Pengertian Seni Tari Secara Umum & Menurut Ahli (+ Sejarahnya)

7 min read

pengertian-seni-tari

Pengertian Seni Tari – Seni budaya tak lepas dari tradisi dan cara hidup nenek moyang dari suku-suku yang mendiami daerah tersebut. Salah satu jenis seni budaya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke adalah seni tari. Ragam seni tari di Indonesia sangat banyak mulai dari yang jenis tradisional, klasik, hingga kontemporer.

Apakah Anda penasaran tentang perkembangan seni tari di Indonesia? Mari simak pengertian seni tari, sejarah, fungsi, hingga ragam tarian pada artikel di bawah ini.

Pengertian Seni Tari?

Pengertian-Seni-Tari

Pengertian seni tari secara umum adalah salah satu jenis kesenian untuk mengungkapkan ekspresi jiwa melalui gerakan tubuh dengan ritme, makna, tempat, tujuan, dan waktu tertentu. Sedangkan menurut para ahli, definisi seni tari adalah sebagai berikut.

1. Pengertian Seni Tari Menurut Aristoteles

Filsuf terkenal Aristoteles menyatakan bahwa seni tari memiliki arti sebuah ungkapan jiwa manusia lewat olah tubuh yang berirama dengan tujuan menampilkan sejumlah filosofi watak seperti beraktivitas sehari-hari hingga ketika sedang dilanda nestapa.

2. Pengertian Seni Tari Menurut Bagong Kussudiardja

Menurut seniman Bagong Kussudiardja, seni tari adalah perwujudan jiwa manusia lewat olah tubuh sesuai dengan iringan nada yang mengandung nilai keindahan.

3. Pengertian Seni Tari Menurut Andre Levinson

Andre Levinson adalah seorang jurnalis seni tari dari Perancis. Levinson menyebutkan bahwa tari adalah suatu olah tubuh yang saling berkaitan pada sebuah tempat mengikuti irama dan cara-cara tertentu.

4. Pengertian Seni Tari Menurut Corrie Hartong

Seorang ahli tari dari Belanda bernama Corrie Hartong menyatakan bahwa tari merupakan seperangkat alat yang terdiri dari gabungan sejumlah unsur dengan tujuan untuk menghasilkan gerakan tubuh yang harmoni sesuai cara-cara tertentu.

5. Pengertian Seni Tari Menurut Drs. I Gede Ardika

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia era Presiden Abdurrahman Wahid ini mendefinisikan seni tari sebagai sejumlah gerak anggota tubuh yang diatur semenarik mungkin sehingga memiliki ritme.

Sejarah Tari di Dunia

Sejarah-Tari-di-Dunia

Sejarah tentu saja mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda di setiap negara, tak terkecuali seni tari. Seni tari di dunia memiliki beragam sejarah tergantung di negara mana tumbuhnya. Anda bisa menyimak sejumlah sejarah tari di negara-negara berikut ini.

1. Rusia

Seni tari di Rusia dianggap penting sehingga selalu ada dalam semua kegiatan manusia. Kesenian yang satu ini telah menjadi bagian hidup tak terpisahkan dari masyarakat Rusia. Sejarah seni tari di Rusia berawal pada masa pemerintahan Peter the Great.

Pada masa itu, tarian hanya tumbuh di tengah masyarakat jelata dan petani. Tarian di Rusia biasanya hanya untuk hiburan semata. Sedangkan para aristokrat diberi sajian penampilan tarian badut laki-laki.

2. Hongaria

Hongaria kuno masih sarat akan nuansa religi, sehingga tarian lebih sering digunakan untuk ritual. Pada masa itu, seni tari dipentaskan pada saat upacara adat untuk memuja para leluhur yang telah pergi mendahului masyarakat setempat.

Tarian khusus yang juga digunakan untuk upacara kematian ini dinamakan Dance of Death. Untuk upacara kematian pahlawan biasanya ditambah dengan adegan perang dalam sebuah tarian. Ritual pemujaan leluhur ini juga diperbarui oleh imam di Hongaria kuno dengan iringan drum dan mantra.

Saat Kristen memasuki Hongaria, musik pengiring tarian diganti dengan menggunakan biola, pipa, dan drum. Seiring dengan berjalannya waktu, biola justru dikenal sebagai musik pengiring tari Balet.

3. Spanyol

Seni tari di negara tersebut pada mulanya hanya digunakan sebagai media komunikasi dan ekspresi. Namun tarian di Spanyol juga tak lepas dari upacara peringatan kematian untuk menghormati arwah para pahlawan yang telah gugur di medan perang.

Tarian ini terus mengalami perkembangan hingga digunakan untuk upacara keagamaan. Puncak perkembangan tarian di Spanyol terjadi pada abad ke-15. Pada masa itu muncul beragam jenis seni tari, salah satunya tarian rakyat.

Tarian rakyat yang paling terkenal dan mendunia adalah tari Flamenco. Tarian ini terkenal karena hentakan kakinya yang khas dengan iringan gitar strumming serta dipercantik dengan gaun Flamenco berwarna merah.

4. Denmark

Sekitar abad 16 dan 19, seni tari di Denmark dimainkan berdasarkan kelas sosial. Para bangsawan dari Perancis mempunyai tarian khusus bernama tari Menuette, sedangkan rakyat jelata dan petani menciptakan tarian massa yang bernama Folk Dance.

5. Amerika Serikat

Sejarah seni tari di Amerika Serikat diungkap pada pameran yang diadakan oleh Center for Historic America Visual Culture (CHAVIC). Dalam pameran ini disajikan sejumlah gambar ilustrasi dan artefak yang menjelaskan tentang perkembangan tarian Amerika Serikat.

Pada mulanya, masyarakat Amerika Serikat memang suka menari dan menggunakannya sebagai pergaulan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, tarian Amerika Serikat mengalami akulturasi budaya dari berbagai negara, khususnya Eropa.

Sejarah Tari di Indonesia

Sejarah-Tari-di-Indonesia

Tarian di Indonesia sudah ada sejak zaman prasejarah dimana seni tari sarat akan nuansa mistik yang digunakan untuk ritual adat dan keagamaan. Memasuki era Kerajaan Hindu Buddha, tarian mengalami perkembangan pesat dengan beragam kreasi yang ditulis oleh Bharata Muni dalam bentuk catatan kuno.

Masuknya Islam ke Indonesia membuat sejumlah kerajaan menciptakan tarian khusus yang menonjolkan ciri khasnya masing-masing. Pada masa penjajahan, tarian dibuat sebagai simbol perjuangan rakyat dalam melawan penjajah.

Tarian di Indonesia terus mengalami perkembangan bahkan setelah merdeka. Di era globalisasi ini, tarian di Indonesia semakin bertambah banyak jenisnya mulai dari tari tradisional hingga modern. Kini fungsi seni tari tak hanya untuk ritual, namun memiliki banyak kegunaan lainnya.

Unsur-unsur Dalam Seni Tari

Unsur-unsur-Dalam-Seni-Tari

Sebagai sebuah kesenian berkesinambungan, seni tari mengandung sejumlah unsur yang berpadu secara harmonis. Pada dasarnya, kesenian yang satu ini mengandung unsur utama dan pendukung. Untuk lebih penjabaran lebih detailnya, Anda bisa menyimak keterangan di bawah ini.

1. Unsur Utama

Unsur utama seni tari menjadi pokok dari sebuah pertunjukkan tarian. Unsur utama seni tari harus terpenuhi semuanya agar menjadi satu kesatuan tarian yang utuh. Berikut ini unsur utama seni tari yang perlu Anda ketahui.

  • Wiraga

Wiraga bisa diartikan sebagai raga atau badan sehingga setiap tarian harus mengandung gerakan tubuh. Gerakan badan dalam tarian biasanya terdiri dari anggota tubuh atas, tengah, dan bawah. Gerakan tubuh dalam tarian bisa dilakukan dengan duduk, berdiri, dan posisi yang lain.

Namun gerakan dasar biasanya mengikuti pakem tertentu yang telah ditetapkan ciri khas tarian, sehingga sejumlah bagian gerakantubuh menyiratkan filosofi tertentu untuk disampaikan kepada penonton.

  • Wirama

Wirama memiliki arti irama, sehingga setiap gerakan tarian harus mengikuti alunan nada musik pengiring. Unsur wirama memiliki tujuan agar gerakan tubuh bisa bersatu dengan alunan musik pengiring, sehingga ritme dan temponya terlihat selaras  untuk menghasilkan tarian yang memukau.

  • Wirasa

Wirasa berarti perasaan, dimana setiap tarian merupakan sebuah ungkapan perasaan dari dalam jiwa. Perasaan atau makna tarian yang ingin disampaikan kepada penonton biasanya terwujud dari gerakan maupun raut muka penari.

Penari biasanya menghayati gerakan tertentu agar penonton menangkap isi atau makna tarian tersebut. Tak jarang pula penari menunjukkan makna tarian dari ekspresi wajah sesuai gerakan yang dibawakan.

2. Unsur Pendukung

Unsur pendukung dalam seni tari biasanya digunakan untuk menambah keindahan pementasan tarian. Unsur pendukung tidak wajib ada dalam sebuah tarian, namun jika ditambahkan maka akan membuat tarian semakin spektakuler. Unsur-unsur pendukung yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  • Ragam Gerak

Seluruh anggota tubuh yang bergerak dalam sebuah tarian akan membuat pementasan semakin hidup. Gerakan dasar sebuah tarian bisa ditambah dengan kreasi baru agar terlihat semakin menarik dan artistik.

Semua komponen badan harus dipadukan dengan gerakan harmonis mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tarian tak harus mengandalkan anggota gerak seperti tangan dan kaki. Tarian juga bisa dikreasikan dengan mata melirik, mimik muka, dan lain sebagainya.

Contohnya, tari Merak berasal dari Jawa Barat yang memiliki gerakan bebas yang beraneka ragam. Tari kontemporer yang satu ini kaya akan gerakan kreasi masa kini sehingga selalu menuai decak kagum dari penonton.

  • Ragam Iringan

Tarian akan terasa lebih indah jika diiringi oleh alunan melodi. Melodi yang dimainkan tak hanya dari alat musik, namun anggota tubuh juga bisa menghasilkan bunyi, misalnya teriakan, hentakan kaki ke lantai, tepukan tangan ke tangan lain dan ke badan, atau bunyi gemerincing aksesoris.

Contoh ragam iringan yang dihasilkan anggota tubuh adalah tari Saman. Tari Saman berasal dari Aceh ini menggunakan tepukan tangan ke badan sebagai acuan ritme dan tempo. Selain itu, syair yang dilantunkan dengan lantang oleh penarinya juga termasuk ragam iringan pada tarian ini.

Contoh lain yaitu tari Lilin yang memanfaatkan bunyi gemerincing piring-piring dengan logam. Selain itu, terdapat tari Gending Sriwijaya yang menggunakan jentikan antar kuku penari sebagai iringan tari.

  • Tata Rias dan Busana

Pementasan seni tari tak lepas dari unsur tata rias dan busana. Tata rias dan busana akan menonjolkan warna tarian tersebut. Selain itu, makna yang terkandung dalam sebuah tarian bisa diungkapkan melalui tata rias dan busana.

Fungsi tata rias dan busana yaitu sebagai pembentuk karakter dan penokohan. Tata rias dan busana bisa dijadikan gambaran watak tiap tokoh.

Tata rias dan busana terasa semakin menarik untuk dinikmati dengan tambahan properti. Contoh penggunaan properti pada pementasan tarian adalah tari Piring berasal dari Sumatera Barat. Seperti namanya, tari tradisional yang satu menggunakan piring sebagai properti.

  • Pola Lantai

Pola lantai dalam sebuah tarian berkaitan erat dengan penguasaan panggung para penarinya. Sehingga tak sedikit tarian yang menggunakan pola lantai di setiap pementasannya. Pola lantai dinilai mampu membuat tampilan seni tari tampak lebih estetis.

Tujuan utama penggunaan pola lantai adalah agar pementasan seni tari tampak lebih kompak, serasi, dan terorganisir dengan baik. Pola lantai yang paling banyak digunakan adalah garis lurus dan garis lengkung.

Pola lantai garis lurus ditandai dengan posisi para penari yang berdiri atau duduk berjajar lurus. Pola lantai yang satu ini juga bisa berbentuk segi empat atau segi lainnya. Sedangkan pola lantai garis lengkung biasanya berbentuk lingkaran.

Fungsi/Tujuan Seni Tari

Fungsi-Tujuan-Seni-Tari

Kesenian, khususnya seni tari sudah menjadi bagian dari hidup manusia sehari-hari. Seperti jenis kesenian lainnya, seni tari juga memiliki beragam kegunaan dalam kehidupan manusia. Berikut ini adalah sejumlah fungsi atau tujuan dari sebuah pertunjukkan seni tari yang perlu Anda ketahui.

1. Alat Upacara

Pada zaman dahulu, seni tari banyak digunakan untuk ritual adat dan keagamaan misalnya pernikahan, kematian, penyembuhan, dan upacara lainnya. Seni tari pada masa itu terkesan sakral karena harus dilakukan dengan pakem tertentu dan pantangan-pantangan yang harus dihindari.

Seni tari untuk upacara biasanya harus memenuhi segala unsur-unsurnya seperti busana, tata rias, musik pengiring, hingga gerakantubuh yang sudah ditentukan sesuai aturan.

2. Untuk Hiburan

Tak dapat dipungkiri bahwa seni tari identik dengan hiburan. Hampir semua orang menyukai kesenian yang satu ini karena begitu memanjakan mata. Tak heran jika nyaris di semua acara hiburan pasti ada tarian sebagai pelengkap untuk bersenang-senang.

3. Media Pergaulan

Tujuan selanjutnya dari seni tari adalah untuk bergaul di dalam kehidupan masyarakat adat. Seni tari dijadikan sebagai sarana komunikasi antar manusia untuk mempererat hubungan pergaulan. Tak heran jika seni tari bisa memudahkan orang muda mendapatkan jodoh melalui sebuah tarian.

4. Untuk Pertunjukan

Seni tari tak lepas dari fungsi pertunjukkan karena hampir selalu ada dalam setiap acara festival. Namun, tak sedikit pula pertunjukkan hanya berfokus pada seni tari yang mementaskan tarian dengan konsep matang.

Tarian dipentaskan sebagai acara tunggal dengan menitikberatkan pada gerakan tubuh penari, busana, riasan wajah, hingga desain panggung. Seni tari ditampilkan sebagai pertunjukkan semata agar dapat dinikmati sisi artistik dan estetikanya.

5. Alat Katarsis

Tak banyak yang tahu bahwa seni tari juga memiliki kegunaan tersendiri bagi para seniman. Seniman biasanya mementaskan tarian sebagai alat katarsis yaitu pembersihan jiwa. Para seniman percaya jika menari dengan penuh penghayatan maka akan membersihkan jiwa mereka.

6. Sarana Pendidikan

Tak ada tarian yang tercipta tanpa diawali dengan sejarah karena selalu terkandung kisah dibalik pembuatannya. Oleh sebab itu, penari harus bisa menyampaikan makna dan kisah yang terkandung di dalam tarian tersebut.

Hal ini bisa dijadikan media ajar untuk murid sekolah agar lebih peka dan paham cara mengapresiasi sebuah kesenian. Selain itu, beragam tarian yang disajikan diharapkan mampu membuat para pelajar atau masyarakat lebih mengenal tentang seni tari.

7. Penunjang Olahraga

Untuk para wanita yang sedang menjalani program diet, seni tari bisa menjadi pilihan tepat. Seni tari yang berfokus pada gerakantubuh tentu saja akan menyehatkan badan, khususnya menyeimbangkan berat badan.

8. Media Terapi

Seni tari yang sarat akan keaktifan gerak tubuh cocok untuk melakukan terapi pada orang-orang berkebutuhan khusus. Seni tari akan memacu sensor motorik mereka untuk bergerak sesuai alunan musik pengiring yang terdengar merdu.

Nama Tari Daerah dan Asalnya

Nama-Tari-Daerah-dan-Asalnya

Indonesia kaya akan kesenian daerah, khususnya seni tari. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tarian tertentu yang membedakannya dengan daerah lain. Berikut ini adalah nama tari tradisional beserta daerah asalnya yang perlu Anda ketahui.

Nama Tari                              Asal Daerah
Tari Saman Aceh
Tari Seudati Aceh
Tari Tor Tor Sumatera Utara
Tari Serampang Dua Belas Sumatera Utara
Tari Piring Sumatera Barat
Tari Lilin Sumatera Barat
Tari Zapin Sumatera Selatan
Tari Topeng Jakarta
Tari Yapong Jakarta
Tari Jaipong Jawa Barat
Tari Merak Jawa Barat
Tari Serimpi Yogyakarta
Tari Gambyong Jawa Tengah
Tari Gandrung Jawa Timur
Tari Kudalumping Jawa Timur
Tari Reog Jawa Timur
Tari Barong Bali
Tari Kecak Bali
Tari Pendet Bali
Tari Rejang Rendeng Bali
Tari Ajat Temuai Datai Kalimantan Barat
Tari Nguri Nusa Tenggara Barat
Tari Cakalele Maluku Utara
Tari Kataga Nusa Tenggara Timur
Tari Pakarena Sulawesi Selatan
Tari Yospan Papua

Penjelasan mengenai pengertian seni tari di atas bisa menjadi tambahan pengetahuan. Jika berminat belajar menari dengan baik dan benar, Anda bisa mengikuti les dengan pengajar tari profesional. Namun, jika budget terbatas, Anda bisa belajar sendiri dengan menonton video tutorial menari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *