Pengertian Manajemen Secara Umum/Ahli : Fungsi, Cabang, Peran

7 min read

pengertian-manajemen

Pengertian Manajemen – Tentunya, suatu permasalahan selalu ada dalam perusahaan atau organisasi. Apabila tidak segera dipecahkan, permasalahan semakin buruk dan dapat mengancam keutuhan organisasi tersebut. Itulah sebabnya manajemen sangat diperlukan dalam perusahaan.

Dengan begitu, setiap organisasi atau perusahaan dituntut memahami pengertian manajemen, supaya tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai dengan baik. Oleh karena itu, Anda harus paham betul mengenai manajemen dalam perusahaan. Penasaran bagaimana mengelola manajemen dan fungsi-fungsinya? Cek disini yuk!

Pengertian Manajemen

Manajemen sendiri memiliki arti yang sangat luas, baik manajemen secara umum maupun manajemen menurut para ahli. Untuk menambah wawasan tidak ada salahnya mempelajari keduanya. Simak penjelasannya disini yuk!

1. Secara Umum

Pengertian-manajemen-secara-umum

Kualitas organisasi atau perusahaan tergantung pada manajemen yang diterapkan. Apabila menerapkan manajemen dengan baik, perusahaan dapat menciptakan lingkungan yang positif.

Sebenarnya, manajemen tidak hanya dibutuhkan oleh organisasi atau perusahaan. Setiap individu juga membutuhkan manajemen diri untuk mencapai tujuan hidupnya.

Seperti contohnya, setiap individu pasti memiliki tujuan hidup, visi, dan manfaat yang akan diberikan untuk orang lain. Untuk menyeimbangkan tujuan tersebut, setiap orang harus memiliki perspektif waktu yang panjang.

Apabila memiliki lebih dari satu tujuan hidup, tentu bagaimanapun hal tersebut tidak dapat dicapai secara bersamaan. Oleh karena itu, setiap individu harus memilih mana yang menjadi prioritas. Betul bukan?

Karena masih ada tujuan-tujuan yang lain, individu dituntut untuk menuntaskan prioritas terlebih dahulu. Kunci utama mencapai tujuan adalah fokus. Dalam hal ini jangan terpaku dengan parameter eksternal, gunakan diri sendiri sebagai alat ukur.

Akan tetapi, semua hal tersebut tidak akan tergapai tanpa adanya manajemen diri. Bagaimana diri sendiri dapat mengendalikan pikiran, tubuh, perasaan, spiritual. Bukan hanya itu, bahkan waktu juga harus dapat diatur dengan baik.

Dari ilustrasi di atas, seharusnya Anda sudah paham dong apa itu arti manajemen?

Manajemen memiliki arti singkat mengatur. Jadi, secara umum manajemen adalah suatu hal yang berperan mengatur atau bawahan untuk mencapai tujuan, baik diri sendiri ataupun organisasi.

2. Menurut Ahli

pengertian-manajemen-menurut-ahli

Mengumpulkan dari berbagai sumber, manajemen memiliki pengertian berbeda menurut para ahli.

a. FW Taylor

Pengertian manajemen menurut FW Taylor, yaitu seni memahami apa, kapan, dan bagaimana memulai proses. Serta memastikan proses tersebut dilakukan dengan cara terbaik.

b. Harood Koonzt

Pengertian manajemen menurut Harood Koonzt, yaitu seni menyelesaikan suatu proses bersama dengan orang-orang dalam organisasi. Dimana proses tersebut menciptakan lingkungan, di dalam lingkungan itu sendiri terdapat individu yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan.

c. Kreitner

Pengertian manajemen menurut Kreitner, yaitu proses pemecahan suatu masalah untuk mencapai tujuan organisasi. Sumber daya dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk membantu jalannya tujuan tersebut.

d. Megginson, Mosley, dan Pietri

Pengertian manajemen menurut Magginson, Mosley, dan Pietri, yaitu serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan sumber daya manusia, ekonomi, dan fisik. Hal tersebut harus diimbangi dengan adanya perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian fungsi.

e. Van Fleet dan Peterson

Pengertian manajemen menurut Van Fleet dan Peterson, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai satu atau lebih tujuan, dalam mengejar tujuan tersebut memanfaatkan dan mengelola sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.

Fungsi dan Tujuan Manajemen

1. Planing atau Perencanaan

Planing-atau-Perencanaan

Fungsi pertama dalam manajemen adalah perencanaan, hal ini dilakukan untuk membuat dan menetapkan rencana. Di dalam organisasi atau perusahan pasti terdapat komponen meliputi ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara.

Setiap komponen dalam perusahaan mengemban tanggung jawab yang berbeda. Bukan hanya itu, tingkatan divisi dan staf dalam perusahaan juga turut andil dalam melaksanakan manajemen dalam organisasi.

Sementara itu, tercapainya tujuan sangat ditentukan oleh perencanaan yang disusun. Sumber daya yang ada dapat dikelola dengan baik karena adanya perencanaan yang baik pula. Jalannya organisasi atau perusahaan menjadi lebih jelas dan terarah karena dimulai dengan perencanaan yang tepat.

2. Organization atau Pengorganisasian

Organization-atau-Pengorganisasian

Pengorganisasian dapat dikatakan sebagai kegiatan koordinasi semua kegiatan pendukung tercapainya tujuan. Biasanya kegiatan tersebut mencakup pengelolaan sumber daya, pembagian tugas, pelaksanaan hak, otoritas, dan masih banyak lagi.

Fungsi ini dilaksanakan untuk membagi kegiatan besar menjadi beberapa bagian lebih kecil. Sehingga, tim manajemen lebih mudah menyelesaikan tanggung jawab dan tugasnya. Selain itu, manajer lebih mudah membagi tugas kepada masing-masing komponen perusahaan, serta membantu pengawasan menjadi lebih mudah.

Lebih jelasnya, pengorganisasian meliputi menentukan tugas, pengelompokan tugas, menetapkan tanggung jawab masing-masing komponen, serta bertanggung jawab menentukan tingkatan keputusan yang diambil.

3. Actuating atau Pelaksanaan

Actuating-atau-Pelaksanaan

Tanpa adanya pelaksanaan, manajemen tidak akan berjalan dengan baik. Sehingga, tujuan organisasi tidak terlaksana dan tidak ada suatu pencapaian yang akan diraih. Dengan kata lain, pelaksanaan tindakan nyata untuk mencapai tujuan sebagai penyeimbang perencanaan dan pengorganisasian.

Fungsi ini mengupayakan anggota agar berusaha menjalankan tugas sesuai dengan rencana dan tujuan organisasi. Di sinilah peran penting seorang manajer, mereka yang menduduki posisi ini harus mampu mengarahkan anggotanya.

4. Controlling atau Pengendalian

Controlling-atau-Pengendalian

Terakhir, fungsi pengendalian untuk memastikan semua tugas dan kegiatan telah dilaksanakan sesuai rencana. Apabila belum berjalan dengan semestinya, manajer segera mencari jalan keluar yang paling efisien.

Pengendalian juga digunakan untuk melakukan pencegahan dan meminimalisir hal-hal yang memiliki resiko menghancurkan organisasi. Jika ditemukan penyimpangan, maka kembali ke fungsi pertama. Memperbarui perencanaan dan memulai dari awal.

Sedangkan tujuan manajemen itu sendiri antara lain melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang ditetapkan oleh tim manajemen. Strategi yang dipilih bersifat efektif dan efisien agar tujuan tercapai dengan maksimal. Dengan adanya manajemen, tim akan lebih mudah mengevaluasi kinerja, serta meninjau dan mengkaji situasi untuk melakukan penyesuaian.

Apabila ada penyimpangan pelaksanaan strategi, tim lebih mudah melakukan koreksi dalam waktu yang cepat. Apabila kondisi lingkungan berubah atau tidak lagi sesuai dengan strategi, tim dapat segera memperbaharui strategi tersebut dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan saat ini.

Selain itu, manajemen bertujuan untuk meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada. Tim manajemen juga dapat mengembangkan inovasi terkait kegiatan agar lebih teratur.

Cabang Ilmu dari Manajemen dan Pengertiannya

Ilmu manajemen memiliki beberapa cabang yang perlu diketahui. Mungkin ada beberapa yang sudah dipelajari di bangku kuliah. Cabang ilmu manajemen tersebut antara lain:

1. Manajemen Produksi

Manajemen-Produksi

Manajemen produksi merupakan cabang ilmu yang memiliki fungsi sebagai pengkoordinasi semua kegiatan dalam mencapai tujuan. Cabang ilmu ini sangat berkaitan dengan pengambilan keputusan terkait dengan proses produksi.

Untuk merancang manajemen produksi yang efektif dan efisien, maka perlu diperhatikan pemilihan bahan baku, tempat produksi, dan hasil akhir produk. Serta memastikan mutu kualitas dan produk sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Produksi yang berjalan tanpa manajemen yang baik dapat meningkatkan pengeluaran perusahaan. Hal ini karena banyak barang yang akhirnya tidak terpakai karena tidak sesuai dengan permintaan konsumen, serta tidak memiliki nilai jual.

Untuk menghindari hal tersebut, manajemen produksi harus menentukan lokasi pabrik, merancang letak alat produksi, merancang proses produksi, memiliki teknik pemeliharaan yang baik, paham mengenai perencanaan, dan masih banyak lagi.

2. Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen-Sumber-Daya-Manusia

Pengertian manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah ilmu manajemen yang mempelajari tentang cara mengatur hubungan kerja dan peranan tenaga kerja. Dimana tenaga kerja tersebut dapat digunakan secara maksimal, efektif, dan efisien.

Manajemen SDM memiliki kewajiban mengelola seluruh tenaga kerja agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Kriteria tenaga kerja yang diinginkan antara lain berkualitas, produktif, dan kreatif.

Sedangkan tim manajemen SDM atau personalia harus memiliki kemampuan selektif dalam merekrut karyawan baru, menilai kinerja karyawan, serta membuat perencanaan karier semua karyawan, baik karyawan di perusahaan maupun di pabrik.

Bukan hanya itu, tim manajemen ini diharapkan mampu memaksimalkan sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan. Hal ini dilakukan agar kinerja karyawan lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan.

3. Manajemen Pemasaran

Manajemen-Pemasaran

Di dalam perusahaan, manajemen pemasaran sangat penting karena berhubungan dengan pemasaran. Pemasaran sendiri merupakan aspek utama penentu berjalannya promosi produk, branding, dan penjualan.

Pengertian manajemen pemasaran adalah kegiatan yang menjadi ujung tombak dalam perusahaan. Hal ini karena pemasaran sangat menentukan apakah perusahaan tersebut dapat bertahan, berkembang, dan mendapat keuntungan.

Pengendalian perencanaan, penerapan dirancang secara sistematis oleh manajemen pasar. Program dirancang untuk menciptakan dan mempertahankan pertukaran. Pertukaran yang dimaksud adalah pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sebagai targetnya, tujuannya tidak lain untuk memperoleh keuntungan.

Beberapa hal yang wajib dikuasai oleh manajemen pemasaran antara lain pemasaran online, branding produk, pemasaran rasional, komunikasi pemasaran, kebijakan harga, memprediksi penjualan, statistik bisnis, serta manajemen pembelian.

4. Manajemen Keuangan

Manajemen-Keuangan

Pengertian manajemen keuangan yaitu seluruh kegiatan terkait dana perusahaan yang dikelola melalui perencanaan, pemeriksaan, pengelolaan, penganggaran, pencarian, dan penyimpanan. Tim manajemen yang terlibat memiliki tanggung jawab untuk memastikan semua kegiatan yang dilakukan mencapai tujuan secara ekonomis dengan profit yang besar.

Pihak yang terlibat dalam manajemen keuangan diwajibkan memiliki kemampuan antara lain manajemen resiko, manajemen keuangan internasional, pasar modal, investasi, dan saham. Selain itu, tim manajemen keuangan harus mengetahui seluruh aktivitas keuangan perusahaan. Menganalisa sumber dana dan menggunakannya untuk merealisasikan tujuan perusahaan.

Kegiatan yang dilakukan oleh tim manajemen keuangan tidak lepas dari penggunaan dana, pengelolaan dana, serta pengelolaan aktivitas. Organisasi ekonomi seperti koperasi juga tidak dapat lepas dari manajemen keuangan.

5. Manajemen Strategi

Manajemen-Strategi

Pengertian manajemen strategi yaitu ilmu yang digunakan untuk menyusun, penerapan, pengimplementasian, dan pengevaluasi suatu keputusan lintas fungsional yang memungkinkan perusahaan dapat mencapai tujuan.

Manajemen Strategi hanya memprioritaskan proses penetapan tujuan perusahaan, pengembangan kebijakan, perencanaan, serta alokasi sumber daya untuk menjalankan semua kebijakan Cabang ilmu ini merupakan kombinasi dari semua kegiatan dari seluruh fungsional perusahaan dalam mencapai tujuan bersama.

6. Manajemen Operasi

Manajemen-Operasi

Manajemen operasi berfokus pada pemeliharaan dan perkembangan yang terjadi selama proses produksi. Banyak yang tidak dapat membedakan manajemen operasional dengan manajemen operasi. Singkatnya, manajemen operasi memiliki ruang lingkup lebih sempit dibanding manajemen operasional.

Manajemen operasi hanya fokus pada kegiatan produksi, sementara manajemen operasional terkait dengan semua aktivitas perusahaan. Tanggung jawab manajemen operasi adalah mengelola proses pengubahan input berbentuk material, tenaga kerja, dan energi yang diubah ke dalam output berupa barang atau jasa.

7. Manajemen Perkantoran

Manajemen-Perkantoran

Manajemen perkantoran merupakan pengarahan yang dilakukan secara menyeluruh dalam suatu instansi. Adanya manajemen ini diharapkan aktivitas ketatausahaan di dalamnya berjalan dengan semestinya.

Ruang lingkup manajemen ini antara lain aktivitas kantor yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan perkantoran. Serta fasilitas kerja perkantoran yang terdiri dari lokasi, gedung, peralatan, interior, dan mesin-mesin kantor.

8. Manajemen Pendidikan

Manajemen-Pendidikan

Manajemen pendidikan adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien di dalam dunia pendidikan. Di dalam kegiatan tersebut tidak lepas dari adanya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya yang ada.

Adanya manajemen pendidikan diharapkan belajar aktif di dalam kelas dapat mengembangkan potensi peserta didik. Manajemen dapat diterapkan dalam pendidikan Islam, sehingga siswa memiliki spiritual keagamaan.

Manajemen berbasis sekolah juga di butuhkan oleh OSIS dalam berbagai aspek. Salah satu contohnya, ketika sekolah akan melakukan pergelaran tari. Pihak sekolah, khususnya komponen OSIS merinci hal-hal yang dibutuhkan supaya pagelaran tersebut berhasil.

Peran Manajemen dalam Perusahaan

Berdasarkan pengertian manajemen yang dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan manajemen memiliki peran penting, yaitu:

1. Peran Decisional

Peran-Decisional

Peran decisional dipegang oleh:

  • wirausahawan
  • pemecah masalah
  • pembagi sumber daya, dan
  • perunding.

Keempat peran ini akan dijelaskan lebih rinci:

Seorang wirausahawan harus mampu membuat suatu perubahan dan pengendalian untuk kemajuan perusahaannya. Di sini, tim manajemen memiliki peran sebagai pemecah masalah, serta menciptakan inovasi terbaru untuk memecahkan masalah tersebut.

Ide baru tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam perusahaan. Dalam hal ini manajer harus merencanakan masa depan perusahaan, membuat proyek perbaikan, peningkatan kualitas, dan produktivitas.

Di dalam organisasi atau perusahaan, pasti ada masalah yang muncul dan menghambat operasional. Tim manajemen bertanggung jawab penuh dalam menyelesaikan hambatan ini.  Begitu pula jika ada konflik dalam tim, manajer harus mampu menjadi penengah.

Dalam hal ini, tim manajemen juga diandalkan dalam menangani aspek kemanusiaan darurat, seperti kesiapsiagaan, respons tanggap darurat, dan memulihkan sebagai upaya mengurangi dampak bencana atau disebut sebagai manajemen bencana.

2. Peran Interpersonal

Peran-Interpersonal

Peran interpersonal manajer tidak lepas dari informasi dan ide. Peran manajer yang termasuk dalam kategori ini antara lain sosok, pemimpin, dan penghubung. Sosok manajer diharapkan memiliki tanggung jawab terhadap jalannya proses manajemen secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

Contoh beberapa hal yang dilakukan oleh sosok manajer diantaranya menghadiri acara pemotongan pita peresmian, menandatangani berkas resmi, menyapa tamu penting, dan menjadi tuan rumah dalam suatu pertemuan.

Peran manajer sebagai pemimpin perusahaan, tugas yang diemban antara lain menyeleksi anggota baru, melatih karyawan, mengelola kinerja, dan memberi motivasi kepada bawahan.

Seorang manajer sebagai penghubung, artinya memiliki kemampuan menjaga komunikasi, baik internal dan eksternal dalam perusahaan. Seperti contohnya, mengikuti pertemuan, atau mewakili divisi dalam rapat.

3. Peran Informasi

Peran-Informasi

Manajer harus memiliki kemampuan mengelola informasi dengan baik, peran dini dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

  • pemantau
  • penyebar, dan
  • juru bicara

Dalam perannya sebagai pemantau, manajer memiliki tugas mencari informasi yang berkaitan dengan perusahaan.

Manajer juga memantau tugas tim yang dipimpin, dalam hal ini manajer memastikan kinerja anggota timnya berjalan dengan baik. Setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan, manajer harus menyebarkan kepada anggota tim atau orang dalam perusahaan yang terlibat. Apabila informasi tersebut disampaikan secara lisan, maka dalam hal ini manajer memiliki peran sebagai juru bicara.

Dengan informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses dimana individu, organisasi, atau yang perusahaan mampu mengontrol, mengendalikan, dan menggerakkan suatu aktivitas.

Dimana, aktivitas tersebut dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Harapannya, kegiatan yang dilakukan dengan manajemen yang tepat akan menghasilkan pencapaian yang baik dan maksimal.

Nah, kira-kira begitulah informasi mengenai pengertian manajemen, tujuan, dan fungsinya. Jangan bingung lagi ya! Mulai sekarang, mulailah terapkan konsep manajemen untuk mengatur perusahaan, organisasi, bahkan untuk diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *