Pengertian K3 Secara Umum, Menurut Ahli, Tujuan, dan Ruang Lingkup

10 min read

pengertian-k3

Ketika suatu lokasi pekerjaan memiliki standarisasi yang baik maka karyawan akan semakin terjamin kesejahteraannya. Salah satu cara untuk mencapai kesejahteraan tersebut adalah melalui K3. Pengertian K3 sebagai standarisasi suatu tempat atau lokasi bekerja masih belum begitu dipahami.

Sistem ini sangat wajib untuk dipasangkan atau digunakan pada setiap perusahaan. Untuk memastikan jika karyawannya tidak mendapat bahaya Ketika bekerja. Langkah yang pertama adalah memahami fungsi dan tujuan utama dari sistem ini.

Singkatan K3

Singkatan-K3

K3 singkatan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja, serta tentunya memiliki fungsi dan tujuan tersendiri. Ketiga kata tersebut juga memiliki artian masing-masing. Pengertian K3 merupakan perkembangan dari beberapa standarisasi berikut ini.

A. Kesehatan Kerja

Kesehatan kerja tentu penting untuk diperhatikan oleh pihak perusahaan dan seorang pengusaha. Ketika program kesehatan untuk pegawai diadakan dan dijaga dengan baik maka akan ada banyak keuntungan yang didapatkan, terutama dari segi karyawan untuk lebih nyaman ketika bekerja.

Istilah ini mengacu pada sisi psikologis fisik pegawai atau pekerja. Yang akan menjadi hasil atas lingkungan kerja yang diberikan perusahaan tersebut, maka ketika ada pengukuran keamanan kesehatan bagi perusahaan, pegawai tidak akan mendapatkan dampak buruk.

B. Keselamatan Kerja

Dari segi kesehatan akan mengacu pada keselamatan kerja. Hal ini ditunjukkan ketika sebuah kondisi aman dan selamat atas penderitaan dijamin dari pekerjaan, maka akan mengurangi kerusakan dan juga kerugian di lingkungan kerja. Keselamatan ini termasuk pada setiap aktivitas dan barang.

Setiap pekerja penting memperhatikan cara yang benar untuk menggunakan alat kerja. Seperti alat yang sudah memenuhi standar. Mendukung pada aspek apapun pada prinsip K3. Contohnya adalah penggunaan helm, jaket, atau sepatu safety, serta rambu sebagai peringatan.

C. Kinerja Karyawan

Kinerja ini bisa diartikan menjadi salah satu prestasi atas kerja yang dibuat oleh karyawan. Hasilnya dihitung baik secara kualitas dan kuantitas untuk mencapai tugas dan tanggung jawab tertentu. Untuk definisi lain seperti hasil atas proses yang dilakukan Ketika menjalankan pekerjaan tertentu.

Biasanya terencana dan ada pada waktu juga tempat dari karyawan tersebut bekerja. Adapun organisasi yang bersangkutan akan mendukung apapun kegiatan karyawannya. Ukuran kinerja bisa dilihat dari mutu yang dihasilkan. Maka, penilaian terhadap standarisasi akan selalu dilakukan.

Pengertian K3

Pengertian-K3

1. Pengertian K3 Secara Umum

Dilihat dari pengertian secara umum, pengertian K3 diambil dari suatu singkatan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Hal ini mengacu pada kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia, terutama yang bekerja di suatu tempat seperti kantor, proyek, perusahaan, pabrik, dan tempat lainnya.

Bahkan hampir semua orang atau pengusaha yang ingin membuat tempat usaha harus memenuhi standarisasinya. Hal ini wajib diberlakukan dan dipatuhi baik oleh pihak perusahaan dan karyawan yang bekerja.

2. Pengertian K3 Secara Keilmuan

Segi keilmuan yang menyatakan pengertian dari K3 adalah upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan, terutama ketika sedang bekerja di beberapa lokasi pekerjaan. Mengartikan bahwa K3 ini sebagai bidang yang terkait dengan Kesehatan, Keselamatan, dan Kesejahteraan manusia.

Ketika orang tersebut sedang bekerja di sebuah institusi atau lapangan bekerja. Semua hal tersebut harus mampu untuk memastikan jika keutuhan dan kesempurnaan jasmani atau rohani harus terjaga, khususnya pada tenaga kerja yang melakukan aktivitas juga masyarakat pada umumnya.

3. Pengertian K3 Secara Filosofis

Segi filosofis mengatakan pengertian K3 artinya adalah suatu pemikiran atau upaya yang dilakukan oleh perusahaan. Di dalamnya sudah termasuk pemberian jaminan untuk keutuhan dan kemampuan jasmani. Upaya ini dilakukan untuk tenaga kerja dan masyarakat yang berada di sekelilingnya.

Jaminan ini berfungsi untuk mendapatkan hasil karya yang jauh lebih baik, termasuk menjaga agar tercapai kemampuan memberikan masyarakat yang adil dan makmur. Berawal dari lingkungan bekerja yang sudah terjaga dengan baik untuk keselamatan pegawainya.

Pengertian K3 Menurut Pendapat Para Ahli

Pengertian-K3-Menurut-Pendapat-Para-Ahli

1. Ardana

Ardana menjelaskan jika K3 adalah suatu upaya untuk memberikan perlindungan dan ditujukan untuk tenaga kerja, terutama agar tenaga kerja dan siapapun yang ada di tempat kerja selalu selamat dan sehat. K3 sebagai cara menjaga sumber produksi agar bisa digunakan secara aman dan efisien.

2. WHO

World Health Organization atau WHO memperhatikan juga K3 dalam keperawatan dan keselamatan kerja. Upaya ini memang sengaja dibuat untuk meningkatkan derajat kesejahteraan pegawai. Tentu harus dijunjung tinggi demi menjaga kesejahteraan bagi pekerjaan jenis apapun.

Dijadikan juga sebagai upaya untuk melakukan pencegahan terhadap gangguan yang terjadi kepada kesehatan pekerja. Biasanya gangguan tersebut juga disebabkan oleh pekerjaan yang dilakukannya.

3. Hadiningrum

Di lingkungan kerja ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Seperti melakukan pengawasan bagi SDM yang ada di lokasi kerja. Dilakukan agar para pekerja tidak mengalami kecelakaan ketika sedang bekerja, terutama untuk memastikan keamanan dan kesehatan pekerja di suatu perusahaan.

4. Widodo

Pendapat dari Widodo menjelaskan jika K3 merupakan suatu bidang. Keterhubungan hal tersebut dengan kesejahteraan manusia khususnya para pekerja perlu diperhatikan, terutama pada institusi di lokasi proyek atau perusahaan tersebut dan berhubungan dengan kesejahteraan pegawainya.

5. Flippo

K3 menjadi salah satu pendekatan spesifik pada penentuan kebijakan pemerintah. Berkaitan atas praktek perusahaan yang dilakukan di tempat kerja kemudian pelaksanaannya, dilihat melalui surat panggilan, denda, dan berbagai cara lainnya menggunakan beberapa dasar hukum untuk diterapkan.

Contohnya adalah Undang-Undang No.1 tahun 1970 yang mengatur tentang keselamatan kerja. Bahkan ada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan yang dibuat tahun 1996 no.5 dari sistem manajemen keselamatan kerja. Permenaker tahun 1987 No.4 juga mengatur tentang panitia pembinanya.

6. Mangkunegara

Menyebutkan bahwa K3 bisa menjadi suatu pemikiran dan juga upaya yang dilakukan untuk menjamin keutuhan juga kesempurnaan. Termasuk pada bagian jasmani dan rohani tenaga kerja yang bekerja di suatu perusahaan, khususnya pada tenaga kerja dan umumnya pada manusia.

Menjadikan hasil, karya, dan budaya sebagai salah satu cara menuju masyarakat yang adil dan makmur, serta menjadikan penerapan K3 sebagai sesuatu yang sangat penting.

7. Suma’mur

Penjelasan dari Suma’mur tentang K3 adalah sebuah rangkaian usaha dari perusahaan. Dibuat khusus untuk menciptakan suasana yang aman dan tentram di lokasi bekerja. Khususnya bagi para pekerja dan umumnya bagi masyarakat. Untuk menjamin kesejahteraan dan kelayakan hidupnya.

8. Sedarmayanti

Sedarmayanti menyebutkan K3 sebagai pengawasan bagi orang, material, mesin, dan metode pada lingkungan kerja. Apapun yang ada di lingkungan kerja harus diawasi untuk menjamin keamanan pekerja. Mencegah cedera dan kemungkinan buruk yang lainnya.

9. Simanjuntak 1994

K3 bisa disebut sebagai kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan juga kerusakan. Ketika seseorang yang bekerja juga mencakup kondisi bangunan, mesin, serta peralatan keselamatan dan kondisi pekerja aman. Menjamin apapun untuk mendukung keselamatan dan kesehatan pekerja.

10. Lalu Husni

Pendapat Lalu Husni mengenai K3 dilihat dari sudut pandang keilmuan. Bahwa menjadikannya sebagai ilmu pengetahuan dan diterapkan langsung pada usaha. Untuk mencegah berbagai kemungkinan terjadinya kecelakaan juga penyakit yang diakibatkan dari bekerja di tempat kerja.

Tujuan atau Fungsi K3

Tujuan-atau-Fungsi-K3

1. Fungsi:

  • Berdasarkan UU No.1 tahun 1970 definisi fungsi keselamatan kerja untuk mencegah kecelakaan dan sakit karena pekerjaan. Berfungsi juga untuk melindungi semua sumber yang ada pada produksi untuk digunakan secara efektif.
  • Berupaya untuk memberikan perlindungan dan pemeliharaan kesehatan dan keselamatan pekerja. Hal ini bisa membantu untuk meningkatkan kinerja dan sangat baik bagi pegawai dan perusahaan.
  • Menjaga kemudian memastikan K3 pada semua orang di lingkungan
  • Sumber produksi bisa dipastikan dan terpelihara secara baik kemudian bisa digunakan dengan aman dan pekerjaan lebih efisien.
  • Fungsi penerapannya tidak bisa dianggap remeh karena dijadikan sebagai upaya untuk mencegah berbagai penyakit akibat kerja. Kemudian mengurangi penghabisan biaya perusahaan karena sakit.
  • Bisa dijadikan untuk investasi jangka Panjang nantinya akan memberikan keuntungan yang berlimpah di masa yang akan datang.
  • Dijadikan sebagai pedoman untuk mengidentifikasi kemudian menilai risiko serta bahaya bagi keselamatan dan k
  • Fungsi lain adalah menjadikannya sebagai pedoman untuk memberikan pemantauan kesehatan, terutama terhadap keselamatan pekerja di lingkungan kerja pada suatu institusi dan perusahaan.
  • Menjadi bahan bantuan untuk memberikan saran Ketika membuat perencanaan, pengoraganisasian, desain tempat kerja, kemudian pelaksanaan kerja. Menjadikannya lebih aman dan sehat bagi pekerja.
  • Sarana informasi, edukasi, kemudian pelatihan bagi K3 di lingkungan kerja.
  • Membentuk suatu pedoman yang akan digunakan Ketika membuat desain pengendalian bahaya. Termasuk metode, prosedur dan program untuk kerja.
  • Berupaya untuk dijadikan sebagai salah satu acuan untuk mengukur keefektifan Tindakan pengendalian bahaya.

2. Tujuan:

  • Melindungi kemudian memberikan pemeliharaan bagi K3 tenaga kerja untuk membuat kinerjanya semakin meningkat.
  • Menjaga kemudian memastikan K3 bagi semua orang yang berada di lingkungan kerja termasuk masyarakat.
  • Sumber produksi akan selalu terpelihara dengan baik sebagai tujuan utamanya. Membuatnya bisa digunakan ketika saat apapun dan dengan cara yang lebih aman. Mendukung dan mempertahankan tingkat efisiensi.
  • Bertujuan untuk menjadi suatu pedoman untuk melakukan identifikasi kemudian penilaian. Terutama terhadap adanya resiko yang membahayakan K3 karyawan di lingkungan bekerja.
  • Memberikan saran untuk melakukan perencanaan terhadap desain tempat kerja. Melakukan proses organisir juga pelaksanaan kerja yang sesuai dengan standar.
  • Menjadi suatu pedoman untuk membuat desain sesuai dengan pengendalian bahaya, metode, juga prosedur dan program.
  • Bertujuan untuk menjadi suatu pedoman dalam melakukan pemantauan K3 para pekerja di lingkungan kerja.
  • Saran tentang informasi bisa diberikan kepada perusahaan dan pegawai, menjamin proses edukasi juga pelatihan tentang K3.
  • Proses pengukuran tentang keefektifan Tindakan pengendalian bahaya bisa dilaksanakan dengan baik. Termasuk untuk menjamin program pengendalian bahaya yang terjadi. Acuan ini sangat penting diperhatikan oleh perusahaan.

Sasaran K3

Sasaran-K3

K3 memiliki sasaran tersendiri yang berfungsi untuk mengatur kesejahteraan pekerja. Seperti menggunakan logo pada beberapa lokasi, mesin, dan tempat lain juga melakukan pelatihan. Beberapa sasaran K3 berfungsi untuk membuat semua perusahaan mengikuti prosedur yang ada.

  • Menjamin K3 para karyawan juga pekerja dan non-pekerja yang ada di lingkungan perusahaan.
  • Menjamin setiap alat yang digunakan untuk proses produksi selalu aman.
  • Memberikan jaminan setiap produksi selalu terlaksanakan dengan aman, lancar, dan efisien.

Ruang Lingkup K3

Ruang-Lingkup-K3

1. Alat dan Bahan Kerja

Di tempat atau lokasi bekerja, alat kemudian bahan kerja menjadi salah satu hal yang mempengaruhi K3. Materi tersebut merupakan hal yang dibutuhkan untuk berbagai kegiatan produksi yang dilakukan. Menjadikannya sebagai salah satu faktor penentu untuk melakukan proses produksi.

Setiap kelengkapan dan kondisi alat kerja berikut dengan bahan harus dilakukan cek secara berkala. Terdapat beberapa simbolyang digunakan sebagai penandanya. Bahan yang digunakan juga harus selalu diperhatikan contohnya penggunaan bahan kimia dan proses tertentu.

Setiap pekerja akan dituntut untuk menggunakan alat keselamatan untuk meminimalisir potensi bahaya. Tentu penggunaan posterjuga akan digunakan untuk memastikan pekerja selalu ingat akan apapun yang harus dilakukan.

2. Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja menjadi tempat para pekerja untuk melakukan aktivitas sehari-harinya. Biasanya harus ada sertifikasi tertentu yang digunakan. Seperti mengharuskan penggunaan ventilasi, penerangan, juga situasi yang memadai di lapangan pekerjaan.

Hal ini diberlakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan ketika bekerja. Ketika lingkungannya tidak memadai maka akan ada dampak yang buruk pada jangka waktu tertentu, terutama bagi kesehatan mata pencaharian pekerja dan bisa menimbulkan berbagai penyakit.

3. Metode Kerja

Metode bekerja menjadi salah satu prosedur yang harus dijaga. Sebagai standarisasi dari cara kerja yang harus dilakukan oleh semua orang di perusahaan. Dijadikan sebagai SOP atau standar operasional prosedur dari suatu perusahaan. Dibuat agar pekerjaan dapat dicapai secara efisien.

Keefektifan pekerjaan juga bisa dilihat dari faktor ini. Misalnya prosedur bagi yang mengoperasikan beberapa mesin atau penggunaan APD yang sesuai dengan standar. Adapun batas maksimal jam kerja bagi para pekerja yang telah ditentukan pada SOP tersebut.

Digunakan agar dapat meminimalisir berbagai potensi dari risiko bekerja dan kesehatan pekerjanya. Jenis bahaya pada K3 juga sudah diatur dan disebutkan untuk dipastikan terjaga pada suatu perusahaan.

Sistem Manajemen K3

Sistem-Manajemen-K3

1. Current System Appraisal

Sistem manajemen yang pertama adalah Current System Appraisal. Menjadi salah satu bagian awal dari analisis kesenjangan atau gap dari berbagai syarat atas K3. Diberlakukan berdasarkan PP No.50 pada tahun 2012 yang menyebutkan inisiatif dari organisasi ini sudah dilakukan.

Pelaksanaannya bisa dilakukan dengan cara pertemuan Bersama tim konsultan, terutama perwakilan dengan klien perusahaan.

2. Design and Development

Bagian tahap ini akan menjadi salah satu proses training untuk awareness. Diberlakukan agar pembuatan prosedur dan dokumentasi yang diwajibkan dari persyaratan bisa dilaksanakan. Training ini akan disampaikan dalam bentuk presentasi, diskusi, kemudian tanya jawab.

Materi yang diberikan juga dibentuk sesuai dengan kisi-kisi dasar hukum penerapan sistem manajemen K3. Kemudian berbagai konsep dan pengelolaan K3 di organisasi mencakup elemen persyaratan. Beberapa contoh kasus atau insiden K3 juga akan diberlakukan.

3. Implementation system

Tahapan ini akan meliputi implementasi dari sistem K3 yang dijalankan sesuai dengan apa yang ada di PP No.50 pada tahun 2012. Termasuk untuk menjalankan sistem K3 berdasarkan PP tersebut. Maka klien akan mulai dibimbing dengan proses konsultasi yang ada di perusahaan.

Bimbingan tersebut berfungsi untuk menjalankan prosedur sesuai dengan komitmen yang sudah dibuat di tahap kedua. Pada sistem yang kali ini semua pekerja dan klien harus mematuhi setiap SOP yang diberlakukan oleh perusahaan dan sesuai dengan undang-undang.

4. Audit dan Review

Audit dan review akan dilakukan di tahap terakhir pada bagian ini. Berupa sebuah perjalanan untuk melakukan auditing dan review terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja. Biasanya konsultan memberikan pelatihan terlebih dahulu yang dilakukan secara klasikal juga dalam bentuk presentasi.

Untuk memberikan suatu kejelasan biasanya juga akan diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai diskusi dan lokakarya atau simulasi. Prinsip tanya jawab akan diberlakukan agar tidak terjadi kesalahan pada prosedur. Biasanya akan berlangsung selama 2 hari termasuk klien dan manajemen perusahaan.

Jenis-Jenis Bahaya K3

Jenis-Jenis-Bahaya-K3

1. Bahaya kimia

Jenis bahaya yang pertama dari K3 termasuk bahaya kimia. Biasanya dalam sistem yang dijalankan pekerja harus menggunakan alat perlindungan diri agar menjamin keamanannya. Bahan kimia ini menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk proses produksi pada suatu perusahaan.

Bahaya yang ditimbulkan ada pada kontak langsung antara pekerja dengan bahan atau mungkin yang terhirup. Harga kesehatan dan keselamatan tidak sebanding dengan resikonya. Beberapa jenis Bahan kimia yang dimaksudkan berbahaya seperti yang mudah menguap.

Termasuk beberapa bahan kimia yang bisa menimbulkan penyakit pada manusia. Pembakaran plastik misalnya akan menghasilkan bahaya yang sangat buruk bagi pernapasan, terutama jika pekerja menghirup jumlah uap hasil pembakaran ini terlalu banyak dan menyebabkan penyakit paru-paru.

2. Bahaya Fisika

Banyak hal yang berhubungan dengan fisika di perusahaan contohnya listrik dan mesin. Gangguan yang timbul biasanya seperti mesin yang akan menimbulkan kebisingan. Tentu keadaan suhu ruangan yang terlalu panas dan dingin juga termasuk pada faktor fisika.

Hal tersebut bisa menimbulkan bahaya bagi para pekerja. Gangguan pendengaran bisa saja terjadi dari paparan kebisingan yang terjadi di lapangan kerja. Pencahayaan juga penerangan yang kurang bisa menyebabkan rasa sakit pada mata dan membahayakan bagi kesehatan.

3. Bahaya Biologi

Apa yang dimaksud bahaya biologi disini biasanya berasal dari bahan produksi. Jenis bahaya pada bagian biologi sering disebabkan oleh mikroorganisme. Biasanya berada di sekitar lingkungan kerja tersebut bahkan sering tidak dapat terlihat oleh mata.

Mikroorganisme ini biasanya masuk kedalam tubuh dan tanpa diketahui bisa membahayakan, terutama bagi kesehatan dari pekerja dan siapapun di lingkungannya.

Ketika hal ini terjadi biasanya akan membutuhkan banyak penanganan untuk dilakukan, terutama setelah ada salah satu atau beberapa pekerja yang terinfeksi. Contoh yang mungkin terjadi adalah terkena bisa ular atau berbagai virus dan bakteri dari bahan produksi.

4. Bahaya Mekanik

Bahaya yang satu ini berasal dari benda yang bergerak seperti yang ada pada konstruksi. Contohnya, benda tajam atau berukuran lebih besar dan juga berat. Nantinya bisa menimbulkan resiko bagi para pekerja seperti tertusuk atau mungkin terjepit dan terpotong.

Biasanya kegiatan yang menyangkut penggunaan alat seperti itu akan membutuhkan tenaga ahli. Apa yang dimaksud ahli disini adalah orang yang sudah berpengalaman. Membantu untuk mengurangi resiko kecelakaan atau gangguan pada kesehatan karyawan.

5. Bahaya Ergonomic

Maksud dari bahaya ekonomi disini berasal dari ketidaksesuaian yang terjadi dari desain alat atau fasilitas kerja. Kapasitas tubuh pekerja juga akan dibutuhkan sebagai ukuran keselamatan. Biasanya akan menggunakan beberapa simbol tertentu.  Akan menimbulkan rasa misalnya sakit pada tubuh.

Karena jenis pekerjaan yang memberatkan tubuh, maka memungkinkan yang perlu diberlakukan di sini yaitu memastikan bahwatidak ada seorang pun yang mendapatkan kecelakaan kerja, baik pekerja atau siapapun yang ada di lingkungan tersebut.

UU K3

UU-K3

A. Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Banyak orang yang membuat makalah mengenai K3 menggunakan undang-undang ini. Peraturan sudah dibuat dengan jelas tentang kewajiban pimpinan perusahaan kemudian pekerja untuk patuh dan tunduk terhadap K3. Pelaksanaan ini wajib dipatuhi oleh siapapun sebagai dasar hukum yang berlaku.

B. Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan

Menyatakan tentang kewajiban perusahaan secara khusus mengenai penindakan pemeriksaan kesehatan badan. Kondisi mental dan fisik juga termasuk untuk mengukur kemampuan fisik pekerja yang baru. Menyesuaikan dengan sifat pekerjaan yang diberikan perusahaan.

Pemeriksaan harus dilakukan secara berkala dan para pekerja wajib untuk menggunakan APD Ketika bekerja. Tentu harus dilaksanakan dengan tepat kemudian mematuhi semua syarat keselamatan K3 yang telah diwajibkan pemerintah.

C. Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 Pasal 23

Kepentingan kesehatan akan selalu ditekankan. supaya setiap pekerja nantinya bisa bekerja dengan sehat. Tentu tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat di sekeliling lingkungan kerja. Memastikan produktivitas kerja selalu optimal dan berjalan sesuai dengan SOP yang berlaku.

D. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Mengatur Tentang Ketenagakerjaan

Peraturan yang ada di Undang-Undang ini senantiasa berhubungan dan akan mengatur mengenai segala hal yang berhubungan dengan ketenagakerjaan.

Termasuk untuk mengatur upah kerja, hak maternal pegawai, jam kerja, cuti, lalu K3 yang berlaku. Hal ini penting untuk diperhatikan agar apapun berjalan lancar.

Menjadikan peraturan ini sebagai penjabaran kemudian kelengkapan dari aturan tersebut. Pemerintah bahkan sudah mengeluarkan PP dan keputusan presiden mengenai K3 ini yang harus dipatuhi:

  • Peraturan Pemerintah RI No. 11 tahun 1979, mengatur tentang keselamatan kerja pada pemurnian kemudian pengolahan minyak dan gas bumi.
  • Peraturan Pemerintah RI 7 tahun 1973 tentang pemberian pengawasan atas peredaran, penyimpanan, kemudian penggunaan pestisida.
  • Peraturan Pemerintah RI13 Tahun 1973 tentang pengaturan dan pengawasan keselamatan kerja khususnya pada bidang pertambangan.
  • Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 mengenai penyakit yang timbul akibat hubungan kerja.

Apa Peran K3 Bagi Perusahaan?

Apa-Peran-K3-Bagi-Perusahaan

Masing-masing tenaga kerja harus memiliki hak terutama untuk mendapatkan perlindungan dari K3 yang layak. Kemudian diharuskan untuk meningkatkan produksinya. Siapapun yang ada di lingkungan kerja harus dijamin keselamatannya membuat siapapun berhak terjaga dari segala kecelakaan.

Sumber yang digunakan untuk kegiatan produksi harus digunakan dengan cara yang aman dan efisien. Perusahaan harus melakukan Tindakan yang antisipatif dari perusahaan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan dan penyakit.

Mengapa K3 Penting Untuk Dipatuhi?

Mengapa-K3-Penting-Untuk-Dipatuhi

1. Menjaga Hak dan Kewajiban Pegawai

Setiap pegawai yang bekerja di suatu perusahaan harus selalu terjaga hak dan kewajibannya, terutama untuk mendapatkan pendapatan atau penghasilan yang penting untuk diperhatikan. Membuat kinerja atau kewajiban dari pegawai akan selalu dilakukan dan meningkatkan produktivitas.

2. Menjaga Hak dan Kewajiban Perusahaan

Setiap perusahaan wajib untuk memberikan dan melakukan kewajibannya bagi pegawai yang bekerja. Terutama untuk mendapatkan apa yang seharusnya diberikan oleh pegawai. Membuat perusahaan dapat menerima keuntungan tanpa merugikan hak dan kewajiban pegawai yang bekerja.

3. Membantu Proses Produksi Agar Terjamin dan Pasti

Suatu perusahaan pasti ingin untuk mendapatkan hasil produksi yang efektif. Hal ini hanya bisa didapatkan dengan jaminan proses produksi yang terjamin. Semua itu berawal dari pengertian K3 yang diberlakukan sehingga segala sesuatu yang dilakukan bisa dengan mudah terorganisir.

Misalnya pemeliharaan berbagai barang dan mesin yang digunakan. Termasuk keamanan dan kenyamanan pegawai yang bekerja harus selalu sesuai dengan SOP yang berlaku. Tentunya perusahaan memiliki hak dan kewajiban atas SOP yang diberlakukan.

Ketika K3 di dalam perusahaan mampu untuk diterapkan maka segala jenis kegiatan dapat berjalan lancar. Dilihat dari pengertian K3 maka standarisasi ini memiliki peran yang sangat penting, terutama kesejahteraan pekerja berawal dari lingkungan kerja yang kondusif dan juga aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *