Pengertian Puisi Secara Umum dan Menurut Ahli dan Jenisnya

7 min read

pengertian puisi

Karya sastra yang dari dulu hingga kini tidak pernah hilang, bahkan tetap menjadi karya populer adalah puisi. Tapi sudahkah Anda mengetahui apa pengertian puisi sebenarnya? Jika belum, Anda harus tingga terlebih dahulu karena berada di halaman yang tepat.

Berikut ini terdapat informasi lengkap seputar puisi, mulai dari pengertian, ciri-cirinya, jenis-jenisnya, unsur-unsurnya hingga tips mudah untuk membuatnya. Pastikan Anda menyimak dengan seksama agar pengetahuan tentang puisi dapat terserap secara maksimal. 

Pengertian Puisi Secara Umum 

Pengertian Puisi Secara Umum 

Pengertian karya sastra puisi di Indonesia terdiri dari dua definisi, yakni pengertian secara umum dan juga definisi dari KBBI. Pengertian puisi secara umum merupakan definisi yang bersifat global atau internasional. Sedangkan dari KBBI diperuntukkan khusus untuk masyarakat Indonesia.

1. Secara Umum

Secara umum puisi merupakan suatu bentuk karya sastra yang berisi ungkapan ekpresi dan perasan dari pengarangnya denga menggunakan bahasa yang indah, berima dan berirama. Pada dasarnya puisi berasal dari bahasa Yunani kuno yang memiliki arti sebuah seni tertulis.

Puisi terbagi menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi baru keduanya tentu memiliki definisi berbeda. Pengertian puisi lamaialah puisi yang masih terikat dengan aturan tertentu, sedangkan pengertian puisi baru ialah puisi yang tidak terikat dengan aturan sama sekali.

2. KBBI

Menurut KBBI puisi adalah ragam sastra yang terikat pada sebuah aturan, mulai dari terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan larik dan bait yang disajikan dalam bentuk tulisan maupun penyampaian secara lisan.

Pengertian Puisi Menurut Ahli

Pengertian Puisi Menurut Ahli

Ternyata masih banyak pengertian karya satra puisi dari sudut pandang orang yang berbeda-beda. Pengertian tersebut merupakan pendapat yang diambil sudut pandang beberapa ahli. Nah, inilah pengertian puisi menurut ahli dari berbagai belahan dunia:

1. James Reevas

Definisi pertama datang dari James Reevas ahli yang berasal dari Amerika, menurutnya puisi merupakan sebuah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.

2. Usman Awang

Sedangkan Usman Awang berpendapat, bahwa puisi bukanlah karya sastra dalam bentuk nyanyian dari orang putus asa yang sedang mencari bentuk ketenangan untuk batinnya, melainkan bentuk kepuasan hati dalam menciptakan puisi yang telah ditulisnya.

3. Herman J. Waluyo

Herman J. Waluyo seorang pengarang buku yang lahir di kota Magelang menyatakan puisi merupakan suatu karya sastra yang terbentuk dari ungkapan pikiran dan perasan di penulis dengan cara imajinatif.

4. Herbert Spencer

Puisi adaah suatu bentuk dari pengucapan gagasan yang memiliki sifat emosional, kemudian digubah dalam bentuk karya dengan mempertingbangkan unsur estetika di dalamnya.

5. Putu Arya Tirtawirya

Puisi menurut Putu Arya Tirtawirya adalah sebuah ungkapan yang disajikan dalam bentuk tulisan dengan sifat implisit dan samar, sehingga kata-kata yang digunakan dalam pembuatannya bermakna konotatif.

6. Herman Waluyo

Lain lagi definisi puisi yang disampaikan oleh Herman Waluyo, beliau berpendapat bahwa puisi merupakan sebuah karya sastra yang disajikan dalam bentuk tulisan dan diciptakan paling awal oleh manusia.

7. Muhammad Hj. Salleh

Pengertian puisi yang disampaikan oleh Muhammad Hj. Salleh ialah bentuk karya sastra yang kental dengan nada-nada bahasa dengan disertai oleh kebijakan dan tradisi yang dimiliki oleh penyairnya.

Ciri-Ciri Puisi 

Ciri-Ciri Puisi 

Puisi merupakan karya sastra yang memiliki dua versi dengan ciri-ciri yang berbeda, yakni puisi lama dan puisi baru. Anda dapat menemukan perbedaan dari kedua versi tersebut dari ciri-cirinya yang akan kita bahas di bawah ini.

1. Ciri-Ciri Puisi Lama

  • Puisi lama biasanya tidak disertai dengan nama pengarang, karena pada puisi versi ini nama pengarang tidak diketahui.
  • Jika membuat puisi versi lama Anda harus mentaati peraturan, pasalnya puisi lama merupakan jenis puisi yang terikat pada aturan seperti rima, irama, baris dan baitnya pula. Maka tak heran bahwa puisi lama terlihat lebih kaku dibandingkan puisi baru.
  • Versi lama disebut juga dengan sastra lisan, hal tersebut disebabkan oleh penyampian dari mulut ke mulut.
  • Puisi ini terdiri dari bagian isi yang bertema kerajaan dan juga fantastis.
  • Ciri-ciri selanjutnya pada puisi lama adalah penggunaan majas yang tetap dan juga klise, sehingga kebanyakan puisi lama akan terlihat sama persis walau pengarangnya berbeda.

2. Ciri-Ciri Puisi Baru

  • Berbeda dengan puisi versi lama, puisi baru kebanyakan akan menyertakan nama pengarang karena banyak di ketahui.
  • Puisi baru merupakan sebuah karya yang tidak terikat pada aturan-aturan, seperti rima, bait, irama dan lain-lain. Sehingga puisi jenis ini terlihat lebih mengalir dan tidak kaku ketika dibaca.
  • Penyampaian karya sastra puisi dilakukan tidak hanya secara lisan, melainkan juga dapat disampaikan dalam bentuk tulisan.
  • Kebanyakan puisi baru akan berisi tentang kisah-kisah kehidupan yang di lalui setiap harinya, mulai hal simpel hingga hal-hal yang rumit.
  • Jenis puisi ini menggunakan majas yang berubah-ubah atau dinamis, sehingga hasilnya jauh lebih beragam daripada puisi lama.
  • Kebanyakan puisi baru akan menyajikan sajak-sajak dengan akhiran yang teratur, membuatnya terdengar indah ketika dibaca.

Jenis Puisi

Jenis Puisi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, puisi terdiri dari dua jenis yang berbeda versi. Dari tiap versi puisi pun memiliki jenis-jenis yang berbeda, sehingga terdapat banyak sekali jenis-jenisnya. 

1. Jenis-Jenis Puisi Lama

Pengertian puisi rakyat atau puisi lama merupakan sebuah karya sastra yang didapatkan secara turun-temurun dari warisan yang kini sudah tidak dikenal lagi siapa pengarangnya. Puisi ini terdiri dari 7 jenis yang memiliki ciri khas berbeda-beda diantaranya adalah:

a. Pantun

Jenis puisi lama pertama adalah pantun yang sudah pasti familiar untuk Anda. Pantun merupakan karya sastra yang memiliki sajak beraturan yaitu a-b-a-b.

Dalam setiap baitnya terdiri dari 4 baris, sedangkan baris 1 dan 2 dalam pantun disebut dengan sampiran, baris 3 dan 4 nya disebut dengan isi.

Contohnya:

Jalan-jalan ke pulau Bali

Tidak lupa membeli semangka

Kalau ingin berjumpa lagi

Bawakan aku seorang jejaka

b. Syair

Karya sastra yang termasuk dalam jenis puisi lama selanjuntnya adalah syair yang diketahui berasal dari Arab. Sama halnya dengan puisi lama lainnya, syairu juga terikat dengan aturan sehingga pada tiap baitnya harus berisi 4 baris.

c. Mantra

Pengertian puisi Mantra adalah kumpulan kata-kata yang dipercaya memiliki kekuatan gaib atau magis. Puisi lama jenis ini dipercaya mendapat dukungan dari kekuatan mistis yang ada di dunia.

d. Talibun

Talibun termasuk dalam puisi lama yang disebut juga dengan pantun genap. Penyebutan genap tersebut dikarenakan dalam setiap bait karya ini terdiri dari 6,8 sampai 10 baris yang merupakan lambang bilangan genap.

e. Seloka

Seloka merupakan puisi lama yang berasal dari Melayu klasik dengan isi tentang perumpamaan dan pepatah yang sifatnya menyindir, mengejek dan gurauan. Pada umumnya karya sastra ini diciptakan dalam 4 bari saja, namun ada pula yang membuatnya hingga lebih dari 4 baris.

f. Gurindam

Puisi lama selanjutnya adalah gurindam yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris saja. Umumnya puisi ini akan menampilkan sajak yang menarik yaitu a-a-a-a, sedangkan isi gurindam biasanya berupa nasehat-nasehat.

g. Karmina

Karya sastra ini merupakan puisi dalam bentuk pantun dengan isi yang sangat pendek.

2. Jenis-Jenis Puisi Baru

Jenis puisi baru atau puisi modern dapat dibedakan menjadi tiga, yakni puisi naratif, deskriptif dan lirik serta puisi baru berdasarkan bentuknya. Berikut ini Anda dapat menemukan beberapa jenis puisi baru yang telah disebutnya sebelumnya.

a. Puisi Naratif

Puisi Naratif merupakan puisi yang isinya terdiri dari ungkapan cerita dari si penyair tentang sebuah objek tertentu. Puisi jenis ini terbagi menjadi dua macam antara lain.

  • Balada

Balada merupakan puisi baru yang disajikan dengan isi berupa kisah atau cerita, yang terdiri dari 3 bait dengan isi 8 baris perbaitnya.

  • Romansa

Berikutnya adalah romansa, diterangkan dalam pengetahuan bahasa romansa berarti puisi yang berisi tentang luapan perasaan sang penyair terhadap cinta kasih yang telah dihadapinya.

b. Puisi Deskriptif

Jenis puisi baru yang kedua adalah deskriptif, puisi ini disampaikan bertujuan untuk memberikan kesan terhadap peristiwa, benda atau suasana. Puisi deskriptif terdiri dari dua macam puisi, yaitu satire dan kritik sosial.

  • Satire

Pengertian puisi Satire ialah karya sastra yang biasanya berbentuk sindiran yang ditujukan secara khusus pada sesuatu maupun seseorang.

  • Kritik Sosial

Puisi ini merupakan puisi yang bertujuan untuk menyatakan kebencian dari penyair kepada berbagai hal yang tidak disuka.

c. Puisi Lirik

Sedangkan puisi lirik adalah puisi yang berisi tentang ungkapan perasaan penyair disusun dalam bentuk larik. Puisi lirik terdiri dari beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Ode

puisi berisi tentang sanjungan yang diperuntukkan kepada orang-orang dengan jasa yang besar, yaitu Ode yang memiliki gaya dan nada puitis sangat resmi.

  • Alegi

Jenis puisi baru berdasarkan isinya yang terakhir adalah alegi, puisi berisi kesedihan dan berupa tangisan atau ratapan terhadap kepergian atau kematian seseorang.

  • Serenada

Serenade merupakan puisi yang bertujuan untuk mengungkapkan sajak-sajak percintaan yang bisa diubah dalam bentuk nyanyian.

d. Berdasarkan Bentuknya

  • Distikon

Puisi distikon merupakan jenis puisi baru yang dikenal sebagai puisi paling singkat pada setiap baitnya, pasalnya dalam satu bait hanya terdiri dari dua baris saja.

  • Terzina

Terzina adalah puisi yang dikenal dengan nama lain tiga seuntai, karena dalam satu bait terdii dari 3 baris saja.

  • Kuatrain

Sedangkan Kuatrain merupakan puisi jenis baru yang terbentuk dari empat baris dalam satu baitnya. Puisi ini sangat sering Anda jumpai, karena banyak penyair yang membuat puisi dengan tatanan empat baris per baitnya.

  • Kuint

Berikutnya adalah kuint, puisi yang terdiri dari bait-bait dengan jumlah baris 5 saja di setiap baitnya dan disebut juga dengan nama lain puisi enam seuntai.

  • Sektet

Puisi yang disebut dengan nama lain puisi enam seuntai adalah puisi sektet. Hal tersebut dikarenakan dalam setiap baitnya terdiri dari enam baris.

  • Septime

Puisi septime atau puisi tujuh seuntai merupakan puisi jenis baru yang terdiri dari tujuh baris pada setiap baitnya.

  • Oktaf

Sedangkan puisi oktaf merupakan puisi dengan bait-bait yang terdiri dari 8 baris. Puisi ini disebut juga dengan puisi delapan seuntai atau puisi double kuatrain dan termasuk dalam puisi panjang.

  • Sonata

Pengertian puisi sonata ialah karya sastra panjang yang terdiri dari empat belas baris. Dalam puisi ini empat belas baris akan dibagi menjadi dua bagian.

Unsur dalam Puisi 

Unsur dalam Puisi 

1. Unsur Intrinsik Puisi

Unsur intrinsik pada puisi merupakan unsur-unsur yang terkandung dalam badan puisi yang sifatnya dapat memperngaruhi isi puisi sebagai karya sastra. Anda dapat menemukan unsir intrinsik puisi pada informasi berikut ini.

a. Diksi (Pilihan Kata)

Pemilihan kata atau diksi dalam puisi sangat berpengaruh pada isinya, sehingga dalam unsur ini Anda harus memilih dengan tepat sesuai dengan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama.

b. Imaji (Daya Bayang)

Daya bayang dimaksud dalam unsur puisi ialah penggunaan berbagai macam kata konkret yang dapat membangun imaji dalam bentuk visual, auditif atau taktil.

c. Majas (Gaya Bahasa)

Majas dalam puisi merupakan hal yang penting untuk memperngaruhi isi puisi, pasalnya majas dapat memperindah puisi dengan cara yang tidak bisa atau menggunakan katkata bermakna kiasan.

d. Bunyi

Bunyi dalam puisi mengacu pada penggunaan kata-kata terterntu yang bisa menimbulkan efek atau nuansa tertentu ketika puisi dibaca nantinya.

e. Rima

Rima merupakan persamaan bunyi yang memiliki tujuan untuk menimbulkan estetika pada sebuah puisi.

f. Ritme

Ritme dalam puisi yang dimaksud merupakan dinamika suara dalam puisi yang bertujuan agar puisi tidak terlihat biasa saja atau monoton.

g. Tema

Tema berguna agar isi puisi tidak meluas atau tetap fokus pada tujuan awal, sehingga ide dan gagasan akan mudah tercampaikan.

2. Unsur Ekstrinsik Puisi

Unsur ekstrinsik pada puisi merupakan unsur-unsur yang berada di luar badan puisi yang sifatnya dapat mempengaruhi kehadiran puisi tersebut sebagai sebuah karya seni. Terdapat empat unsur ekstrinsik pada puisi yang dapat Anda pelajari di bawah ini.

a. Aspek Psikologis

Aspek ini mengacu pada aspek kejiwaan si penyair yang tercurahkan dalam puisi karangannya sendiri.

b. Aspek Filsafat

Filsatat merupakan suatu hal yang berkaitan erat dengan puisi dan karya sastra secara keseluruhan, namun terdapat beberapa ahli yang berpendapat sebaliknya.

c. Aspek Religius

Asek religius dalam puisi mengacu pada tema umum yang akan diangkat oleh penyair untuk disajikan dalam bentuk karya sastra.

d. Aspek Historis

Sedangkan aspek historis merupakan unsur yang berkaitan dengan kesejarahan atau gagasan yang terkandung dalam puisi.

Tips Mudah Membuat Puisi 

Tips Mudah Membuat Puisi 

Banyak orang yang beranggapan membuat puisi adalah hal yang sulit, ada juga yang tidak percaya diri ketika membuatnya. Namun, setelah mengikuti tips mudah membuat puisi berikut ini pasti anggapan tersebut akan hilang bahkan anak SD pun akan merasa mudah. Tidak percaya? Coba saja sendiri.

1. Menentukan Tema

Hal pertama yang perlu Anda lakukan ketika membuka puisi adalah menentukan tema terlebih dahulu. Pastikan tema yang akan Anda angkat untuk dijadikan puisi sudah jelas ya, agar pembuatan jauh lebih mudah.

2. Perhatikan Diksi dan Irama

Selanjutnya Anda harus memperhatikan diksi dan irama, agar pemilihan kata untuk puisi dapat selaras dan bermakna.

3. Merangkai Kata

Jika sudah mendapatkan tema, diksi dan irama langsung saja merangkai kata-kata agar ide tidak segera menghilang. Apabila sulit, ungkapkan saja bagaimana perasaanmu tentang tema pada saat membuat puisi.

4. Judul Menarik

Sebenarnya judul bisa dibuat di awal, namun untuk pemula akan terasa sulit sehingga Anda bisa membuatnya setelah puisi jadi. Pastikan judul yang Anda pilih adalah judul yang menarik.

5. Pengendapan, Koreksi dan Revisi

Diamkan puisi yang telah jadi selama 7-10 hari, kemudian baca kembali untuk melakukan koreksi. Jika terdapat kesalahan yang tidak terlihat pada saat membuat Anda bisa langsung revisi.

Bagaimana, sudah paham tentang pengertian puisi dan infomasi lengkap tentangnya? Jika sudah paham, yuk coba membuat puisi dengan mengikuti tips-tips di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *