Pengertian Majas : 4 Jenis dan Contohnya (Lengkap)

5 min read

pengertian-majas

Pengertian majas yaitu gaya bahasa yang menjadi unsur penting dalam karya sastra. Meski banyak digunakan dalam karya sastra, namun masih banyak yang belum paham apa yang dimaksud dengan majas. Sekarang saya tanya, apa pembaca sudah tahu majas itu biasa digunakan untuk apa?

Jawabannya adalah:

Majas digunakan dalam penulisan puisi maupun prosa dan berupa kiasan atau makna konotatif.

Keberadaan majas di dalam suatu karya sastra dimaksudkan agar efek emosional dapat tersampaikan dengan baik. Untuk mengenal majas, macam-macam majas, dan contohnya secara lebih jelas, simak ulasan berikut ini yuk!

Apakah yang Dimaksud Majas?

Apakah-yang-Dimaksud-Majas

Majas merupakan sebuah pemanfaatan kekayaan bahasa dan pemakaian ragam bahasa tertentu untuk menghasilkan sebuah karya sastra yang lebih hidup dan memiliki ciri khas. Berikut ini pengertian mengenai majas secara umum, KBBI, dan pendapat para ahli.

1. Secara Umum

Secara-Umum

Pengertian majas yaitu gaya bahasa untuk menyampaikan pesan dari penulis kepada pembaca secara imajinatif dan konotatif atau kiasan (makna tidak sebenarnya). Di dalam sebuah karya sastra, majas dapat berbentuk lisan atau tulisan yang tujuannya untuk mewakili perasaan pembaca.

2. Pengertian Majas Menurut KBBI

Menurut-KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas adalah suatu kiasan atau cara untuk mengungkapkan dan melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain. Secara singkat, majas merupakan suatu gaya bahasa yang memiliki makna tidak sebenarnya.

3. Menurut Ahli

Menurut-Ahli

Majas menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan merupakan cara penulis untuk mengungkapkan pikiran, kepribadian, dan jiwanya melalui bahasa yang khas. Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Goris Keraf, majas yang baik harus mengandung 3 dasar, yaitu sopan santun, menarik, dan jujur.

Menurut Aminuddin, majas merupakan suatu cara dan gaya bahasa yang digunakan oleh penulis atau pengarang untuk menyampaikan gagasan yang memberikan efek emosional dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dari suatu karya sastra.

Luxemburg dkk. juga memiliki pendapat mengenai majas, yaitu suatu gaya bahasa yang mampu memberikan ciri khas pada suatu teks atau karya sastra. Tiap teks karya sastra memiliki ciri khasnya masing-masing yang berbeda dengan teks lainnya.

Jenis Majas dan Contohnya

Majas terbagi menjadi beberapa macam atau jenis dan memiliki pengertian atau arti yang berbeda-beda. Untuk memahami secara lebih jelas, berikut ini adalah jenis-jenis majas dan contohnya.

1. Majas Perbandingan

Majas-Perbandingan

Majas perbandingan merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lainnya. Majas ini biasa digunakan untuk menyandingkan objek melalui proses penyamaan, penggantian, atau pelebihan yang terbagi dalam beberapa jenis yaitu sebagai berikut.

a. Metafora

Majas metafora yaitu gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan melalui penggambaran suatu objek yang memiliki sifat yang sama. Bisa disimpulkan bahwa majas ini membandingkan suatu objek dengan objek lainnya yang memiliki sifat yang sama, tapi bukan manusia.

Contoh:

  • Sang ayah memeluk buah hatinya yang terkulai lemah dan bersimbah darah
  • Rina gemar sekali membaca, karena baginya buku adalah gudang ilmu

b. Personifikasi

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menghidupkan benda mati seolah-olah bertingkah seperti manusia.

Contoh:

  • Angin malam membelai wajahku
  • Orang-orangan sawah menari-nari dan membuat burung beterbangan

c. Hiperbola

Majas ini merupakan gaya bahasa yang menggunakan ungkapan atau ujaran untuk menggambarkan atau melukiskan suatu hal secara berlebihan dan kadang terdengar tidak masuk akal.

Contoh:

  • Pak Badrun banting tulang untuk membayar biaya perawatan anaknya yang sakit keras.
  • Ia sangat sedih kehilangan kekasihnya hingga air matanya menganak sungai membasahi pipi.

d. Asosiasi

Majas ini merupakan majas yang digunakan untuk membandingkan satu objek dengan objek lainnya yang berbeda, tapi dianggap memiliki kesamaan. Gaya bahasa ini biasanya menggunakan kata sambung yaitu seperti, bak, atau bagaikan.

Contoh:

  • Meski ia menikah dengan seorang saudagar kaya, namun hidupnya bak burung di dalam sangkar

e. Eufemisme

Gaya bahasa ini menggunakan kata yang halus untuk menggantikan kata-kata yang terdengar kasar, sehingga terdengar lebih sopan.

Contoh:

  • Karena aksi pencurian motor, pemuda itu harus tinggal di hotel prodeo
  • Anak bungsu Bu Ita adalah tuna wicara

f. Simile

Gaya bahasa ini digunakan untuk membandingkan dua kegiatan yang berbeda, namun yang dibandingkan bukanlah benda atau objek tertentu dengan menggunakan kata hubung yaitu bagaikan, bak, atau seperti.

Contoh:

  • Anton sangat patuh dengan bosnya seperti kerbau dicucuk hidungnya
  • Bagaikan singa kelaparan, ia melahap semua makanan yang ada di depannya

g. Metonimia

Majas ini merupakan gaya bahasa yang menggunakan nama atau merk dagang tertentu untuk merujuk suatu barang atau objek tertentu.

Contoh:

  • Bapak memintaku untuk membelikan sebungkus Gudang Garam
  • Paman Frans berangkat ke Bali siang ini naik Garuda

h. Alegori

Majas alegori merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan suatu hal atau peristiwa dengan penggambaran atau kiasan tertentu.

Contoh:

  • Bak petir di siang bolong, Pak Broto terduduk lemas mendengar anak satu-satunya meninggal dunia.

i. Sinekdok

Majas pertautan ini biasanya digunakan untuk menunjukkan atau mengungkapkan sesuatu yang mewakilinya. Sinekdok dibagi lagi menjadi 2 macam yaitu sebagai berikut.

  • Pars Pro Toto yaitu majas yang menyebutkan Sebagian unsur untuk mewakili suatu benda secara keseluruhan. Contohnya yaitu ke mana perginya si Amir, sejak tadi pagi tidak kelihatan batang hidungnya?
  • Totem Pro Parte yaitu majas yang menyebutkan keseluruhan suatu objek untuk mewakili sebagian hal atau objek yang dimaksud. Contohnya yaitu tadi malam Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam dan mencetak skor 2-1.

j. Simbolik

Gaya bahasa ini digunakan untuk membandingkan antara manusia dengan sikap atau perilaku makhluk hidup lain.

Contoh:

  • Allesya adalah gadis yang dikagumi oleh pria seperti ratu lebah
  • Gadis yang tinggal di dekat sungai itu menjadi buah bibir warga di sekitarnya

2. Majas Sindiran

Majas-Sindiran

Majas sindiran merupakan gaya bahasa yang tujuannya menyindir perilaku seseorang atau kondisi tertentu menggunakan kata kiasan. Majas ini terbagi menjadi 3 jenis yaitu sebagai berikut.

  • Ironi merupakan majas yang menggunakan kata-kata halus untuk menyindir sesuatu, contohnya yaitu kamu datang pagi sekali sampai rapat sudah selesai.
  • Sarkasme merupakan majas yang menggunakan kalimat dengan kata kasar untuk menyampaikan sindiran, contoh majas ini yaitu dasar penjilat, belum puas kamu merampas hak orang lain!
  • Sinisme merupakan majas yang sedikit kasar untuk menyampaikan sindiran secara langsung terhadap suatu hal atau seseorang, contoh majas ini yaitu kamu jarang sekali mengikuti pelajaran, semoga kamu naik kelas dengan nilai terbaik, ya.

3. Majas Pertentangan

Majas-Pertentangan

Majas ini merupakan gaya bahasa yang bertentangan dengan maksud asli penulis dengan menggunakan kata kiasan atau kata yang memiliki makna tidak sebenarnya (konotasi). Majas ini dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut ini.

  • Litotes yaitu majas yang melukiskan hal-hal sekecil-kecilnya yang bertujuan untuk merendahkan sesuatu. Contoh majas ini yaitu apabila Anda ada waktu, boleh mampir ke gubuk kami untuk minum kopi sambil berbincang.
  • Antitesis yaitu majas atau gaya bahasa yang menggunakan perpaduan pasangan kata yang saling bertentangan. Contoh majas ini yaitu berat ringan kehidupan harus tetap kita jalani dan berserah kepada Allah SWT.
  • Kontradiksi Interminis merupakan majas yang berisi tentang ungkapan atau ujaran penyangkalan yang biasanya menggunakan konjungsi ‘kecuali’ atau ‘hanya saja’. Contohnya yaitu semua tampak bahagia, kecuali gadis yang duduk di pojok belakang itu terlihat sedih.
  • Paradoks merupakan gaya bahasa yang berisi tentang ungkapan suatu kejadian atau peristiwa yang situasinya berkebalikan. Contohnya yaitu Pak Seri terkenal paling kaya di kampungnya, tetapi sangat miskin di hadapan Tuhan.

4. Majas Penegasan

Majas-Penegasan

Gaya bahasa ini menggunakan kata-kata yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar menyetujui ungkapan atau ujaran yang ditegaskan. Majas ini terbagi menjadi beberapa macam yaitu sebagai berikut ini.

 a. Repetisi

Majas ini merupakan gaya bahasa yang mengulang kata tertentu beberapa kali. Contoh majas ini yaitu sebagai berikut.

Ia akan terus belajar, belajar, dan belajar sampai keinginannya mendapat beasiswa tercapai.

b. Pleonasme

Majas pleonasme merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk memperjelas arti atau maksud menggunakan kata berulang. Contoh majas ini yaitu sebagai berikut.

Yura masuk ke dalam ruang kelas dengan tergesa-gesa, tiba-tiba guru memanggilnya untuk maju ke depan kelas karena terlambat.

c. Retorika

Majas retorika merupakan gaya bahasa yang memberikan penegasan dalam bentuk pertanyaan, namun tidak membutuhkan jawaban. Contoh majas ini yaitu sebagai berikut ini.

Ke mana aku harus pergi kalau sudah seperti ini?

d. Klimaks

Gaya bahasa ini menggunakan kata-kata berurutan yang semakin lama semakin memuncak. Contoh majas ini yaitu jangankan seratus ribu, lima ratus ribu, satu juta, atau dua juta, aku akan tetap membelinya tanpa menawar.

e. Anti Klimaks

Gaya bahasa ini merupakan kebalikan dari majas klimaks yaitu menggunakan kata berurutan yang semakin lama semakin menurun.

Contoh:

Apalagi satu tahun, sebulan, seminggu, sehari, satu detik pun aku tak akan meninggalkanmu.

f. Paralelisme

Gaya bahasa ini menggunakan kata-kata yang diulang-ulang untuk mengungkapkan berbagai definisi yang berbeda. Contoh majas ini sebagai berikut ini.

Semua yang kau lihat

Semua yang kau dengar

Semua yang sudah terjadi

Semua tidak sepenuhnya benar

g. Tautologi

Gaya bahasa ini menggunakan persamaan kata atau sinonim untuk menegaskan suatu kondisi atau situasi tertentu. Contoh majas ini yaitu sebagai berikut.

Mau seberapa lama kamu memintaku untuk menanti, menunggu, dan setia mengharap kepulanganmu, aku pasti akan melakukannya.

Majas Dalam Puisi

Majas-Dalam-Puisi

Penggunaan majas dalam penulisan karya sastra puisi merupakan satu unsur terpenting yang tidak boleh terlewatkan. Majas akan membuat puisi menjadi lebih indah, menarik, dan lebih hidup. Jenis majas yang biasa digunakan di dalam puisi yaitu personifikasi, metafora, dan hiperbola.

Berikut ini merupakan penggalan puisi “Mata Pisau” karya Sapardi Djoko Damono yang mengandung majas.

Mata pisau itu tak berkejap menatapmu

Kau yang baru saja mengasahnya

Berpikir ia tajam untuk mengiris apel

Yang tersedia di atas meja

Pada penggalan puisi di atas, pisau bertindak seperti manusia yang bisa menatap seperti mata pada manusia. Majas tersebut akan membuat pembaca dapat membayangkan dan menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui penggunaan gaya bahasa yang bermakna konotatif.

Kini Anda lebih mengenal apa itu majas dan jenis-jenisnya. Penjelasan di atas yang disertai contoh bisa Anda jadikan referensi dan tambahan ilmu yang bermanfaat, sehingga Anda lebih paham dan mengerti tentang pengertian majas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *