keuangan juga akan berguna bagi tim manajemen dan pemasaran untuk membuat keputusan yang tepat.

Apa Itu Jurnal Ilmiah?

Apa-Itu-Jurnal-Ilmiah

Jurnal ilmiah biasanya dikenal sebagai jurnal akademik yang merupakan sebuah kumpulan artikel ilmiah yang dipublikasikan untuk mendiseminasi hasil dari penelitian yang telah dilakukan.

Hasil penelitian tersebut bisa berisi mengenai asumsi umum, kritik atau tentangan untuk temuan penelitian terdahulu, dan juga bisa menampilkan sebuah data baru untuk literatur .

Jurnal ilmiah biasanya diterbitkan oleh individu dalam kelompok ilmuwan yang senang melakukan riset atau penelitian. Dalam bidang akademik yang berperan sebagai kelompok ilmuwan adalah mahasiswa, dosen, guru, dan peneliti.

Harus diingat bahwa penulisan jurnal ilmiah harus bersifat ilmiah dan dibuat berdasarkan proses penelitian yang jujur dan objektif.

Selain itu, dalam hal menuliskannya harus spesifik terhadap perspektif disiplin atau subdisiplin ilmu tertentu yang berdasarkan pada keahlian sang peneliti. Hal tersebut untuk membuat jurnal kredibel dan bisa dipercaya.

Syarat Membuat Jurnal Ilmiah

Syarat-Membuat-Jurnal-Ilmiah

Untuk membuat jurnal ilmiah tentunya harus memperhatikan syarat-syarat membuat jurnal ilmiah, yaitu:

  • Memiliki keahlian di bidang disiplin ilmu yang bersangkutan sehingga memiliki pengetahuan yang baik dan benar.
  • Mencari literatur yang relevan berdasarkan judul yang akan di angkat sebagai topik penelitian.
  • Mengikuti peraturan kaidah penulisan dan bahasa yang sedang berlaku.
  • Berkolaborasi dengan seorang yang ahli di disiplin ilmu tersebut jika diperlukan.
  • Memiliki editor dan dewan editor yang kompeten.
  • Termasuk dalam lemabag yang sering menerbitkan jurnal atau artikel ilmiah.
  • Pengelolaan penulisan jurnal ilmiah secara professional.

Syarat dalam pembuatan jurnal ilmiah bisa tergantung dari instansi yang akan menerbitkan jurnal tersebut. Bahkan jika jurnal ilmiah tersebut sudah memiliki ISSN akan semakin mudah dalam hal penerbitannya.

Kaidah Penulisan Dalam Jurnal

Kaidah-Penulisan-Dalam-Jurnal

Dalam menuliskan jurnal ilmiah harus memenuhi kaidah penulisan jurnal yang benar dan sesuai dengan standar. Adapun beberapa kaidah yang wajib dilaksanakan yaitu:

1. Judul

Judul  yang jelas dan mewakili dari kumpulan artikel yang terdapat di dalamnya adalah judul jurnal ilmiah yang benar. Judul bisa didapatkan dari subdisiplin ilmu yang diangkat.

Gunakan judul kurang dari 12 kata dan hindari kata-kata bermakna ganda untuk Bahasa Indonesia. Sedangkan, untuk jurnal Bahasa Inggris hanya terdapat 10 kata.

Letakkan judul di atas atau tengah halaman dengan dicetak tebal dan terlihat jelas atau Anda bisa menggunakan huruf kapital untuk judulnya.

2. Abstrak

Abstrak berbeda dengan ringkasan, jadi abstrak adalah pemadatan dari seluruh isi jurnal yang disampaikan oleh peneliti secara umum dan jelas. Abstrak ditujukan untuk memberikan gambaran pertama seluruh isi jurnal.

Jika dalam penelitian terdapat temuan baru maka wajib untuk diletakkan dalam abstrak dan ebberapa kata kunci untuk menjelaskan subjek, objek, dan pembahasan secara utama.

3. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan alasan mengapa jurnal tersebut perlu dibuat dengan mengacu pada penelitian terdahulu atau referensi relevan secara ilmiah. Teori dan konsep ilmiah akan menjadi pembahasan yang harus ditampilkan di pendahuluan.

Permasalahan dan hipotesis penting untuk diletakkan pada pendahuluan sebagai penggiring pembaca untuk menemukan tujuan dari pembuatan jurnal.

4. Metode Penelitian

Metode penelitian mengandung langkah dan tahapan dalam melakukan sebuah penelitian yang akan menghasilkan sebuah hasil dari penelitian. Metode penelitian yang digunakan harus berdasarkan langkah ilmiah untuk menjaga orisinalitas jurnal.

Metode ilmiah juga mendukung antiplagiarisme karena Anda menggunakan data dan pengolahan data tersendiri tanpa menggunakan data orang lain atau dengan kata lain mencontek hasil orang lain.

5. Pembahasan dan Hasil Pembahasan

Bagian ini memaparkan apa yang menjadi hasil penelitian dan pembahasannya. Ada ebberapa hal yang perlu ditulis yaitu temuan penelitian dan perbedaan dengan penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian yang sedang dilakukan.

Dari pembahasan dan hasil pembahasan [erlu adanya beberapa literatur dan temuan dahulu yang relevan namun terdapat gap di dalamnya.

Bagian ini akan membahas permasalahan dan hipotesis yang telah diangkat pada pendahuluan yang sudah Anda tulis sebelumnya. Jurnal ilmiah harus berkesinambungan antar bab agar menjadi sebuah penelitian yang utuh.

6. Kesimpulan

Pembuktian hipotesis bisa dirangkum disini dan penjelasannya secara ilmiah. Tujuan utama dari pembuatan jurnal harus dibahas di kesimpulan secara jelas dan padat sehingga memberikan gambaran jelas kepada para pembaca.

7. Daftar Pustaka

Bagian yang terakhir adalah daftar pustaka. Untuk daftar pustaka yang terdapat di jurnal harus lengkap dan penulisannya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika ada beberapa literatur yang tidak tertulis di daftar pusataka maka dapat dikatakan bahwa jurnal mengandung plagiasi.

Jenis Jurnal Ilmiah

Jenis-Jurnal-Ilmiah

Jurnal ilmiah memiliki beberapa jenis berdasarkan kriterianya. Pada dasarnya sebuah jurnal dikelompokkan berdasarkan disiplin ilmu yang menjadi pembahasan utama. Berdasarkan kriterianya, jurnal ilmiah dibagi menjadi empat yaitu sebagai berikut.

1. Jurnal Nasional

Jurnal nasional merupakan jurnal yang diterbitkan dalam skala nasional. Namun beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk jurnal bisa dikatakan sebagai jurnal ilmiah adalah sebagai berikut.

  • Memenuhi etika keilmuan dan kaidah ilmiah yang berlaku.
  • Jurnal memiliki ISSN.
  • Diterbitkan melalui daring (online).
  • Pengelolaan professional seperti: ketepatan keberkalaan, adanya petunjuk penulisan, identitas jurnal, dan yang lainnya.
  • Media komunikasi hasil-hasil penelitian ilmiah dan konsep ilmiah dalam disiplin ilmu yang relevan.
  • Memiliki tujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat ilmiah atau peniliti yang memiliki disiplin ilmu yang relevan.
  • Penerbit adalah badan ilmiah, organisasi profesi, atau perguruan tinggi yang memiliki unit-unit penelitian dan penerbitan jurnal ilmiah.
  • Boleh menggunakan bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris namun dengan abstrak jurnal tetap bahasa Indonesia.
  • Karya ilmiah yang ditulis berasal dari 2 penulis dengan asal institusi yang berbeda.
  • Editor atau dewan editor adalah orang yang ahli dari 2 institusi berbeda.

2. Jurnal Nasional Terakreditasi

Merupakan jurnal dengan terbitan berkala ilmiah yang memiliki status terakreditasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau Kepala LIPI.

Akreditasi jurnal tersebut memiliki masa berlaku dan bisa diperpanjang dan jurnal tersebut akan masuk ke dalam Daftar Jurnal Nasional Terakreditasi Dirjen Dikti dan Daftar Akreditasi Majalah Ilmiah LIPI.

3. Jurnal Internasional

Jurnal internasional merupakan jurnal yang bisa terbit dalam skala internasional. Akan tetapi, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki jika ingin menjadi jurnal internasional yaitu:

  • Menuliskan jurnal ilmiah dengan kaidah ilmiah dan etika keilmuan yang berlaku.
  • Jurnal memiliki ISSN.
  • Penulisan jurnal dalam bahasa resmi PBB yaitu Inggris, Perancis, Arab, Rusia, dan Tiongkok.
  • Tersedia dalam terbitan versi daring atau online di website.
  • Pengelolaan jurnal dilakukan secara professional.
  • Editorial board merupakan pakar dibidangnya dan sedikitnya berasal dari empat negara atau lebih.
  • Jurnal memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari berbagai negara yang berbeda merupakan jurnal yang lebih bagus.
  • Memiliki terbitan issue dalam artikel ilmiah yang ditulis oleh peneliti dari beberapa negara berbeda.

4. Jurnal Internasional Bereputasi

Merupakan terbitan berkala ilmiah yang memiliki kriteria penulisan jurnal dalam bahasa PBB yaitu Inggris, Perancis, Arab, Rusia, dan Tiongkok dan juga terindeks oleh data internasional berepitasi seperti Scopus dan Web of Science.

Selain itu, memiliki faktor dampak dari ISI Web of Science, Scimago Journal Rank (SJR), dan faktor dampak dari SJR serendah-rendahnya berada pada Q3 (kuartil tiga).

Untuk jurnal yang memiliki terbitan issue dan terindeks dalam data internasional bereputasi dan belum memiliki faktor dampak dari SJR maka tidak dikategorikan sebagai Jurnal Internasional Bereputasi namun menjadi Jurnal Internasional.

Tujuan/Fungsi Jurnal

Tujuan-Fungsi-Jurnal

Jurnal ilmiah memiliki beberapa fungsi yang berhubungan dengan kajian ilmu atau temuan baru dalam bidang pendidikan serta ilmu pengetahuan. Jurnal ilmiah memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.

1. Registration

Yaitu mempublikasikan klaim prioritas ilmu pengetahuan dalam sebuah ide yang dimiliki oleh penulis. Dalam kata lain, penulis memiliki hak cipta atas ide-ide dalam penelitiannya yang dituangkan dalam jurnal ilmiah dan aman jika di ranah hukum terutaa untuk hak ciptanya.

2. Dissemination

Yaitu sebagai akses komunikasi antara penulis dengan pengguna informasi mengenai temuan-temuan baru yang tertulis dalam jurnal ilmiah. Hal tersebut bisa digunakan sebagai referensi literatur dari beberapa peneliti lain yang membutuhkan.

Distribusi untuk referensi literatur tersebut dalam dilakukan secara efisien dengan adanya situs web yang digunakan. Dengan begitu akan sampai secara luas kepada pengguna dimana saja.

3. Certification

Yaitu memberikan izin atau tanda persetujuan atas penelitian yang dilakukan dengan melakukan kontrol kualitas melalui peer reviewyang dilakukan sebelumnya.

Hal tersebut digunakan untuk menjaga kualitas dari kriteria yang telah diterbitkan dan memastikan bahwa yang ditulis ada orisinil dan tanpa adanya unsur pemalsuan data atau tulisan.

4. Archival Record

Yaitu menjaga catatan ilmu pengetahuan atau disiplin ilmu yang sedang digeluti untuk menyiapkan sebuah sistem penyimpanan secara permanen untuk karya. Karya yang dipublikasi tersebut akan dapat diakses di masa yang akan datang.

Perbedaan Jurnal dengan Paper

Perbedaan-Jurnal-dengan-Paper

Paper dan jurnal adalah sesuatu yang berbeda namun masih sangat berhubungan. Jurnal merupakan kumpulan dari artikel-artikel ilmiah yang memiliki subdisiplin sama dan dengan topik yang tidak jauh berbeda. Satu jurnal bisa berisi lebih dari 2 artikel ilmiah bahkan lebih.

Paper merupakan artikel ilmiah yang mana dalam penulisannya menggunakan metode dan kaidah yang sesuai dengan standar penulisan artikel ilmiah. Artikel ilmiah ini nantinya akan masuk ke dalam jurnal.

Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa paper merupakan artikel ilmiah yang dikumpulkan dan terdapat dalam jurnal ilmiah. Hal tersebut memudahkan bagi pembaca untuk menemukan artikel ilmiah sejenis dalam satu jurnal ilmiah.

Jurnal ilmiah merupakan sumber informasi yang penting dalam dunia penelitian karena publikasinya dapat dikatakan sebagai sumber kredibel. Tulisan paper yang terdapat di dalamnya pastinya telah melalui peer review untuk menjaga kualitas dan validitas data yang ditampilkan.

Orang yang menulis artikel ilmiah dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah baik itu nasional maupun internasional pastinya menuliskan sebuah penelitian ilmiah dengan pengetahuan dan ilmu yang lebih dari cukup.

Beberapa artikel ilmiah atau paper yang dimuat dalam jurnal ilmiah merupakan penemuan baru dari hasil penelitian yang dilakukan. Paper juga bisa merupakan sebuah pemikiran yang dapat memberikan pencerahan atas penelitian yang terdahulu.

Pengertian Jurnal dalam Akuntansi

Pengertian-Jurnal-dalam-Akuntansi

Jurnal dalam dunia akuntansi adalah salah satu tahap pencatatan yang menjadi awal dari proses pencatatan dan pembuatan laporan keuangan. Jurnal merupakan formulir yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang berhubungan dengan keuangan perusahaan.

Jurnah pada umumnya memiliki dua sisi yang berbeda yaitu sisi debit dan sisi kredit. Dalam dunia pencatatan akuntansi, sisi debit digunakan untuk mencatat segala kegiatan yang menggunakan keuangan perusahaan sedangkan sisi kredit adalah cara perusahaan mendapatkan dana.

Untuk dapat mencatat transaksi keuangan perusahaan, yang digunakan acuan adalah sebuah bukti transaksi. Bukti transaksi yang digunakan dapat berupa nota kontan, faktur, kuitansi, memo, nota kredit, nota debet, dan yang lainnya.

Dalam bisang akuntansi, fungsi dari pencatatan jurnal adalah:

  • Pencatatan atas semua transaksi yang terjadi di perusahaan dengan nominal yang jelas.
  • Fungsi historis yang sistematis sesuai dengan waktu transaksi itu terjadi.
  • Analisis untuk transaksi yang telah dilakukan perusahaan untuk membuat keputusan yang tepat dalam hal keuangan.
  • Sebagai perintah untuk memindahkan ke buku besar dan pembuatan laporan keuangan perusahaan.
  • Memberikan sebuah informasi mengenai transaksi yang telah terjadi dalam perusahaan dalam waktu tertentu.

Pembuatan jurnal akan menghasilkan sebuah laporan keuangan yang berguna untuk pemangku kepentingan seperti investor, kreditor, pemerintah, karyawan, dan beberapa pihak lainnya baik internal maupun eksternal dalam membuat keputusan yang baik dan benar.

Sebelum mencatat ke dalam jurnal, Anda harus mengetahui apa saja akun yang harus ditulis dan menganalisis bagaimana dampak dari sebuah transaksi terhadap akun yang dimiliki suatu perusahaan.

Contoh Jurnal Ilmiah (Penelitian Skripsi)

Contoh-Jurnal-Ilmiah-Penelitian-Skripsi

PENGARUH KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA ANDROID TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA AKUNTANSI

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontektual berbantuan media android terhadap minat belajar siswa Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada mata pelajaran akuntansi dasar pokok bahasan jurnal penyesuaian. Penelitian kuantitatif ini merupakan desain penelitian eksperimen semu (quasy-eksperimental design).

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual berbantuan m-learning berpengaruh positif terhadap minat belajar siswa Akuntansi.

Latar Belakang

Melihat kebutuhan siswa saat ini, peneliti menemukan sebuah alternatif solusi yang terjadi yaitu dengan inovasi yang harus dilakukan oleh guru. Dunia pendidikan tak lepas dengan perkembangan zaman khususnya perkembangan teknologi dan informasi. Inovasi mulai dari metode pembelajaran dan media pembelajaran harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. Dengan catatan segala inovasi harus didasarkan dengan kebutuhan peserta didik dan bukan didasarkan pada apa yang disukai oleh guru itu sendiri (Priansa, 2017; Dwiharja, 2015).

Hasil penelitian Mediawati (2011), Nofia dan Isroah (2016), Dwiharja (2015), Taradipa, dkk (2013) bahwa dengan menggunakan media pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran yang menarik akan meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa.

Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh kontekstual berbantuan media android terhadap minat belajar siswa Akuntansi?

Kajian Teori

1. Teori Belajar Konstruktivisme

Konstruktivisme merupakan sebuah proses membangun dan menyusun kecerdasan kognitif dan sosial siswa melalui pemahaman pengetahuan yang diinginkannya dengan kegiatan yang bermakna (Priansa, 2017; Baharudin & Wahyuni, 2015). Belajar dengan pendekatan konstruktivisme dapat dipadukan antara psikologi kognitif dan psikologi sosial siswa (Baharudin & Wahyuni, 2015).

2. Paradigma Contextual

Prinsip pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme adalah melahirkan model pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai pelaku aktif dalam kegiatan pembelajaran salah satunya adalah model pembelajaran CTL (Baharudin & Wahyuni, 2015). Menurut Johnson (2002:16) “Contextual teaching and learning is a brain-compatible system of instruction that generates meaning by linking academic content with the context of a student’s daily life”.

3. Media Pembelajaran

Mobile learning adalah belajar yang dilakukan melalui perangkat teknologi nirkabel yang bisa dimanfaatkan dimanapun (Attewel, 2005). Mobile learning membantu orang untuk mendapatkan pembelajaran instan hanya dengan ujung jari mereka dan menawarkan sesuatu yang baru yang menarik dalam pendidikan dan pedagogik. Penggabungan m-learning dengan model pembelajaran CTL akan membantu kesuksesan proses pembelajaran itu sendiri karena m-learning dianggap dapat membantu siswa mengeksplor pengetahuan dan memuaskan rasa ingin tahunya terhadap suatu materi mata pelajaran akuntansi.

4. Minat Belajar

Minat adalah perasaan suka dan tertarik dengan suatu hal tanpa ada yang menyuruh (Slameto, 2010). Minat belajar merupakan perasaan senang yang akan menaruh perhatian besar terhadap mata pelajaran dan menjadikan mudah suatu mata pelajaran tersebut (Siagian, 2015; Baharudin & Wahyuni, 2015).

Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (quasy experiment design) dengan karakteristik penelitian eksperimen semu ialah peneliti tidak dapat menyeleksi subjek secara acak, karena subjek sudah terbentuk dalam satu kelompok utuh. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah static-group comparison design yang hampir sama dengan desain posttest-only control-group design dalam penelitian eksperimen murni (true experimental) (Borg & Gall, 1983).

Peneliti menggunakan model pembelajaran kontekstual berbantuan m-learning sebagai variabel bebas (independent variable). Sedangkan, yang menjadi variabel terikat (dependent variable) adalah minat belajar siswa akuntansi.

Dalam penelitian ini instrumen pengukuran yang akan digunakan untuk mengukur minat belajar siswa adalah kuesioner. Kuesioner akan disebarkan secara langsung kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelebihan kuesioner yang diberikan secara langsung adalah dapat mengumpulkan semua respons jujur yang lengkap dalam periode waktu yang singkat dari responden (Sekaran, 2017).

Metode Analisis

Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment. Uji reliabilitas akan dihitung dengan menggunakan nilai Cronbach Alfa. Uji validitas dan reliabilitas akan dianalisis dengan menggunakan SPSS 25.0 for Windows.

Uji prasyarat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji homogenitas dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t dua sampel tidak berpasangan (Independent Sample T Test).

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Uji Independent Sample t-Test dilakukan dengan menggunakan SPSS ver 25.0 IBM  for Windows. Hasil uji Independent Sample t-Test dapat dilihat pada tabel di bawah.

Tabel. 4 Output Uji Independent Sample t-Test

t-test for Equality of Means
T Df Sig. (2-tailed) Mean Deifference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Equal variances assumed 2,376 51 0,021 5,250 2,209 0,815 9,685

Sumber: Data diolah (2018)

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai p-value sebesar 0,021. Nilai tersebut lebih kecil daripada 0,05 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat perbedaan rata-rata minat belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Hal ini dapat diartikan bahwa minat belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan minat belajar siswa kelas kontrol yang artinya, model pembelajaran berbantuan media android (mobile learning) berpengaruh terhadap minat belajar siswa.

Kesimpulan

Minat belajar siswa terlihat pada saat guru menerapkan model pembelajaran kontekstual berbantuan media android (mobile learning). Siswa tidak merasa bosan dan lebih tertarik untuk memahami materi jurnal penyesuaian. Softfile akuntansi yang diberikan kepada siswa membuat siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar sendiri.

Contoh Jurnal Akuntansi

Contoh-Jurnal-Akuntansi

Akuntansi memiliki beberapa jurnal yang biasa digunakan untuk menuliskan setiap transaksi. Terdapat jurnal umum dan jurnal khusus.

a. Contoh Jurnal Umum

Jurnal umum merupakan formulir untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi secara sistematis di sebuah perusahaan. Contoh jurnal umum berdasarkan formatnya adalah sebagai berikut.

ABC
JURNAL UMUM
Mei 2019

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Dari format di atas, Anda terlebih dahulu harus mengetahui mengenai akun-akun dan saldo normal akun tersebut. Jurnal umum digunakan untuk mencatat seluruh transaksi dan biasanya terdapat di perusahaan jasa.

Bentuk jurnal umum merupakan formulir sederhana dari sebuah jurnal yang terdapat pada akuntansi.

b. Contoh Jurnal Khusus

Jurnal khusus biasanya terdapat pada perusahaan dagang dan manufaktur. Beberapa jurnal yang diklasifikasikan dalam jurnal khusus adalah.

  • Jurnal pembelian, digunakan untuk mencatat pembelian persediaan secara kredit
  • Jurnal penjualan, digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit
  • Jurnal pengeluaran kas, digunakan untuk mencatat kas keluar sebuah perusahaan seperti membeli barang secara tunai, membayar utang, mengisi kas kecil, dan membayar beban.
  • Jurnal penerimaan kas, digunakan untuk mencatat kas masuk perusahaan seperti penjualan tunai, penerimaan pembayaran piutang, pendapatan bunga, dan lain-lain.
  • Jurnal umum, digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak berhubungan dengan beberapa transaksi di atas.

Jurnal khusus memiliki contoh format tersendiri sehingga tidak bisa disamakan dengan jurnal umum. Penulisannya lebih kompleks dengan beberapa akun pasti yang tertera dalam formulir.

c. Contoh Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian digunakan untuk mencatat sebuah akun pada akhir periode untuk menyesuaikan dengan keadaan sebenarnya dan beberapa akun yang perlu disesuaikan adalah beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, penyusutan aset tetap, dan yang lainnya.

Contoh jurnal penyesuaian sama dengan contoh format jurnal umum yang sederhana dan mudah dipahami. Anda hanya perlu mengganti judul jurnal menjadi jurnal penyesuaian.

d. Contoh Jurnal Penutup

Jurnal penutup digunakan untuk menutup akun nominal dalam sebuah pencatatan akuntansi perusahaan. Hal tersebut dilakukan pada saat tutup buku atau habisnya periode tertentu. Beberapa akun nominal akan ditutup kepada akun rill.

Format dari jurnal penutup ini sama dengan format formulir jurnal umum yang sangat sederhana. Pemillihan akun harus diperhatikan dengan seksama agar tidak menimbulkan kesalahan pencatatan.

e. Contoh Jurnal Koreksi dan Jurnal Pembalik

Jurnal koreksi digunakan untuk mengoreksi kesalahan yang dilakukan jika tidak sengaja sehingga Anda tidak perlu menghapus jurnal yang sudah tertulis sebelumnya. Format dari jurnal ini sama dengan jurnal umum.

Untuk jurnal pembalik sendiri, dikarenakan akan tutup buku, pembalikan akun nominal kepada akun rill dan akun nominal harus dinolkan saldonya. Format yang digunakan sama dengan format jurnal umum.

Pada prinsipnya jurnal yang terdapat dalam jurnal ilmiah dan jurnal akuntansi sangatlah berbeda, karena yang satu menggunakan kaidah ilmiah dan satunya menggunakan formulir untuk mencatat transaksi. Dengan demikian, mempelajari berbagai contoh jurnal bisa digunakan sebagai perbandingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *