Pengertian Evaluasi Secara Umum & Menurut Ahli : Jenis, Tahapan, dll

7 min read

pengertian-evaluasi-secara-umum-menurut-ahli-jenis-tahapan-dll

Evaluasi merupakan sebuah istilah yang sering didengar, baik dalam pekerjaan maupun dunia pendidikan. Namun, masih banyak yang mengartikan evaluasi hanya berdasarkan pengamatan semata tanpa mengetahui pengertian evaluasi yang sebenarnya.

Salah mengartikan makna evaluasi inilah yang menyebabkan beberapa kegiatan evaluasi tidak berjalan sesuai tujuannya. Sebelum melakukan kegiatan evaluasi, Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa makna evaluasi dengan tepat, baik berdasarkan para ahli maupun dari asal katanya.

Pengertian Evaluasi

Pengertian-Evaluasi

1. Secara Umum

Dari segi bahasa, evaluasi berasal dari bahasa Inggris yang artinya penilaian, atau penafsiran. Jika dilihat makna katanya, maka evaluasi memiliki kesamaan dengan proses penilaian.  Padahal secara harfiah, evaluasi merupakan proses membandingkan hasil akhir dari sebuah kegiatan.

Hasil akhir tersebut selanjutnya digunakan untuk memastikan terlaksananya sebuah kegiatan yang sesuai rencana awal. Dengan demikian, proses evaluasi bisa dilihat dari penilaian dan pengukuran selama kegiatan berlangsung, mulai dari awal hingga berakhirnya kegiatan tersebut.

Kesimpulan dari penilaian ini, dijadikan bahan perbandingan untuk melihat kesesuaian antara rencana dengan aplikasinya.  Jika lebih banyak hasil yang tidak sesuai dengan rencana, maka sebuah kegiatan bisa disimpulkan kurang efektif, sehingga harus dilakukan tindakan atau kebijakan baru.

Dalam segala kegiatan, evaluasi menjadi hal yang wajib dilaksanakan untuk bahan perbaikan pada kegiatan selanjutnya. Caranya dengan melihat penyebab utama sebuah kegiatan tidak terlaksana sesuai tujuan, kemudian penyebab tersebut dihilangkan atau diperbaiki agar tidak diulangi.

2. Menurut Para Ahli

Mengingat pentingnya proses evaluasi dalam segala kegiatan, maka para ahli banyak yang berusaha mendefinisikan nya dengan tepat, diantaranya

a. Stufflebeam

Menurut beliau, pengertian evaluasi adalah sebuah proses yang terdiri atas beberapa kegiatan pokok, pertama adalah proses menggambarkan segala kegiatan yang sudah berjalan dari awal hingga akhir. Proses lainnya adalah pemanfaatan informasi sebagai alternatif dalam mengambil keputusan.

Artinya segala informasi yang diperoleh dari sebuah kegiatan digunakan sebagai rujukan untuk mengambil sebuah tindakan. Bisa berupa kebijakan yang bersifat memperbaiki cara kerja, ataupun pergantian secara keseluruhan.

b. Rooijakkers

Rooi mengartikan pengertian evaluasi sebagai sebuah kegiatan  yang dilakukan untuk memberikan penilaian. Penilaian diambil dari data yang sudah dijabarkan atas berjalannya sebuah kegiatan, selanjutnya penilaian tersebut  dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil sebuah keputusan.

c. Anne Anastasi

Anne mengartikan pengertian evaluasi sebagai rangkaian kegiatan yang bersifat sistematis, demi mengukur sejauh mana tujuan dari instruksional yang telah ditetapkan telah dicapai. Segala sesuatu dalam evaluasi dilakukan dengan perencanaan yang terarah karena memiliki tujuan yang jelas.

d. Raka Joni

Evaluasi menurut Joni adalah proses mempertimbangkan segala sesuatu baik barang, permasalahan, ataupun gejala tertentu. Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan berbagai faktor utama yang dijadikan bahan pertimbangan.

e. Nurkancana

Pengertian evaluasi menurut Nurkancana mirip dengan definisi yang diberikan oleh Rooijackers, yaitu proses yang dilakukan untuk diambil nilainya. Hanya saja Nurkancana tidak memperinci asal penilaian yang digunakan, sehingga bersifat keseluruhan.

Perbedaan Evaluasi dan Pengukuran

Perbedaan-Evaluasi-dan-Pengukuran

Dari definisi yang diutarakan beberapa tokoh, dapat diketahui bahwa evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan data baik nilai maupun pengukuran selama proses kegiatan berlangsung. Selanjutnya data tersebut dimanfaatkan untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil tindakan tertentu.

Sementara itu pengukuran adalah kegiatan membandingkan hasil dari pengamatan terhadap benda atau objek tertentu terhadap beberapa kriteria yang sudah ditentukan. Untuk menemukan hasil perbandingan, maka dilakukan proses tes antara yang satu dengan lainnya.

Hasil pengukuran atau tes berbentuk angka yang pasti, sehingga sifatnya kuantitatif. Dengan melihat pengertian evaluasi dan pengukuran, maka keduanya jelas berbeda, karena evaluasi dilakukan dengan membandingkan semua data dari sebuah kegiatan baik kuantitatif ataupun kualitatif,

Selanjutnya data tersebut dijadikan bahan dalam mengambil suatu keputusan. Sementara pengukuran hanya membandingkan beberapa objek melalui tes yang bersifat kuantitatif untuk diketahui perbedaannya.

Perbedaan Evaluasi dan Penilaian

Perbedaan-Evaluasi-dan-Penilaian

Penilaian adalah kegiatan mengolah dan mengumpulkan segala informasi terkait suatu objek untuk diambil hasil pencapaian nya. Dalam penilaian, ada instrumen yang harus ditaati sebagai bahan untuk menentukan hasil pencapaian objek tersebut.

Penilaian bisa berbentuk kuantitatif ataupun kualitatif, tergantung data yang diperoleh. Penilaian tentu berbeda dengan evaluasi yang merupakan upaya untuk melakukan proses mengumpulkan seluruh data dalam sebuah kegiatan, bukan hanya data satu objek saja.

Selanjutnya data keseluruhan dijadikan bahan untuk mengambil suatu tindakan untuk memperbaiki seluruh kegiatannya yang tidak sesuai rencana awal.

Cakupan evaluasi jauh lebih luas dibandingkan penilaian yang hanya menentukan pencapaian per objek. Namun, antara penilaian dan evaluasi sangat berkaitan, karena proses penilaian berada di bawah naungan evaluasi.

Evaluasi dalam Pendidikan, Apa Itu?

Evaluasi-dalam-Pendidikan-Apa-Itu

Menurut Suharsimi Arikunto, evaluasi pendidikan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi tujuan utama dilaksanakannya, yaitu demi mengukur keberhasilan dari program pendidikan yang dibuat sebelumnya.

Secara umum evaluasi dalam pendidikan adalah proses mengumpulkan seluruh data, baik berkaitan dengan nilai ataupun pengukuran objek yang ada dalam bidang pendidikan. Data yang dikumpulkan selanjutnya diambil kesimpulan dan dianalisis.

Kegiatan analisis ini digunakan  untuk menentukan apakah kegiatan sudah mencapai tujuan pendidikan atau belum. Hasil keseluruhan dari proses analisis data selanjutnya  dijadikan bahan perbaikan untuk kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif.

Ciri khas dari evaluasi pendidikan bisa dilihat dari ruang lingkup komponen yang menjadi penilaian utamanya, yaitu

1. Evaluasi dari Proses Program Kegiatan Mengajar

Dalam pendidikan, seorang pengajar atau pendidik memiliki program tertentu untuk menambah efektivitas proses kegiatan belajar mengajar. Seluruh program baik strategi, isi, dan tujuannya dijadikan bahan untuk evaluasi.

2. Evaluasi Proses Pelaksanaan Program

Dari program yang sudah dibuat, maka ada penerapannya yang dituangkan selama proses pembelajaran. Kesesuaian antara program yang dibuat dengan aplikasinya selama pembelajaran inilah yang menjadi bahan evaluasi.

3. Evaluasi Hasil dari Proses Pembelajaran

Hasil belajar bisa dilihat dari nilai dan perkembangan peserta didik. Dari program yang sudah dijalankan, apakah efektif meningkatkan pemahaman dan perkembangan anak atau justru sebaliknya, sehingga tujuan pendidikan tidak berjalan maksimal.

Jenis-jenis Evaluasi

Jenis-jenis-Evaluasi

Secara umum, evaluasi memiliki beberapa jenis yang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil yang diinginkan. Jenis-jenis evaluasi bisa dibedakan berdasarkan tujuan dan waktu pelaksanaannya, yaitu

1. Berdasarkan Tujuannya

Formulasi

Sesuai namanya, evaluasi jenis formulasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui formula yang berkaitan dengan aktivitas merancang sebuah kegiatan ataupun kebijakan, agar sesuai dengan metode yang ditetapkan.

Evaluasi Proses

Evaluasi proses bertujuan untuk mengetahui apakah proses yang dilakukan dalam sebuah kegiatan sesuai dengan tujuan utamanya.

Evaluasi Biaya

Evaluasi ini sangat berkaitan dengan prioritas biaya yang ditetapkan untuk mencapai tujuan utama dalam sebuah kegiatan.

Evaluasi Dampak

Evaluasi dampak dilakukan untuk mengetahui efek atau pengaruh dari kegiatan yang sudah dilakukan, terkait dengan manfaat program serta kegiatan yang telah dilakukan.

2. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya

a. Formatif

Evaluasi formatif adalah kegiatan pengambilan kesimpulan dari seluruh data yang ada sejak awal hingga saat kegiatan sedang berlangsung. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui segala permasalahan yang terjadi selama kegiatan dilakukan.

Dari data tersebut, perbaikan bisa segera dilakukan walaupun kegiatan belum berakhir. Dengan demikian kegiatan tidak melebar jauh dari tujuan utamanya. Waktu pelaksanaan evaluasi jenis ini sangat fleksibel, bisa seminggu sekali, sebulan sekali, atau bahkan setahun dua kali.

b. Summatif

Evaluasi summatif lebih bersifat wajib dalam sebuah kegiatan, di mana seluruh data kegiatan dari awal hingga akhir dikumpulkan dan diambil kesimpulan setelah kegiatan selesai dijalankan seluruhnya.

Dengan demikian seluruh masalah, kelebihan, dan dampak dari sebuah kegiatan bisa dilihat secara detail dalam evaluasi summatif. Data hasil kegiatan yang sudah diambil kesimpulan dan penilaiannya selanjutnya akan dianalisis untuk digunakan sebagai tolak ukur kebijakan atau keputusan.

Karena kegiatan sudah selesai dilaksanakan, maka hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki kegiatan serupa yang akan dilakukan di lain waktu, dengan kebijakan yang baru agar lebih maksimal dari sebelumnya

3. Berdasarkan Sasarannya

Evaluasi Konteks

Evaluasi jenis ini dilakukan untuk mengukur isi atau konteks dari sebuah rancangan program yang dibuat, mulai hal yang terkait dengan latar belakang, tujuan, hingga kebutuhan yang ingin dipenuhi dalam merencanakan program tersebut.

Evaluasi Input

Evaluasi input terkait dengan sumber daya yang digunakan untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, strategi, teknik, dan alat bantu yang digunakan juga menjadi bahan utama dalam evaluasi jenis input.

Evaluasi Proses

Evaluasi ini menjadikan proses sebagai sasaran utama pembahasannya. Apakah cara  dan faktor pendukung yang digunakan sudah efektif. Hambatan yang muncul selama proses dilaksanakannya kegiatan juga menjadi pembahasan dalam evaluasi ini.

Evaluasi Hasil

Lebih terfokus mengevaluasi hasil yang diperoleh dari kegiatan yang dilakukan, apakah sudah sesuai target dan tujuan atau belum. Jika belum, maka evaluasi akan menghasilkan keputusan untuk meningkatkan atau memperbaiki kegiatan di masa mendatang.

Evaluasi Outcome

Evaluasi ini biasanya ada pada bidang pendidikan, di mana hasil dari pembelajaran akan dilihat lebih lanjut dan mendalam oleh lembaga. Caranya dengan melihat  penerapan pengetahuan yang dimiliki siswa selama di lembaga ketika terjun di masyarakat.

Tahapan dalam Evaluasi

Tahapan-dalam-Evaluasi

Tahap evaluasi adalah urutan proses yang akan dilakukan dalam kegiatan evaluasi secara berurutan, agar teratur dan mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan. Beberapa tahapan evaluasi yang wajib diterapkan dibagi menjadi dua, yaitu tahap persiapan dan pelaksanaan seperti berikut

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan dilakukan sebelum kegiatan evaluasi dilakukan, sehingga hanya  bersifat rancangan kegiatan dan perencanaan, diantaranya

Menentukan Komponen yang Akan Dievaluasi

Ada banyak komponen yang bisa dievaluasi dalam sebuah kegiatan, terlebih yang memiliki ruang lingkup cukup luas. Misalnya dalam lembaga pendidikan, maka komponen yang dievaluasi bisa program mengajar, ataupun hasil pembelajaran.

Komponen yang dievaluasi tidak bisa dijadikan satu sekaligus, karena akan mengganggu fokus dari evaluasi yang akan dilakukan. Boleh dilakukan di hari yang sama, namun komponen dan waktunya tetap harus dipisahkan.

Mempersiapkan Data yang Dibutuhkan

Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan data yang sekiranya dibutuhkan selama proses evaluasi berlangsung. Data yang dipersiapkan tentu harus sesuai komponen pembahasan, walaupun kegiatannya sama, namun data yang dipilih tetap harus dibedakan antara komponen satu dengan lainnya.

Menetapkan Pihak yang Terlibat dalam Evaluasi

Setelah mengetahui data yang dibutuhkan sesuai dengan pembahasan evaluasi, maka pihak yang terlibat harus ditentukan untuk hadir dalam kegiatan evaluasi. Misalnya untuk evaluasi mengenai biaya kegiatan, maka pihak yang terlibat seperti keuangan, pelaksana, ataupun pihak administrasi harus ada.

Menentukan Waktu Pelaksanaan

Agar evaluasi berjalan lancar, maka waktu pelaksanaan harus ditetapkan. Hal ini sangat penting untuk memastikan semua yang terlibat dalam pembahasan bisa datang ketika proses evaluasi dilaksanakan. Dengan demikian, data yang dibutuhkan lengkap, dan analisis serta kesimpulan yang lebih akurat.

2. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan adalah aktivitas yang berkaitan langsung dengan kegiatan evaluasi yang sedang berjalan. Namun dalam tahap pelaksanaan, tetap harus dilakukan secara bertahap, yaitu

Mengumpulkan Data dari Pihak yang Terlibat

Langkah pertama yang dilakukan dalam kegiatan evaluasi adalah dengan mengumpulkan seluruh data yang sudah dikelompokkan oleh pihak yang terlibat. Data yang digunakan bisa tertulis berupa dokumen ataupun tidak tertulis. Data tidak tertulis digali langsung dari informasi yang diberikan oleh pihak  yang terlibat.

Mengolah Data

Untuk mempermudah proses analisis, maka seluruh data yang dikumpulkan harus diolah kembali. Caranya dengan mengelompokkan masing-masing data dengan jenis dan kategori yang sama, antara yang satu dengan lainnya.

Melakukan Analisis Data

Analisis dilakukan untuk menguraikan seluruh data yang telah dikelompokkan sebelumnya untuk dikaji secara lebih detail. Dari proses analisis ini, akan ditemukan berbagai fakta baik yang menjadi penyebab masalah suatu kegiatan, ataupun yang menjadi pendukung utama suksesnya suatu kegiatan.

Masalah yang ditemukan selanjutnya dicari solusi untuk diperbaiki agar tidak terulang kembali. Sementara fakta yang mendukung suksesnya kegiatan akan tetap dipertahankan untuk diterapkan pada kegiatan yang akan datang

Membuat Laporan Hasil Evaluasi

Laporan evaluasi terdiri dari dua jenis yaitu secara lisan dan tulisan. Hasil evaluasi lisan bisa disampaikan di akhir kegiatan evaluasi. Sementara hasil berupa tulisan diberikan kepada yang berkepentingan untuk disimpan, dan dijadikan bahan pertimbangan jika dibutuhkan kembali.

Contoh Evaluasi

Contoh-Evaluasi

Untuk memperjelas pemahaman anda terhadap evaluasi, berikut adalah contoh evaluasi terhadap pelaksanaan, perencanaan, dan penilaian dalam dunia pendidikan yang bisa dijadikan bahan rujukan. Evaluasi berikut bersifat umum, karena mencakup tiga aspek sekaligus.

Nama Sekolah   : SD Nusa Bangsa

Tahun Ajaran     : 2019 / 2020

No Tahapan Evaluasi Saran Tindak Lanjut
1 Perencanaan Program pembelajaran yang dibuat tidak sesuai dengan silabus yang diberikan KBM tidak sesuai dengan silabus. Harus diganti dan diperbaiki Siapkan KBM jauh sebelum proses pembelajaran
2 Pelaksanaan Pelaksanaan banyak yang tidak sesuai dengan rencana kegiatan yang dibuat Sebaiknya guru menerapkan perencanaan pembelajaran yang sudah disusun Pelaksanaan selanjutnya akan disesuaikan rancangan
3 Penilaian KBM tidak maksimal Tambahkan alat peraga dalam proses KBM Proses KBM akan dimaksimalkan

Evaluasi adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan untuk segala kegiatan demi meningkatkan kualitas kerja suatu lembaga ataupun perusahaan yang melaksanakannya. Untuk bisa melaksanakan evaluasi suatu kegiatan, maka di dalamnya ada penilaian dan pengukuran yang bisa dijadikan sumber data.

Merujuk dari pengertian evaluasi secara keseluruhan, maka kegiatan ini penting dilakukan oleh seluruh bidang pekerjaan seperti pendidikan dan ekonomi. Namun, cakupan pembahasannya berbeda-beda sesuai dengan komponen yang akan dievaluasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *