Pengertian Nasionalisme : Secara Umum & Para Ahli (+ Contohnya)

7 min read

pengertian-nasionalisme

Indonesia merupakan negara kesatuan yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya. Sebagai warga negara yang mencintai bangsanya, Anda harus memiliki jiwa nasionalisme. Apa pengertian nasionalisme berdasarkan berbagai sumber? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut!

Pengertian Nasionalisme

Pengertian-Nasionalisme

Sikap Nasionalisme merupakan sikap yang harus dimiliki orang seseorang yang menjadi warga negara di suatu negara. Sikap ini mencerminkan seberapa besar rasa peduli dan cinta terhadap tanah airnya. Pengertian nasionalisme dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Pengertian Nasionalisme Secara Umum

Istilah nasionalisme secara umum bisa diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan suatu bangsa. Kata nasionalisme diambil dari bahasa inggris ‘nation’ yang berarti bangsa. Pengertian bangsa sendiri adalah kelompok masyarakat yang tinggal di suatu wilayah teritorial.

Maka, dari pengertian diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa nasionalisme adalah hal-hal yang berkaitan dengan sekelompok masyarakat yang hidup dalam satu wilayah teritorial dengan karakteristik hampir serupa.

2. Pengertian Nasionalisme Menurut KBBI

Jika Anda merujuk pada KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasionalisme diartikan sebagai sebuah pemahaman dari rasacinta terhadap bangsa sendiri. Rasa nasionalisme ini dikaitkan pada rasa cinta dan peduli terhadap budaya hingga tatanan di suatu negara.

Jika dilihat dari kamus KBBI, rasa nasionalisme seseorang dianggap tinggi jika orang tersebut mampu mencintai tanah airnya dengan sepenuh hati dan melakukan apapun demi memajukan bangsanya dan terlihat di mata dunia.

Pengertian dari nasionalisme memang hampir sama dengan istilah chauvinisme. Namun, apakah keduanya memiliki pengertian yang sama? Ternyata ada perbedaan arti meskipun keduanya memiliki arti cinta bangsa dan negara.

Chauvinisme lebih mengacu pada sikap atau paham yang terlalu fanatik. Hal ini ditambah dengan paham menghancurkan dan merusak negara lain untuk meraih kejayaan bangsanya sendiri. Istilah ini dianggap menyesatkan dan tidak sama dengan istilah nasionalisme yang mengharapkan kedamaian dunia.

Untuk nasionalisme Indonesia sendiri yaitu sikap bangsa Indonesia yang mencintai budaya beragam dari masing-masing suku tanpa merasa lebih unggul maupun rasa ingin menghancurkan. Paham nasionalisme harus ditanamkan karena Indonesia adalah bangsa yang majemuk.

Pengertian Nasionalisme Menurut Para Ahli

Pengertian-Nasionalisme-Menurut-Para-Ahli

Para ahli dan tokoh juga memberikan pendapatnya mengenai pengertian nasionalisme berdasarkan ilmu yang telah mereka pelajari. Berikut beberapa pengertian menurut para ahli yang bisa membantu Anda memahami istilah nasionalisme secara lebih luas.

1. Hans Kohn

Seorang ahli bernama Hans Kohn memiliki pendapat bahwa nasionalisme merupakan kesadaran jika ada kesatuan di antara kelompok masyarakat. Kesadaran dari masing-masing masyarakat ini yang menjadi kunci bahwa kehidupan bermasyarakat itu ada pada tatanan negara yang serupa.

Kohn juga menjelaskan jika adanya kesadaran mampu memperkuat dan memperkokoh sebuah bangsa dan negara. Tanpa adanya kesadaran penuh, kondisi suatu bangsa tidak lebih baik dari kumpulan bebek yang berenang di sungai.

2. Ernest Renan

Ernest Renan memberikan pendapatnya tentang pengertian nasionalisme. Menurut Renan, sikap nasionalis merupakan rasa ingin yang muncul dari setiap individu untuk menyatukan tujuan dalam sebuah negara.

Tujuan dari keinginan ini adalah terwujudnya persatuan bangsa dan negara yang benar-benar nyata. Persatuan yang kokoh akan menjadikan sebuah bangsa dan negara lebih kuat, tahan guncangan baik dari dalam maupun luar. Maka, paham nasionalisme inilah yang harus ditanam dan dirawat.

3. L Stoddard

Stoddard juga tidak mau kalah untuk memberikan pendapatnya mengenai nasionalisme. Dia mengatakan jika nasionalisme merupakan bentuk sikap memiliki satu dengan lainnya. Pendapat ini berarti bahwa setiap masyarakat merasa memiliki hak atas apa yang ada di suatu negara.

Rasa saling memiliki inilah yang membuat setiap individu menyadari bahwa saling menjaga dan mempertahankan adalah kewajiban mereka. Pengertian ini sudah sesuai dengan kodrat manusia bahwa ketika memiliki sesuatu juga harus menjaganya sekuat tenaga.

4. Otto Bauer

Otto memberikan pendapat lain mengenai rasa nasionalisme. Menurutnya, nasionalisme adalah sikap menyatu yang ditunjukkan akibat perasaan senasib dari masing-masing individu. Rasa senasib ini bisa diartikan dalam banyak hal dan kondisi tertentu.

Jika Anda sering mendengar kata ‘senasib dan sepenanggungan’ itulah kiranya nilai nasionalisme yang ingin disampaikan oleh Otto. Sikap inilah yang akan memunculkan empati setiap individu karena apapun yang menimpa harus ditanggung bersama-sama.

5. Louis Sneyder

Louis juga menyertakan pendapatnya tentang nasionalisme agar Anda dan saya lebih paham mengenai pengertian nasionalisme. Beliau menuturkan jika nasionalisme adalah campuran dari bidang sosial, ekonomi, intelektual, dan politik.

Hal ini sangat terlihat dengan adanya keterkaitan 4 bidang di atas dalam segala hal yang menyangkut sebuah negara. 4 aspek ini bisa dikatakan sebagai pilar penting dalam kekuatan suatu negara.

6. Dr. Hertz

Pendapat ahli yang kelima mengenai nasionalisme yakni Louis Sneyder. Beliau mengatakan jika nasionalisme bisa memiliki arti yang beragam. Nasionalisme memiliki ciri-ciri yakni hasrat kuat untuk meraih kesatuan, kemerdekaan dan cita-cita yang diraih bersama.

Dari beberapa pengertian yang diungkapkan oleh Hertz, Anda bisa menyimpulkan jika nasionalisme merupakan tekad bulat dari setiap bangsa untuk mencapai keinginan di suatu negara. Tekad ini juga diikuti usaha yang sama dari setiap individu.

7. Benedict Anderson

Menurut B. Anderson, nasionalisme merupakan kesadaran diri dari setiap individu dalam sebuah kelompok masyarakat di suatu negara. Rasa sadar diri ini dianggap akan memajukan kehidupan suatu negara sehingga negara tersebut tetap kokoh dan kuat.

Makna kesadaran diri dipilih Anderson karena manusia itu sejatinya telah memiliki kesadaran atas segala perbuatan yang dilakukannya. Maka, manusia yang sadar diri tentu akan melakukan yang terbaik untuk kehidupannya.

Perbedaan Patriotisme dan Nasionalisme

Perbedaan-Patriotisme-dan-Nasionalisme

Dalam pelajaran PPKN, istilah nasionalisme dan patriotism sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan? Mungkin sebagian besar dari Anda memaknai kedua istilah ini memiliki arti yang sama. Namun apakah benar sama?

Ternyata kedua istilah ini memiliki perbedaan pengertian. Nasionalisme merupakan sebuah paham yang memiliki sifat dasar setia pada setiap individu di sebuah kumpulan masyarakat dan ditujukan atas rasa cintanya kepada bangsa dan negara.

Nasionalisme akan berdampak pada terciptanya rasa peduli dan saling menjaga untuk mempertahankan kedaulatan sehingga cita-cita suatu bangsa bisa dicapai dengan mudah. Sikap nasionalis juga ditunjukkan dengan rasa bela negara dari gangguan internal dan eksternal.

Sedangkan patriotisme merupakan rasa cinta tanah air yang dimiliki setiap individu. Asal kata patriotisme adalah patria, artinya tanah air. Patriotisme ini ditunjukkan dengan rasa rela berkorban demi keutuhan dan kedaulatan negara.

Patriotisme bisa dikatakan sebagai pergerakan dari rasa cinta tanah air yang dilandasi rasa nasionalisme suatu bangsa. Jadi bisa disimpulkan jika patriotisme dilahirkan dari sikap nasionalis dari terbentuknya suatu negara.

Prinsip Nasionalisme di Indonesia

Prinsip-Nasionalisme-di-Indonesia

Prinsip dasar jiwa nasionalisme di Indonesia bisa dijabarkan dalam 4 hal. Prinsip ini menjadi landasan konsep atas sikap yang harus dimiliki bangsa Indonesia demi terwujudnya negara yang makmur dan berdaulat. Adapun prinsip yang harus Anda miliki adalah:

1. Kesatuan dalam Budaya

Kesatuan budaya yang dimaksud adalah aneka ragam budaya yang menghiasi suatu bangsa harus mampu tumbuh dan terjaga dengan baik. Kebudayaan yang beragam juga harus menjadi budaya nasional yang mempersatukan bangsa.

2. Kesatuan dalam Nasib

Kesatuan nasib merupakan dasar dari adanya paham nasionalisme. Ketika suatu kelompok masyarakat memiliki rasa senasib yakni ada pada proses sejarah yang serupa, maka jiwa nasionalisme bisa tumbuh dengan baik.

3. Kesatuan dalam Kerohanian

Prinsip kesatuan kerohanian didasarkan pada persamaan cita-cita yang ingin dicapai bangsa Indonesia. Setiap individu yang memiliki gagasan bisa menuangkannya tanpa harus memaksakan pendapat. Gagasan kesatuan bangsa Indonesia dituangkan pada Pancasila.

4. Kesatuan dalam Sejarah

Kesatuan sejarah menjadi latar belakang munculnya paham nasionalisme. Hal ini bisa dilihat dari adanya perjuangan para pahlawan demi meraih kemerdekaan. Prinsip ini akan menghadirkan kesadaran diri bagi setiap warga Indonesia untuk terus menjaga kemerdekaan dan memajukan negara.

Ciri-ciri Nasionalisme

Ciri-ciri-Nasionalisme

Seseorang yang memiliki paham nasionalisme pasti memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak bisa ditolak. Terdapat 4 ciri utama nasionalisme Indonesia yang harus dimiliki oleh seseorang yang menganut paham ini, di antaranya adalah:

1. Rasa Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara yang Sangat Kuat

Arti sempit dari nasionalisme adalah rasa rela berkorban demi bangsa dan negara. Pengertian ini juga sekaligus menjadi ciri dari sebuah sikap nasionalis. Para pahlawan membuktikan nasionalisme mereka dengan berjuang bertaruh nyawa demi kemerdekaan Indonesia,

Jika diaplikasikan pada era sekarang ini, para generasi muda Indonesia mampu mencintai, peduli, dan berbagi kepada sesama atas dasar rela berkorban. Anda bisa melakukannya dengan saling membantu dan bergotong royong dikala ada yang kesusahan.

2. Mampu Memilih dan Menempatkan Setiap Kepentingan Berdasarkan Sifatnya

Nasionalisme juga bisa diwujudkan dalam kemampuan memilih dan bersikap. Anda lebih mementingkan kepentingan orang banyak dibandingkan berusaha memenuhi ego pribadi. Misalnya saja, Anda berbagi makanan kepada tetangga yang sedang membutuhkan.

3. Rasa Cinta Tanah Air dan Bangsa yang Sangat Tinggi

Rasa cinta tanah air yang tinggi bisa terlihat dari sikap Anda ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit. Sebagai contoh yaitu Anda tetap memilih menjadi warga negara Indonesia, meskipun sedang belajar atau bekerja di negara lain.

Tidak hanya itu saja, Anda bisa membuktikan rasa cinta yang tinggi terhadap tanah air dengan selalu memakai bahasa daerah atau bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mungkin hal ini terlalu sepele, namun memiliki arti yang sangat mendalam.

4. Selalu Berbangga Telah Menjadi Bangsa dari Suatu Negara

Anda selalu membanggakan diri kepada bangsa lain karena telah menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Anda bisa berkarya dan mengenalkan budaya Indonesia hingga ke luar negeri tanpa rasa malu.

Tokoh-tokoh Nasionalisme

Tokoh-tokoh-Nasionalisme

Tokoh-tokoh nasionalisme di Indonesia sangatlah banyak setidaknya lebih dari 50 orang. Para pahlawan yang berjuang mati-matian membela negara berusaha mempertahankan keutuhan Indonesia agar kemerdekaan bisa diraih sepenuhnya.

Gelar pahlawan tidak hanya disematkan pada pahlawan yang berjuang meraih kemerdekaan saja, tetapi juga adanya pahlawan baru yang muncul di masa kini dengan sumbang sih nya di berbagai partai dan bidang. Pada tahun 2019 lalu, telah diberikan gelar tokoh nasionalisme kepada 6 orang yaitu:

  1. Sardjito
  2. Abdul Kahar Muzakkir
  3. AA Maramis
  4. Ruhana Kudus
  5. H Masjkur
  6. Sultan Himayat Udin

Faktor-faktor Nasionalisme

Faktor-faktor-Nasionalisme

Paham nasionalisme tidak bisa muncul begitu saja tanpa ada faktor pendorong. Faktor yang mempengaruhi sikap ini bisa terjadi dari dalam dan luar. Adapun penjelasan lengkapnya sebagai berikut ini:

1. Faktor Internal

  • kembalinya kaum pelajar dan golongan tengah
  • merasakan derita dan sengsara yang sama dan dialami oleh semua lapisan masyarakat di seluruh sektor kehidupan
  • adanya pengaruh dari golongan peranakan
  • kekuatan besar untuk terlepas dari imperialisme

2. Faktor Eksternal

  • kemunculan paham modern Eropa yang meliputi komunisme, humanisme, liberalisme dan nasionalisme
  • munculnya gerakan pan-islamisme
  • adanya gerakan baru di negara-negara lain
  • momen kemenangan Jepang atas Rusia

Contoh Sikap Nasionalisme

Contoh-Sikap-Nasionalisme

Sikap nasionalisme tidak hanya berupa ucapan atau kata-kata saja. Anda harus membuktikannya dalam sikap yang nyata. Beberapa contoh sikap yang mencerminkan jiwa nasionalisme seseorang bisa digambarkan sebagai berikut:

  1. Primus Patria dan Pro Patria (mendahulukan dan selalu berjiwa tanah air)
  2. Memiliki solidaritas tinggi untuk semua lapisan masyarakat
  3. Memiliki sikap toleransi tanpa memandang perbedaan
  4. Selalu bertanggungjawab dan tanpa rasa pamrih
  5. Memiliki jiwa kesatria tanpa adanya rasa ingin balas dendam
  6. Tidak membiarkan asing mendominasi semua sektor kehidupan (misalnya mencintai lagu daerah)
  7. Rela mengorbankan harta benda dan tenaga untuk kemaslahatan umat
  8. Memiliki jiwa yang tahan banting dalam keadaan apapun
  9. Memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk melakukan hal positif
  10. Selalu semangat dalam menjaga persatuan dan kesatuan

Cara Menumbuhkan Nasionalisme

Cara-Menumbuhkan-Nasionalisme

Menumbuhkan sikap nasionalisme harus dimulai sedini mungkin agar generasi muda bisa bersikap nasionalis hingga dewasa nanti. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme. Berikut 5 cara mudah yang perlu Anda lakukan, di antaranya:

1. Mengenal Ragam Budaya di Seluruh Daerah

Mengenal ragam budaya sudah menjadi kewajiban suatu bangsa. Apa itu benar-benar penting? Tentu saja. Anda yang mengenal berbagai budaya akan menjadi pribadi yang lebih menghargai sesama dan bisa menjaga kesatuan dan persatuan.

2. Menggunakan Produk Buatan Dalam Negeri

Saat ini yang banyak terjadi di masyarakat adalah budaya konsumtif dan menyukai barang-barang dari brand luar negeri. Namun, seharusnya Anda harus lebih berbangga jika dapat menggunakan barang dari hasil karya negeri sendiri.

3. Mempelajari Sejarah Bangsa Sampai Tuntas

Belajar sejarah membutuhkan kesabaran dan kemantapan hati. Mungkin saja Anda merasa bosan saat membaca buku sejarah dibandingkan novel percintaan. Sikap ini harus segera disingkirkan karena sejarah suatu bangsa itu sangatlah penting dan harus diketahui secara mendetail.

4. Menghargai Setiap Perbedaan yang Terjadi di Kehidupan

Perbedaan memang menjadi sebuah problem yang masih ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika Anda bersikap bijak, Anda bisa menggunakan perbedaan itu untuk memperkaya pengetahuan dan rasa empati.

5. Melestarikan Permainan Tradisional

Cara terbaik untuk memunculkan jiwa nasionalisme adalah mencintai budaya daerah dan berusaha untuk melestarikannya agar tidak dilupakan generasi muda. Anda bisa memulainya dengan mencintai dan melestarikan permainan tradisional yang menyenangkan dan penuh pembelajaran.

Cara melestarikan permainan tradisional pun beragam. Bisa dengan memainkan permainan tradisional sebagai permainan sehari-hari, menyediakan peralatan permainan di area bermain, dan seterusnya. Inilah salah satu wujud perilaku nasionalisme yang harus dijaga oleh setiap warga negara.

Nasionalisme merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap bangsa. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan keutuhan suatu negara. Anda juga perlu memiliki sikap patriotisme sebagai bentuk pengaplikasikan dari jiwa nasionalis yang tinggi. Apakah Anda setuju?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *