20+ Contoh Teks Editorial Kritik, Persuasif (Lengkap dengan Struktur)

12 min read

contoh-teks-editorial

Contoh Teks Editorial – Teks editorial adalah sebuah teks yang berisi mengenai opini atau pendapat seseorang akan sebuah permsalahan tertentu. Kebanyakan jenis teks ini akan muncul di koran, misalnya Kompas.

Teks ini berisi mengenai berbagai peristiwa. Misalnya peristiwa seperti banjir, kemacetan, isu natuna, karakter anak, isu sampah, dan berbagai isu lainnya. Pasti pembaca semua masih bingung mengenai penulisan teks editorial bukan? Kalau bingung, tenang saja, ada artikel ini disini yang membantu Anda, hehehe.

Teks editorial hadir dengan berbagai fungsi, tujuan, ciri-ciri hingga berbagai contoh. Berikut ini beberapa ulasan serta contoh editorial terbaru 2020 dari berbagai tema, lengkap dengan analisanya. Mau anak sastra atau bukan, tidak ada salahnya menambah pengetahuan dengan mempelajari contoh teks ini!

Pengertian Teks Editorial

Pengertian-Teks-Editorial

Teks editorial merupakan artikel yang didalamnya memuat opini surat kabar ataupun artikel online terkait dengan satu masalah tertentu.

Jenis teks ini kebanyakan akan menyuarakan suara dari pemilik surat kabar. Dalam hal ini seorang penulis memiliki kewajiban untuk mengembangkan sebuah pendapat atau argument tertentu. Selain itu juga bertujuan untuk mempengaruhi masyarakat supaya sepaham dengan pendapatnya.

Jika dilihat dari ciri kebahasaan, kaidah teks ini secara khusus ditulis untuk memberikan pengaruh kepada masyarakat luas supaya melakukan tindakan tertentu, misalnya saat terjadi kebakaran hutan.

Banyak penulis teks editorial singkat yang memberikan pendapatnya untuk mempengaruhi beberapa pihak. Subjek dari teks ini biasanya memuat mengenai masalah yang sedang terjadi.

Berbeda dengan bagian lain dari pemberitaan berita, jenis teks satu ini hadir untuk memberikan makna, tidak bersifat persuasif atau mengajak sesuatu. Bisanya sebagai seroang penerbit akan menghadirkan rubrik khusus untuk menerbutkan teks editorial ini. Hal tersebut dilakukan supaya tulisan bisa memberikan pengaruh yang lebih luas untuk pembaca.

Untuk teks editorial terbaru, sudah cukup banyak mengembangkan teknik kepenulisannya. Kebanyakan mereka mengangkat topik yang berkaitan dengan permasalahan social, laporan survei, analisis keuangan dan berbagai bahan referensi memadai lainnya. Referensi tersebut dibutuhkan sebagai bekal laporan yang lebih komprehensif.

Tujuan Teks Editorial

Tujuan-Teks-Editorial

Mengenai tujuannya, jelas teks editorial hadir untuk memberikan gambaran mengenai suatu peristiwa tertentu menggunakan sust pandang tersendiri dari penulis. Adapun gambaran yang akan diambil seperti isu pemerintah.

Bukan hanya itu saja, teks jenis ini juga bisa membawa berbagai isu lama untuk diulas kembali. Kasus-kasus yang belum mendapatkan titik temu bisa dijadikan bahan pembahasan kembali.

Lebih dari itu, jenis teks satu ini juga memiliki tujuan untuk membuka sudut pandang pembaca akan sebuah permasalahan tertentu dengan kacamata yang lebih luas. Namun penyebaran informasi ini bisa juga memberikan timpang, karena dinilai tidak seimbang. Untuk itu, penulis atau wartawan akan menuliskan pendapatnya dibagian opini kolom surat kabar.

Fungsi Teks Editorial

Fungsi-Teks-Editorial

Fungsi dari teks editorial ini dapat digunakan untuk memberikan informasi yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Mengenai fungsinya, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengajak semua masyarakat ataupun audien supaya setuju dengan pendapat penulis.
  2. Memberikan deskripsi kepada pembaca serta masyarakat luas supaya bisa memahami permasalahan dari berbagai sudut pandang.
  3. Menyajikan informasi yang belum banyak dipublikasikan oleh pemerintah.
  4. Teks editorial bisa dimanfaatkan untuk menggambarkan isi hati atau pendapat dari seseorang terhadap sebuah kasus tertentu.
  5. Dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi yang cukup penting serta faktual mengenai sebuah permasalahan dengan metode penyampaian yang menarik dan apa adanya.

Ciri-ciri Teks Editorial

Ciri-ciri-Teks-Editorial

Teks editorial ini hadir dengan beberapa ciri kepenulisan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan jenis teks lainnya. Berikut ini beberapa karakteristiknya:

  • Terdapat pendahuluan, isi serta kesimpulan seperti halnya yang ada dalam berita.
  • Kemudian terdapat bagian penjelasan obyektif terkait dengan permasalahan tertentu, khususnya untuk masalah yang komplek.
  • Terapat sudut berita yang tepat waktu.
  • Mengenai pendapatnya, bisa saja dari sudut pandang yang berseberangan yang memberikan penyangkalan terhadap permasalahan yang dibahas oleh penulis.
  • Penulis menyampaikan pendapatnya secara profesional. Akan tetapi pendapat tersebut bukan terkait dengan kepribadian, melainkan lebih pada permasalahan yang sedang terjadi.
  • Memberikan solusi alternatif terhadap sebuah masalah yang sedang dibahas.
  • Menghadirkan kesimpulan yang ringkas serta khuat yang berisi opini penulis.

Jenis Teks Editorial

Mengenai jenisnya, teks editorial ini terdiri dari empat jenis teks bacaan, berikut ini penjelasannya.

1. Jenis penafsiran atau penjelasan

Jenis-penafsiran-atau-penjelasan

Jenis yang pertama ini cukup sering digunakan oleh penulis yang akan menuliskan opininya, mengenai sebuah objek yang sedang sensitif atau kontoversional. Contohnya adalah menuliskan mengenai demo mahasiswa dengan menggunakan sudut pandang penulis.

2. Jenis kritik

Jenis-kritik

Jenis teks yang kedua ini secara khusus akan memberikan kritik mengenai tindakan, keputusan, ataupun keadaan yang akan diambil guna memberikan solusi terhadap permasalahan yang sedang terjadi. Tujuannya adalah membuka sudut pandang kepada pembaca untuk melihat permasalahannya, bukan melihat solusinya.

3. Jenis membujuk

Jenis-membujuk

Jenis teks selanjutnya ini hadir dengan tujuan untuk segera memberi solusi, bukan pada permasalahannya. Dari paragraf pertamananya saja, penulis akan langsung memberikan gambaran dengan lebih spesifik mengenai masalah tertentu. Dukungan terhadap permasalahan politik merupakan salah satu jenis teks editorial persuasive yang cukup bagus.

4. Jenis pujian

Jenis-pujian

Untuk jenis teks editorial selanjutnya ini bertujuan untuk memberikan pujian kepada orang atau organisasi, terkait dengan sesuatu yang sudah dikerjakan dengan baik. Akan tetapi, jenis teks yang keempat ini sangat jarang digunakan.

Contoh Teks Editorial Terbaru Beserta Strukturnya

1. Contoh Teks Editorial Penjelasan

Contoh-Teks-Editorial-Penjelasan

Jenis teks editorial cukup banyak ditemukan diberbagai kanal media. Terlebih saat membhasa isu yang cukup kontrovesional serta sensitif. Jenis teks satu ini lebih mengarah ke pemahaman pembaca supaya lebih memahami suatu masalah tertentu. Berikut ini kami hadirkan beberapa contoh teks editorial penjelasan yang bisa Anda jadikan referensi.

Teks Editorial Berjudul ‘Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan’

Teks berikut ini ditulis oleh Anonim, untuk itu terkait dengan redaksinya tidak bertujuan untuk merubah makna yang akan disampaikan. Berikut uraian teksnya:

Pembukaan:

Pendidikan bukan hanya menjadi kebutuhan dasar manusia saja, lebih dari itu pendidikan juga menjadi salah satu kunci sebuah bangsa supaya bisa maju. Hampir semua orang sadar jika pendidikan yang bagus mampu meningkatkan peluang sebuah bangsa untuk bisa menjadi bangsa yang maju.

Namun pada kenyataannya, mutu pendidikan masih kalah saing dibandingkan lainnya. Terkait dengan hal tersebut, banyak cara yang dilakukan. Salah satunya melalui peningkatan mutu kualitas lembaga pendidikan, supaya bisa mencetak generasai yang mampu membangun bangsa.

Untuk itu, supaya bisa mencapai keberhasilan serta meningkatkan mutu pendidikan, perlu sekali dilakukan berbagai upaya yang nyata serta benar-benar dilakukan oleh semua pihak.

Argumen 1 : Pendapat

Terkait dengan hal tersebut, maka penting sekali meningkatkan kualitas pendidikan supaya bisa menjawab semua tantangan zaman.

Argumen 2 : Pendapat

Tidak berhenti sampai disitu saja. pada era yang lebih kompleks seperti sekarang ini, sumber informasi bukan hanya dari guru saja. Peran guru sudah berubah menjadi motivator. Fasilitastor serta dinamisator.

Kesimpulan:

Maka dari itu, dalam kondisi seperti inilah, sebagai pendidik guru memiliki peran yang sangat besar serta tidak bisa digantikan.

2. Contoh teks editorial ‘Transportasi Online’

Pembukaan:

Dari zaman ke zaman teknologi semakin canggih serta sudah masuk ke berbagai sendi kehidupan. Hal tersebut terlihat dengan terciptanya transportasi online. Kehadiran jenis transportasi satu ini tentu akan semakin memudahkan perjalanan setiap orang. Akan tetapi, meskipun demikian tetap ada pihak yang diuntungkan dan juga dirugikan.

Argumentasi:

Ketimpangan pengguna transportasi umum dengan transportasi online tentu bisa menyebabkan terjadinya kerusuhan. Faktor pemicunya adalah perebutan penumpang untuk bisa menghasilkan penghasilan. Seharusnya kedua jenis transportasi tersebut mampu bersaing secara sehat.

Penegasan Ulang:

Dalam hal ini, sopir dari kedua jenis transportasi tersebut seharusnya sama-sama bekerja sama karena sedang mencari rezeki. Untuk itu, sebaiknya digunakan sebagai acuan supaya lebih bersemangat dalam melakukan persaingan di dunia pekerjaan.

3. Contoh teks editorial ‘Pentingnya Hidup Sehat di Masa Pandemik’

Hidup sehat merupakan hal yang wajib diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui hidup sehat kita semua akan terhindar dari penyakit. Terlebih di suasana pandemik seperti saat ini, menjaga diri untuk tetap sehat merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Jika hal ini terus-menerus dilakukan, bukan hanya diri kita saja yang sehat, akan tetapi lingkungan sekitar juga ikut membaik.

Argumentasi:

Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak orang yang belum menerapkan hidup sehat. Hal tersebut nampak dari banyaknya orang yang keluar rumah tanpa membekali dirinya dengan masker. Padahal, dibalik anjuran ini, kita semua memahami bahaya terbesar yang akan dihadapi. Kurangnya rasa waspada ini jika terus menrus dilakukan tentu akan menjadi bom waktu tersendiri.

Penegasan Ulang:

Terkait dengan hal tersebut, menjaga hidup sehat sudah menjadi kewajiban semua orang. Pemerintah sudah memberikan anjuran bahkan ikut serta mendukung gerakan hidup sehat ini. Akan tetapi, semua hal tersebut tidak akan terlaksana dengan sungguh-sungguh apabila masih banyak orang yang kurang bisa saling mendukung gerakan pemerintah tersebut.

Contoh Teks Editorial Kritik

Contoh-Teks-Editorial-Kritik

Jenis teks selanjutnya hadir untuk memberikan pendapat terkait dengan sebuah permasalahan yang sedang ramai dibicarakan. Akan tetapi, bukan hanya memberikan kritik saja, lebih dari itu juga turut memberikan solusi ke berbagai permasalahan yang ada. Teks editorial ini lebih memberikan kritik terhadap sebuah permasalahan.

1. Contoh teks editorial ‘Tentang Korupsi di Indonesia’

Pembukaan:

Dari waktu ke waktu semakin banyak hal kurang menyenangkan dan bahkan memalukan yang terjadi di Negara ini, mulai dari korupsi, suap, hingga berbagai permasalahan lainnya. Yang membuat permasalahan ini semakin ramai dibicarakan, kerena pelakunya merupakan orang-orang terdidik lulusan universitas ternama di Indonesia.

Melihat fenomena yang kurang menyenangkan bahkan miris tersebut, nampaknya ada yang salah dengan sistem pendidikan yang terjadi di negeri ini. Selama ini pola pendidikan yang diberikan lebih menitikberatkan mengenai ilmu duniawi saja. Benar, mampu menghasilkan orang yang pandai, akan tetapi belum tentu memiliki etika yang baik.

Argumentasi:

Hingga akhirnya orang pandai yang seharusnya membangun justru menjadi orang yang jahat, bersikap korupsi bahkan menindas kaum yang lemah. Dimana seharusnya orang pintar tersebutlah yang menjadi penolong serta memberikan manfaat untuk sesama.

Penegasan Ulang:

Hal tersebut semakin memprihatinkan dengan banyaknya orang yang tertangkap basah melakukan berbagai tindakan kurang baik, seperti korupsi atau penyuapan. Mirisnya lagi, pelaku tersebut merupakan orang yang memiliki gelar tinggi serta mengaku dirinya alim ulama.

2. Contoh teks editorial ‘Kemiskinan Masyarakat Menyebabkan Ketimpangan’

Pernyataan Pendapat:

Sampai sekarang ini, kemiskinan seolah-olah menjadi hal yang biasa di negeri ini. Hal tersebut dikarenakan sejak zaman dahulu Indonesia belum bisa melepaskan diri dari rantai kemiskinan. Mulai dari kemiskinan perbedaan ekonomi yang akhirnya menimbulkan kasta sosial si kaya dan si miskin.

Argumentasi:

Semakin kesini, kemiskinan menjadi hal yang menakutkan hingga akhirnya menyebabkan ketimpangan yang semakin tinggi. Di masa pemerintahan sekarang ini, alih-alih mengalami penurunan sebaliknya masyarakat makin menambah daya belinya.

Terkait dengan permasalahan ini, pemerintah sebaiknya semakin peduli terhadap permasalahan yang semakin merajalela di Indonesia. Banyak langkah yang bisa diambul, salah satunya membuka lapangan pekerjaan yang semakin banyak. Selain itu juga membuka berbagai peluang supaya masyarakat tidak menjadi orang yang malas bekerja.

Penegasan Ulang:

Permasalahan kemiskinan serta ketimpangan ini sebaiknya segera ditangani dengan serius. Cara yang bisa dilakukan yaitu dengan merubah mindset serta pola perilaku masyarakat supaya lebih semangat dalam bekerja. Cara tersebut dilakukan demi menciptakan kesempatan serta kemakmuran untuk semua masyarakat Indonesia.

3. Contoh teks editorial ‘Pentingnya Meningkatkan Kualitas Rumah Sakit di Indonesia’

Pernyataan Pendapat:

Beberapa waktu yang lalu masayarakat memberikan pengaduan mengenai pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia. Dari berbagai banyak pengaduan yang disampaikan, yang paling banyak pengaduan terkait dengan pelayanan dokter dalam melayani pasien.

Argumentasi:

Terkait dengan permasalahan ini, pemerintah sebaiknya semakin mengutamakan bidang kesehatan. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan memperbarui serta meningkatkan mutu dari semua dokter yang ada di Indonesia. Itu merupakan salah satu cara supaya pelayanan semakin meningkat dan juga memberikan kepuasan untuk semua masyarakat.

Total pengaduan yang disampaikan kurang lebih 268 kasus, serta dilaporkan ke semua kementrian kesehatan. Akan tetapi, masih banyak laporan yang belum diterima. Inti dari pengaduan tersebut adalah masyarakat kurang puas terhadap sistem pelayanan rumah sakit yang diberikan.

Penegasan Ulang:

Sampai saat ini masyarakat akan terus berharap supaya bisa mendapatkan pelayanan yang meningkat dari rumah sakit yang ada di Indonesia, hal tersebut guna membuat masyarakat semakin nyaman.

4. Contoh teks editorial ‘Kurang Optimalny Mitigasi Bencana di Indonesia’

Pernyataan Pendapat:

Saat menghadapi bencana gunung meletus, banyak yang manyampaikan pendapat kurang menyenangkan di berbagai kanal social media. Salah satu yang sedang ramai dibicarakan yaitu kurang cekatannya pemerintah dalam menangani dampak bencana erupsi gunung berapi. Seolah-olah pemerintah tidak belajar dari letusan Sinabung beberapa waktu silam.

Dalam hal ini, pemerintah kesannya kurang peduli. Hal tersebut terlihat dengan kurang sigapnya dalam menyediakan masker, pasokan air minum, serta obat-obatan. Hal tersebut disebabkan dengan adanya manajemen penanggulan yang dilakukan dengan dadakan. Hingga akhirnya, semakin banyak para pengungsi yang kurang mendapatkan tempat penampungan.

Argumentasi:

Terkait dengan hal ini, pemerintah hanya memberikan tanggapan berupa respon, sporadis, dan spontan. Hingga akhirnya semakin dibutuhkan banyak persiapan dari koordinasi penyelamatan sampai melatih relawan bencana.

Hal ini sangat berbeda dengan cara penanganan bencana yang dilakukan di Negara Jepang. Jepang merupakan Negara yang kerap kali menghadapi gempa, akan tetapi dengan teknologi yang canggih mereka sigap menghadapi bencana yang ada.

Pernyataan Ulang Pendapat:

Terkait dengan permasalahan seperti ini, sebaiknya pemerintah semakin sigap dan cepat tanggal ketika menghadapi berbagai bencana. Mitigasi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi bencana yang sedang terjadi. Dengan demikian, masyarakat akan semakin memahami terkait dengan penanggulangan benvana alam, salah satunya dengan menyiapkan infrastruktur mitigasi yang lebih baik.

5. Contoh teks editorial ‘Dampak Buruk Sistem Pendidikan di Indonesia’

Pernyataan Pendapat:

Hampir semua orang sepakat jika pendidikan merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan. Melalui pendidikan, kita semua akan bisa menjadi orang lebih berguna. Akan tetapi pada kenyatannya tujuan pendidikan belum sejalan dengan tujuan pemerintah.

Apabila melihat melalui kejadian baik belakangan ini, seperti pelajar yang sukses meraih kejuaraan olimpiade bisa dijadikan salah satu acuan dari suksesnya program pendidikan. Namun disisi lain ada beberapa hal yang terlupakan. Pasalnya hanya beberapa persen saja dari para pelajar yang berhasil mendapatkan dampak baik dari sistem pendidikan yang ada, terlebih jika melihat dari sisi kesejahteraan mental.

Argumentasi:

Hal tersebut nampak beberapa tahun belakangan ini dimana semakin banyak kasus kekerasan yang terjadi antar pelajar kepada guru. Tentu banyak yang bertanya, kenapa permasalahan seperti ini bisa bisa terjadi? Ada masalah apa sebenarnya sehingga murid bisa menjadi liar seperti sekarang ini? Apabila ditelusuri lebih lanjut, di beberapa kasus terjadi dikarenakan murid merasa tertekan terhadap mata pelajaran.

Adanya jam belajar yang semakin tinggi serta tekanan tentu membuat beberapa anak menjadi membangkang serta memilih untuk tidak mentaati peraturan yang ada. Bahkan beberapa diantaranya adalah anak-anak yang berprestasi di bidang sepak bola (misalnya), akan tetapi mereka lebih senang menghabiskan waktu untuk berlama-lama di toilet.

Penegasan Ulang:

Terkait dengan hal tersebut, para peneliti semakin menaruh perhatian mengenai standar yang membuat sekolah memasukkan pembelajaran formal yang semakin banyak. Lebih dari itu juga, muncul kekhawatiran mengenai perilaku hingga menjadikan mereka memandang sekolah dengan kacamata negatif.

Latar belakang yang menyebabkan stigma ini yaitu budaya dimana semakin banyak waktu untuk belajar maka semakin tinggi juga presentase kecerdasan yang dihasilkan, meskipun hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Semua orang dari latar belakang usia yang berbeda, sudah pasti butuh waktu untuk istirahat. Pun dengan orang tua, sebaiknya mereka semakin mendukung anak-anak supaya bisa tumbuh dengan baik. Hak untuk mendapatkan ketenangan jiwa ini perlu sekali diterapkan supaya proses belajar semakin maksimal.

Contoh Teks Editorial Persuasif

Contoh-Teks-Editorial-Persuasif

Teks editorial jenis selanjutnya ini hadir untuk memberikan pendapat supaya pembaca lebih terpengarih dengan gambaran yang diberikan penulis. Bukan hanya itu saja, jenis teks satu ini juga bertujuan untuk lebih menyoroti berbagai maalah yang sedang ramai diperbincangkan. Mulai dari awal pembahasan, penulis langsung mengajak pembaca untuk memahami berbagai sudut pandangnya.

Berikut ini beberapa contohnya.

1. Contoh teks editorial persuasif ‘Apakah Ujian Online Perlu Diadakan?’

Pernyataan Pendapat

Beberapa waktu lagi, akan dilaksanakan Ujan Nasional mulai dari tingkatan SD sampai SMA. Berkaitan dengan masalah ini, ternyata ada kebijakan baru dari Kemdikbud. Dimana beberapa sekolah diminta untuk melaksanakan ujian secara online. Akan tetapi, jika melihat keadaan serta situasi yang saat ini sedang terjadi, rasanya langkah ini belum tepat serta perlu diberikan pertimbangan khusus lagi.

Hal tersebut dikarenakan beberapa masalah mendasar, seperti masih belum meratanya sistem sarana dan prasarana di berbagai wilayah, terlebih untuk wilayah yang jauh dari Ibukota.

Argumentasi:

Niat melakukan ujian secara online ini memang sangat baik, akan tetapi kurangnya persiapan tentu menjadi masalah yang serius. Terlebih jika sistem ujian nasioal tetap dilakukan, beberapa sekolah bisa mengalami permasalahan.

Mari kita berhitung, misalnya ada salah satu sekolah dengan jumlah 250 siswa yang turut mengikuti Ujian Nasional. Bayangkan berapa jumlah komputer yang diperlukan? Tentu bukan dalam jumlah yang sedikit. Untuk itu, apabila tetap dilakukan, salah satu solusinya dengan menggunakan komputer dengan bergantian.

Namun hal tersebut rentan dengan adanya kecurangan ketika melakukan ujian. Untuk itu, apabila pemerintah ingin mengadakan Ujian Nasional melalui sistem online, maka perlu menjamin tersedianya sarana serta prasarana yang memadai.

2. Contoh teks editorial persuasif ‘Bagaimana Memahami Sistem Zonasi di Sekolah?’

Pernyataan Pendapat

Terkait dengan penerimaan siswa baru, kini ada perubahan sistem, yaitu menggunakan sistem zonasi. Sistem ini merupakan sistem penerimaan siswa yang menggunakan jarak atau zonasi dari rumah menuju sekolah. Dalam hal ini, peluang diterimanya di sekolah favorit lebih besar bagi mereka yang tinggal di sekitar sekolah, sehingga nilai menjadi bagian yang kurang penting dalam proses penerimaan siswa didik baru.

Argumentasi:

Terkait dengan permasalahan tersebut, Kementrian Pendidikan dan Budaya akhirnya memberlakukan sistem aturan baru terkait dengan penerimaan siswa didik baru. Langkah tersebut merupakan perubahan baik supaya setiap sekolah memberlakukan aturan yang sama, sehingga tidak ada yang lebih tinggi atau yang lebih rendah.

Akan tetapi, masih banyak yang kurang setuju dengan pernyataan tersebut, khususnya untuk siswa yang pandai, dimana mereka berusaha supaya bisa mendapatkan nilai tinggi dan bisa diterima di sekolah favorit. Hanya kerena jaraknya kurang berdekatan sehingga tidak berhasil masuk.

Penegasan Ulang:

Sebagai orang siswa, sebaiknya terus menerus berusaha menjadi yang terbaik. Sistem zonasi ini bukanlah halangan untuk mencapai impian.

3. Contoh teks editorial persuasif ‘Bagaimana Seharusnya Kampanye Dilakukan?’

Pernyataan Pendapat

Tepat di bulan April tahun 2019 lalu, merupakan waktu yang sangat dekat dengan pemilihan calon presiden. Tidak mengherankan apabila banyak kandidat yang melakukan kampanye besar-besaran. Kandidat tersebut dalam kampanyenya akan menyampaikan visi serta misi supaya bisa membuktikan jika dirinya memang pantas untuk dijadikan pemimpin mendatang.

Argumentasi

Kampanye memang tidak salah, karena melalui kampanye akan banyak kontribusi yang diberikan kepada masyarakat supaya mereka yakin sudah memilih calon pemimpin yang tepat. Namun, kedua paslon harus memiliki komitmen dan tanggungjawab terhadap janji yang sudah disampaikan kepada masyarakat, hingga akhirnya perubahan menuju arah yang lebih baik semakin mudah terwujud.

Penegasan Ulang

Terkait dengan hal tersebut, sebaiknya kita semua menjauhkan diri dari kata politik saat memilih calon presiden. Yang paling penting ketika sedang memilih, yaitu memilih pemimpin yang memiliki sikap teguh kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai pemilih, marilah kita pilih pemimpin yang memiliki sifat bertanggung jawab dan bisa dipercaya.

Contoh Teks Editorial Pujian

Contoh-Teks-Editorial-Pujian

Teks editorial jenis ini merupakan jenis teks yang ditujukan untuk memberikan pujian kepada seseorang atau instansi. Akan tetapi, jenis teks editorial satu ini terbilang jarang ditemukan serta cukup langka. Berikut ini kami hadirkan beberapa contohnya.

1. Contoh teks editorial pujuan ‘Catatan SKD CPNS 2018’

Pembukaan

Seleksi Kompetnsi Dasar (SKD) CPNS tahun 2019 sudah selesai. Berbagai instansi mulai dari instansi pemerintah, daerah, hingga pusat sudah selesai melaksanakan SKD. Beberapa hasilnya sudah banyak yang disampaikan.

Terkait dengan hal ini, ternyata banyak perubahan yang dilakukan oleh panitia penyelenggara hingga bisa masuk ke tahapan selanjutnya, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Terdapat beberapa catatan terkait dengan perhelatan SKD CPNS 2018 ini.

Banyak sekali catatan dan bisa diambil hikmahnya. Dalam hal ini, sebagai penulis tentu enggan jika terlibah dalam berdebatan mengenai layaknya nilai passing grade. Dalam hal ini juga, biarlah pihak pemerintah yang mengurus serta memutuskan hal terbaik untuk berbagai pihak.

Sebagai salah satu pejuang CPNS, penulis mendapatkan beberapa pengalaman ketika mengikuti tes menuju SKD ini. Mulai dari melakukan pendaftaran secara online hinngga proses pelaksanaan SKD.

Argumentasi:

Mulai dari terbentuknya forum diskusi di kanal WhatsApp serta Twitter, hingga sistem transparansi terkait dengan diselenggarakannya SKD CPNS 2018 kemarin. Terbilang tingkat transparansinya mengalami peningkatan yang sangat pesat. Jika di tahun 2014 lalu setiap peserta hanya bisa mengetahui nilainya sendiri setelah selesai melakukan ujian.

Kini nilai semua peserta bisa dilihat. Hal tersebut dikarenakan hampir semua BKD mengunggah semua nilai yang didapatkan oleh peserta melalui websitenya masing-masing. Hingga akhirnya semua peserta bisa dengan mudah melihat siapa saja yang mengikuti tes dengan mengunduh rekapitulasi nilai.

2. Contoh teks editorial ‘Langkah Sigap Warga Sragen Menghadapi Pandemik Covid-19’

Pernyataan Pembuka:

Permasalahan pandemik Covid-19 atau yang dikenal dengan virus Corona ini memang semakin massif dibicarakan. Hampir semua daerah melakukan upaya penanganan untuk menanggulangi penyebaran virus yang mematikan ini. Hal itu juga tidak ketinggalan dengan daerah Sragen yang melakukan langkah sigap dalam menghadapi bencana pandemik ini.

Argumentasi:

Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari menegaskan peraturan isolasi bagi pemudik, penyemprotan disenfektan secara rutin, hingga memberikan bantuan dalam berbagai bentuk. Langkah tersebut memang dilakukan oleh hampir semua wilayah di Indonesia.

Akan tetapi terkait dengan langkah yang dilakukan di Kabupaten Sragen ini terbilang sangat unik serta berhasil. Pemerintah mengeluarkan peraturan bagi pemudik yang bandel untuk melakukan isolasi di rumah atau karantina mandiri akan dikenakan sanksi berupa dikurung dirumah angker nan berhantu.

Penegasan Ulang:

Di Sragen, terhitung cukup banyak rumah angker peninggalan zaman Belanda. Pemerintah memanfaatkan hal tersebut sebagai langkah strategis untuk menghentikan sikap bandel masyarakat. Langkah ini terbilang cukup berhasil. Semua pemudik akhirnya mematuhi kebijakan isolasi mandiri di rumah.

3. Contoh teks editorial ‘Keberhasilan Memajukan Budaya Lokal’

Pernyataan Pembuka:

Budaya merupakan salah satu warisan leluhur yang perlu dijaga identitasnya. Hal tersebut dikarenakan budaya merupakan salah satu identitas bangsa. Bentuk budaya sendiri juga sangat banyak, mulai dari kesenian, adat istiadat dan masih banyak macamnya. Tak hanya itu, cara merawatnya peninggalan seni juga cukup kompleks.

Argumentasi:

Salah satu budaya yang wajib dilesatarikan adalah Tari Lawung dari Yogyakarta. Tarian ini merupakan tarian khas Yogyakarta yang sampai saat ini masih berhasil dilestarikan. Keberhasilan tersebut tentu tidak terlepas dari peran serta banyak pihak, mulai dari masyarakat, penggiat budaya, hingga pemerintah setempat.

Penegasan Ulang:

Keberhasilan merawat budaya ini dilakukan dari aksi pegiat budaya dari komunitas Wirasuta Sindikat. Komunitas ini merupakan komunitas pegiat budaya dari daerah Ambarketawang, Gamping, Yogyakarta. Mereka membuat gerakan kebudayaan berupa perhelatan budaya, yaitu merakayan kembali Tari Lawung. Gerakan tersebut terbilang berhasil serta mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Untuk teks editorial memang cukup banyak jenisnya. Beberapa ulasan mulai dari pengertian, tujuan, fungsi hingga contoh-contoh teks editorial dalam artikel ini diharapkan bisa dijadikan refesensi untuk kita semua. Setelah membaca artikel ini, diharapkan Anda sudah bisa membuat teks editorial sendiri ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *