27+ Contoh Puisi Ayah Terlengkap dan Tips Membuatnya

18 min read

puisi ayah

Contoh Puisi Ayah – Karya sastra yang kerap sekali muncul adalah puisi ayah. Karya yang mengusung tema orang tua laki-laki ini memang tidak kalah menarik dengan puisi bertema cinta. Biasanya puisi ini akan berisi segala hal tentang ayah, mulai dari perjuangan, pujian, ucapan terimakasih ataupun maaf.

Apakah Anda ingin membuat puisi bertema sama? Yuk, baca informasi berikut! Karena selain contoh puisi juga ada tips dan trik untuk menulis puisi bertema ayah dengan cara mudah.

Tips dan Trik Menulis Puisi Ayah

Cara membuat puisi memang terlihat sangat mudah, tapi kenyataannya masih banyak orang yang merasa kesulitan ketika mendapat tugas ini. Pasalnya, banyak yang harus diperhatikan agar puisi yang dibuat dapat menarik minat pembaca sekaligus mudah dipahami.

Biasanya, sebelum membuat puisi Anda harus menentukan tema terlebih dahulu. Namun karena kali ini tema sudah ditentukan yaitu “Ayah”, maka hal yang selanjutnya Anda lakukan adalah sebagai berikut ini.

1. Menentukan Judul

Pertama, tentukan judul terlebih dahulu agar mudah untuk membuat isi. Namun, ada beberapa orang lebih memilih membuat isi terlebih dahulu dan memberikan judul ketika puisi sudah jadi. Hal itu tidak menjadi masalah, Anda bisa melakukannya di awal ataupun di akhir sesuai keinginan.

Perlu Anda ingat ketika menentukan judul, yaitu buatlah judul semenarik mungkin agar pembaca penasaran untuk membaca puisi Anda. Karena judul merupakan hal yang pertama kali dilihat oleh para pembaca.

2. Tentukan Kata Kunci

Setelah selesai membuat judul, maka hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menentukan kata kunci. Karena puisi yang akan dibuat bertema ayah maka Anda juga harus menggunakan kata kunci yang sesuai dan berhubungan dengan tema tersebut.

Kata kunci berfungsi untuk memudahkan Anda untuk mengembangkan kata-kata yang akan disajikan dalam isi puisi. Apabila sudah menentukan kata kunci yang pas, Anda bisa memulai mengembangkannya menjadi sebuah kalimat atau larik-larik puisi yang bagus dan bermakna.

Jika kesulitan menemukan kata kunci yang banyak, Anda bisa menggunakan satu kata kunci untuk membuat 1 bait puisi. Dengan begitu, Anda hanya membutuhkan beberapa kata kunci saja untuk membuat satu puisi secara penuh.

3. Menentukan Diksi

Anda tahu, bahwa diksi atau pemilihan kata adalah sebuah keunikan dalam puisi? Hal tersebut dikarenakan pemilihan kata yang tepat dapat menjadikan puisi Anda bagus dan menarik. Tidak perlu menggunakan kata-kata sulit, Anda bisa menggunakan kata-kata sederhana yang biasa digunakan.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda menggunakan kosa kata yang jarang didengar oleh orang. Hal tersebut tergantung selera masing-masing, jadi tidak ada tuntutan untuk menggunakan diksi yang seperti apa.

4. Gunakan Rima

Jika Anda masih ingat, dahulu terdapat pelajaran tentang rima pada pelajaran bahasa Indonesia. Pasti Anda sudah mengenal rima a-b-a-b, karena sudah pasti mendapatkan pelajaran ini di sekolah. Rima dalam puisi berfungsi ketika pembacaan puisi berlangsung, karena menghadirkan keindahan.

Namun, keberadaan rima seringkali diabaikan oleh para penyair apalagi pada puisi baru. Padahal rima dapat membuat puisi lebih enak di dengar dan memberikan kesan estetik. Rima bukan hanya sekedar pemanis yang dibuat secara sengaja agar puisi lebih menarik.

Akan tetapi dengan menggunakan rima dapat mengasah kemampuan Anda untuk mencari kata-kata yang bisa memenuhi lantunan kata sebenarnya. Nah, dalam membuat puisi ayah Anda bisa menggunakan rima.

Apabila merasa kesulitan untuk menggunakan rima dalam puisi, Anda bisa mencari referensi kata-kata dengan membaca berbagai macam karya terutama puisi.

5. Bait

Bait merupakan kumpulan beberapa larik yang disusun dengan rapi hingga terlihat indah. Pada puisi lama jumlah bait akan dibatasi, hingga satu bait hanya boleh terdiri dari 4 baris saja. Akan tetapi, pembatasan tidak terjadi pada puisi baru sehingga Anda bisa membuat puisi sesuai keinginan.

Bait seringkali digunakan sebagai sekat dari topik pertama menuju topik menuju topik yang kedua. Hal ini digunakan oleh penulis sebagai cara untuk berpindah fokus penulisan puisi. Misalnya, pada bait pertama isi puisi digunakan sebagai ajang untuk menyampaikan kasih sayang kepada ayah.

Sedangkan pada bait berikutnya, digunakan untuk menyampaikan rasa terima kasih atas perjuangan sang ayah atau untuk menyampaikan rasa rindu. Anda bisa membuat bait puisi sesuai keinginan dengan mengikuti jenis-jenis puisi baru berdasarkan bentuknya.

6. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin

Langkah berikutnya merupakan proses paling menyenangkan dalam pembuatan puisi, yaitu mengembangkan puisi seindah mungkin. Cara mengembangkan puisi agar menjadi indah adalah dengan menyusun kata-kata dan larik-larik puisi menjadi bait-bait yang indah.

Kembangkan puisi menjadi satu kesatuan yang utuh dan mengandung makna yang mendalam. Agar ketika dibaca rasa dan makna yang ingin Anda sampaikan dapat dirasakan oleh pembaca dan juga pendengar.

Anda perlu mengingat satu hal, bahwa puisi bukanlah karya ilmiah sehingga Anda harus menulis secara ringkas, padat dan tentunya dengan kata-kata yang indah. Pilihlah kata-kata yang sesuai dengan tema ‘Ayah’ atau kata-kata yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat.

7. Penutup Puisi

Biasanya, puisi akan lebih bermakna dan mengena di hati pembaca sekaligus pendengar jika ditutup dengan akhir yang menggelegar, menusuk atau dramatis. Sehingga pembaca akan terhipnotis dan ingin terus membaca puisi yang Anda buat.

Pemilihan penutup puisi ini menjadi salah satu taktik yang ampuh sehingga dapat dimanfaat sebagai ungkapan bahwa Anda telah menyiapkan bagian akhir yang sangat baik. Selain menggunakan penutup yang dramatis, Anda bisa menggunakan kreativitas untuk memilih akhir yang tak terduga.

Justru akhir yang tidak pernah dibayangkan oleh pembaca, seperti sebuah twist di akhir dapat membuat puisi menjadi menarik. Namun, apabila belum bisa membuat penutupan yang dramatis Anda bisa mengantisipasinya dengan menyeimbangkan susunan puisi pada bagian awal.

Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih yang membuat puisi kehilangan maknanya secara penuh. Buatlah alur penutupan tetap mengalir namun konstan berfokus pada hal yang ingin Anda sampaikan sehingga bagian awal hingga akhir tetap berada di jalur yang sama.

8. Gunakan Perasaan

Untuk membuat puisi ayah, Anda bisa menggunakan perasaan agar makna dalam puisi lebih mendalam. Anda dapat menggambarkan seluruh perasaan kemudian ungkapkan perasaan tersebut melalui tulisan.

Dengan menggunakan perasaan, kata-kata yang indah seringkali muncul di pikiran sehingga menulis puisi akan jauh lebih mudah. Keluarkan seluruh perasaan terdalam Anda tentang ayah, kemudian selesaikan puisinya.

9. Keterbacaan

Setelah mengikuti satu persatu langkah yang telah disebutkan di atas, Anda juga perlu memperhatikan penyampaian maksud dan tujuan puisi dengan cara yang dapat dimengerti oleh orang lain. Seringkali bahasa pada puisi sulit dimengerti karena biasanya berupa bahasa kiasan.

Namun, puisi tidak selalu tentang majas dan ungkapan tanpa makna berarti yang terlalu banyak. Karena karya sastra satu ini harus memiliki makna tersendiri, tentunya makna yang konsisten dan koheren.

Kumpulan Puisi Ayah Singkat

Apabila Anda masih tidak percaya diri untuk membuat puisi tentang ayah, Anda bisa memulainya dengan puisi ayah singkat. Pasalnya, puisi singkat tidak membutuhkan kata yang banyak sehingga Anda dapat lebih mudah menulisnya.

Ada banyak jenis puisi singkat, mulai dari puisi yang terdiri dari 2 bait hingga 3 bait saja, di setiap baitnya berisi 4 baris atau larik. Karya sastra satu ini memang sangat beragam jenisnya. Jika ingin mencoba membuat puisi tentang ayah yang singkat, bacalah referensi puisi berikut agar mendapat pencerahan.

 

Ayahku, Duniaku

Ayah, telah kau ucapkan berjuta-juta kata

Telah kau beri aku jutaan cinta

Kau jua suguhkan berjuta-juta kasih sayang tiada tara

Hanya untuk aku, buah hatimu

 

Ayah, kau telah ajarkan banyak hal tentang kebaikan

Kau telah menunjukkan arti cinta yang sesungguhnya

Kau jelaskan aku tentang makna kehidupan

Dan engkau mendidikku dengan penuh kesabaran

 

Ayah, betapa mulia hatimu

Kau korbankan duniamu untukku

Kau banting tulang untuk menafkahiku

Kau rela berkeringat di bawah terik matahari hanya demi aku

Ayah, kaulah duniaku

 

Tentangmu, Ayah Hebatku

Kata orang, ayah garang karena berkumis

Tapi bagiku ayah lelaki yang sungguh manis

Kata orang, ayah jahat karena terus melotot

Tapi bagiku, ayah lelaki keren yang berotot

 

Aku tak pernah dengarkan kata orang

Karena ayah tak seperti apa kata mereka

Ayah tampan, ayah baik, ayah lucu, ayah terbaik

Ayah adalah orang terhebat yang pernah aku punya

 

Ayah memang pernah marah, karena aku salah

Ayah memang pernah kesal, tapi tak pernah main tangan

Ayah pernah lelah, tapi tidak pernah mengeluh

Ayah pernah sakit, tapi tak pernah diperlihatkan

 

Lelaki hebatku, ayahku sendiri

Lelaki kebanggaanku, ayahku sendiri

Lelaki termanisku, ayahku sendiri

Lelaki kerenku, ayahku sendiri

 

Yang Berjiwa Tegar

Bagiku,

Kau penawar sesal di dunia yang kejam

Memberi dengan kasih dan cinta yang tulus

Hidup untuk kami, berjuang untuk keluarga

 

Perjuanganmu yang penuh arti, akan selalu terpatri

Bangga diri ini karena Tuhan menitipkanku pada ayah sepertimu

Aku harap kau tetap bahagia dan terus tersenyum

Hingga waktu yang panjang, hingga semua telah usai dan hingga nanti

 

Senyummu di hadapan kami, merubah segala payah yang menghampiri

Selalu ingin ku ucap dengan lisan rasa terimakasih ini

Namun, aku tak berani sampai akhirnya ku tuliskan puisi

Terimakasih ayah, atas semua yang telah kau beri

 

Jangan Beranjak Tua

Rambut sudah tak hitam lagi, sudah berubah menjadi putih

Hari demi hari, usia semakin bertambah

Namun, tak pernah sekalipun ia rasakan

Terus bekerja tak peduli perihal tenaga

 

Walau kaki sudah tak mampu untuk berdiri tegak

Walau tangan sudah tak mampu untuk meraih

Tapi, ia tak perna menyerah untuk membuat anaknya bahagia

Ia rela mengorbankan semua hanya untuk anaknya

 

Ayah, jangan beranjak tua dahulu

Aku masih belum bisa membanggakanmu

Ayah, tetaplah bersamaku

Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu

 

Terimakasih dan Maaf Ayah

Bolehkah aku meminta padamu ayah?

Bukalah pintu maafmu walau hanya sedikit saja

Untuk semua salah yang banyak ku sengaja

Untuk semua khilafku yang tak pernah ku jaga

Bolehkah aku berucap sesuatu ayah?

Aku ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya

 

Namun, sungguh itu bukanlah kata yang sebanding

Karena perjuanganmu harusnya dibalas lebih

Sungguh, aku tidak bisa berbuat apa-apa

Bahkan semua yang aku lakukan tidak akan bisa membalas jasamu

Semua yang aku berikan tidak akan bisa menggantikan perjuanganmu

Terimakasih dan maaf ayah, aku belum bisa membanggakan

 

Teman Bermain Layang-layang

Aku anak yang pendiam, hingga tak ada yang mau berteman

Saat mereka semua asyik dengan sesama

Aku hanya bisa melihatnya saja dari balik jendela

Bahkan ketika mereka mengejar layang-layang

Aku tak bisa ikut bersenang-senang

 

Tapi…

Aku tak merasa kesepian

Karena ada ayah yang siap menemani

Tak pernah menolak ketika ku ajak bermain

Teman bermain layang-layang yang sangat mengasyikkan

 

Ayah adalah temanku yang paling baik

Tak pernah meninggalkanku walau aku pendiam

Tak pernah protes kenapa aku diam saja

Aku suka ayahku

Karena tidak pernah memandangku berbeda

Kumpulan Puisi Ayah Sudah Meninggal

Puisi ayah dapat menjadi ajang curahan hati, apalagi bagi Anda yang sudah berpisah dengan lelaki pertama dalam hidup. Isi puisi untuk ayah yang sudah meninggal biasanya akan menguras air mata. Jika membutuhkan referensi untuk membuatnya baca puisi untuk ayah yang sudah tiada berikut ini.

Rinduku

Aku merindukanmu, sungguh merindukanmu

Melebihi rasa rinduku kepada ia kekasihku

Rasa rindu yang terus menerjang masuk ke rongga dadaku

Rasa rindu yang tak pernah bisa terobati lagi

Tidak untuk saat ini, tidak pula untuk kehidupan ini

 

Masih terbayang jelas di benakku

Saat kau pamit untuk mengakhiri semua tanggung jawabmu

Dengan wajah berseri namun pulas dan terbebas dari semua deritamu

Setelah sempat kau pinta maaf kepadaku, kepada ibu dan saudaramu

Lalu kau pergi, meninggalkan ragamu yang telah ringkih dan layu

 

Tidak…

Siapapun itu, ia takkan pernah bisa menggantikanmu

Kau tidak akan pernah tergantikan sampai dunia tutup usia

Kau tidak akan pernah tergantikan sampai alam baka menyapa

Bahkan jika ratusan bahkan ribuan yang datang, kau tetap tak tergantikan

 

Ayah…

Maafkan, maafkan aku anakmu ini

Yang telah berdosa kepadamu melebihi dunia dan seisinya

Khilafku kepadamu, akan tetap menjadi beban bagi kehidupanku

Namun aku tahu, bahwa kau takkan pernah mengungkit itu

 

Aku tahu, kau takkan pernah mengadukanku kepada Pemilikmu

Kau pasti akan mendoakanku agar Tuhan selalu bersamaku

Meski aku tak pernah sekalipun berbakti kepadamu

Meski yang aku bisa hanyalah mengecewakanmu

 

Ingin ku rangkai seluruh kata yang ada di dunia

Hanya untuk menggambarkan semua kebaikanmu

Namun, sebanyak apapun kata di dunia

Takkan pernah cukup untuk menceritakan jasa-jasamu

Takkan pernah sanggup menampung segala perjuanganmu

 

Ayah…

Setiap malam aku melihat langit berharap kau mengintipku dari sana

Pasti kau melihatku, namun aku tak bisa melihatmu

Walau begitu, hatiku tetap menjerit menyatakan

Bahwa aku merindukanmu

 

Tetap di Sini, di Hatiku

Rasanya, masih kemarin aku bisa tertawa lepas bersamamu

Tapi ternyata waktu jauh lebih cepat datang dan menjemputmu

Baru ku sadari bahwa sudah lama kau meninggalkanku

Namun, kau masih terasa berada bersamaku

Karena kau selalu hadir di setiap mimpi indahku

 

Tahukah ayah?

Mimpi-mimpi di setiap malamku selalu mengingatkanku

Tentang ayah yang masih sering menasehatiku dulu

Saat kau marah jika aku selalu membantahmu

Saat kau sabar menghadapi semua kenakalanku

 

Aku masih ingat betul, kau usap kepalaku dengan lembut

Aku masih ingat betul, kau memelukku dengan erat

Ketika aku bersedih untuk menyalurkan semangatmu

Ketika aku membutuhkan dukungan darimu

Ketika tidak ada yang mau menemaniku

 

Kau selalu memberi apa yang ku pinta

Kau selalu berusaha menyanggupi semua kemauanku

Tapi, sekarang semua tinggal kenangan

Kenangan terindah walau hanya bisa aku rasakan sekali saja

Kenangan yang tersimpan dalam hati dan memori yang takkan pernah terganti

 

Walau kau berada di kejauhan yang tidak bisa ku raih

Walau aku tak bisa menjagamu lagi

Aku akan tetap berdoa agar kau tetap bahagia

Bersama Tuhan yang akan selalu menjaga

Perginya Dirimu

Kala itu, aku masih duduk dibangku sekolah

Masih menjadi pelajar baru di sebuah SMP

Kau memberikanku sepeda, agar aku tak lelah berjalan kaki

Kau memberiku semangat, agar malasku segera pergi

 

Saat itu, masih pagi sekali

Aku masih ingat betul kau masih tersenyum kepadaku

Kau meminta bantuan dan berkata

“Anakku, bantulah ayahmu untuk terakhir kali”

 

Setelah membantumu, kau izinkan aku pergi ke sekolah

Masih kau antarkan hingga jalan depan rumah

Dengan senyum ramah yang sangat indah

Kau tetap berdiri di sana hingga aku berbelok arah

 

Tak pernah terlintas di benakku bahwa saat itu pertemuan terakhir

Hingga aku kembali dari sekolah kau telah menutup mata

Tangis sedih saudara dan ibu terdengar hingga atas sana

Dan seluruh diriku mulai runtuh menyaksikannya

 

Ayah…

Aku ingin menjerit, aku ingin bertanya kepada Tuhan

Mengapa kau diambilNya secepat ini?

Duniaku terasa menghilang seketika dan aku berada di kegelapan

 

Ayah…

Perginya dirimu masih sangat terasa dan menyiksa batinku

Meski waktu telah berlalu sekian lamanya

Aku hanya bisa berdoa, kau bahagia di alam sana

 

Setelah Kepergianmu

Tak ada lagi kata-kata yang bisa aku ungkapkan

Hanya derai air mata yang terus bercucuran

Membayangkan banyaknya kenangan

Teringat akan semua hal yang pernah kau lakukan

 

Walaupun ucapanmu sesekali terdengar pahit

Bentakan itu membuat hatiku sakit

Namun aku terus berusaha bangkit

Tak peduli akan mudah atau bahkan sulit

 

Keluh kesah tak terlihat, selalu kau sembunyikan

Kau simpan rapat-rapat dengan sebuah senyuman

Semua hal yang pernah kau rahasiakan

Tentu aku selalu merasakan

 

Itu dahulu,

Ketika kau masih berada bersamaku

Banyak hal yang membuatku pilu

Karena menyesal tak pernah menganggapmu

 

Setelah kepergianmu, hanya sesal yang tersisa dalam jiwa

Hingga aku berharap bisa mengulangnya

Apabila Tuhan mau mengizinkannya

Aku takkan pernah buatmu kecewa

 

Andai Tuhan memberitahuku terlebih dahulu

Bahwa Ia akan menjemput ayah lebih dulu

Mungkin aku takkan pernah lakukan kesalahan terhadapmu

Kau ku buat kau bangga dan bahagia memiliki anak seperti aku

 

Selamat jalan lelaki terhebatku

Salam pada Tuhan agar Ia selalu menjagamu

Jangan pikirkan lagi aku anakmu

Cukup kau bahagia di sana tanda beban di pundakmu

 

Untuk Ayah di Surga

Hallo ayah…

Sudahkah kau bangun hari ini?

Sudahkah kau berkeliling untuk menikmati surga yang indah?

 

Hallo ayah…

Ku kirimkan doa lewat puisi ini

Berharap kau kan membacanya dengan sudut bibir tertarik hingga pipi

 

Ayah…

Bukankah kau senang berada di surga Tuhan?

Tempat terindah yang semua orang harapkan

 

Baiklah ayah, akan ku ceritakan sesuatu untukmu di surga

Hari ini ibu kembali menangis mengingat kenangan indah bersama ayah

Tapi ayah tidak perlu khawatir karena kau berhasil menenangkannya

 

Kami sangat kehilanganmu

Namun kami tahu takdir Tuhan adalah sebaik-baiknya jalannya waktu

Tuhan tidak ingin ayah menahan rasa sakit lebih lama lagi

 

Hingga Ia segera memanggil ayah untuk pulang ke surganya

Ayah, tunggu aku dan ibu di surga ya

Kami berjanji akan hidup lebih baik agar bisa bertemu ayah di surga

 

Kami selalu mencintaimu ayah

Peluk sayang dari kami dari jauh

Sampai jumpa lagi di keabadian

 

Cerita yang Suram

Hujan di malam ini membuat dingin semakin membekukan

Bukan hanya tubuh, tapi hati ikut menggigil

Dinginnya menusuk hingga rongga dada terdalam

Sampai bernapas saja aku kesulitan

 

Ternyata, bukan hujan alasannya

Tapi kekosongan yang baru saja tercipta

Hilangnya sosok bijaksana dari dunia

Membuatku tak dapat hangatkan tubuh walau sebenarnya bisa

 

Hari-hariku menjadi cerita suram

Kepergianmu sungguh membuatku padam

Tak pernah terang walau matahari tetap bersinar

Tak pernah hangat walau api membakar membara

 

Ayah, bukankah ini terlalu cepat?

Aku masih sangat muda untuk kau tinggalkan

Aku belum bisa berbuat apa-apa

Aku masih sangat sangat tidak mampu untuk berjuang sendiri

 

Ayah, coba tanya pada Tuhan

Kenapa cerita suram harus ada di dunia?

Dan kenapa kau harus dibawa?

Apakah karena Dia membenciku?

 

Aku sudah berteriak kencang

Memanggilmu agar kau kembali

Namun semua sia-sia sudah

Karena kau takkan pernah di sini lagi

 

Haruskah ku ucapkan selamat jalan?

Atau aku harus tetap merasakan sakitku ini

Yang ku tahu, hatiku tetap menjerit

Mengucap kalimat ‘ayah jangan pergi’

 

Kumpulan Puisi Ayah Berbahasa Inggris

contoh puisi ayah

Tak hanya puisi berbahasa Indonesia saja, Anda bisa membuat puisi dalam bahasa Inggris atau bahasa Jawa. Puisi tersebut akan menjadi puisi yang unik sekali, karena pada umumnya di Indonesia puisi dibuat dengan bahasa Indonesia.

Your Loose is My Sadness

I wish…

The sun in the sky is my Daddy

I had no idea, how to bring bag the sun

Even though I want him coming back

 

Yesterday the rising sun

But I can’t reach it

It makes me sad to the deepest feeling

Daddy, I miss you so much

 

I can’t prevent it

Highlight the stride so sure take dad out of my side

I can’t prevent it

When he took my Daddy away

 

Now, I can only sincerely release it

So that dad can leave happily

Your loose is my sadness

But, I must be able to without you Daddy

 

My Dad

contoh puisi ayah

If I can write a story

It would be the greatest ever told

I’d write about my hero in the world

He is my daddy

 

My dad, he was no superstar or public figure

Known around this world

But, he was everything to me

For I was his baby girl

 

I’d write about the lessons

He taught me right from wrong

He instilled in me the values

That one day I’d be strong woman

 

He taught me to face my fears

Take each day as it comes

Because there are things that can’t be changed

He would say what’s done is done

 

He will say

Carry yourself with pride

Thanks to my dad, I am somebody

I will never run and hide

 

If I could write a story

It would be the greatest ever told

I’d write about my hero

My hero is my daddy, for he had a heart of gold

 

Special Hero

When I was a baby

You would hold me in your arms

I feel the tenderness and big love for you

Keeping me safe from harm

 

I see your eyes

Anda all the love I would see

How did I get so lucky girl

You were the dad chosen for me

 

There is something special

About a father’s love

Seems it was sent to me

From someplace up above in the sky

 

Our love is everlasting

I just want you to know

That’s you’re my special hero

My super special hero

 

Silent, Strong Dad

He never looks for praises

He is never one to boast

He just goes on work in silence

For those the he love most

 

His dream is rarely spoken

His wants are very few

Anda most of the time his worries

He didn’t say it either

 

He is there a film foundation

Through all our storms of life

Strong hand holding

In times of stress and strife

 

A true friend we can turn to

When times are good or bad

The only best gift

The man that we call Daddy

 

Daddy

It seems like only yesterday

You wiped my tears

As I called you name

To fight my fears

 

When you didn’t respond

I knew you weren’t coming back

I realized then you left me

And that you were to slack

 

Are you alive?

Or are you dead?

Do you love me?

And do you care?

 

Sometimes, the questions arises

Dad, always keep me to your heart

That I miss you

Anda my love for you will never die

 

Kesimpulan Puisi Ayah Karya Chairil Anwar

Siapa sih yang tidak kenal dengan penyair satu ini? Pasti Anda semua usah mengenal sosok Chairil Anwar yang sudah menjadi legenda. Karya-karyanya hingga kini masih bersinar dan tidak kalah dengan karya-karya terbaru. Salah satu puisinya bisa Anda berikut ini.

 

Sebuah Kamar

Sebuah jendela menyerahkan kamar ini pada dunia

Bulan yang menyinar ke dalam mau lebih banyak tahu

Sudah lima anak bernyawa di sini, Aku salah satu

 

Ibuku tertidur dalam tersedu

Keramaian penjara sepi selalu

Bapakku sendiri terbaring jemu

Matanya menatap orang tersalib di batu

 

Sekeliling dunia bunuh diri

Aku minta adik lagi pada Ibu dan Bapakku

Karena mereka di luar hitungan

Kamar begini 3 x 4 terlalu sempit buat meniup nyawa

 

Kumpulan Puisi Ayah Pahlawanku

contoh puisi ayah

Ada banyak tema yang bisa dijadikan puisi, salah satunya adalah ‘Ayah Pahlawanku’. Pada umumnya puisi dengan tema tersebut akan berisi tentang perjuangan ayah untuk anak tercinta yang sama dengan perjuangan pahlawan untuk bangsanya.

Jika Anda sedang membuat puisi dengan tema yang sama, langsung saja baca beberapa karya berikut in. Kumpulan puisi berikut ini terdiri dari beberapa jenis, mulai dari puisi distikon yang setiap baitnya terdiri dari 2 baris dan jenis puisi lainnya.

 

Pahlawan Kesuksesanku

Sang fajar telah menyapa di pagi hari

Lalu kau mulai menggali semangat untuk hari ini

Untuk pengorbanan mencari rezeki

 

Tak ada kata lelah, tak ada kata sakit

Walau terik matahari membuatmu mengernyit

Namun tak ada satupun kata bahwa itu sulit

 

Dirimu adalah teladanku

Tak hanya mengajarkan aku tentang segala hal baru

Kau juga mencontohkan langsung kepadaku

 

Ayah…

Mungkin tanpamu aku akan jadi abu

Yang tak tahu menahu bagaimana akhir hidupku

 

Ayah…

Mungkin tanpamu aku akan menjadi arang

Yang tak pernah paham cara agar bisa terang

 

Ayah…

Mungkin tanpamu aku tak bisa sampai sini

Tidak mampu berdiri untuk menggapai mimpi

 

Ayah…

Kaulah pahlawan kesuksesan

Yang selalu ada hingga ku raih keberhasilan

 

Superhero Terbaik

Dia bukan superman yang bisa terbang

Dia bukan spiderman yang bisa hingga di dinding

Dia bukan gathot kaca yang mampu meniupkan angin

Dia ayahku superhero tak terkenal namun terbaik

 

Jatuh bangun mencari nafkah tak jadi persoalan

Bekerja keras untuk keluarga ia tak jadikan beban

Karena baginya itulah kewajiban

Yang harus ayah lakukan

 

Kami jarang bersua karena berada di kejauhan

Ayah harus berjuang banting tulang di negeri orang

Untuk kami yang setia menunggu kepulangan

Untuk putrinya yang selalu ia perjuangkan

 

Superhero terbaikku, ayahku

Semoga Tuhan selalu menguatkanmu

Tidak merapuhkan tulang punggungmu

Agar kau bisa pulang untuk keluargamu

 

Jadilah superhero hingga aku bisa membalasmu

Jadilah superhero hingga aku bisa menggantikanmu

Walau aku takkan pernah bisa menggantikanmu

Namun aku akan berusaha untuk bisa sepertimu

 

Terimakasih superheroku

Sudah bersusah payah hanya karena kelayakan hidupku

Sudah mengorbankan seluruh hidupmu

Hanya untuk aku putrimu yang belum bisa membalasmu

 

Suara Sepeda Favoritku

Setiap sore aku menunggunya pulang

Pahlawan yang dari pagi hingga kini harus berjuang

 

Melawan panas dan dingin kehidupan yang kejam

Untuk sesuap nasi orang-orang tersayang

 

Kring-kring-kring…

Nyaring bunyinya membuatku bahagia

 

Suara sepeda favoritku sudah kembali pulang

Dengan satu plastik buah persik yang matang

 

“Ibu, pahlawan kita datang”

Aku berseru dengan lantang

 

Pahlawan itu turun dari sepeda dan meletakkannya di samping rumah

Kemudian melangkah dengan senyum paling ramah

 

Walaupun keringat mengucur dengan deras

Senyum itu tidak pernah lepas

 

Sungguh, hatiku bahagia

Ketika suara sepeda favoritku sudah terdengar

 

Itu tandanya pahlawan keluargaku sudah pulang

Ayahku yang baru saja ikut berperang

 

Pahlawan Berkumis yang Paling Manis

Tak ada yang paling tampan dan juga menawan

Tak ada yang paling lucu dan juga manis

Selain pahlawan gagah yang dikirimkan Tuhan

Pahlawan yang berani, yang memiliki kumis

 

Tak pernah marah, walau dikuasai amarah

Tak pernah berbelit, walau sedang sulit

Tak pantang menyerah, walau pernah kalah

Yang penting tidak pernah pelit, walau tak punya duit

 

Siapa gerangan pahlawan berkumis yang amat manis?

Tentu saja ayahku yang bekerja di tambang

Siapa bilang ia tak pernah tersenyum meringis?

Kala meringis terlihat pula gigi yang berlubang

 

Berangkat pagi, pulang tengah malam

Untuk menambang emas berlian

Wajah capek terlihat walau hanya dalam temaram

Namun aku tahu pahlawanku ingin menyembunyikan

 

Suatu saat nanti, kala aku sudah bisa berdiri sendiri

Aku tak pernah mengingkari janji

Untuk tidak melupakanmu atau malah membiarkanmu sendiri

Kita akan selalu bersama hingga Tuhan menjemput dan malaikat menghampiri

 

Ayahku pahlawan berkumis yang paling manis

Ajari aku untuk terus berjuang tanpa harus menangis

Agar aku tak pernah putus ada dan kuat sepertimu

Untuk menghadapi dunia yang kejam sama dengan duniamu

 

Kumpulan Puisi Ayah untuk Anaknya

contoh puisi ayah

Tidak hanya anak yang membuatkan puisi untuk ayahnya, namun Anda sebagai ayah juga bisa membuatkan puisi untuk anak tersayang. Biasanya puisi ayah untuk anak berisi tentang harapan-harapan yang baik dan doa-doa yang tulus.

 

Peri Kecilku

Sembilan bulan ayah menunggu kehadiranmu

Sembari terus berdoa agar kau tetap baik-baik saja

Tetap sehat di perut ibumu yang mulai membesar

Dan ayah akan tetap menjagamu hingga nanti

 

Hari ini tepat kelahiranmu nak

Ayah menunggumu dengan cemas

Ibumu di dalam sedang berjuang

Kami semua berharap kau segera menyapa

 

Satu jam telah berlalu

Suara tangismu tak kunjung terdengar

Ayah intip jendela mencoba mencari celah

Agar bisa melihat ibumu di dalam sana

 

Ayah terus rapalkan doa agar kau tetap berada dalam lindungan-Nya

Sampai akhirnya tangisan pertamamu terdengar

Tepat adzan maghrib berkumandang

Dan ayah menitihkan air mata

 

Bukan, bukan ayah tak senang kau datang

Air mata ini arti dari kebahagiaan

Kebahagiaan yang ayah nanti-nanti

Kehadiran sang peri kecil

 

Kau adalah hadiah yang diturunkan dari langit

Anugerah mewah yang diberikan untuk ayah dan ibu

Kehadiranmu membuat kami bahagia nak

Sangat bahagia hingga kami tak bisa berkata-kata

 

Peri kecilku

Jika kau sudah besar dan sudah bisa membaca

Ayah akan beri puisi ini

Puisi yang berisi kebahagiaan ayah dan ibu

 

Tunas Muda Ayah

Ku papah engkau dengan langkah tertatih

Melawan panasnya aspal dan banyaknya kerikil

Ku gendong engkau di bahuku ini

Hingga kau mampu terbang bersama elang di langit

 

Tangismu,

Sungguh cara yang sangat ampuh

Ketika hendak meminta baju atau sepatu

Sedangkan senyummu merupakan simfoni menyejukkan kalbu

 

Apapun akan aku lakukan

Agar tetap kau rasa kenyang pada perutmu

Apapun akan aku usahakan

Supaya bibirmu terangkat membuat senyum

 

Jika hatiku, darahku, keringatku dan semua yang ada pada diriku

Bisa menciptakan senyum indah di wajahmu

Percayalah, ayah akan memberikannya kepadamu

Ayah rela dan ikhlas asalkan tak ada air mata dari matamu

 

Nak…

Lekaslah sembuh, agar kita bisa bermain hujan

Agar kita bisa menangkap capung dan berburu ikan

Atau memanjat pohon jambu yang biasa kau buat bergelantungan

 

Bangkitlah… Bangkit…

Tunas mudah ayah pasti bisa meninggalkan rasa sakit

Kau bisa berikan ayah senyum ceria lagi

Dan memberi pukulan manjamu di lengan ayah

 

Catatan Tiga Tahun Usiamu

28 Februari 2019, hari ulang tahun ketiga

Buah hati tercinta minta kue berbentuk boneka

Dan mengundang teman-teman sebayanya

Untuk datang ke pesta ulang tahunnya

 

Potongan kue pertama untuk ibu tercinta

Potongan kue kedua untuk nenek dan kakeknya

Lalu aku bertanya kepadanya

Ayah kue ke berapa?

 

Buah hati tak menjawabnya, ia melotot terkejut

Ternyata ia lupa, bahwa ayahnya sudah pulang

Kemudian ku pasang wajah cemberut

Dan ia langsung memelukku dan berkata “Ayah dapat aku”

 

Anak tiga tahun itu, sangat mengejutkanku

Dari mana dia mendapat kata-kata semanis itu

Iya nak, kau adalah kue terindah bagi ayahmu

Yang akan terus ayah simpan dalam hati dan kalbu

 

Maafkan ayah, tak bisa menjagamu selalu

Hanya bisa berjumpa di waktu-waktu tertentu

Ayah harus terus berada di kejauhan

Untuk bekerja agar bisa membelikan buku

 

Selamat ulang tahun anakku

Kau akan selalu menjadi anak ayah yang manis

Meskipun kau sudah dewasa nanti

Kau akan tetap menjadi putri kecil ayah yang lucu sekali

 

Goresan Pena dari Ayah

Ku rangkai sebuah goresan

Untuk mengajakmu bercengkrama

Bersua dalam keheningan malam

Sembari mnikmati lagu-lagu kenangan

 

Ada satu lagu yang paling bermakna

Berjudul “titip rindu buat ayah”

Di dalamnya ada sebuah lirik yang tepat

Pengorbanan dari seorang ayah tak terkira

 

Benar, bukan?

Tiada hari tanpa sebuah perjuangan

Tiada waktu yang dilewati tanpa tantangan

Dan tiada saat tanpa tetesan keringat karena kepanasan

 

Semua bermuara pada satu titik saja

Demi kehidupan layak pada anak di dalam gambar

Yang kini sedang menunggu sang ayah di rumah

Untuk sesuap nasi yang dibawanya

 

Pada setiap deruan nafasku

Setiap ayunan langkahku

Hingga raihan jangkauan

Semua berlabuh pada satu harapan, untukmu dan masa depanmu

 

Walau aku tak pernah mengingat berapa kali terjatuh

Kemudian bangkit untuk kembali berjuang

Aku tak berharap kau mengetahuinya

Berapa tetesan keringat yang mengalir di tubuh ini

 

Anakku,

Walau terkadang aku kehabisan kata

Untuk memberikan nasehat yang pantas

Aku tidak pernah menyesal memiliki putra sepertimu

 

Kau begitu berharga bagi ayah nak

Meski kau tak pernah tahu itu

Meski kau selalu berpikir ayah jahat

Dan tidak pernah membahagiakanmu

 

Nak…

Bila kau lupa akan semua pengorbananku

Tidak apa, aku tidak akan memaksanya

Asal kau tak pernah lupa diri dan melupakan imanmu

 

Memang, ayah sepertiku tak selalu diharapkan

Karena tak bisa memberimu harta yang bergelimang

Namun ada satu hal yang ingin aku sampaikan

Jika kau merindukanku, putar saja lagu tentang ayah

 

Salah Ayah

Ayah, mengapa aku berbeda?

Ayah, mengapa aku tak sama?

Ayah, mengapa aku tak sempurna?

Jangan pernah tanyakan itu anakku

Karena bagi ayah kau adalah istimewa

 

Tidak ada yang bisa mengalahkan cantiknya dirimu

Tidak ada yang bisa menggemaskan sepertimu

Tidak ada yang bisa membuat ayah tertawa selain dirimu

Dan tidak ada yang bisa sekuat dirimu

Karena kau yang terbaik dari semuanya

 

Maafkan ayah nak,

Tak bisa membuatmu bahagia seperti yang lainnya

Tak bisa memberikan banyak hal seperti mereka

Ayah hanya bisa menjagamu sebisanya

Ayah tahu itu takkan pernah cukup untukmu

 

Ini salah ayah nak,

Bukan salahmu

Kau tak pernah berdosa

Semua ini karena aku adalah seburuk-buruknya ayah

Karena aku tak bisa menjadi sebaik-baiknya ayah

 

Anakku yang cantik

Ketahuilah, bahwa kau adalah anugerah terindah

Yang pernah dikirim Tuhan untuk ayah

Jangan pernah putus asa nak

Semua orang punya hak yang sama untuk perjuangkan masa depannya

Kumpulan Puisi Ayah Karya Taufik Ismail

Bukan hanya Chairil Anwar saya, Taufik Ismail juga salah satu penyair kebanggaan Indonesia. Karya-karyanya juga masih sangat populer hingga kini, walaupun tergolong puisi yang berusia tua. Salah satu karya yang sangat terkenal adalah puisi berjudul “Larut Malam Suara Sebuah Truk”.

Larut Malam Suara Sebuah Truk

Sebuah Lasykar truk

Masuk kota salatiga

Mereka menyanyikan lagu

‘Sudah Bebas Negeri Kita”

 

Di jalan Tuntang seorang anak kecil

Empat tahun terjaga:

‘Ibu, akan pulangkah Bapa,

Dan membawakan pestol buat saya?’

Apabila ingin membuat puisi ayah dengan gampang, ikuti saja tips dan trik menulis puisi yang telah disebutkan. Tidak hanya itu saja, dengan membaca beberapa referensi contoh puisi ayah di atas, pasti Anda akan mendapat bayangan dan gambaran untuk membuat puisi. Sehingga tidak akan ada kesulitan lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *