Pengertian Pendidikan : Secara Umum, Menurut Ahli, Tujuan, Sejarah

7 min read

pengertian-pendidikan

Pengertian Pendidikan – Pentingnya pendidikan di Indonesia termasuk ke dalam langkah pemerintah melalui Kementerian dan lembaga, untuk mencerdaskan anak bangsa. Salah satunya adalah pendidikan karakter, untuk mengiringi tumbuh kembang manusia mulai dari anak usia dini hingga tingkat universitas.

Sebagai warga negara yang pasti taat pada pemerintah, sudah sepatutnya mengikuti berbagai program pendidikan dari usia dini hingga dewasa, bukan?

Pendidikan telah menjadi program nasional yang terus dikembangkan, untuk mencapai standar sumber daya manusia era globalisasi. Untuk mengetahui lebih dalam tentang pendidikan serta peran pentingnya di Indonesia, Anda bisa menyimak artikel pendidikan di bawah ini.

Pengertian Pendidikan (Secara Umum, Etimologi, Terminologi)

Pengertian-Pendidikan-Secara-Umum-Etimologi-Terminologi

Pengertian pendidikan memiliki sejumlah versi mulai dari secara umum, etimologi atau asal usul bahasa, hingga terminologi atau menurut istilah. Berikut adalah definisi pendidikan yang bisa Anda simak pada uraian di bawah ini.

1. Secara Umum

Pendidikan secara umum merupakan sebuah upaya untuk membentuk suasana proses belajar mengajar untuk siswa secara kontinyu. Pendidikan dilakukan demi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, yang bisa dipantau dari kebiasaan individu sebelum dan sesudah mendapat bimbingan.

2. Secara Etimologi

Secara etimologi, pendidikan berasal dari dari kata dalam bahasa Inggris yaitu education. Sedangkan dalam bahasa latin, pendidikan dinamakan educatum yang terdiri dua kata yakni e dan duco.

E memiliki arti  kemajuan dari dalam ke luar, sementara duco diartikan sebagai sesuatu yang sedang berkembang.

Sehingga pendidikan secara etimologi berarti sebuah proses meningkatkan potensi individu, melalui pembelajaran yang dilakukan secara sistematis dan terus menerus.

3. Secara Terminologi

Istilah pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yaitu sebuah cara yang dijalankan untuk meningkatkan sikap dan perilaku individu atau kelompok manusia, dalam mengembangkan pemikiran lewat bimbingan dan pembelajaran.

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

Pengertian-Pendidikan-Menurut-Para-Ahli

Pengertian pendidikan juga memiliki beragam versi menurut para ahli. Para ahli ini memiliki sejumlah pendapat dalam memandang definisi pendidikan. Anda bisa menyimak arti dari pendidikan berdasarkan pendapat para pakar berdasarkan poin-poin di bawah ini.

  • Ki Hajar Dewantara memberikan pendapatnya bahwa, pendidikan terlahir didukung oleh alam semesta untuk mendorong potensi anak-anak. Pendidikan dibuat agar dapat menggapai kenyamanan hidup sebagai bagian dari masyarakat.
  • Ahmad D. Marimba mengungkapkan bahwa, pendidikan adalah pembelajaran yang dilakukan oleh pengajar untuk membentuk kepribadian siswa melalui bimbingan jasmani dan rohani.
  • Menurut H.H.Horne, definisi pendidikan diartikan sebagai sarana yang digunakan masyarakat untuk meneruskan kehadirannya, dalam memberi pengaruh pada diri sendiri serta memelihara prinsipnya.
  • Martinus Jan Langeveld menyebutkan bahwa, arti pendidikan yaitu suatu usaha membantu anak-anak untuk dapat menjalankan kewajibannya sebagai manusia, tanpa bergantung kepada orang lain dan melatih tanggung jawabnya. Menurutnya, pendidikan juga berarti sebagai sebuah upaya orang dewasa dalam menuntun manusia yang lebih muda untuk ke arah dewasa.
  • Gunning dan Kohnstamn mengatakan pendapatnya bahwa, pendidikan memiliki pengertian yakni sebuah proses terbentuknya kepribadian dengan mengikuti hati nurani secara nilai hidup yang baik dan benar.
  • Menurut Stella Van Petten Henderson, pendidikan berarti gabungan dari proses tumbuh dan berkembangnya kepribadian dan peninggalan berharga dalam bentuk aktivitas sosial.
  • Carter V. Good menyatakan bahwa, pendidikan merupakan proses berkembangnya keahlian seseorang dalam menentukan sikap dan perbuatan sebagai anggota masyarakat, yang mendapat pengaruh dari tempatnya berada seperti rumah atau sekolah.

Pengertian Pendidikan di Indonesia

Pengertian-Pendidikan-di-Indonesia

Di Indonesia pengertian pendidikan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu menurut Undang-Undang serta berdasarkan tujuan dan fungsinya. Untuk mengetahui apa saja pengertiannya, Anda bisa menyimak pada uraian singkat di bawah ini.

1. Menurut Undang-Undang

Pendidikan di Indonesia diatur ke dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Menurut undang-undang tersebut, pendidikan merupakan upaya sadar dan terorganisir dalam rangka menciptakan suasana bimbingan dan pengajaran.

Pembelajaran tersebut dilakukan secara aktif untuk siswa demi meningkatkan kemampuan pribadi. Sehingga memiliki pengetahuan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, hingga keterampilan dalam kehidupan bermasyarakat serta berbangsa dan bernegara.

2. Menurut Tujuan dan Fungsinya

Sedangkan berdasarkan tujuan dan fungsinya, pendidikan berarti sebuah usaha meningkatkan potensi seseorang melalui proses belajar dan berlatih, yang dilakukan secara sistematis dan terus menerus.       

Menurut tujuan dan fungsinya, pendidikan juga memiliki arti bahwa kegiatan ini dilakukan tidak hanya sebagai cara mengembangkan pengetahuan. Namun, pendidikan juga merupakan sebuah sistem yang dipakai untuk mengembangkan etika, akhlak, dan moral setiap peserta didik. 

Tujuan Pendidikan

Tujuan-Pendidikan

Suatu kegiatan atau proses tentu saja memiliki tujuan, tak terkecuali pendidikan. Di Indonesia, tujuan pendidikan diatur ke dalam sejumlah Undang-Undang. Berikut ini adalah sejumlah tujuan pendidikan menurut beberapa aturan perundang-undangan yang perlu Anda ketahui.

1. Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1985

Yang pertama, tujuan pendidikan menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1985 yaitu untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa. Pendidikan dibuat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memiliki tata krama yang baik.

Undang-undang ini juga menjelaskan bahwa, pendidikan diadakan agar manusia mempunyai wawasan dan keahlian, kebugaran fisik dan jiwa, watak yang mulia, tidak bergantung pada orang lain, serta memiliki tanggung jawab dalam bermasyarakat.

2. Menurut MPRS Nomor 2 Tahun 1960

Yang kedua adalah menurut MPRS Nomor 2 Tahun 1960, pendidikan memiliki tujuan untuk menghimpun orang-orang yang berideologi Pancasila murni sesuai dengan aturan-aturan yang terdapat di dalam pembukaan dan  isi Undang-Undang Dasar 1945.

3. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003

Tujuan pendidikan yang selanjutnya bisa dilihat di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3.

Di dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa, tujuan pendidikan nasional digelar untuk meningkatkan kemampuan siswa, agar terbentuk individu yang bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Undang-undang ini juga menerangkan bahwa, tujuan pendidikan untuk menjadikan individu memiliki tata krama yang mulia, sehat, berwawasan, ahli, berdaya cipta, tidak bergantung pada orang lain, dan berjiwa demokratis.

Sejarah Pendidikan di Indonesia

Sejarah-Pendidikan-di-Indonesia

Pendidikan di Indonesia terbagi menjadi 3 jalur yaitu formal, informal, dan nonformal, sehingga bisa dilakukan baik di dalam maupun luar sekolah. Berikut adalah sejarah kebijakan-kebijakan pendidikan di Indonesia yang perlu Anda ketahui:

1. Seminarie Ala Kolonial Portugis

Kedatangan Portugis di Indonesia tak hanya untuk mengeksploitasi rempah-rempah, namun juga untuk menyebarkan agama Katolik. Untuk mewujudkan penyebaran agama Katolik ini, didirikanlah sekolah agama bagi anak-anak penguasa bernama seminarie pada tahun 1536 di Ternate.

Sekolah ini tak hanya mengajarkan agama Katolik, namun juga ditanamkan ilmu membaca, menulis, dan menghitung. Sekolah ini pun tersebar hingga Solor dan Ambon, tapi hanya bertahan sampai akhir abad ke-16 sejak berakhirnya pendudukan Portugis.

2. Pendidikan Sebagai Stok Tenaga Murah Oleh Belanda

Kepergian Portugis, membuat Belanda ingin mengambil alih penyebaran agama Katolik menjadi Protestan. Belanda mulai membangun sekolah Protestan di Ambon pada tahun 1607 yang mengajari ilmu membaca, menulis, dan ibadah.

Seiring dengan perluasan kekuasaannya hingga Pulau Jawa, Belanda pun mendirikan sekolah di Jakarta pada tahun 1617. Belanda memberikan pendidikan untuk pribumi semata-mata demi kepentingan mereka yakni demi tersedianya tenaga kerja murah.

Belanda pun memasukkan bahasa Belanda ke dalam jurnal ajaran di sekolah pada tahun 1786. Siasat lain Belanda adalah sekolah desa berbiaya murah yang dibentuk di tahun 1907. Belanda pun memasukkan kurikulum pendidikan umum ke pesantren.

Pesantren yang notabene merupakan lembaga pendidikan agama Islam, diubah menjadi madrasah. Belanda tak perlu repot-repot lagi mendirikan sekolah baru yang tentu saja tidak memerlukan biaya. Guru yang mengajar pun direkrut dari lulusan sekolah kelas dua dan tentu saja digaji murah.

Pendidikan berbiaya murah ini tentu saja sangat merugikan rakyat indonesia, karena mendapat supervisi langsung dari Belanda. Pendidikan di Indonesia diawasi secara terpusat oleh Belanda. Sehingga guru dan orang tua tidak memiliki pengaruh dalam politik pendidikan secara langsung.

3. Tumbuhnya Kesadaran Pendidikan Para Cendekiawan

Pada awal tahun 1900an, muncul golongan cendekiawan Indonesia yang merupakan lulusan pendidikan barat. Para cendekiawan ini tidak mendapatkan sarana dan perlakuan baik dari Belanda. Dengan bekal ilmu yang telah dipelajarinya, mereka pun membentuk pergerakan nasional.

Para cendekiawan yang rata-rata merupakan kaum bangsawan ini mendirikan sejumlah pergerakan, baik yang berasas agama, sosial, hingga kebangsaan. Pergerakan bernuansa agama Islam yaitu Sarekat Islam, sedangkan Muhammadiyah menjadi salah satu contoh pergerakan berasas sosial.

Salah satu pergerakan yang berasas kebangsaan adalah Indische Partij. Pergerakan ini memiliki motto Indie los van Nederland yang berarti Indonesia bebas dari Belanda.

4. Pendidikan Formal Pertama Indonesia

Sekolah Taman Siswa didirikan oleh tokoh pergerakan nasional sekaligus bangsawan asal Yogyakarta, bernama RM Suwardi Suryaningrat atau lebih dikenal dengan Ki hajar Dewantara.

Taman Siswa didirikan pada tahun 1922 dan dinyatakan dengan tegas oleh Ki hajar Dewantara dalam sebuah pidato sebagai lembaga pendidikan.

Taman Siswa terkenal akan slogan pendidikan yang diciptakan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Sekolah ini menjadi simbol nasionalisme dengan direkrutnya aktivis pergerakan nasional sebagai tenaga pengajar. Para siswanya diajarkan rasa patriotisme, semangat berbangsa Indonesia, serta nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.

5. Hakko Ichiu Era Pendudukan Jepang

Selepas dari sejarah menyedihkan pada masa penjajahan Belanda, pendidikan Indonesia semakin kelam ketika jatuh di tangan Jepang. Jepang menggelar pendidikan untuk rakyat Indonesia semata-mata demi stok tenaga kerja paksa romusha dan pasukan militer.

Jepang menghapus penggolongan tingkat pendidikan, namun menguasai Indonesia dengan motto yang dibawanya yaitu Hakko Ichiu. Jepang membujuk rakyat Indonesia untuk turut serta menggapai kesejahteraan bersama Asia Raya.

Oleh sebab itu, pelajar wajib menjalankan latihan fisik, militer, dan indoktrinasi di bawah supervisi langsung orang-orang Jepang. Pendidikan Indonesia dibentuk Jepang semata-mata sebagai alat penyedia pasukan perang.

6. Pembaharuan Pendidikan Setelah Kemerdekaan

Sesudah kemerdekaan, Badan KNIP memberi usulan kepada Kementerian pendidikan, pengajaran, dan Kebudayaan agar segera menciptakan pembaharuan pendidikan di Indonesia. Kemudian, pemerintah melalui Menteri Pendidikan membentuk wadah pemberantasan buta huruf.

Dalam surat keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pada tanggal 1 Maret 1946, Mr. Suwandi menyatakan bahwa tujuan pendidikan berfokus pada peningkatan jiwa patriotisme.

Lalu kebijakan ini diperbaharui lagi oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. Kebijakan tersebut menjelaskan bahwa, pendidikan bertujuan untuk membangun jiwa yang demokratis dan bertanggung jawab pada warga negara Indonesia.

7. Pendidikan Pelita di Masa Orde Baru

Pada masa Orde Baru, pendidikan dibuat dalam bentuk sistem Pelita I hingga V. Pelita I mengalami hambatan sehingga pemerintah mengeluarkan Inpres (Instruksi Presiden). Inpres ini menjelaskan tentang pengangkatan guru dan dicetaknya sejumlah teks pelajaran ke dalam bentuk buku.

Digelarnya Pelita I hingga V menghasilkan kesuksesan pendidikan Indonesia dari tahun 1969 sampai 1994. Kemajuan pendidikan pada masa ini ditandai dengan sejumlah faktor berikut ini:

  • Semua anak berhak mendapatkan pendidikan seluas-luasnya
  • Infrastruktur pendidikan disediakan secara lengkap
  • Banyaknya guru yang terlibat dalam mencerdaskan anak bangsa
  • Kualitas pendidikan mengalami peningkatan
  • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional pun disahkan

8. Wajib Belajar Sembilan Tahun

Program wajib belajar sembilan tahun hingga SLTP digalakkan pada 2 Mei 1994. Program ini digelar bertujuan sebagai pemerataan kesempatan pendidikan untuk anak usia 7 hingga 15 tahun. Program ini juga bertujuan untuk memajukan kualitas sumber daya manusia hingga tingkat SLTP.

Program ini termasuk ke dalam Pelita VI yang mengalami sejumlah keberhasilan. Keberhasilan yang terlihat pada program ini yaitu meningkatnya jumlah siswa, guru, gedung sekolah, hingga sarana prasarana belajar mengajar.

9. Aturan Pendidikan Era Reformasi

a. Kurikulum 1994

Era reformasi di bawah kepemimpinan Presiden Habibie melahirkan babak baru pendidikan yang menerapkan kurikulum 1994. Aturan pendidikan ini pertama kali dimulai pada kalender pendidikan 1994/1995.

Aturan pendidikan ini memiliki tujuan agar pendidikan bisa selalu sejalan dengan perkembangan zaman, sehingga kualitasnya semakin terjamin.

b. Kurikulum Berbasis Kompetensi

Aturan pendidikan ini mulai dibentuk pada 2002 sebagai penyempurnaan dari aturan sebelumnya di tahun 2000. Orientasi kurikulum ini berfokus pada 3 aspek yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik.

c. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003

Aturan pendidikan selanjutnya tertera dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Undang-undang yang disahkan pada 8 Juli 2003 ini disusun sebagai landasan pendidikan di Indonesia.

Landasan pendidikan nasional ini dibuat agar tidak keluar dari prinsip demokrasi, desentralisasi, otonomi, keadilan, dan mengangkat HAM.

d. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Selanjutnya, presiden Indonesia ke-6 mengesahkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen: 

Pengesahan undang-undang ini diikuti dengan pembentukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), menggantikan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Seiring dengan berjalannya waktu, pendidikan Indonesia terus mengalami kemajuan. 

Kemajuan pendidikan Indonesia ditandai dengan digelarnya sejumlah perlombaan. Mulai dari perlombaan sastra seperti pembacaan puisi. Selain itu, tak sedikit juga digelar sayembara prosa, dengan cara siswa mengirimkan contoh cerpen buatannya kepada panitia lomba. 

Kompetisi tingkat pelajar yang paling populer adalah bidang olahraga dan olimpiade sains. Kepopuleran kedua bidang kompetisi ini dibuktikan dengan seringnya mendapat juara di tingkat internasional.

Macam Jenis Pendidikan

1. Formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang terstruktur oleh pemerintah dan umumnya bersifat wajib bagi anak-anak usia dini hingga usia tertentu. Pada umumnya, pendidikan formal terbagi atas PAUD, SD, SMP, SMA hingga Universitas.

2. Non Formal

Pendidikan non formal diadakan untuk menunjang pendidikan formal dalam kehidupan sehari-hari. Penilaian yang didapatkan berasal dari pihak yang berwewenang. Beberapa contoh pendidikan non formal diantaranya adalah lembaga kursus yang bersertifikat, sanggar tari, majelis taklim dan lain sebagainya.

3. Informal

Pendidikan yang berasal dari lingkungan tempat tinggal atau bisa dikatakan sebagai proses pembelajaran secara mandiri. Adapun contoh pendidikan informal diantaranya adalah tentang etika, moral, cara bersosialiasi dan lain sebagainya.

Fungsi pentingnya pendidikan nasional, yaitu untuk membentuk sumber daya manusia yang berbudi luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lembaga pendidikan pun digelar ke seluruh daerah agar anak usia dini hingga yang beranjak dewasa bisa menikmati nya. Sekian dulu artikel tentang pengertian pendidikan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *