Pengertian Globalisasi (Secara Umum dan Menurut Ahli) dan Dampaknya

7 min read

pengertian-globalisasi

Pengertian Globalisasi – Dunia ini telah memasuki era globalisasi, yang ditandai oleh perkembangan pesat di bidang teknologi. Globalisasi yang terjadi saat ini menimbulkan dampak positif terutama di bidang ekonomi. Globalisasi juga membuat masyarakat lebih mudah berkomunikasi dengan orang luar negeri.

“Baju kebarat-baratan, K-Pop, musik reggae, smartphone canggih”, tentunya Anda pasti tahu mengenai hal-hal tersebut bukan? Nah, itu adalah salah satu contoh dampak globalisasi.

Pengaruh era globasasi pun menuntut masyarakat untuk menentukan sikap agar tidak terjerumus pada dampak negatifnya. Simak sejumlah hal menarik tentang globalisasi, hingga apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya pada ringkasan di bawah ini :

Pengertian Globalisasi Secara Umum

Pengertian-Globalisasi-Secara-Umum

Pengertian globalisasi jika dilihat dari segi etimologi terdiri dari dua kata : yaitu ‘global’ dan lization’.

Global sendiri berasal dari kata globe yang artinya dunia.

Sementara lization artinya proses, sehingga globalisasi memiliki arti proses mendunia.

Globalisasi menyebabkan terjadinya kemudahan interaksi antarbangsa sehingga memiliki dampak yang luas pada seluruh aspek kehidupan. Proses globasasi mengalir begitu cepat tanpa mengindahkan batasan suatu negara seperti geografis, teritorial, hingga budaya.

Arti globalisasi juga bisa disebut dengan periode baru yang memiliki karakteristik yaitu teknologi, ilmu pengetahuan, dan alat transportasi mengalami kemajuan signifikan. Peran masyarakat pun dinilai sangat penting dalam proses globalisasi.

Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

Pengertian-Globalisasi-Menurut-Para-Ahli

Pengertian globalisasi juga memiliki beragam versi berdasarkan pendapat para ahli. Apa itu globalisasi menurut para ahli? Sejumlah definisi globalisasi yang para ahli jelaskan dapat Anda simak pada uraian di bawah ini:

  • Menurut Selo Sumarjan, globalisasi adalah sebuah proses pembentukan sistem organisasi dan komunikasi di antara masyarakat seluruh penjuru dunia dengan mengikuti sejumlah aturan yang serupa.
  • Anthony Giddens menyebutkan bahwa globalisasi merupakan sebuah interaksi sosial yang saling terkoneksi di seluruh dunia, dimana jika terjadi suatu peristiwa dari satu tempat bisa memberi pengaruh pada tempat lain.
  • Berdasarkan pendapat Mansour Fakih, adanya globalisasi dibuktikan dengan adanya perkembangan peran pasar, investasi, dan ekonomi secara mendunia dengan saling bergantung dan berinteraksi.

Ciri Globalisasi

Ciri-Globalisasi

Setelah memahami pengertian globalisasi di atas, sebaiknya Anda tidak lupa untuk mengetahui ciri-cirinya. Ciri-ciri globalisasi harus Anda pahami untuk menentukan sikap apa yang harus dilakukan menghadapi era baru ini. Berikut ini adalah sejumlah ciri-ciri yang bisa perlu Anda ketahui:

1. Berubahnya Konsep Jarak Ruang dan Waktu

Era globalisasi yang ditandai dengan munculnya beragam teknologi seperti televisi, smartphone, dan internet, membuat masyarakat dunia mudah mengakses informasi. Anda tak perlu mengeluarkan usaha berat untuk mendapatkan informasi terbaru.

Hanya dengan menatap layar, Anda bisa berkomunikasi dengan seseorang di negeri seberang. Adanya pesawat terbang yang bisa membawa Anda ke negara mana pun, juga menjadi ciri-ciri globalisasi.

2. Meluasnya Bidang Ekonomi dan Perdagangan

Era globalisasi menyebabkan perluasan perdagangan antarnegara yang berdampak positif pada perekonomian internasional.Globalisasi ekonomi ini menjadi alasan berdirinya organisasi yang menaungi perdagangan internasional seperti WTO (World Trade Organization).

3. Adanya Interaksi Antarbudaya

Contoh interaksi antarbudaya misalnya mahasiswa yang mendapat tugas makalah tentang budaya luar, bisa dengan mudah mencari jurnal di internet dari kampus negara yang dituju. Bahkan mahasiswa tersebut bisa mencari kenalan dari kampus luar negeri yang dituju untuk interview melalui email.

Contoh lain yaitu banyaknya kolaborasi pameran seni antarnegara. Salah satunya, pada bulan Juli 2019 yang lalu digelar pameran poster di Jakarta yang dimeriahkan oleh 22 desainer dari negara lain. Hal ini membuktikan bahwa kolaborasi seni dan budaya menjadi contoh nyata globalisasi.

4. Masalah Dunia Cepat Menyebar

Pada zaman dahulu berita terhangat di suatu negara baru terdengar di negara lain seminggu bahkan sebulan kemudian. Namun di era globalisasi ini, hanya butuh beberapa detik saja misalnya untuk mengetahui skandal pejabat suatu negara, hingga perseteruan dua negara yang bertetangga.

Begitu cepatnya informasi baik yang positif maupun negatif menyebar ke seluruh penjuru dunia, membuat masyarakat harus ekstra waspada. Tak hanya itu, Anda juga harus memiliki sikap bijak untuk menentukan mana berita yang patut disebarkan dan mana yang bersifat sensitif.

Teori Globalisasi

Teori-Globalisasi

Globalisasi juga memiliki teori yang perlu Anda tahu, salah satunya berdasarkan pendapat Cochrane dan Pain. Menurut Cochrane dan Pain, terdapat 3 golongan yang memiliki peran penting dalam globalisasi antara lain :

1. Para Globalis

Orang-orang dari golongan globalis positif meyakini bahwa globalisasi akan berpengaruh langsung terhadap  dunia. Globalisasi akan menyebabkan penyebaran budaya ke seluruh penjuru dunia. Dengan pertukaran budaya ini akan membuat masyarakat dunia lebih terbuka pemikirannya.

Sedangkan para globalis negatif merasa khawatir jika globalisasi akan memusnahkan budaya otentik setempat. Para globalis negatif juga menilai bahwa pertukaran budaya ini merupakan salah satu usaha negara maju mengeksploitasi bangsa lain.

2. Para Tradisionalis

Orang-orang tradisionalis menilai bahwa proses globalisasi terjadi akibat peristiwa pada masa silam.

3. Para Transformalis

Orang-orang transformalis ada di tengah-tengah globalis dan tradisionalis. Orang-orang ini menilai bahwa proses terjadinya globalisasi diberitakan secara berlebihan sehingga tidak terlihat alami.

4. Teori Globalisasi Lain

Seorang pakar yang memiliki nama George Ritzer mengungkapkan teori globalisasi lain. Dalam teorinya, George Ritzer menyatakan bahwa munculnya era globalisasi dimulai dengan berkembangnya ilmu teknologi informasi dan komunikasi.

George Ritzer juga menyebutkan bahwa pemikiran masyarakat dunia yang telah terbuka dan memiliki sikap rasional, juga menjadi tanda-tanda perkembangan era globalisasi.

Sejarah Globalisasi

Sejarah-Globalisasi

Menurut sejarawan, globalisasi berawal pada abad ke-20, yang dinilai sebagai masa kebangkitan ekonomi dunia. Namun globalisasi sebagai interaksi antarnegeri dari berbagai belahan dunia, telah terjadi sejak beratus-ratus tahun silam. Berikut ini adalah proses terbentuknya sejarah globalisasi:

1. Perdagangan Antarbangsa

Globalisasi pertama kali dikenal ketika terjadi perdagangan antarbangsa antara tahun 1000 hingga 1500 Masehi. Pada tahun-tahun tersebut perdagangan dunia dimulai oleh para pedagang Tiongkok dan India. Mereka menjelajah ke wilayah bangsa lain dengan lewat laut maupun darat untuk berdagang.

2. Perdagangan Kaum Muslim

Sejarah globalisasi pada periode selanjutnya pun dikuasai oleh pedagang Muslim dari Asia dan Afrika. Orang-orang Muslim ini membuat jalur perdagangan antarbangsa yang terdiri dari Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia, dan Genoa.

Para pedagang Muslim ini tak hanya membuat jalur perdagangan. Mereka juga mengenalkan ajaran agama Islam. Selain itu, mereka juga mengajarkan huruf, bangunan, norma sosial, hingga budaya Arab ke negara-negara yang dikunjunginya.

3. Ekspedisi Bangsa Eropa

Setelah para pedagang Muslim, datanglah giliran bangsa Eropa yang dipelopori Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda. Bangsa Eropa memasuki wilayah negara sasaran, awalnya dengan menjalin hubungan perdagangan yang baik.

Namun, lama kelamaan mereka melakukan eksploitasi besar-besaran kepada sumber daya alam negara sasarannya. Bahkan melakukan penjajahan ke sejumlah negara yang dianggap lemah. Penjajahan yang mereka lakukan pun membuat budaya barat menyebar ke berbagai belahan dunia.

4. Revolusi Industri

Penjajahan yang bangsa Eropa lakukan diperkuat oleh revolusi industri yang terjadi di barat. Revolusi industri terus berkembang karena menjadi cikal bakal era teknologi. Era revolusi industri ini dimanfaatkan bangsa Eropa untuk memperkuat pengaruhnya di bidang teknologi.

Pada era ini banyak teknologi baru yang terlahir, sebagai contoh adalah komputer dan internet. Bangsa barat memiliki peranpenting sebagai penyedia bahan baku dan pusat pasar teknologi. Hal ini membuat bangsa lain semakin terikat dengannya, karena membutuhkan teknologi yang diproduksi bangsa barat.

Perkembangan pesat era ini membuat bangsa Eropa mendirikan sejumlah perusahaan di berbagai negara. Berdirinya perusahaan-perusahaan multinasional ini menjadi simbol globalisasi sampai sekarang ini.

5. Setelah Perang Dingin

Perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet yang saat ini dikenal sebagai Rusia, menimbulkan sejumlah dampak. Salah satu dampaknya yaitu runtuhnya ideologi komunis di Rusia. Sehingga masyarakat dunia menilai bahwa ideologi kapitalisme mampu membawa kemakmuran.

Kapitalisme yang menyebar ke negara-negara di seluruh penjuru dunia pun membuka akses pasar bebas. Mereka berlomba-lomba menjalin hubungan perdagangan yang bebas tanpa batasan, dengan dukungan teknologi komunikasi dan transportasi. Disinilah puncak era globalisasi mulai terlihat nyata.

Faktor Pendorong Globalisasi

Faktor-Pendorong-Globalisasi

Setiap era tentu saja ada faktor pendorong yang menyebabkan lahir dan terjadinya, tak terkecuali globalisasi. Era globalisasi juga memiliki sejumlah faktor pendorong yang dapat Anda simak pada poin-poin di bawah ini:

1. Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Era globalisasi terjadi tak lepas dari pengaruh teknologi dan informasi yang memiliki peran penting. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin memudahkan masyarakat dunia dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari bisnis hingga transaksi keuangan.

2. Hubungan Internasional Antarnegara

Faktor pendorong lain yang menjadi penyebab terjadinya globalisasi adalah maraknya kerja sama internasional antarnegara. Kerja sama yang dilakukan tak hanya seputar perdagangan, tapi juga soal politik hingga pendidikan.

3. Peran Transportasi

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak positif pada kemajuan transportasi. Kini masyarakat dunia bisa dengan cepat dan mudah pergi dari satu negara ke negara lain.

Peran transportasi juga menjadi hal pokok dalam proses ekspor dan impor. Kemajuan transportasi juga membuat proses ekspor dan impor cepat teratasi, sehingga barang cepat sampai ke suatu negara walau jaraknya sangat jauh.

4. Pasar Bebas

Pasar bebas yang dimaksud di era globalisasi ini yaitu terbukanya sektor ekonomi antarnegara. Era ini menyebabkan terjadinya kemudahan transaksi jual beli, sehingga suatu produk bisa dengan cepat menguasai negara lain.

Seorang konsumen bisa melakukan transaksi pembelian, diawali dengan melihat postingan gambar dari sebuah platform online shop dari negara mana pun. Dengan sekali klik, konsumen tersebut akan mendapati produk yang dibeli sampai di depan rumahnya dalam beberapa hari.

5. Pertukaran Budaya

Faktor pendorong yang menyebabkan globalisasi yang terakhir adalah pertukaran budaya antarbangsa. Pertukaran budaya biasanya menjadi awal terjadinya transaksi perdagangan antar negara. Jika suatu budaya diterima dengan baik di sebuah negara, maka akan berlanjut pada ke hubungan ekonominya.

Dampak Positif Globalisasi

Dampak-Positif-Globalisasi

Globalisasi dan dampaknya menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, seperti peribahasa ada asap ada api. Anda bisa menyimak sejumlah dampak positif di era globalisasi antara lain:

1. Kemajuan Tata Nilai dan Hidup

Globalisasi juga disebabkan pertukaran budaya, sehingga menyebabkan pergeseran nilai hidup. Masyarakat Indonesia kini mudah mengakses informasi dari negara lain yang sudah berpikiran rasional. Masyarakat Indonesia pun menjadi tidak berpikiran irasional lagi terhadap apapun.

2. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang menyebabkan kemudahan dalam mendapatkan informasi. Tak hanya itu, masyarakat dunia juga semakin mudah berkomunikasi dengan seseorang dari negara lain yang jaraknya jauh.

3. Kemajuan di Bidang Ekonomi

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh globalisasi, juga melahirkan beragam transportasi canggih. Transportasi canggih ini bisa memudahkan transaksi ekspor dan impor antarnegara. Transaksi perdagangan yang mudah membuat ekonomi negara yang terlibat semakin menguat.

4. Kemajuan di Bidang Politik

Dampak positif globalisasi di bidang politik telah mengurangi ketegangan antarnegara. Hal ini disebabkan oleh terbukanya pemikiran politik para pejabat pemerintahan di seluruh penjuru dunia. Tiap negara bisa saling memahami pandangan politik negara lain.

5. Kemajuan di Bidang Pendidikan

Era globalisasi membuat sejumlah negara maju menggelontorkan sejumlah beasiswa kuliah untuk pelajar dari negara berkembang. Tak hanya itu, kini kuliah di luar negeri semakin mudah tanpa proses berbelit-belit. Sehingga akan mempercepat proses pertukaran budaya antarpelajar.

Dampak Negatif Globalisasi

Dampak-Negatif-Globalisasi

Terlepas dari dampak positif yang ditawarkan globalisasi, Anda juga perlu tahu bahwa setiap era memiliki dampak negatif juga. Dampak negatif ini perlu Anda pahami, untuk memikirkan apa yang harus dilakukan agar dapat mencegah. Berikut ini dampak negatif globalisasi yang bisa Anda antisipasi:

1. Meningkatnya Budaya Konsumerisme

Perdagangan internasional yang semakin diperluas, membuat arus keluar masuk produk begitu mudah. Masyarakat dunia menjadi lebih konsumtif, karena bisa mendapat semua keinginannya dengan aneka produk yang ditawarkan.

2. Masyarakat Berubah Menjadi Individualis

Teknologi informasi dan komunikasi yang terus mengalami perkembangan, menciptakan sebuah inovasi baru bernama smartphone dan internet. Kedua barang ini membuat masyarakat tidak lagi memedulikan orang-orang dunia nyata di sekitarnya.

3. Westernisasi

Masuknya budaya barat ke Indonesia tak sedikit membawa dampak negatif untuk masyarakatnya. Misalnya terjadi pergaulan bebas, hilangnya rasa hormat anak-anak ke orang yang lebih tua, hingga yang lebih ekstrem penggunaan obat-obatan terlarang.

4. Ketimpangan sosial

Era globalisasi pada umumnya belum bisa diterima menyeluruh oleh masyarakat Indonesia. Hanya sebagian orang saja yang sudah bisa menerima globalisasi, misalnya penggunaan perangkat elektronik modern oleh orang kota.

Contoh Globalisasi di Indonesia

Contoh-Globalisasi-di-Indonesia

Era globalisasi telah terjadi dan menyebar ke seluruh belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Berikut ini sejumlah contoh globalisasi yang terjadi di Indonesia:

  • Pemanfaatan teknologi mesin traktor oleh petani untuk membajak sawah
  • Populernya penggunaan smartphone oleh semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia
  • Masuknya internet ke Indonesia
  • Masyarakat Indonesia menggemari berinteraksi di media sosial, untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari seluruh penjuru dunia
  • Pelajar dan mahasiswa menggunakan laptop untuk mengerjakan tugas
  • Sistem pembelajaran dan kuliah online
  • Banyaknya beasiswa kuliah dari negara asing untuk pelajar Indonesia
  • Maraknya jual beli online hingga ke luar negeri
  • Munculnya makanan dan minuman produksi luar negeri, seperti Coca Cola dan lain sebagainya
  • Menjamurnya franchise makanan cepat saji asal negara lain, misalnya McDonald, KFC, dan lain-lain
  • Berdirinya perusahaan-perusahaan asing, seperti Freeport, Unilever, dan lain-lain.

Era globalisasi telah berkuasa di seluruh penjuru dunia pada saat ini. Dari ringkasan yang penulis jelaskan di atas, tentunya Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi era ini. Anda perlu berhati-hati untuk menentukan sikap terhadap dampak positif dan negatif dari globalisasi. Sekian artikel tentang pengertian globalisasi semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *