Pengertian Sosiologi Secara Umum & Menurut Ahli, Fungsi, Cabang Ilmu

10 min read

pengertian-sosiologi

Interaksi sosial merupakan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk saling terhubung. Hal tersebut diambil berdasarkan konsep sosiologi dalam memahami perilaku dasar manusia. Pengertian sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari perilaku sosial terkadang masih sering salah dipahami.

Tentu ada beberapa faktor dasar yang menjadi sumber teori dalam sosiologi untuk dipelajari. Tidak hanya berdiri sebagai konsep untuk mempelajari kegiatan sosial saja, sosiologi juga memiliki fungsi dan manfaat tersendiri.

Daftar Isi

Pengertian Sosiologi

pengertian-sosiologi

1. Pengertian Sosiologi Secara Umum

Sosiologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang sosial. Berkaitan langsung dengan kehidupan di masyarakat atau ilmu yang mempelajari tentang manusia. Sering disebut sebagai ilmu masyarakat untuk mempelajari termasuk perilaku sosial dan mengamati individu serta kelompok.

Perkembangan zaman juga mudah untuk diikuti oleh ilmu sosiologi. Terutama untuk mengetahui perkembangan di masyarakat kemudian pengetahuannya disusun berdasarkan hasil pemikiran ilmiah. Dapat dikontrol oleh masyarakat lainnya dan perubahan pola perilaku.

2. Pengertian Sosiologi Secara Etimologi

Pandangan secara etimologi sosiologi berasal dari dua kata yang digabungkan dari Bahasa Latin. Socius yang artinya masyarakat dan logos yang artinya berbicara. Jika keduanya disimpulkan maka membicarakan mengenai kehidupan masyarakat atau manusia sebagai makhluk sosial.

Tentu keilmuan ini tidak hanya mempelajari kehidupan manusianya saja namun juga kepentingan dan budaya di dalamnya. Mempelajari objek dalam masyarakat dan memfokuskan beberapa hal. Dibagi menjadi hubungan individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Pengertian-Sosiologi-Menurut-Para-Ahli

1. Pengertian Sosiologi Menurut Soerjono Soekanto

Sosiologi adalah suatu ilmu yang menaruh pusat perhatian pada segi kemasyarakatan. Untuk sifatnya lebih umum dan bertujuan untuk mendapatkan pola yang umum pada kehidupan di masyarakat.

2. Pengertian Sosiologi Menurut Allan Johnson

Apa yang dimaksud dengan ilmu sosiologi menurut Allan adalah mempelajari tentang kehidupan juga perilaku. Terutama yang memiliki kaitan dengan sistem sosial serta bagaimana sistem tersebut bisa mempengaruhi orang lain. Termasuk orang yang ada di dalamnya dan memberikan pengaruh.

3. Pengertian Sosiologi Menurut Pitirim Sorokin

Sifat dari ilmu sosiologi adalah mempelajari hubungan juga pengaruh timbal balik. Dari segala macam gejala dalam sosial seperti keluarga, moral, juga gejala ekonomi. Gejala sosial dan nonsosial juga akan dipelajari dengan apa yang terjadi di dalamnya dan menyebabkan hubungan timbal balik.

4.Pengertian Sosiologi Menurut Mayor Polak

Mayor Polak sebagai tokoh dalam sosiologi menyebutkan, jika ilmu ini adalah upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilakunya. Mulai dari hubungan manusia dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Baik dalam bentuk formal atau material dan statis atau dinamis.

5. William Kornblum

Menurut William Kornblum apa itu sosiologi adalah mempelajari masyarakat berikut perilaku sosialnya yang menjadikan masyarakat untuk ikut dan terlibat ke dalam berbagai kelompok juga kondisi tertentu.

6.Pengertian Sosiologi Menurut A. A Von Dorn & C. J Lammers

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dengan pembahasan struktur dan proses dalam masyarakat. Memiliki sifat yang stabil juga memiliki fungsi sosial lain untuk dipelajari. Untuk menambah pengetahuan.

7. Pengertian Sosiologi Menurut Paul B Horton

Sebagai ilmu yang banyak menjurus pada pembahasan menelaah kehidupan kelompok kemudian produk dari kehidupannya. Selain itu, ia menambahkan bahwa produk dalam kehidupan kelompok tersebut memberikan pengaruh pada pola hidupnya.

8. Roucek dan Warren

Ilmu sosiologi bisa disebut sebagai cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia. Juga membahas tentang hubungan antar kelompok.

Tujuan Sosiologi

Tujuan-Sosiologi

1. Meningkatkan Daya Manusia

Sebagaimana kita ketahui mengenai pengertian sosiologi, tujuan yang pertama dari sosiologi adalah untuk meningkatkan daya dan kemampuan manusia, terutama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Hal ini yang menyebabkan banyak analis atau bapak sosiologi yang menyimpulkan berbagai teori baru tentang hubungan manusia.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan pengetahuan yang objektif, terutama tentang gejala sosial yang terjadi di masyarakat.

2. Analisis Proses Sosialisasi

Sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Francis Brown bahwa sosiologi memperhatikan pengaruh dari lingkungan budaya, terutama mempelajari cara individu untuk memperoleh serta mengorganisasikan pengalamannya.

3. Analisis Kedudukan Pendidikan di Masyarakat

Lembaga pendidikan memiliki fungsi untuk menganalisis hubungan sosial, terutama antara sekolah dengan berbagai aspek yang ada di masyarakat. Untuk melakukan penyelidikan tentang hubungan antara masyarakat dengan pedesaan dan sekolah yang rendah atau menengah.

Meneliti dengan cara memperhatikan struktur sosialnya. Membentuk pola interaksi sosial dan peranan yang baru di masyarakat. Untuk mempelajari hubungan orang di dalam dan luar sekolah.

4. Alat Kemajuan dan Perkembangan Sosial

Untuk memajukan bangsa maka perkembangan sosial perlu diperhatikan. Salah satunya adalah meningkatkan pendidikan yang dianggap sebagai badan yang menyanggupi perbaikan masyarakat. Suatu alat yang digunakan untuk mencapai kemajuan dalam sosial.

5. Sosiologi Terapan

Ahli pendidikan sering menggunakan alat ini untuk berbagai hal di bidang sosial. Memadukan ke dalam suatu ilmu yang baru kemudian menggunakan prinsip sosiologi dalam pendidikan.

Fungsi Sosiologi

Fungsi-Sosiologi

A. Perencanaan Sosial

Sosiologi menjadi perencana sosial dalam mempersiapkan masa depan setiap individu. Tujuan utamanya adalah mengatasi kemungkinan munculnya masalah Ketika terjadi perubahan. Mulai dari perencanaan yang sifatnya antisipatif yakni mencegah dan mempersiapkan terlebih dahulu.

  • Setiap jenis perencanaan yang dibuat disusun dari kenyataan yang sifatnya faktual.
  • mengantisipasi setiap masalah yang timbul di masyarakat.
  • Menganalisis serta mengetahui setiap perkembangan di masyarakat.
  • Memantau dan memahami perkembangan di kota dan desa.

B. Fungsi dalam Penelitian Sosial

Ruang lingkup yang dipelajari dalam ilmu sosiologi juga bisa dijadikan sebagai penelitian sosial. Penelitian ini nantinya bisa memberikan gambaran tentang kehidupan di masyarakat. Seperti mengkaji gejala yang ada di masyarakat kemudian menemukan rencana penyelesaiannya.

  • Menjadi pertimbangan untuk segala bentuk gejala sosial yang timbul di kalangan masyarakat.
  • Berfungsi untuk memahami pola tingkah laku pada setiap individu yang ada di masyarakat.
  • Menjadikan sikap kehati-hatian dalam berpikir rasional.
  • Digunakan untuk melihat jika ada perubahan tingkah laku anggota masyarakat yang terjadi.
  • Memahami beberapa symbol, kode, dan istilah lainnya pada objek penelitian.

C. Sebagai Pembangunan

Sebagai perubahan yang dilakukan dengan terencana dan terarah. Kajian yang dipelajari adalah tentang proses pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Bisa dilihat secara spiritual atau materialnya demi mengetahui apa yang diperlukan pada tahap selanjutnya.

  • Identifikasi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan data yang relative dan lengkap. Meliputi interaksi sosial, kelompok sosial, stratifikasi sosial, dan Lembaga sosial.
  • Pelaksanaannya memerlukan pengawasan dari kekuatan sosial dan perubahan yang terjadi. Salah satunya dengan melakukan penelitian.
  • Evaluasi penting dilakukan untuk dijadikan sebagai Analisa dampak dari sosial itu sendiri. Keberhasilan pembangunan bisa dinilai dengan memperhatikan evaluasinya.

D. Sebagai Pemecah Masalah Sosial

Masalah sosial sering muncul dengan keadaan yang dianggap sebagai salah satu saat yang sulit. Perlu dilakukan penyelesaian karena biasanya muncul dengan adanya kesenjangan, terutama antara harapan dan kenyataan yang ada di masyarakat sesuai dengan nilai yang ada.

  • Sebagai peranan sosiologi untuk memecahkan masalah.
  • metode antisipatif sebagai tindakan untuk mencegah juga mempersiapkan apapun yang mungkin saja terjadi.
  • Menggunakan metode represif sebagai pemberian hukuman untuk memberikan efek jera terhadap pelanggar.
  • Menggunakan metode restitutif atau tindakan pemberian penghargaan, terutama untuk yang telah menaati hukum.
  • Biasanya digunakan untuk mengatasi kemiskinan, kesenjangan sosial, disorganisasi keluarga, masalah kependudukan, masalah lingkungan, hingga kenakalan remaja.

Cabang Ilmu Sosiologi

Cabang-Ilmu-Sosiologi

1. Sosiologi Pendidikan

Konsep utama yang membangun sosiologi dibedakan menjadi dua yaitu umum dan khusus. Untuk sosiologi pendidikan masuk ke dalam jenis khusus. Berfungsi untuk menyelidiki suatu aspek kehidupan sosial dan budaya, terutama dalam bidang pendidikan di dalam gejala sosial.

Saat ini banyak kuliah di Indonesia membuka jurusan sosiologi. Materi yang diberikan mencakup tentang teori dalam bidang sosiologi. Memberikan pelajaran bagi masyarakat dengan pendidikan bagi para pelajar di Indonesia.

2. Sosiologi Agama

Di dalam bidang agama, sosiologi menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat, terutama mempelajari melalui materi yang meliputi perilaku masyarakat di dalamnya. Berhubungan dengan keyakinan yang dipeluk oleh individu pada setiap kalangan masyarakat.

Peran agama di sini menjadi perantara sosial terutama dalam setiap perubahan yang terjadi di masyarakat. Sebagai agen pengendalian sosial dan suatu aspek paling penting dalam kehidupan masyarakat. Perlu untuk dipelajari oleh siapapun agar bisa menjalankan sosial dengan baik.

3. Sosiologi Hukum

Bidang hukum sangat kental kaitannya dengan buku dan teori. Di bidang sosiologi, hukum ini berkaitan dengan berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Sosiologi hukum melihat perilaku masyarakat berkaitan dengan hukum yang berlaku dan memerhatikan peranan hukum di masyarakat.

Termasuk untuk melihat melalui pendekatan yang dilakukan oleh lembaga yang berkaitan dengan hukum. Hal ini penting untuk dipahami oleh siapapun dan dilakukan atau dipatuhi oleh masyarakat.

4. Sosiologi Keluarga

Banyak sosiologis yang mengaitkan berbagai interaksi sosial yang diawali dengan hubungan keluarga. Bidang ini membahas dan mengamati berbagai kegiatan antara fenomena yang terjadi di masyarakat, terutama dalam keluarga untuk melihat bagaimana peran keluarga di masyarakat.

Tentu peranan keluarga di masyarakat sangat penting. Untuk melihat jika terjadi suatu perubahan sosial dengan berbagai bentuk yang terjadi, bahwa keluarga yang sehat akan memberikan interaksi sosial yang lebih baik di masyarakat.

5. Sosiologi Industri

Memberikan tekanan pada perkembangan industri dan beriringan dengan perkembangan di masyarakat. Munculnya kegiatan industri di masyarakat menimbulkan berbagai perubahan dalam bentuk sosial di masyarakat.

Berbagai sektor agraris semakin berubah menjadi sektor industri. Melihat hubungan antara fenomena sosial yang terjadi misalnya peranan industri pada perubahan sosial dan aktivitasnya. Contoh yang paling terlihat adalah hubungan dengan kegiatan dan kondisi ekonomi masyarakatnya.

6. Sosiologi Pembangunan

Tidak berbeda jauh dengan sosiologi industri, cabang ini mempelajari berbagai pola pembangunan di masyarakat. Ditandai denganciri pembangunan yang dilaksanakan atau dikehendaki di masyarakat. Memperhatikan berbagai aspek mulai dari material hingga psikisnya.

Pembangunan akan memberikan peranan yang sangat penting dalam bidang sosial, terutama untuk membangun peradaban masyarakat yang lebih baik. Menyediakan kesejahteraan ekonomi yang jauh lebih terjamin. Banyak negara ketiga di dunia yang semakin sukses dengan memperhatikannya.

7. Sosiologi Politik

Cabang sosiologi politik akan membahas tentang fenomena yang berkaitan dengan variabel sosial dan politik. Terutama untuk mewujudkan keterkaitannya dengan struktur sosial juga lembaga politik. Kegiatan politik ini akan memberikan pengaruh pada setiap fenomena sosial yang terjadi.

Di dalamnya termasuk untuk memperhatikan kajian untuk perilaku politik, lembaga politik, juga peranannya di masyarakat. Sudah termasuk untuk membahas struktur, kebudayaan, kemudian tingkah laku yang terjadi dengan situasi dan kegiatan politik yang dilakukan di masyarakat.

8. Sosiologi Pedesaan

Cabang ini membahas berbagai interaksi yang dilakukan pada masyarakat pedesaan, sesuai dengan tempat tinggalnya ciri-ciri yang diperhatikannya misalkan pola hidup dan pola lainnya. Apapun yang memberikan pengaruh pada sikap kemudian sikap masyarakat di pedesaan.

Hubungan antara masyarakat di desa dan kota tidak bisa dipisahkan begitu saja. Selalu ada kontak langsung di antaranya dan harus diteliti juga dipelajari dengan lebih lanjut. Tentu kemudahan beradaptasi untuk menyesuaikan berbagai unsur di dalamnya menjadi jauh lebih mudah.

9. Sosiologi Perkotaan

Mempelajari apapun yang terjadi dalam interaksi masyarakat perkotaan. Segala bentuk pola interaksi yang terjadi akan disesuaikan dengan lingkungan tempat tinggalnya. Termasuk untuk mempelajari pola mata pencaharian hidup masyarakatnya untuk menemukan kesenjangan di dalamnya.

Pola hubungan antara satu individu dengan yang lain atau antar kelompok juga akan dipelajari. Pola pikir pada setiap individu akan selalu berbeda dan timbul perbedaan dengan masyarakat di pedesaan. Tentu hal ini juga memberikan pengaruh pada setiap hubungan antara kota dan desa.

10. Sosiologi Kesehatan

Melakukan pengkajian pada cara penerapan berbagai teori di bidang sosiologi untuk menganalisis masalah kesehatan. Cabang ini akan berusaha untuk melihat perilaku pada orang sakit, sehat, juga peranan pada saat sehat. Peran sakit pada anggota masyarakat juga akan dipelajari dengan baik.

Banyak orang yang belum mempelajari cabang sosiologi ini, terutama kegunaan dan manfaatnya masih belum begitu dirasakan sebagai salah satu cabang yang baru. Akan tetapi, sebenarnya jenis sosiologi ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan di masyarakat.

Konsep Sosiologi

Konsep-Sosiologi

1. Proses Sosial

Konsep dasar sosiologi yang pertama adalah proses sosial. Memberikan pengaruh timbal balik dengan aspek kehidupan masyarakat yang tinggal bersamaan. Contoh yang bisa diperhatikan seperti proses untuk mempengaruhi dan dipengaruhi oleh ekonomi juga hukum yang berlaku.

Bahkan antara pendidikan dengan ekonomi juga politik dengan ekonomi yang semuanya saling berkesinambungan. Membuat beberapa bentuk sosial dan interaksi baru di masyarakat. Semua pola bisa saja berubah seiring dengan beberapa proses sosial yang terjadi di masyarakat.

2. Kelompok Sosial

Konsep yang selanjutnya membahas tentang kelompok sosial sebagai sekumpulan masyarakat. Kumpulan tersebut membentuk pola juga kesadaran interaksi yang terjadi secara terorganisir. Kejadiannya sering berulang-ulang, tentu kesadaran dalam berinteraksi menjadi faktor utama.

Setiap keberadaan kelompok pasti akan membuat kesadaran sosial tersendiri. Bahkan semuanya bisa membentuk pola sosial yang berbeda antara masyarakat satu dengan lainnya. Seperti contoh budaya barat dan timur yang sudah jelas akan berbeda jika dilihat dari polanya.

3. Interaksi Sosial

Tentu interaksi sosial bisa menjadi konsep yang digunakan pada sosiologi. Tanpa adanya interaksi maka tidak akan terbentuk pola atau kegiatan sosial yang dianalisis. Hubungan sosial secara dinamis maka akan membuat hubungan antar individu atau dengan kelompoknya.

Ada beberapa faktor yang akan memengaruhi interaksi sosial. Di antara faktor tersebut seperti imitasi, sugesti, simpati, juga identifikasi. Pada akhirnya semua faktor tersebut bisa memberikan aksi dan reaksi yang berbeda Ketika sedang terjadi interaksi sosial di kalangan masyarakat.

4. Struktur Sosial

Tanpa disadari apa yang terjadi di dalam kehidupan sosial manusia memang terstruktur. Contohnya apa yang ada di dalam tingkatan sosial dan semuanya tersusun dengan jelas. Seluruh aspek sosial akan disusun, sehingga membentuk beberapa pola di dalam kehidupan sosial masyarakat.

Struktur dalam sosial termasuk norma sosial, lembaga sosial yang menaungi masyarakat, kemudian lapisan dalam komunitas sosial lainnya. Siapapun yang ada di dalam komunitas sosial akan memiliki peranan yang penting, terutama untuk memberikan perubahan pada bentuk interaksi sosialnya.

5. Perubahan Sosial

Struktur yang telah terbangun di dalam komunitas sosial selalu mengalami perubahan. Semua itu terjadi kepada seluruh lapisan di dalamnya. Membuat jalinan hubungan masyarakat terbagi menjadi dua yaitu positif dan negatif dan semua efeknya sudah bisa dilihat secara langsung.

Setiap perubahan yang terjadi di dalam bentuk sosial tidak bisa dihindari oleh siapapun. Tentu setiap individu harus mengikuti dan mengakui perubahan yang terjadi di sekitarnya. Perubahan ini bisa dibagi menjadi beberapa bagian seperti perubahan bidang budaya, agama, ekonomi, dan lainnya.

6. Peranan dan Status Sosial

Setiap individu pasti memiliki perilaku yang berbeda dan membuat mereka memiliki peran tersendiri. Tentu setiap peran memiliki pengaruh pada setiap perubahan yang terjadi. Misalkan pada bentuk perubahan perilaku yang diharapkan oleh lingkungannya dan berasal dari status yang berbeda.

Biasanya setiap status akan memiliki peranan yang berbeda pada strata atau struktur sosial. Status merupakan salah satu kedudukan yang dimiliki oleh individu pada sebuah kelompok. Kemudian, kelompok tersebut juga bisa dibagi menjadi kelompok lainnya.

Adapun beberapa jenis peran yang ada di status sosial dan dipelajari oleh bidang sosiologi. Di antaranya seperti achieved role, ascribed role, dan yang terakhir assigned role. Semua peranan yang dimilikinya mempunyai manfaat yang berbeda.

7. Ketertiban Sosial

Ketertiban yang harus ditegakan pada bidang sosial harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tentu konsep dasarnya adalah hasil dari perilaku yang ada di masyarakat. Haruslah beriringan dengan norma juga nilai yang berlaku di dalamnya sesuai dengan harapan masyarakat.

8. Organisasi Sosial

Organisasi ini mencakup beberapa individu yang membentuk kelompok seperti masyarakat. Nantinya akan berbentuk seperti Lembaga sosial ataupun organisasi. Dibuat untuk mencapai tujuan Bersama sehingga mampu mendorong masyarakat untuk bertindak sesuai dengan tujuan juga pedoman.

9. Fakta Sosial

Apapun yang terjadi di lingkungan sosial disebabkan oleh tingkah laku masyarakatnya. Akan memberikan pengaruh pada bidang ekonomi, hukum, agama, bahkan politik di kalangan masyarakat. Bentuk yang dimilikinya berdasarkan material dan non material.

Fakta ini berarti bisa disimak, observasi, kemudian bisa diteliti untuk menemukan faktor yang mempengaruhinya. Untuk fakta non material berartikan yang tidak memiliki wujud materi. Contohnya seperti egoisme, altruisme juga faktor lainnya.

10. Institusi Sosial

Sebagai salah satu wadah yang legal kemudian mampu untuk memberikan dorongan pada masyarakat. Terutama untuk melaksanakan berbagai peran di dalam bidang sosial. Mampu untuk menghindari berbagai konflik yang terjadi di masyarakat.

Objek Sosiologi

Objek-Sosiologi

Objek yang dibahas pada bidang keilmuan sosiologi adalah manusia. Ilmu ini tentu akan mengkaji objeknya tentang berbagai perilaku yang ada pada manusia. Selain itu letak perbedaan yang dimiliki pada ilmu ini juga berada pada pandangan di dalam bentuk kemasyarakatannya.

Manusia akan memiliki nature sebagai salah satu bawaan sejak lahir. Kemudian nurture yang dibentuk saat individu tersebut mulai melakukan interaksi sosial. Hal ini akan dijadikan sebagai objek tentang apakah semua nilai yang ada pada sosial berhasil diikuti dan ditaati setiap individu.

Hakikat Sosiologi

Hakikat-Sosiologi

Berbagai macam hakikat sosiologi banyak dituliskan dalam bentuk sastra juga kamus. Tingkah laku manusia yang terjadi tidak pernah keluar dari hakikatnya. Semua itu berawal dari sejarah sosiologi yang kemudian berubah seiring perkembangan zaman.

  1. Sosiologi sebagai ilmu sosial dan bukan pengetahuan alam atau eksak yang disebut sebagai ilmu pasti. Hal itu karena apapun yang dipelajari merupakan gejala di masyarakat.
  2. Sebagai disiplin ilmu kategori dan bukan normatif. Hal ini karena keilmuannya membatasi diri dengan apa yang terjadi bukan yang harus terjadi.
  3. Sebagai ilmu pengetahuan yang murni juga menjadi ilmu terapan.
  4. Adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan konkret.
  5. Memiliki tujuan untuk menghasilkan pengertian serta pola umum. Memberikan prinsip dan hukum yang umum dari berbagai interaksi manusia.
  6. Sebagai ilmu yang memiliki sifat empiris atau rasional. Sesuai dengan metode yang digunakan dalam penelitiannya.
  7. Adalah ilmu pengetahuan umum. Membahas segala kejadian dan gejala umum pada interaksi manusia.

Teori-Teori Sosiologi

Teori-Teori-Sosiologi

1. Teori Struktural Fungsional

Asumsi dasarnya berada pada konsep keteraturan masyarakat. Tentu memberikan pandangan bahwa setiap lapisan masyarakat memiliki sifat yang statis atau berada dalam perubahan yang berimbang. Setiap elemen di dalamnya memiliki peran untuk menjaga stabilitas pada sifat yang statisnya.

Di dalam teori ini akan membahas perilaku manusia dalam konteks organisasi serta bagaimana perilakunya bisa berpengaruh. Pengaruhnya bisa dilihat dari keseimbangan masyarakatnya. Beranggapan bahwa masyarakat adalah organisme biologis dan saling mengalami ketergantungan.

Ketergantungan yang terjadi dilakukan untuk mempertahankan hidup. Diharapkan untuk mencapai keteraturan dalam sosial dan masyarakat. Tentu setiap manusia membutuhkan manusia lain untuk tetap hidup dan semua saling berketergantungan.

2. Teori Konflik

Sebagai salah satu teori struktural konflik dan diperkenalkan di tahun 1960. Pertama kalinya teori ini muncul dalam sosiologi di Amerika Serikat. Sebagai salah satu kebangkitan kembali atas berbagai gagasan yang telah dipergunakan sebelumnya. Terutama dari gagasan Karl Marx dan Max Weber.

Ide dasar yang digunakan pada teori konflik ini jelas diambil dari kedua sosiolog tersebut. Secara jelas keduanya menolak gagasan tersebut kemudian menyatakan bahwa masyarakat mengarah pada dasar konsensus, maka strukturnya akan bekerja langsung untuk kebaikan setiap orangnya.

Berbalik dengan fakta dari konflik itu sendiri yang menjelaskan tentang pertentangan. Ketika semua individu masing-masing akan mempertahankan kepentingannya. Tentu akan saling bertentangan dan mengalami pengorganisasian terhadap kehidupan sosialnya.

3. Teori Interaksi Simbolik

Teori yang satu ini perlu untuk dipahami sehingga mencapai pemahaman yang interpretative. Terutama dengan fenomena sosial yang terjadi. Mengacu pada kenyataan yang terjadi di bidang sosial dengan proses interaksi yang terjadi. Sangat berkaitan dengan kemampuan manusia.

Kemampuan untuk memanipulasi simbol yang ada di dalam interaksinya. Pendekatan yang digunakan pada jenis interaksi ini lebih terbuka tentu untuk memahami definisi situasi. Memahami arti secara seksama untuk mencapai kesepakatan.

Tokoh yang mempelajari dan membentuk teori ini adalah James Mark Baldwin, Charles, John Dewey, William I. Thomas, William James, kemudian George Herbert Mead. Semuanya memberikan teori simbolik ini dan paling populer dari beberapa teori yang dipelajari.

Memahami pengertian sosiologi berawal dari mempelajari perilaku manusia sebagai salah satu makhluk sosial. Setiap teori yang digunakan diambil berdasarkan fakta yang ada di dalam interaksi sosial. Fungsi sosiologi pada suatu daerah sering kali dipengaruhi oleh kebudayaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *