Pengertian Budaya Secara Umum & Menurut Ahli (+Jenis Lainnya)

7 min read

pengertian-budaya

Setiap daerah bisa dipastikan memiliki budaya yang selalu dipegang erat. Sering kali banyak orang yang berbicara mengenai budaya tapi belum mengerti dengan baik tentang pengertian budaya.

Apalagi sejak dahulu ada banyak sekali suku bangsa yang mendiami Indonesia ini, sehingga memiliki budaya yang sangat beraneka ragam. Mengapa demikian? Penyebabnya adalah setiap suku bangsa memiliki asal usul yang berbeda-beda, sehingga menyebabkan Indonesia sangat kaya dengan budaya.

Pengertian Budaya Secara Umum

Pengertian-Budaya-Secara-Umum

Budaya adalah sesuatu yang menjadikan sekelompok masyarakat menjadi sangat khas dan menjadi pembeda antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lain. Tapi sebenarnya ada banyak sekali ahli yang berusaha untuk menjelaskan secara keilmuan tentang pengertian budaya.

Setiap ahli biasanya memiliki dasar keilmuan yang berbeda-beda. Sehingga menyebabkan adanya banyak pendapat mengenai apa pengertian budaya. Walaupun secara umum memiliki inti penjelasan yang sama.

Pada pengertian yang sederhana atau umum, budaya adalah segala sesuatu yang terlihat dalam berbagai bentuk yang menjadi identitas suatu daerah atau kelompok masyarakat. Mungkin Anda juga sudah sering menerima penjelasan yang lebih rinci mengenai apa itu budaya saat sekolah.

Selain itu menurut KBBI budaya memiliki makna pikiran, akal budi atau hasil.

Jika dijabarkan lebih lanjut pengertian budaya adalah hasil dari proses dan penciptaan melalui akal budi manusia yang berbentuk kepercayaan, kesenian maupun dalam bentuk adat istiadat atau tradisi.

Pengertian Budaya Menurut Para Ahli

Pengertian-Budaya-Menurut-Para-Ahli

Setiap ilmu yang diberikan kepada para ahli sebenarnya sama saja. Tapi seringkali selama proses penerimaan ilmu tersebut menimbulkan pemikiran dan tafsir yang berbeda-beda. Sehingga ada banyak sekali pengertian budaya yang dituturkan oleh beberapa ahli. Berikut ini beberapa penjelasannya:

1. Soelaiman Soemardi dan Selo Soemardjan

Dua ahli tersebut adalah orang yang menekuni dasar keilmuan dibidang ilmu tentang kemasyarakatan dan juga pengetahuan sosial. Soelaiman Soemardi bersama dengan Selo Soemardjan memberikan penjelasan yang cukup berbeda mengenai pengertian budaya.

Mereka mengatakan bahwa budaya akan selalu memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan suatu masyarakat. Sehingga dengan adanya hubungan yang erat dan tidak bisa dipisahkan itu maka menjadi sebuah budaya.

Kemudian mereka menyimpulkan bahwa budaya adalah kebudayaan yang lahir dari adanya karya masyarakat yang dalam proses penciptaannya berasal dari cipta dan rasa yang ada di dalam diri suatu masyarakat.

2. Effat Al-Syarqawi

Ahli yang satu ini juga memberikan pendapat mengenai pengertian dari. Namun yang lebih menarik, Effat Al-Syarqawi menggunakan pendekatan yang berbeda dengan ahli lainnya. Dia menggunakan pendekatan dengan agama islam untuk melihat apa itu budaya.

Effat berpendapat bahwa budaya merupakan suatu khazanah yang ada di dalam sejarah dari suatu kelompok masyarakat dan tercerminkan pada kesaksian dan juga dalam nilai-nilai kehidupan.

Menurut ahli Effat kehidupan dari suatu kelompok masyarakat harus memiliki suatu makna dan juga nilai yang bersifat rohanian dengan suatu tujuan yang menjadi pedoman hidup.

3. Soekmono

Selain dari sudut pandang islam, pengertian budaya juga dijelaskan dalam sudut pandang dasar keilmuan yang lain. Soekmono adalah salah satu ahli yang memberikan pengertian tentang budaya dari sudut pandang sejarah masa lalu.

Dia merupakan seorang ahli bidang arkeologi di Indonesia yang juga pernah menjadi ketua pemugaran Candi Borobudur. Soekmono menjadi ketua dalam kurun waktu 12 tahun yaitu mulai tahun 1971 sampai dengan tahun 1983.

Berdasarkan dasar keilmuan di bidang Arkeologi, Soekmono berpendapat budaya adalah hasil dari usaha yang dilakukan oleh manusia yang memiliki wujud atau juga hanya sebuah pemikiran yang lahir saat hidup di masa lalu dan menjadi tradisi.

Pendapat dari Soekmono memiliki inti yang sama dengan apa yang diungkapkan oleh ahli Soelaiman Soemardi bersama Selo Maridjan.

4. Lehman, Himstreet, Batty

Ahli selanjutnya yang mengemukakan tentang pengertian dari budaya yaitu tiga orang bernama Lehman, Himstreet, dan Batty. Mereka menjelaskan bahwa budaya yaitu susunan yang terdiri dari beberapa pengalaman hidup dari berbagai kelompok masyarakat pada saat itu atau di masa lalu.

Makna dari pengalaman hidup yang dimaksudkan oleh mereka adalah pengalaman dalam berperilaku sehari-hari, kepercayaan terhadap sesuatu dan juga gaya hidup yang terus melekat.

5. Ki Hajar Dewantara

Pendapat selanjutnya datang dari salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang memperjuangkan pendidikan bagi rakyat Nusantara. Ki Hajar Dewantara menjadi bapak pendidikan nasional karena upaya untuk mencerdaskan rakyat Nusantara saat masa penjajahan Belanda.

Mengingat dasar keilmuannya di bidang pendidikan, Ki Hajar Dewantara juga menjelaskan mengenai apa itu budaya. Dia berpendapat bahwa budaya adalah hasil dari semua yang dilakukan dalam usaha perjuangan masyarakat terhadap alam dan zaman.

Kemudian perjuangan menghasilkan bukti nyata berupa kemakmuran dan kejayaan dalam kehidupan sebagai buah dari perjuangan tersebut. Upaya perjuangan yang dilakukan itu mampu menjadikan seseorang atau kelompok masyarakat untuk bisa melewati kesulitan

Upaya ini untuk mencapai hidup yang makmur dan bahagia. Beberapa pihak menilai pengertian yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara lebih cocok untuk apa yang pernah terjadi di Indonesia.

Anda juga pasti sudah memahami bahwa budaya yang ada di Indonesia ini sudah mendapatkan pengaruh dari semua perjuangan yang dilakukan dalam meraih kemerdekaan.

6. Koentjaraningrat

Setelah dari Pahlawan Nasional, pengertian budaya juga dijelaskan oleh salah satu ahli yaitu Koentjaraningrat. Dia berpendapat bahwa budaya merupakan sebuah buah pikir, rasa, upaya atau tindakan serta karya yang ditinggalkan sebagai sejarah selama manusia atau kelompok masyarakat hidup.

Koentjaraningrat juga mempertegas bahwa semua bentuk peninggalan itu tidak pernah lepas dari perjuangan yang dilakukan oleh manusia dalam hidup bermasyarakat dan juga bersosialisasi satu dengan lainnya.

hal ini membuat antara satu manusia dengan manusia lain atau kelompok dengan kelompok lain akan memiliki buah pikir mengenai kebudayaan dari belajar satu dengan lainnya.

7. E.B Taylor

Pendapat mengenai pengertian budaya selanjutnya datang dari luar negeri yang merupakan seorang ahli dalam bidang antropologi. Dia adalah Edward Burnett dan berasal dari negara Inggris dan memberikan pendapatnya tentang budaya.

Menurut Burnet budaya merupakan beberapa rangkaian yang terdiri dari kesusilaan, kepercayaan, kesenian, kebiasan dan adat istiadat dan kesanggupan. Adanya beberapa hal tersebut disebabkan oleh banyaknya sesuatu yang didapat dan dipelajari oleh kelompok masyarakat tertentu.

8. Linton

Ahli selanjutnya yang menjelaskan mengenai pengertian budaya yaitu seorang budayawan yang berasal dari Negeri Paman Sam, Amerika Serikat bernama Linton. Beliau mengemukakan bahwa budaya adalah keseluruhan bagian dari sikap, perilaku, dan kebiasaan secara turun-menurun.

Secara sederhana budaya bisa diartikan sebagai sesuatu yang diberikan para nenek moyang dan terus dipertahankan. Adanya proses turun temurun itu yang membuat budaya di suatu daerah akan terus berkembang dan bertahan, meski kadang mengalami proses akulturasi akibat kemajuan zaman.

9. Kluckhohn, Kelly

Sementara itu ada juga pendapat yang disampaikan oleh dua orang yaitu Kluckhohn bersama dengan Kelly. Menurut mereka budaya adalah semua tatanan dalam kehidupan yang didapatkan dari proses sejarah atau historis masa lalu.

Konsep hidup atau tatanan hidup tersebut tercipta dengan cara implisit maupun dengan eksplisit, secara bisa dinalar ataupun tidak bisa dinalar, rasional atau irasional.

10. Jensen, Trenholm

Keduanya adalah ahli kebudayaan yang juga memberikan pendapat mengenai apa itu budaya. Menurut Jensen dan Trenholm, budaya adalah kumpulan dari norma maupun aturan.

Budaya tidak hanya terbatas pada hal tersebut saja, tapi juga bisa tergambarkan dalam nilai-nilai lain seperti kepercayaan, kode dan juga adat istiadat.

Semua itu bisa ada karena adanya kegiatan sosial pada sekelompok masyarakat yang saling memiliki ikatan satu sama lain dan membangkitkan kesadaran.

Intinya budaya bisa terlahir karena adanya proses interaksi satu manusia dengan manusia lain atau satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain.

11. Croydon

Ahli lain juga mengungkapkan pengertian budaya dengan cara penyampaian yang berbeda. Menurut Croydon budaya merupakan kumpulan dari pola yang terpadu yang sebagian telah berada di bawah alam sadar sehingga menjadi suatu kebiasaan.

Namun semua itu justru mengatur tingkah laku manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari karena sudah menjadi suatu kebiasaan.

12. Geert Hofstede

Pendapat terakhir mengenai budaya dari para ahli mulai sisi sosial sampai akademik disampaikan oleh Geerts Hofstede. Pendapatnya dikaitkan dengan pola pikir manusia di mana dia mengatakan bahwa budaya terdiri atas beberapa program dari suatu kelompok.

Program ini kemudian disusun dari pemikiran anggota yang berasal dari strata satu menuju ke strata lain. Geert juga menjelaskan mengenai nilai dari suatu budaya dengan berpendapat bahwa nilai dari budaya itu sebenarnya terletak dari inti budaya tersebut.

Mengapa Budaya Sangat Penting?

Mengapa-Budaya-Sangat-Penting

Budaya atau kebudayaan memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan manusia dalam bermasyarakat. Anda bisa melihat bagaimana beberapa ahli menjelaskan bahwa budaya itu adalah kontrol terhadap perilaku manusia khususnya perilaku suatu kelompok masyarakat.

Mungkin Anda juga sempat berpikir bahwa budaya itu hanya terbatas pada kelompok masyarakat tradisional. Padahal jika Anda amati, maka semua tingkah laku yang ada merupakan budaya yang tumbuh dari suatu kelompok tertentu.

Budaya akan mengatur bagaimana seharusnya Anda bersikap, bertindak dan berbuat kepada orang lain. Salah satu contohnya adalah budaya hidup sehat akan sangat berkembang dengan baik di lingkungan rumah sakit.

Karena kesehatan adalah prioritas utama sehingga terdapat beberapa larangan seperti dilarang merokok. Menjaga budaya hidup sehat akan membuat orang terbiasa menghindari hal-hal yang mengganggu kesehatan, sehingga membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Keberadaan budaya akan sangat penting sekali terutama bagi negara demokrasi seperti Indonesia. Jika manusia tidak megang budaya dalam berperilaku, maka akan melanggar hak orang lain. Apalagi di era yang modern dan serba terbaru ini sangat rawan terjadi pergeseran budaya.

Selain itu budaya juga sangat penting sekali Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama saat kerja. Banyak perusahaan yang memberlakukan budaya tertib dan disiplin sehingga membuat budaya itu menjadi populer dan diterapkan oleh semua pegawai.

Pengertian Jenis Budaya Lainnya

Pengertian-Jenis-Budaya-Lainnya

Tentunya Anda sudah cukup paham mengenai pengertian budaya dan juga pentingnya budaya untuk kehidupan manusia. Namun,ternyata budaya tidak hanya sebatas hal-hal yang berbau tradisional atau kebiasaan di suatu lingkungan.

Ada beberapa pengertian yang terkait dengan budaya lainnya seperti budaya politik, budaya organisasi, budaya nasional dan budaya parokial. Berikut ini beberapa penjelasannya:

1. Budaya Politik

Budaya politik merupakan budaya yang akan lebih mempengaruhi pengetahuan seseorang dan membangun sebuah gagasan atau ide yang baru sesuai politik, sehingga budaya politik memiliki fungsi yang sangat penting sekali untuk membangun suatu bangsa.

Kekuatan politik yang ada pada suatu bangsa akan sangat dipengaruhi oleh seberapa kuat dan melekatnya budaya politik pada bangsa tersebut. Tanpa adanya budaya politik, maka pendirian bernegara suatu bangsa akan sangat lemah dan mudah terpengaruh pihak luar.

Lebih khusus lagi, budaya politik biasanya akan mengarah menuju ke bagaimana peran dari individu atau kelompok. Terutama peran untuk turut serta berpikir, berkontribusi dan bertindak dalam usaha penguatan politik yang ada di negara tersebut.

2. Budaya Organisasi

Budaya organisasi merupakan sebuah ciri khas pembeda yang tumbuh dan menetap pada suatu organisasi dan menjadikannya berbeda dengan organisasi lain. Budaya organisasi juga bisa disimpulkan  merupakan norma dalam berperilaku dan beberapa nilai yang dimengerti.

Budaya ini juga telah diterima oleh semua anggota dari suatu organisasi. Norma dan nilai itu digunakan sebagai salah satu tolak ukur berperilaku sebagai anggota organisasi.

Ada juga yang mengartikan bahwa budaya organisasi itu termasuk aturan yang tertulis dalam kertas atau pdf dan tidak tertulis, asumsi, kebiasaan organisasi, simbol, bahasa, visis, sistem, norma, kepercayaan dan nilai.

Dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi merupakan tata cara berperilaku yang sudah ditentukan oleh kebiasaan organisasi dan sudah berlangsung dan diterima secara otomatis oleh semua anggota.

Salah satu contoh budaya organisasi adalah kebiasaan berjabat tangan setiap bertemu sesama anggota. Kebiasaan tersebut secara otomatis akan berlangsung dan diterima oleh semua anggota organisasi.

3. Budaya Nasional

Budaya nasional yaitu kebudayaan yang telah mendapatkan dukungan dari warga negara dan menjadi salah satu hal yang dibanggakan sebagai identitas. Pengertian lainnya yaitu budaya yang didapatkan dari masyarakat suku bangsa di masa lalu dan dipertahankan sampai saat ini.

Budaya dari nenek moyang itu menjadi karya yang membanggakan bagi bangsa dan membuat bangsa tersebut memiliki ciri khas dan identitas tersendiri. Budaya tersebut juga akan membentuk jati diri dari suatu bangsa agar lebih kuat.

4. Budaya Parokial

Sebenarnya istilah parokial sangat identik dengan salah satu bagian dari budaya politik yaitu budaya politik parokial. Budaya politik parokial memiliki arti tingkat partisipasi politik dari suatu masyarakat yang rendah.

Pengertian dari budaya parokial bisa dikatakan sebagai budaya dengan tingkat partisipasi dari masyarakatnya yang rendah. Semua budaya memiliki potensi budaya parokial termasuk budaya organisasi parokial, budaya politik parokial dan budaya nasional parokial.

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan suatu budaya dikatakan parokial seperti tingkat pendidikan yang rendah untuk parokial politik. Sementara itu parokial nasional bisa terjadi karena arus globalisasi yang terus populer dan tidak bisa dibendung.

Dampaknya budaya nasional yang menjadi ciri khas bangsa menjadi luntur. Budaya menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan beraktivitas sehari-hari sehingga harus dijaga agar tumbuh dan berkembang, serta menjadi ciri khas masyarakat tertentu. Sekian artikel mengenai pengertian budaya semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *