Pengertian Observasi : Secara Umum & Menurut Ahli + Contohnya

10 min read

pengertian-observasi

Berbagai jenis penemuan di dunia ini berawal dari sebuah penelitian. Kegiatan meneliti suatu hal merupakan bagian dari observasi untuk menemukan suatu hasil yang baru. Pengertian observasi juga dibagi menjadi beberapa bagian baik secara umum, etimologi dan para ahli.

Kegiatan observasi memiliki peran yang penting untuk membentuk suatu pemahaman baru mengenai beberapa hal. Terdapat beberapa metode tertentu yang harus dilakukan untuk sebuah hasil observasi, agar hasil sesuai dengan fakta yang ada.

Daftar Isi

Pengertian Observasi

Pengertian-Observasi

1. Pengertian Observasi Secara umum

Secara umum, observasi adalah suatu kegiatan dengan melakukan suatu proses pada objek. Untuk maksud merasakan dan memahami pengetahuan tertentu terhadap suatu fenomena. Kegiatan ini dilakukan dengan dasar pengetahuan dan gagasan yang telah ada sebelumnya.

Informasi yang dibutuhkan biasanya didapatkan melalui beberapa penelitian lanjutan. Sampai pada akhirnya menemukan suatu pengertian atau gagasan baru dari sebuah penelitian sebelumnya. Observasi juga dilakukan untuk menemukan hasil dari peristiwa yang telah atau sedang terjadi.

2. Pengertian Observasi Menurut KBBI

Pengertian yang diberikan oleh KBBI bahwa teks observasi adalah arti dari sebuah peninjauan. Dilakikan dengan cermat sehingga memberikan hasil yang faktual. Dibagi menjadi observasi yang diartikan sebagai peninjauan secara cermat dan mengobservasi sebagai mengawasi dan mengamati.

Secara garis besar mengobservasi dibutuhkan suatu aksi yang lebih mendalam. Harus dilakukan dengan teliti atau mengamati hingga menemukan sebuah fakta atau penemuan yang terbaru.

3. Pengertian Observasi Secara etimologi

Observasi berasal dari dua kata bahasa Latin dengan arti melihat juga memperhatikan. Diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia dengan memproses sebuah objek. Tujuan utamanya adalah untuk merasakan kemudian memahami pengetahuan yang ada di dalamnya.

Pengetahuan tersebut biasanya berdasarkan fenomena tertentu dengan ide atau gagasan yang sudah ada sebelumnya. Memunculkan suatu informasi baru yang dibutuhkan dan melanjutkan hingga proses investigasi. Dilakukan dengan berbagai cara seperti tes, kuisioner, gambar, suara, dan lainnya.

Harus dilakukan dengan pedoman observasi dan pengamatan yang benar. Berisikan item mengenai kejadian tertentu atau tingkah laku dengan format yang tersusun. Peneliti harus melakukan pembacaan terhadap detail penelitian yang dilakukan.

Paham Observasi Menurut Para Ahli

Paham-Observasi-Menurut-Para-Ahli

1. Prof. Heru

Pengertian observasi diartikan sebagai suatu bentuk pengamatan dengan menunjukan studi atau pembelajaran tertentu. Observasi ini dilakukan dengan sengaja, berurutan, terarah, dan memperhatikan detailnya. Memberikan penyesuaian terhadap tujuan yang hendak dicapai dari sebuah pengamatan.

Pengamatan tersebut dicatat dari segala jenis kejadian dan fenomena sebagai hasil dari observasinya. Dijelaskan dengan rinci, tepat, teliti, juga akurat, serta harus bermanfaat beserta fungsi objektifnya.

2. Nawawi dan Martini

Hasil observasi merupakan suatu pengamatan berikut dengan pencatatan dengan urut. Memiliki unsur yang bermunculan dari fenomena tertentu dalam sebuah penelitian. Hasil akhirnya biasanya akan dilaporkan berdasarkan susunan dengan format sistematis dan sesuai dengan kaidah tertentu.

3. Sutrisno Hadi

Pengertian observasi, merupakan suatu proses yang kompleks dari sebuah penelitian. Memiliki banyak proses dan terdiri dari proses biologis dan psikologis. Berfungsi untuk mementingkan proses ingatan dan pengamatan terhadap suatu objek atau fenomena tertentu.

4. Hanna Djumhana

Observasi diartikan sebagai metode ilmiah yang sampai saat ini masih diberlakukan dalam berbagai ilmu pengetahuan. Sumber utama untuk mendapatkan data empiris dan masih memiliki pengakuan dari dunia penelitian. Bentuk karya ilmiah dengan metode yang sering dilakukan untuk mengumpulkan data.

5. Patton

Laporan hasil observasi dilakukan dengan sebuah metode yang akurat serta spesifik. Mengumpulkan data dengan tujuan untuk mencari informasi dari segala kegiatan yang sedang dilakukan. Dijadikan sebagai objek kajian dalam sebuah penelitian tertentu.

6. Sudjana

Diartikan sebagai sebuah metode penelitian yang sampai saat ini sering digunakan untuk mengukur proses tertentu. Termasuk untuk meneliti Tindakan suatu individu di dalam sebuah peristiwa yang sedang berlangsung diamati.

7. Suharsimi Arikunto

Memiliki pengertian sebagai pengamatan secara langsung dari sebuah objek yang ada di lingkungan yang baik. Berlangsung pada saat itu juga atau masih berjalan dengan berbagai aktivitas penelitian dari suatu kajian objek yang menggunakan metode pengindraan saat sedang dilakukan penelitian.

Tindakan yang dilakukan dalam observasi selalu dengan kesengajaan atau kesadaran. Memiliki beberapa metode juga berurutan sesuai dengan kaidahnya.

8. Arifin 2011

Observasi menjadi suatu proses dari suatu pengamatan dan pencatatan. Biasanya dilakukan dengan sistematis, logis, rasional, dan objektif. Sifat objektif ini diterapkan Ketika sedang meneliti berbagai fenomena sesuai dengan situasi yang sebenarnya atau situasi buatan.

Setiap penelitian biasanya dilakukan dengan tujuan tertentu. Peneliti akan menggunakan berbagai metode yang diharuskan sesuai dengan kaidah atau pedoman penelitian.

9. Basrowi 2012

Istilah observasi memiliki definisi sebagai suatu Teknik dan dilakukan dengan cara melakukan suatu proses pengamatan. Dilakukan dengan sangat teliti juga pencatatan yang sangat sistematis.

10. Sevilla 1993

Pengamatan atau sebuah observasi istilah sederhananya, adalah suatu proses untuk meneliti dan mengamati situasi dalam penelitian. Merupakan metode yang sangat sesuai saat ini untuk melakukan penelitian. Meliputi proses pengamatan kondisi atau sebuah interaksi belajar mengajar.

Sering diartikan sebagai pengamatan terhadap sebuah fenomena atau tingkah laku individu. Contohnya pada pola bermain anak-anak juga interaksi suatu kelompok.

11. Nurkancana 1986

Pengertian observasi atau penelitian adalah salah satu cara untuk mengadakan penilaian terhadap suatu hal. Mengadakan pengamatan secara langsung dan biasanya menggunakan data yang sistematis. Setiap data yang berhasil diperoleh akan dicatat dalam sebuah catatan observasi.

Biasanya, pencatatan dilakukan sebagai bagian dari kegiatan pengamatan. Untuk memberikan deskripsi atau hasil akhir dari penelitian tertentu.

12. Burhan

Observasi sering dijelaskan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan pengamatan atau kegiatan yang berhubungan. Dilihat dari hasil kerja salah satu panca indra yakni mata dan dibantu dengan panca indra lainnya ketika melakukan penelitian.

13. Karl Welck

Penelitian atau pengertian observasi adalah salah satu pencatatan, pemilihan, penggantian dari serangkaian proses tingkah laku dan suasana, dan penyusunan dengan hubungan terhadap organisasi tertentu.

14. Kartono

Arti dari observasi sering disebut sebagai proses studi dari suatu hal yang dikerjakan dengan sadar dan sangat sistematis. Membahas mengenai beragam fenomena atau kejadian sosial dan juga psikis. Dilakukan dengan proses pengamatan juga pencatatan.

15. Sugiyono

Dilihat dari arti sempitnya, observasi adalah proses penelitian yang dilakukan secara pengamatan dari situasi atau kondisi bahan pengamatan tersebut. Teknik untuk melakukannya cocok digunakan dalam penelitian sebagai pembelajaran terhadap sikap dan perilaku juga kepentingan lainnya.

Tujuan/Fungsi Observasi

Tujuan-Fungsi-Observasi

1. Sebagai Penggambaran

Suatu kegiatan dalam pengertian observasi sering dilakukan juga untuk menggambarkan suatu objek. Biasanya segala sesuatu yang digambarkan memiliki hubungan dengan objek yang diteliti. Ketika melakukan observasi selalu melalui serangkaian pengamatan dan menggunakan panca indra.

Sampai akhirnya muncul suatu hasil dari setiap proses yang dilakukan. Hasil ini sering disebut sebagai penggambaran dari penelitian yang dilakukan. Biasanya saat ini banyak orang yang memasukan hasil ke dalam format jurnal, PDF, Doc, dan PPT.

2. Menggambarkan Hubungan Terhadap Objek

Selain untuk menggambarkan suatu hal dan kejadian, observasi juga bisa dilakukan untuk menggambarkan suatu objek. Yang berbeda adalah objek tersebut memiliki keterhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Sehingga mampu menghasilkan data yang baru atau fakta terbaru.

Setiap observasi ini dilakukan dengan proses pengamatan. Mengandalkan semua panca indra untuk mendapatkan hasil akhir yang sesuai.

3. Mendapatkan Sebuah Kesimpulan

Kegiatan mengobservasi sering diartikan untuk menemukan atau mendapatkan kesimpulan. Mengenai suatu objek yang baru atau sudah diamati sebelumnya. Kesimpulan yang dibuat akan disusun dalam bentuk laporan yang relevan juga bermanfaat untuk dijadikan sebagai pembelajaran.

4. Menemukan Data

Mengobservasi berarti berusaha untuk menemukan data atau sebuah informasi dari kegiatan tersebut. Biasanya informasi itu dibagikan kepada pihak lain. Yang berbeda adalah format yang diberikan baik dari hasil karya yang bersifat ilmiah atau non-ilmiah.

5. Pendeskripsian

Hasil yang didapatkan dari observasi ini bisa dikonfirmasikan sebagai hasil penelitian tertentu. Biasanya pendeskripsian yang dilakukan dari suatu observasi akan menjelaskan serta memperikrakan apapun. Termasuk tentang dunia yang nyata dan sedang diobservasi.

6. Penafsiran

Proses menafsirkan secara singkat bisa dibilang sebagai kegiatan observasi. Memungkinkan siapapun untuk melakukan penafsiran terhadap hasil suatu penemuan. Sampai menemukan cara untuk memberikan interpretasi tertentu.

7. Pengujian

Kegiatan yang berhubungan dengan observasi bisa diartikan sebagai penjelasan dari suatu peristiwa. Kualitas pengujian bisa diperhatikan ketika sedang melakukan observasi. Bahkan bisa menimbulkan spekulasi tertentu dari peristiwa yang dilakukan dan dalam bentuk atau aturan yang nyata.

8. Pencatatan

Proses observasi sering dikatakan sebagai pencatatan dari indikasi yang terkadang keberlangsungannya tidak nyata. Melakukan pencatatan terhadap keadaan yang tidak bisa diprediksi sebelumnya dengan proses eksperimen.

Pencatatan ini biasanya ditulis dalam bentuk kronologis. Membuat hasil akhir dari penelitian akan dibuat secara berurutan dengan sistem yang telah ditentukan.

9. Kombinasi Sistem

Biasanya dalam melakukan kegiatan observasi akan menggunakan sistem penelitian tertentu. Tidak bergantung pada satu jenis sistem saja karena bisa dilakukan dengan metode lainnya. Sampai akhirnya menemukan suatu hasil akhir penelitian yang ditulis dalam berbagai format termasuk jurnal.

Jenis-Jenis Observasi

Jenis-Jenis-Observasi

1. Observasi Partisipasi

Teknik dan struktur dalam observasi dibedakan berdasarkan jenisnya. Untuk jenis yang satu ini biasanya dilakukan oleh seorang observer atau peneliti. Keharusan peneliti untuk terlibat langsung sangat wajib dan harus dengan aktif dalam melakukan pengamatan objek yang diteliti.

Berbeda dengan jenis observasi yang tidak membutuhkan partisipasi maka tidak diperlukan keterlibatan langsung. Maka seorang peneliti tersebut harus berkedudukan sebagai observer. Jenis partisipasi biasanya mengharuskan peneliti melihat langsung kehidupan dari objeknya.

2. Observasi Sistematis

Banyak orang yang menyebutkan nama lain dari jenis observasi ini sebagai observasi berkerangka. Artinya, jenis kegiatan penelitian ini sudah ditentukan terlebih dahulu dengan adanya kerangka untuk memulai observasi. Untuk memastikan kegiatan observasi berjalan berurutan.

Biasanya dalam rangka yang ditentukan memiliki beberapa faktor yang nantinya menjadi bahan observasi. Bentuknya sudah digolongkan sebagai dasar kategori masing-masing. Dilakukan dengan menyiapkan rangkanya terlebih dahulu dan menjadikannya sebagai sistematis.

3. Observasi Eksperimental

Jenis observasi ini biasanya pembacaan penelitiannya dilakukan dengan cara eksperimental. Dilakukan dengan pedoman tertentu dengan situasi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dilakukan dengan sedemikian rupa agar akhirnya mampu meneliti objek dengan baik.

Kegiatan yang dilakukan ketika memulai observasi eksperimental ini biasanya menggunakan uji coba. Membuat situasi menjadi seperti kondisi aslinya dan kegiatan observasi menjadi tidak diketahui maksudnya.

Langkah-Langkah Melakukan Observasi

Langkah-Langkah-Melakukan-Observasi

A. Menentukan Tema

Tahap awal atau proses yang penting untuk dilakukan ketika ingin memulai kegiatan observasi adalah menentukan tema. Proses ini dilakukan untuk memastikan jika kegiatan dilakukan sesuai dengan bentuk yang ditentukan.

B. Membuat Tujuan

Para peneliti tidak pernah lupa untuk mencari hal yang perlu dilakukan sebelum meneliti seperti membuat tujuan. Tanpa adanya tujuan maka kegiatan observasi tidak akan mampu berjalan dengan baik. Hasil akhir bisa didapatkan Ketika tujuan telah ditetapkan.

C. Proses Observasi

Di dalam sebuah proses observasi biasanya akan ada beberapa kegiatan yang dilakukan. Penelitian berdasarkan fenomena yang terjadi dan diamati secara real time. Proses yang dilakukan harus sesuai dengan sistem atau kaidah yang telah ditetapkan sebelumnya.

D. Penyusunan Kriteria yang Harus Dilaporkan

Observasi mungkin saja selesai dilaporkan tetapi masih ada tugas lain yang harus diperhatikan. Membuat laporan dari hasil observasi penting untuk dilakukan sebagai bukti penelitian. Data yang harus disusun sesuai dengan kriteria aspek yang akan dibahas, dideskripsikan dan dilaporkan.

E. Memberikan Batasan Aspek Pelaporan

Ketika membuat laporan atau mulai memproses kerangka maka harus menetapkan batasan tertentu. Seperti batas untuk aspek yang akan dilaporkan. Hal ini bertujuan agar tidak keluar dari tujuan yang sudah dibuat sebelumnya.

F. Melakukan Pendeskripsian

Unsur yang sudah dijelaskan dari sebuah hasil akhir harus sesuai dengan aspeknya. Mulai dari melakukan pendefinisian dari arti aspek yang dipilih. Biasanya dibuat dalam bentuk pernyataan umum dengan menggunakan kaidah kebahasaan sesuai kalimat definisi.

G. Melakukan Pelengkapan Teks Laporan

Kegiatan pembuatan laporan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Perlu memperhatikan beberapa detail seperti menambahkan hal lain untuk memperjelas. Biasanya akan diberikan penambahan dalam bentuk data dan gambar untuk memberikan pengertian lebih lanjut.

Membuat sesuai dengan definisi dari aspek yang dipilih dan menunjukan suatu ukuran tertentu. Kaidah kalimat yang digunakan sangat simpel dan kompleks juga memberikan penambahan konjungsi, antonim, dan sinonim.

H. Buat Kesimpulan

Ketika semua proses telah dilakukan hal terakhir yang harus diperhatikan adalah membuat kesimpulan. Pastikan bahwa bagian ini telah dilengkapi dengan data dan gambar yang sesuai dengan deskripsi sebelumnya. Biasanya pembuatan kesimpulan ini bisa dilakukan setelah observasi.

Kelebihan dan Kekurangan Observasi

Kelebihan-dan-Kekurangan-Observasi

1. Kelebihan Observasi:

  • Mampu melakukan pencatatan tentang suatu hal dan kejadian. Baik terhadap perilaku pertumbuhan juga hal lainnya. Biasanya berlangsung sewaktu perilaku atau kejadian itu terjadi.
  • Bisa digunakan untuk mendapatkan data dari subjek dengan cara yang langsung. Dilakukan dengan berbagai hal seperti komunikasi verbal juga non-verbal.
  • Salah satu alat untuk melakukan penelitian terhadap berbagai jenis gejala.
  • Kejadian yang diperoleh atau hasil yang didapatkan bisa diambil dalam jumlah yang banyak.
  • Bisa membuat pencatatan secara real time dari suatu kejadian.
  • Tuntutan yang didapatkan oleh para peneliti jumlahnya lebih sedikit.

2. Kekurangan Observasi:

  • Membutuhkan waktu yang cukup lama ketika akan memperoleh hasil dari kejadian yang sedang diteliti.
  • Fenomena yang sedang diamati biasanya berlangsung lama. Banyak kejadian yang tidak bisa diliput secara langsung.
  • Ada beberapa kegiatan yang tidak mungkin diamati. Contohnya adalah kegiatan yang berkaitan dengan hal yang memiliki sifat pribadi atau personal
  • Banyak penelitian dan contohnya yang dimanipulasi oleh peneliti. Ciri-ciri yang diperlihatkan biasanya data yang tidak empiris.

Struktur Teks Observasi

Struktur-Teks-Observasi

1. Terdapat Definisi Umum

Ketika melakukan suatu observasi sangat penting untuk menuliskan definisi umum. Bagian ini menjadi salah satu pembuka dari suatu penelitian ciri khusus yang dimilikinya bisa menyebutkan objek yang akan diteliti. Memberikan pengertian secara umum dari objek tersebut secara ringkas.

2. Terdapat Definisi Bagian

Berbeda dengan definisi umum, bagian ini menjadi salah satu tempat untuk menuliskan ide pokok. Dalam setiap penelitian yang dibuat dalam bentuk paragraf. Biasanya juga berisi tentang penjelasan suatu objek yang ditulis secara rinci. Tahap ini lebih ke penjelasan yang lebih khusus dan mendalam.

3. Terdapat Definisi Manfaat

Bagian manfaat ini memiliki peran yang sangat penting untuk ditulis dalam sebuah penelitian. Ketika menuliskan manfaat maka peneliti perlu menjelaskan dampak atau keuntungan apa yang bisa didapat dari penelitian tersebut. Memiliki sifat yang sangat penting untuk memperjelas pemahaman.

4. Terdapat Penutup atau Kesimpulan

Ketika Anda sudah selesai untuk melakukan penelitian, biasanya perlu membuat kalimat penutup atau kesimpulan. Bagian ini akan berisi rincian akhir atau penjelasan tambahan dari suatu objek yang diteliti. Bisa ditulis dengan berbagai gaya dan jenis bahasa seperti bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahkan bahasa Jawa.

Contoh Observasi

Contoh-Observasi

1. Observasi Tentang Sampah Plastik di Laut Indonesia

Penggunaan plastik sebagai salah satu alat pembungkus atau kebutuhan lainnya memberikan berbagai dampak. Termasuk dampak positif dan negatif yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Khususnya di Indonesia saat ini penggunaan plastik masih banyak ditemukan.

Sangat disayangkan jika sampai saat ini masyarakat Indonesia belum terbiasa untuk mengurangi jumlah penggunaan plastik. Pasalnya, plastik memang menjadi bahan yang sulit untuk diurai oleh bakteri. Bisa memakan puluhan tahun jika ingin sampah plastik tersebut terurai.

Melakukan pengurangan dari penggunaan sampah plastik bisa sangat bermanfaat bagi lingkungan. Sampah yang saat ini sulit untuk terurai bisa diatasi dengan cara daur ulang. Namun, tidak semua jenis plastik bisa digunakan sebagai bahan daur ulang. Maka pemilahan juga penting untuk dilakukan.

Mengurangi penggunaan bisa membantu untuk mencegah berbagai pencemaran bahkan bencana alam. Banyak bencana banjir yang terjadi dan disebabkan oleh penumpukan sampah. Hal ini sangat sulit untuk diatasi dan membuat berbagai daerah terkena dampaknya.

Kesimpulan akhir dari penelitian mengenai sampah plastik di Indonesia ini adalah perlunya penyuluhan terhadap masyarakat. Tentunya untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai kebutuhan sehari-hari. Menggunakan pengganti lain yang lebih ramah terhadap lingkungan.

2. Observasi Mengenai Pengurangan Drainase di Perkotaan

Kehidupan saat ini lebih mengarah ke perkotaan. Bahkan, populasi di perkotaan jumlahnya semakin meningkat dibandingkan dengan di pedesaan. Keadaan ini membuat wilayah di perkotaan semakin padat dan menambah jumlah pembangunan. Jika hal ini dibiarkan bisa menyebabkan dampak buruk.

Salah satunya adalah dengan kurangnya drainase untuk menyerap air di perkotaan. Terutama dengan banyaknya jumlah bangunan yang membuat berbagai wilayah perairan tertutup. Banyak yang mengeluhkan akan hal ini namun tetap saja kurangnya kesadaran masyarakat menjadi penyebabnya.

Langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi kejadian ini adalah dengan menambah sumber drainase. Contohnya dengan membuat saluran irigasi atau dengan membuat berbagai lahan hijau sebagai penyerapan. Banjir sering menjadi dampak utama dari hal ini dan merusak lingkungan.

Jika dibiarkan suatu wilayah bisa saja mengalami penurunan daratan dan membuat air laut semakin naik. Menimbulkan kesadaran masyarakat terhadap hal ini merupakan Langkah yang sangat penting. Masih banyak yang beranggapan jika saluran drainase tidak begitu penting dibanding tempat tinggal.

Penambahan jumlah lahan hijau penting untuk diperhatikan. Seiring waktu di Indonesia banyak kota besar yang mulai menambahkan lahan hijau untuk saluran drainase. Namun, beberapa daerah masih belum menganggapnya penting dan membuat banyak pembangunan terjadi.

3. Observasi Mengenai Peningkatan Perkembangan Anak Usia 5-10 Tahun

Perlu untuk dipahami jika usia anak pada rentang 5-10 tahun sangat penting. Bahwa orang tua harus memperhatikan segala aspek yang menjadi sumber pertumbuhannya. Jika ingin tumbuh kembang anak semakin baik maka harus memberikan perhatian yang jauh lebih baik juga.

Salah satu cara untuk memberikan perhatian yang lebih adalah kasih sayang. Banyak anak pada usia 1-10 tahun diacuhkan oleh orang tua kemudian mengalami kekurangan kasih sayang. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena masa depannya mungkin saja terganggu.

Krisis kepercayaan sering terjadi pada anak-anak pada rentang usia tersebut. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan membuat anak tersebut tidak akan mampu untuk berkembang dengan baik. Kesalahan sederhana ini sering dibiarkan oleh orang tua terutama yang memiliki kesibukan.

Untuk membantu orang tua dalam meningkatkan kesadaran untuk memberikan kasih sayang yang cukup. Maka, orang tua perlu melihat apa saja yang dibutuhkan oleh anak tersebut. Seperti kasih sayang dalam bentuk apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh anak tersebut.

4. Observasi Tentang Kebiasaan Ikan Paus Orca

Banyak jenis hewan yang saat ini termasuk dilindungi dan semakin mengalami kepunahan. Salah satu jenis hewan yang dilindungi adalah ikan paus Orca yang memiliki keunikan tersendiri. Terlihat dari ciri yang sangat jelas pada warna tubuhnya yakni putih dan hitam yang terkesan gagah.

Hewan ini memang termasuk liar namun memiliki perilaku yang unik juga baik dan ramah terhadap manusia. Masih termasuk dalam jenis mamalia atau sama seperti hewan lumba-lumba. Ikan ini suka untuk memburu ikan salmon dan juga anjing laut kebanyakan hidup di wilayah bumi bagian barat.

Beberapa dari mereka bahkan hidup di perairan yang sangat dingin seperti pegunungan es di kutub utara. Hal ini tidak membuatnya mengalami kesulitan hidup. Kulitnya yang tebal juga memiliki lemak yang cukup banyak pada tubuhnya membuatnya semakin hangat pada wilayah yang dingin.

Ikan jenis ini juga memiliki keunikan yang lain seperti kebiasaan untuk memburu secara berkelompok. Perbedaannya makhluk ini sangat kental dengan kekeluargaannya. Biasa memburu dengan kedua orang tua dan saudara kandungnya. Paus Orca memang memiliki keunikan yang sangat indah.

Kelebihan ini membuatnya semakin mudah untuk berburu terutama pada wilayah yang lebih luas. Ikan ini sangat pintar untuk mengepung mangsanya ketika berburu dengan berkelompok. Banyak orang yang belum menyadari kelebihan yang dimiliki oleh hewan ini dan sebenarnya sangat unik.

Menjaga kelestarian ikan paus Orca sangat penting untuk dilakukan. Bahkan, jika tidak dilindungi populasinya semakin menipis karena banyak diburu. Selain itu, banyak orang juga yang menjadikannya sebagai hewan yang beratraksi di sirkus dan membuatnya semakin berpotensi untuk mati.

Sebelum melakukan kegiatan observasi penting untuk memahami apa saja metode yang dibutuhkan. Sesuai dengan pengertian observasi yang dijelaskan bahwa semua hasil harus berdasarkan fakta. Kegiatan ini membutuhkan waktu untuk meneliti dan menemukan berbagai sumber atau data. Jadi, sekarang sudah paham kan Guys? Jangan sampai salah ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *