Pengertian Ideologi : Secara Umum, Menurut Ahli, Jenis, Konflik

7 min read

ideologi-adalah

Setiap negara pastilah memiliki ideologi. Pengertian ideologi adalah keyakinan atau paham yang dianut oleh suatu negara. Ideologi inilah yang akan menentukan sikap yang harus diambil oleh seluruh warga negara. Bisa dikatakan bahwa keadaan suatu negara bisa tergantung dengan ideologi yang dianut.

Ada banyak sekali ideologi-ideologi yang ada di tiap-tiap negara di dunia. Setiap jenis ideologi tersebut memiliki caranya tersendiri untuk mengarahkan titik-titik aspek kehidupan dalam kehidupan masyarakat. Tanpa adanya ideologi, maka tujuan suatu negara akan terasa sulit untuk dicapai.

Pengertian Ideologi

Pengertian-Ideologi

Ada banyak sekali versi mengenai pengertian dari ideologi. Pengertian tersebut umumnya berasal dari pendapat beberapa ahli yang kemudian disimpulkan. Sejak zaman dahulu, ada banyak sekali ahli yang meneliti mengenai ideologi dan pengaruhnya terhadap aspek kehidupan.

Hal ini dikarenakan ideologi telah dijadikan sebagai pandangan hidup bagi hampir seluruh manusia yang ada di bumi ini. Ideologi ini bertugas sebagai dasar untuk mengatur kehidupan antar sesama manusia. Berikut ini adalah pengertian ideologi secara bahasa dan juga pengertian secara harfiah.

1. Pengertian Secara Bahasa

Secara bahasa, ideologi adalah sekumpulan ide-ide dan juga gagasan yang dikumpulkan kemudian disepakati. Ideologi ini pun biasanya digunakan untuk menentukan dan mengatur aspek kehidupan tertentu atau bahkan semua aspek kehidupan yang ada di suatu negara.

Ideologi ini memiliki sifat yang cenderung sistematis dan juga mengikat. Tujuan adalah untuk menyamakan hal yang harus dicapai agar apa yang ingin dicapai menjadi tercapai. Tentu saja ide dan gagasan tersebut sudah disepakati oleh semua orang sehingga tidak ada yang merasa keberatan.

Idealnya suatu ideologi haruslah bersifat menguntungkan semua pihak. Jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat adanya ideologi ini. Namun, tetap saja masih ada beberapa ideologi yang masih merugikan sebagian kecil penganutnya.

Ideologi ini sudah sangat lama dicetuskan yaitu sekitar tahun 18 Masehi. Saat itu, pencetusnya adalah Antoine Destutte de Tracy. Menurutnya, kehadiran sebuah ideologi sangatlah diperlukan guna menyamakan gagasan antara satu orang dengan orang lainnya.

2. Pengertian Secara Harfiah/Bahasa

Secara bahasa, ideologi juga memiliki pengertiannya tersendiri. Kata ideologi sendiri diambil dari bahasa Yunani. Hal ini dikarenakan kata ideologi pertama kali dicetuskan oleh Bangsa Yunani. Ideologi sendiri terdiri dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu ideos dan juga logos.

Ideos memiliki arti pemikiran, gagasan ataupun ide, sedangkan logos memiliki arti logika atau bisa juga dikatakan sebagai ilmu. Jadi dapat disimpulkan, secara bahasa ideologi adalah sebuah ilmu atau pemahaman yang dihasilkan oleh ide dan gagasan untuk mencapai tujuan tertentu dalam kehidupan.

Sedangkan konsep ideologi menurut KBBI adalah sebuah paham ataupun gagasan yang digunakan untuk mengatur bagaimana kehidupan berjalan. Ideologi juga dapat diartikan sebagai cara pandang dan cara pikir sekelompok ataupun individu terhadap sesuatu.

Pengertian Ideologi Menurut Beberapa Ahli

Pengertian-Ideologi-Menurut-Beberapa-Ahli

Ada banyak sekali ahli-ahli yang mempelajari dan melakukan penelitian mengenai ideologi yang ada saat ini. Selain memahami apa itu ideologi secara lebih mendalam dan terkadang membuat jurnal dalam pdf sebagai dokumentasi. Para ahli ini juga biasanya mencetuskan sesuatu terkait ideologi.

Berikut ini adalah beberapa pengertian ideologi menurut para ahli. Beberapa pengertian ideologi tersebut antara lain adalah:

1. Menurut William James

William James adalah seorang ahli dan juga penulis buku, salah satu buku yang ditulisnya berjudul Varietis Religious Eksperience. Di dalam buku tersebut terdapat penjelasan mengenai pengertian ideologi. Berdasarkan buku tersebut, ideologi adalah semua hal yang ada di dalam pikiran manusia.

Dengan adanya ideologi, semua manusia bisa melakukan apa yang dinilai baik baginya dan meninggalkan apa yang dinilai buruk untuknya. Oleh karena itu, semua unsur-unsur kehidupan bisa berjalan sesuai dengan keinginan.

2. Menurut C.C. Rodee

Ahli lainnya yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian ideologi adalah C.C. Rodee. Menurutnya, ideologi merupakan sekumpulan gagasan yang bersifat logis. Gagasan ini memiliki nilai-nilai yang absah yang berguna bagi penganutnya ataupun instansi yang mencetuskan.

3. Menurut Mubyarto

Pengertian mengenai ideologi juga disampaikan oleh ahli yang berasal dari Indonesia yaitu Mubyarto. Pengertian mengenai ideologi ini ditemukan di dalam buku yang ditulisnya. Adapun judul buku yang memuat pengertian ideologi tersebut adalah Kumpulan Pancasila Sebagai Ideologi.

Buku yang diterbitkan pada tahun 1991 memuat pengertian ideologi sebagai kepercayaan ataupun doktrin di kalangan masyarakat ataupun di dalam kehidupan berbangsa. Kepercayaan ini nantinya digunakan sebagai pedoman untuk menjalankan berbagai aspek kehidupan.

4. Menurut Karl Marx

Karl Marx juga mengemukakan bahwa ideologi merupakan sebuah alat dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Alat ini digunakan untuk mencapai tingkat kesejahteraan dan kesetaraan antar semua elemen yang ada di dalam masyarakat.

5. Menurut Moh. A. Safaudin

Ahli lainnya yang juga mencetuskan pengertian ideologi adalah Moh. A. Safaudin. Beliau beranggapan, bahwa ideologi merupakan sebuah pemikiran dan juga gagasan yang digunakan dalam proses penentuan aturan untuk mencapai kesejahteraan pada kehidupan masyarakat.

Jenis Ideologi Berdasarkan Sifat

Jenis-Ideologi-Berdasarkan-Sifat

Berdasarkan sifatnya, ideologi terbagi menjadi dua jenis dalam cakupan yang masih cukup luas. Setiap jenis ideologi ini memiliki kelebihannya dan juga kekurangannya masing-masing. Jenis ideologi ini ada yang cocok diterapkan di suatu negara dan juga ada yang tidak.

Dua jenis ideologi berdasarkan sifatnya, antara lain adalah:

1. Ideologi Terbuka

Jenis pertama dari ideologi adalah ideologi terbuka. Sesuai dengan namanya, jenis ideologi ini cenderung terbuka terhadap setiap perubahan yang ada seperti kemajuan teknologi. Selama perubahan tersebut tidak mengubah inti dari gagasan ideologi, maka perubahan tersebut diterima.

Pandangan terhadap ideologi ini pun sangatlah terbuka. Pandangan ini tidak akan terlalu memaksa dan menuntut penganutnya. Hal ini terjadi karena penyusunan gagasan dilakukan dengan cara demokrasi dan bukan peran serta salah satu pihak saja.

Dengan demikian, ideologi ini bisa beradaptasi dengan setiap perubahan yang ada asalkan tidak merubah norma yang telah ditetapkan. Ideologi ini sangatlah cocok bila diterapkan dalam kehidupan dengan latar belakang masyarakat yang berbeda-beda dan terhindar dari kesadaran palsu.

2. Ideologi Tertutup

Jenis ideologi ini berlawanan dengan ideologi terbuka. Ideologi tertutup ini merupakan sebuah pemahaman dan juga wawasan yang hanya disusun ataupun dirumuskan oleh beberapa pihak saja. Umumnya ideologi ini hanya diciptakan oleh pihak-pihak yang memiliki kekuasaan saja.

Lembaga yang menciptakan ideologi ini biasanya berasal dari kalangan pemerintah. Rakyat yang tidak memiliki kekuasaan apa-apa hanya bisa menerima dan menjalankan ideologi tersebut. Hal inilah yang membuat ini terkesan kaku dan tidak bisa diubah.

Perbedaan yang terjadi di lingkungan masyarakat cenderung diselesaikan oleh salah satu pihak saja tanpa adanya proses musyawarah. Namun walaupun terlihat memiliki banyak dampak negatif, ternyata ideologi jenis ini memiliki cukup banyak kelebihan.

Salah satu kelebihan dari penerapan ideologi ini adalah tujuan menjadi lebih mudah untuk dicapai. Hal ini dikarenakan pemimpin akan membuat gagasan yang berfokus pada pencapaian tujuan. Selain itu, ancaman ideologi dapat diminimalisir karena ideologi yang dijalankan kaku dan tidak bisa diubah.

Macam-Macam Ideologi dan Nama Negaranya

Macam-Macam-Ideologi-dan-Nama-Negaranya

Ideologi sudah sangat jelas digunakan oleh tiap-tiap negara yang ada di dunia. Tujuan digunakannya ideologi ini adalah sebagai pedoman negara tersebut dalam menjalankan unsur-unsur kehidupannya. Setiap negara ada yang memiliki jenis ideologi yang sama dan juga ada yang berbeda. Tanpa ideologi, maka akan timbul ketidakselarasan dalam hidup bernegara.

Jenis ideologi yang digunakan biasanya tergantung dengan karakteristik suatu negara dan juga tujuan yang ingin dicapai. Tiap-tiap jenis ideologi tersebut pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Masing-masing jenis ideologi juga memiliki cara pandang yang berbeda.

Berikut ini merupakan macam-macam ideologi yang dipakai di berbagai negara yang ada di dunia dan contohnya.

1. Ideologi Nasionalis

Sesuai namanya, ideologi ini hadir dari kumpulan semangat kebangsaan yang sangat tinggi. Akan sangat jarang ditemui rakyat yang bersifat anasionalisme pada negara yang menganut ideologi ini. Semua gagasan diambil dari kesepakatan rakyat yang dilakukan secara demokrasi.

Ideologi ini tidak akan mementingkan kehendak salah satu pihak saja. Bahkan prinsip ideologi ini adalah menempatkan kepentingan negara diatas kepentingan lainnya. Perbedaan yang ada di dalam suatu negara tidak akan dijadikan permasalahan, justru dilebur sehingga muncul rasa nasionalis tinggi.

Ideologi nasionalis ini bersifat terbuka dan bisa menerima perubahan secara dinamis. Adapun contoh-contoh negara yang menerapkan ideologi jenis ini adalah Prancis, Inggris, Jerman, dan juga Amerika Serikat.

2. Ideologi Sosialisme

Ideologi ini sangat bergantung dengan norma-norma yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Sesuai dengan namanya, ideologi ini lebih banyak mengatur mengenai kehidupan sosial yang ada di suatu negara.

Selain itu, fokus utama dari ideologi ini cenderung lebih ke bidang ekonomi. Ideologi ini berprinsip menyamakan kepentingan untuk seluruh warga negara dan menghapuskan kepentingan golongan saja. Oleh karena itu, kemudian timbul berbagai kelemahan pada pelaksanaan norma ini.

Salah satunya adalah pada saat pembagian upah kerja. Karena dipandang sama, maka upah kerja dibagi rata tanpa memandang jenis pekerjaan apa yang dilakukan. Dengan demikian, muncullah banyak kritik dan isu buruk yang berkembang di lingkungan masyrakat.

Sebagian besar negara yang menganut paham ideologi ini adalah negara-negara yang berada di Eropa bagian Barat. Negara lainnya yang menganut ideologi ini adalah Venezuela dan juga Kuba.

3. Ideologi Marxisme

Ideologi ini lebih dikenal dengan nama ideologi komunis. Ideologi komunis adalah ideologi yang hadir dengan maksud untuk menentang ideologi kapitalis. Pada ideologi ini, kesamaan hak antar sesama golongan masyarakat sangatlah dipegang teguh.

Kesamaan ini berlaku di hampir segara bidang kehidupan, baik itu di bidang ekonomi, pemerintahan. pendidikan, pertahanan, dan bidang lainnya. Dengan demikian, hak-hak pribadi menjadi tidak diakui pada penerapan ideologi ini.

Karena hak pribadi tidak diakui, maka masyarakat cenderung tidak memiliki kebebasan dalam berpendapat dan mengelola hidupnya. Adapun negara-negara yang masih menerapkan jenis ideologi ini antara lain adalah Korea Utara, Tiongkok, Laos, dan juga Vietnam.

4. Ideologi Fasisme

Ideologi fasisme ini dalam penerapannya memiliki banyak sekali pertentangan. Ideologi ini memiliki prinsip penerapan peraturan negara di bawah salah satu golongan tertentu yang sedang berkuasa. Hal ini tentu saja akan merugikan banyak pihak yang tidak memiliki kekuasaan.

Seluruh aspek kehidupan yang ada pada suatu negara diatur oleh satu pihak saja. Oleh karena itu terjadi pembatasan hak-hak yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun negara yang pernah menganut ideologi ini adalah Italia dan Spanyol.

5. Ideologi Kapitalis

Ideologi kapitalis sangatlah terkenal. Ideologi ini juga mementingkan kepentingan satu golongan saja, dalam hal ini pihak yang berkuasa. Penerapan ideologi ini cenderung akan memberikan keuntungan bagi penguasa saja dan akan memberikan kerugian bagi rakyatnya.

Karena prinsipnya yang seperti itu, maka ideologi ini sangat banyak ditentang baik oleh pemuka masyarakat ataupun tokoh agama. Lama-kelamaan, ideologi ini pun tidak lagi digunakan. Negara yang pernah menganut ideologi ini adalah Belanda, Australia dan Portugis.

6. Ideologi Liberalisme

Ideologi ini sering kali dikenal sebagai ideologi yang bebas. Tidak ada pengutamaan kepentingan negara ataupun kepentingan suatu golongan. Adapun kekuasan tertinggi pada ideologi ini berada di tangan rakyat.

Dalam hal ini individu masing-masing memiliki kuasa atas kontrol ideologi ini. Hak-hak pribadi menjadi sangat diperhatikan dengan tetap menekankan hak dan kewajiban pada setiap individu.

Peran pemerintah pada ideologi ini hanyalah sebagai pengawas saja. Negara yang menganut paham ideologi ini sangatlah banyak, negara tersebut antara lain adalah Brazil, Belgia, Korea Selatan, India, dan masih banyak negara-negara lainnya di dunia.

Pengertian Konflik Ideologi

Pengertian-Konflik-Ideologi

Dalam proses penerapan ideologi, tentu saja pernah terjadi konflik ideologi. Adapun pengertian konflik ideologi adalah konflik yang disebabkan oleh adanya perbedaan. Perbedaan tersebut dapat berupa perbedaan ide, gagasan, tujuan ataupun hal lain yang berhubungan dengan suatu negara.

Terjadinya konflik ideologi biasanya karena adanya kedua pihak yang menginginkan kebutuhan yang sama. Kedua pihak tersebut tidak ada yang ingin mengalah satu sama lain sehingga muncullah konflik. Kemudian kedua pihak tersebut nantinya akan saling menghambat kegiatan satu sama lainnya.

Jika tidak segera diselesaikan, maka adanya konflik ideologi ini bisa merugikan negara. Ada banyak sekali peristiwa-peristiwa yang timbul akibat adanya konflik ideologi, baik di Indonesia ataupun di negara lainnya. Bahkan ada yang sampai menimbulkan peperangan dan memakan banyak korban.

Konflik yang Diakibatkan Karena Adanya Perbedaan Ideologi

Konflik-yang-Diakibatkan-Karena-Adanya-Perbedaan-Ideologi

Ada banyak sekali konflik yang muncul di dunia ini yang disebabkan oleh perbedaan ideologi. Konflik ini juga pernah terjadi di Indonesia. Beberapa contohnya adalah konflik yang terjadi di Papua pada tahun 1963 dan juga peristiwa pemberontakan G30SPKI yang terjadi pada tahun 1965.

Konflik Papua ini terjadi antara daerah Papua dan juga Papua Barat dengan alasan Organisasi Papua Merdeka yang ingin mendirikan negara sendiri. Alasan organisasi tersebut ingin mendirikan negara sendiri adalah karena ideologi yang dianut Indonesia dianggap tidak sesuai dengan yang mereka anut.

Sedangkan Peristiwa G30SPKI juga muncul akibat adanya perbedaan ideologi sebagian pihak terhadap ideologi yang dianut Indonesia. Usaha kudeta saat itu dituduhkan kepada Partai Komunis Indonesia. Akibat peristiwa itu, enam pejabat militer Indonesia tewas dibunuh secara kejam.

Apapun ideologi yang dianut oleh masing-masing negara, sangatlah penting untuk menanamkannya pada setiap jiwa warga negara tersebut. Mental ideologi haruslah dimiliki oleh setiap jiwa warna negara. Mental ideologi adalah sikap dan pandangan terhadap ideologi.

Dengan adanya mental ideologi tersebut, maka konflik ideologi dapat dihindari. Dengan demikian, keamanan dan ketentraman negara dapat terjaga dan dirasakan oleh semua warga negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *