Kerajaan Majapahit : Lokasi, Sejarah, Prasasti, Silsilah

7 min read

Kerajaan-Majapahit

Hampir semua orang mengetahui yang namanya Kerajaan Majapahit. Kerajaan yang terkenal dengan Patih Gajah Madanya selalu dibahas ketika duduk di bangku sekolah. Bisa dikatakan Kerajaan Majapahit bercorak Hindu – Buddha yang paling terakhir menguasai nusantara.

Kerajaan Majapahati Berdiri pada tahun 1293an. Salah satu sumber menyebutkan jika kekuasaannya mencakup wilayah:

  • Jawa
  • Semenanjung Malaya
  • Sumatera
  • Borneo
  • Manila
  • Kepulauan Sulu

Bahkan Indonesia bagian timur juga masuk dalam wilayahnya. Berikut ini ulasan lengkap mengenai Majapahit mulai dari sejarah berdiri hingga penyebab keruntuhannya. Simak yuk!

Letak Kerajaan Majapahit

Letak-Kerajaan-Majapahit

Sumber mengatakan, letak kerajaan Majapahit terletak di sekitar wilayah Jawa Timur, Indonesia. Majapahit diperkirakan berdiri pada tahun 1293 sampai 1500M. Adapun yang mendirikan adalah Raden Wijaya tepatnya pada tahun 1294 sekitar akhir abad ke-13 Masehi. Raden Wijaya akhirnya mendapatkan gelar Kertarajasa Jayawardana. Gelar tersebut diberikan karena dirinya masih memiliki silsilah dengan Raja Singosari, Yaitu Ken Arok.

Sumber Sejarah Kerajaan Majapahit

1. Candi-candi peninggalan kerajaan

Candi-candi-peninggalan-kerajaan

Salah satu sumber yang bisa dilihat dan dibuktikan secara langsung yaitu candi. Melalui candi bisa dilihat bagaimana sejarah serta asal muasala kerajaan. Dengan demikian, candi-candi yang ditemukan tersebut tentu memiliki manfaat yang luar biasa.

Beberapa candi peninggalan Majapahit diantaranya: Candi Tikus, Bajang Ratu, Sukug, Cetho, Jabung, Pari, Brahu, Surawana serta Wringin Branjang.

2. Kitab dari kerajaan

Kitab-dari-kerajaan

Terdapat cukup banyak kitab yang berfungsi sebagai acuan untuk mengetahui sejarah Majapahit. Kitab yang ditinggalkan tersebut dikarang oleh beberapa empu di zaman Majapahit. Adapun kitab tersebut diantaranya: Kitab Sutasoma, Kunjarakarna, Prapanca, Arjunawiwaha, Usana Jawa, Sundayana, Usana Bali serta Ranggalawe.

3.Kidung

Kidung

Kidung merupakan sumber sejarah dalam berdirinya Majapahit yang didalamnya berisi pesan atau makna di dalam setiap liriknya. Kidung Harsawijaya merupakan salah satu kidung yang memuat berbagai kisah mengenai Majapahit.

Dalam kidung tersebut diceritakan mengenai kemunduruan Kerajaan Singasari, hingga akhirnya lahirlah Majapahit dengan pendiri Raden Wijaya. Selain itu ada kidung lain yang juga digunakan sebagai sumber sejarah. Seperti Kidung Sundawana serta Panjiwijayakarma.

4. Babad Majapahit

Babad-Majapahit

Selain kidung, bentuk kisah dalam kerajaan juga dibukukan dalam bentuk babat. Terdapat beberapa babat yang digunakan sebagai acuan sejarah, seperti Babat Tanah Jawi, Serat Sunda sert Babat Parahyangan.

5. Prasasti

Prasasti

Selain candi dan kitab, ada peninggalan lain yaitu prasasti. Terdapat beberapa prasasti yang bisa digunakan sebagai sumber sejarah. Prasasti tersebut diantaranya Prasasti Kudasu, Balawi, Waringin Pitu, Karang Bogem, Marahi Manuk dan Canggu.

Prasati tersebut memuat berbagai lambang kehidupan dalam kerajaan serta dijadikan sebagai penanda suatu daerah tertentu. Prasasti menjadi sumber sejarah yang sangat berguna jika digunakan sebagai sumber penelitian.

Sejarah Kerajaan Majapahit

Sejarah-Kerajaan-Majapahit

Mengenai cikal bakal dan latar belakang kerajaan yang berada di Jawa Timur yaitu serangan dari Jayakatwang atau Adipati Kediri. Pada waktu itu Jayakatwang melakukan pembunuhan kepada Kertanegara yang merupakan raja dari Kerajaan Singasari. Pembunuhan tersebut terjadi karena raja menolak untuk membayar pajak atau upeti.

Hingga akhirnya menantu dari Kertanegara yaitu Raden Wijaya berhasil kabur ke Madura dan berhasil mendapatkan perlindungan dari Aryawiraraja. Kemudian Raden Wijaya diberikan hutan tarik yang kemudian digunakan sebagai wilayah kekuaaan. Hutan tersebut akhirnya digunakan sebagai desa yang dikenal dengan nama Majapahit.

Silsilah Kerajaan Majapahit

Silsilah-Kerajaan-Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah yang memiliki cakupan wilayah sangat luas sekali. Di dalam sejarahnya pernah ada beberapa raja yang pernah bertahta, diantaranya:

1. Raden Wijaya (1293-1309)

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya sehingga Raden Wijaya menjabat sebagai raja pertama. Ketika naik tahta sebagai Raja, dirinya mendapatkan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Awal kepemimpinan Raden Wijaya merupakan awal mula kehidupan Majapahit.

Raden Wijaya terkenal dengan sikapnya yang sering melakukan konsolidasi. Ia banyak melakukan strategi supaya semakin kerajaan semakin kuat. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menjadikan kerjaan sebagai salah satu pusat pemerintahan. Selain itu juga memberikan beberapa posisi strategis untuk teman setianya.

Raden Wijaya akhirnya menikah dengan keempat putri dari Raja Singasasi. Kepemimpinan Raden Wijaya berakhir ketika dirinya meninggal di tahun 1309.

2. Jayanegara (1309-1328)

Sepeninggal Raden Wijaya, kepemimpinan diteruskan oleh Jayanegara, yaitu anak Raden Wijaya. Jayanegara menjabat sebagai raja ketika masih berusia sangat muda, yaitu 15 tahun. Faktor usia juga sangat berpengaruh terhadap kepemimpinannya. Dirinya dinilai lemah memimpin hingga akhirnya menyebabkan banyak pemberontakan.

Yang menyedihkannya lagi, pemberontakan tersebut dilakukan oleh orang yang dahulu merupakan orang kepercayaan dari ayahnya, seperti Lembu Sura, Ronggolawe hingga Nambi.

3. Tribuanan Tungga Dewi (1328-1350)

Dikarenakan Jayanegera belum memiliki keturunan semasa dirinya masih hidup, maka kepemimpinan dilanjutkan oleh Tribuana Tungga Dewei yaitu adik dari Jayanegara.

Sebenarnya kepemimpinan diberikan kepada permaisuri Raden Wijaya yaitu Gayatri. Namun karena sudah menjadi Biksuni maka pemerintahan diwakilkan kepada Tribuana Tungga Dewi. Pada masa kepemimpinannyalah menjadi awal dari Kejayaan Kerajaan Majapahit.

Meskipun dalam kepemimpinannya masih juga terjadi beberapa pemberontakan, namun pemberontakan tersebut berhasil dilumpuhkan. Pemerintahan di bawah Tribuana Tungga Dewe juga semakin kuat berkat bantuan dari Mahapatih Gajah Mada.

4. Hayam Wuruk (1350-1389)

Hayam Wuruk merupakan raja yang berhasi membawa Majapahit mencapai puncak Kejayaan. Sebelumnya Tribuana Tungga Dewi sudah melakukan ekspansi di berbagai penjuru negeri. Hingga akhirnya Hayam Wuruk yang meneruskan dengan sistem yang cukup baik.

Hayam Wuruk mendapatkan gelar Rajasanegara. Banyak faktor yang menunjang kesuksesan dirinya menjadi raja. Salah satunya yaitu adanya pengikut yang cukup cakap. Seperti Mahapatih Gajah Mada, Mpu Nala dan juga Adityawarman.

5. Kusumawardani – Wikramawardhana (1389-1399)

Kusumawardani merupakan ratu Majapahit. Ia dijadikan ratu di dalam pusat kerajaan dengan putra laki-laki dari selir Raja Hayam Wuruk yaitu Bhre Wirabumi menjadi Raja di kerajaan perantara yaitu kerajaan Blambangan.

6. Suhita (1399-1429)

Ketika pemerintahan yang dipimpin Kusumawardani usai, maka pemerintahan dilanjutkan oleh Suhita yaitu putra dari Wikramawardhana. Pada kepemimpinan Suhita inilah banyak terjadi konflik yang akhirnya membuat kerajaan runtuh.

Konflik disebabkan oleh Minak Jingga yang merasa lebih memiliki hak atas kepemimpinan Majapahit dibandingkan Suhita. Hingga akhirnya konflik menimbulkan terjadinya Perang Paregreg yang tejadi pada tahun 1401 hingga 1406. Perang berakhir dengan terbunuhnya Wirabumi oleh Damar Wulan.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Majapahit

Kehidupan-Ekonomi-Kerajaan-Majapahit

Kerajaan Majapahit berhasil menjadi salah satu pusat perdagangan yang ada di Jawa. Faktor lokasinya yang strategis tentu sangat berpengaruh terhadap hal tersebut. Terlebih mayoritasnya sebagian besar berprofesi sebagai pedagang.

Bukan hanya menjadi pedagang saja. Sebagian lainnya banyak yang berprofesi sebagai pengrajin perak, emas dan berbagai pengrajin lainnya. Selain itu Majapahit juga memiliki komoditas ekspor diantarnya garam, lada, kain dan burung kakak tua.

Di sisi lain pada komoditas impor, Majapahit banyak mengimpor emas, perak, mutiara, keramik dan beberapa barang yang memanfaatkan besi sebagai bahan utamanya. Berbicara mengenai mata uangnya, terdapat beberapa jenis mata uang yang digunakan.

Bisa dikatakan kehidupan ekonomi Majapahit cukup makmur. Hal tersebut dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu keberadaannya di lembah sungai Bengawan Solo dan juga lembah sungai Brantas. Untuk memudahkan kehidupan warganya, akhirnya dibuatlah infrastruktur berupa bangunan irigasi.

Faktor lain yang turut andil dalam kemakmuran Majapahit yaitu adanya pelabuhan yang berada di Pantai Utara Jawa. Pelabuhan tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam bidang perdagangan. Selain itu, adanya sistem pajak untuk setiap kapal yang singgah semakin menambah pundi-pundi penghasilan Majapahit.

Kehidupan Politik Kerajaan Majapahit

Kehidupan-Politik-Kerajaan-Majapahit

Mengenai kehidupan politik, cukup banyak pemberontakan yang terjadi. Pemberontakan-pemberontakan tersebut lebih banyak berisi dari dalam kerajaan itu sendiri.

Pemberontakan bermula ketika Raden Wijaya menjadi raja. Pemberontakan yang dilakukan oleh Nambi, Sora, serta Ranggalawe tersebut dilakukan untuk menjatuhkan Raden Wijaya.

Akan tetapi, berkat cerdiknya Raden Wijaya, maka pemberontakan berhasil direda. Pemerintahan Raden Wijaya berakhir di tahun 1309M. Sepeninggalnya, tahta Majapahit diteruskan oleh anaknya yaitu Jayanegara. Ia mulai menjabat menjadi raja ketika berusia 15 tahun.

Namun, Jayanegara kurang tegas dalam memimpun kerajaan. Bahkan sangat berbeda sekali dibandingkan dengan ayahnya. Semasa menjabat sebagai raja cukup banyak pemberontakan yang menyerang dirinya.

Pemberontakan yang dipimpin oleh Ra Kuti hampir saja menjatuhkan kepemimpinannya. Gajah Madalah yang berupaya meredam pemberontakan, hingga akhirnya Jayanegara diamankan ke sebuah desa yang dikenal dengan Badaran. Akan tetapi, di desa Badaran tersebut Jayanegara mengakhiri hidupnya dengan dibunuh oleh seorang tabib.

Konon tabib tersebut memiliki dendam kepada Jayanegara. Gajah Mada kemudian menangkap tabib tersebut dan membunuhnya. Sepeninggal Jayanegara karena tidak memiliki keturunan, maka kepemimpinan jatuh ke tangan adiknya yaitu Gayatri dengan glar Tribuana Tunggadewi.

Kebudayaan Kerajaan Majapahit

Kebudayaan-Kerajaan-Majapahit

Terkait dengan kebudayaan, bisa dikatakan sudah sangat maju. Kemajuan tersebut bisa dilihat dari berbagai perayaan agama yang berlangsung setiap tahunnya. Selain itu seni serta sastra juga berperan penting dalam memajukan kebudayaan kerajaan.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang pendeta yang berasal dari Italia. Dalam pendapatnya Mattiusi bercerita pernah tinggal di Majapahit. Menurutnya Kerajaan Majapahit merupaan kerajaan yang sangat luar biasa. Bagian tangga yang sangat luas dengan lapisan berupa emas serta perak semakin menambah kekagumannya.

Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit

Masa-Kejayaan-Kerajaan-Majapahit

Ketika kepemimpinan dipegang oleh Hayam Wuruk serta dibantu oleh Mahapatih Gajah Mada, Majapahit selangkah lagi mempersatukan seluruh wilayah nusantara. Selain itu, juga menjadikan Majapahit sebagai kerajaan yang besar dan kuat pada waktu itu. Semasa kepemimpinannya Majapahit juga berhasil menguasi wilayah lain seperti Thailand, Malaysia dan juga Singapura.

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Penyebab-Runtuhnya-Kerajaan-Majapahit

Penyebab kemunduran Majapahit dimulai sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Majapahit mengalami kemunduruan yang cukup banyak. Ditambah adanya serangan dari kerajaan Islam yang waktu itu sedang mulai berdiri. Hingga akhirnya di bawah kepemimpinan Patih Udara tahun 1518, Majapahit mengalami keruntuhan.

Peninggalan Sejarah Kerajaan Majapahit

Peninggalan-Sejarah-Kerajaan-Majapahit

1. Prasasti Kudadu

Prasasi Kudadu berisi gambaran cerita terkait dengan pengalaman Raden Wijaya sebelum dirinya memegang tahta Raja Majapahit yaitu ditolong oleh Rama Kudadu. Yang mana pada waktu Raden Wijaya sedang melarikan diri dari Kejaran Balatentara Yayakatwang.

Raden Wijaya ketika menjabat tahta dengan gelar Kertajaya Jayawardhana Anantawikramottonunggadewa akhirnya penduduk yang berada di desa Kudadu serta Kepala desanya diberikan hadiah berupa tanah sima.

2. Prasasti Alasantan

Prasasti Alasantan menceritakan menganai kisah Sri Maharaja Rakai Halu Dyah Sendok pernah memberikan perintah mengenai tanah di daerah Alasantan. Dalam perintahnya disebutkan tanah tersebut merupakan tanah dari Rakryan Kabayan.

3. Prasasti Waringin Pitu

Di dalam prasasti Waringin Pitu dijelaskan mengenai bentuk pemerintahan serta sistem birokrasi Kerajaan Majapahit yang mana terdiri dari 14 kerajaan bawahan yang kemudian dipimpin oleh seorang bawahan yang diberi gelar Bhre, diantaranya Bhre Daha, Bhre Kahuripan serta Bhre Pajang.

4. Prasasti Canggu

Di dalam prasasti Canggu banyak sekali misteri seputar tempat penyebrangan yang ada di Bengawan Solo. Selain itu ada juga Prasasti Bililuk, Bililuk II dan Biluluk III. Ketiga prasasti tersebut bersisi mengenai sumber air asin yang digunakan untuk membuat garam serta beberapa ketentuan pajak.

5. Prasasti Karang Bogem

Di dalam prasasti Karang Bogem digambarkan terkait dengan pembukaan di daerah perikanan daerah Karang Bogem. Kemudian ada juga prasasti Marahi Manuk dan juga Prasasti Parung yang berisi terkait dengan sengketa tanah. Persengketaan tersebut kemudian diakhiri dengan keputusan pejabat kehakiman yang digunakan sebagai kitab hukum daerah.

6. Prasasti Katiden

Dalam prasasti Katiden disebutkan mengenai pembebasan daerah untuk penduduk yang berada di desa Katiden. Daerah tersebut meliputi 11 wilayah desa. Pembebasan diberikan karena daerah tersebut memiliki tugas yang cukup berat, yaitu memelihara serta menjaga hutan yang ada di daerah Gunung Lejar.

7. Candi Waringin Lawang

Candi Waringin Lawang adalah sebuah candi yang terletak di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Secara material candi ini terdiri susunan bata merah seperti Candi Jabung. Candi Waringin Lawang memiliki ketinggian mencapai kurang lebih 15.5 meter dengan ukuran kurang lebih 13 X 11 meter. Mengenai waktu dibangunnya diperkirakan dibangun sekitar abad ke-14 Masehi.

Apabila diperhatikan dengan lebih jauh lagi, gaya arsitekturnya mirip dengan Gapura Waringin Lawang dan juga memiliki kemiripan dengan Candi Bentar.

Lebih dari itu banyak peneliti yang memiliki pendapat jika pada zaman dahulu terdapat pintu menuju ke arah tempat tinggal Mahapatih Gajah Mada serta berbagai pintu masuk menuju ke berbagai tempat penting yang ada di Ibu Kota Majapahit.

8. Candi Brahu

Candi Brahu merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit dengan lokasi penemuan arkeologi Trowulan. Candi ini berada di daerah Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Candi Brahu dibuat oleh Mpu Sendok, mengenai fungsinya digunakan untuk membakar Jenazah bagi raja Majapahit. Diperkirakan nama Brahu tersebut didapatkan dari kata Wanaru atau Warahu yang didapatkan dari sebuah bangunan suci serta beberapa tempat yang ada di Prasasti Alasantan. Kemudian terkait dengan lokasi penemuannya dekat dengan candi tersebut.

Terkait dengan coraknya memiliki corak mirip dengan kebudayaan Budha. Bahannya terbuat dari Batu Merah panjang kira-kira 22.5 meter dan juga lebar 18 meter serta memiliki ketinggian mencapai 20 meter.

9. Candi Cetho

Diperkirakan Candi Cetho merupakan bekas peninggalan Majapahit pada abad ke-15 yang akhirnya berhasil ditemukan arkeolog dari Belanda. Dahulu Candi Cetho kerap dipakai untuk kegiatan keagamaan masyarakat Kejawen. Dalam catatan penelitian juga disebutkan jika lokasi candi juga berdekatan dengan Candi Sukuh.

Bagaimana, cukup menarik bukan ulasan mengenai sejarah hingga peninggalan-peninggalan Kerajaan Majapahit? Anda bisa menggunakan ulasan di atas sebagai referensi dalam belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *