Pengertian Toleransi Secara Umum & Menurut Ahli : Tujuan, Contoh

7 min read

pengertian-toleransi

Toleransi sering diartikan masyarakat sebagai sikap saling menghargai perbedaan antar individu. Namun pengertian toleransi sebenarnya jauh lebih luas jika dikaitkan dengan beragam perbedaan yang ada di Indonesia, seperti perbedaan agama, budaya, maupun pemikiran politik.

Mengingat besarnya peran toleransi dalam masyarakat, maka arti toleransi yang sesungguhnya harus diketahui untuk selanjutnya di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian tujuan dan fungsi yang ingin dicapai dari sikap toleransi bisa memberikan hasil yang maksimal

Pengertian Toleransi

Pengertian-Toleransi1

Untuk bisa memahami apakah pengertian toleransi secara keseluruhan dan lebih luas, maka definisi toleransi bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yakni secara umum dan menurut para ahli seperti berikut ini

1. Secara Umum

Jika dilihat dari asal katanya yang berasal dari bahasa Latin, maka toleransi memiliki arti sabar. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, toleransi berarti bersikap toleran terhadap orang lain yang berbeda pendapat.

Jika kedua makna tersebut dijabarkan, maka definisi umum tentang apa yang dimaksud dengan toleransi adalah menahan diri terhadap segala perbedaan dengan cara menghormatinya. Selain itu, toleransi juga berarti memberi kebebasan kepada orang lain untuk mengeluarkan pendapat dan keyakinannya.

Dalam penggunaannya, kata toleransi selalu dikaitkan dengan banyaknya perbedaan yang ada dalam diri masyarakat, baik fisik maupun psikis. Di Indonesia yang masyarakatnya sangat beragam, kata toleransi sering digunakan khususnya ketika membahas tentang agama dan budaya.

2. Menurut Para Ahli

Beberapa ahli yang merupakan tokoh sosial memberikan definisi yang berbeda-beda terkait pengertian toleransi, bahkan di dalam makalah juga bisa ditemukan arti toleransi. Namun jika diambil garis tengahnya, maka ada banyak kesamaan dari definisi tersebut, di antaranya sebagai berikut ini.

a. Michael Walzer

Toleransi menurut Michael adalah suatu keadaan yang harus ada dalam diri perorangan atau masyarakat untuk memenuhi tujuan yang ada di dalamnya. Tujuan tersebut menurut Michael adalah hidup damai di tengah perbedaan yang ada, baik perbedaan sejarah, identitas, maupun budaya.

Jika tidak ada keadaan tersebut, maka tujuan kedamaian yang diinginkan setiap individu hingga masyarakat luas tidak akan terlaksana. Akibatnya, perpecahan mudah terjadi, khususnya dalam tatanan sosial masyarakat.

b. Friedrich Heiler

Heiler mengartikan toleransi dengan cakupan yang lebih terfokus dalam bidang agama saja. Menurutnya, toleransi adalah sikap yang mengakui bahwa banyaknya agama yang ada di masyarakat adalah sesuatu yang tidak bisa di pungkiri.

Dengan demikian setiap pemeluk agama, harus mendapatkan perlakuan yang sama dalam masyarakat. Hal ini dilandasi oleh keyakinan bahwa seseorang yang beragama juga memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya.

c. Max Isaac Dimont

Pengertian toleransi menurut Dimont adalah sikap saling menghargai tindakan orang lain yang berbeda-beda. Dengan adanya sikap menghargai, maka perdamaian akan tercipta selama tidak ada tindakan yang   keluar dari batasan norma di masyarakat

d. Djohan Effendi

Sementara itu, Djohan Effendi memberikan makna yang sangat luas, sehingga mencakup definisi yang diutarakan oleh Heiler dan Dimont. Menurutnya, toleransi adalah sikap atau perilaku seseorang yang menghargai berbagai macam perbedaan.

Perbedaan yang dimaksud bisa berupa perbedaan perilaku, agama, maupun budaya. Dengan demikian, jika seseorang menghargai perbedaan orang lain yang berbeda fisik maupun psikis, maka sudah bisa disebut dengan wujud dari toleransi.

e. Purwadarminta

Toleransi adalah sebuah sikap yang dimiliki seseorang dalam memperbolehkan adanya suatu perbedaan dari orang dengan dirinya. Cakupan perbedaan di sini cukup luas, yaitu meliputi perbedaan  pendapat, pandangan, ataupun keyakinan.

Pengertian Toleransi Lainnya

Pengertian-Toleransi-Lainnya

Perbedaan yang ada di masyarakat khususnya di Indonesia cukup banyak dan luas. Oleh sebab itu, ditemukan beberapa jenis toleransi lainnya yang lebih fokus pada satu bidang berikut adalah pengertian dari toleransi lainnya yang bisa anda temukan di masyarakat

1. Dalam Beragama

Toleransi agama artinya sikap mengakui, menerima, dan menghormati agama lain. Walaupun kepercayaan yang diajarkan berbeda-beda, namun tidak membuat antar umat mempermasalahkan, ataupun  saling mengejek ajaran agama lain.

Toleransi antar umat beragama sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang tinggal di negara yang memiliki keragaman, seperti Indonesia. Aturan toleransi agama sudah tertera pada Pancasila, sehingga jika ada yang menistakan agama lain bisa dikenakan sanksi hukum.

2. Dalam Budaya

Toleransi budaya berkaitan dengan  perbedaan, adat, tradisi dan kebiasaan yang ada pada masing-masing daerah. Sudah menjadi hal yang wajar jika setiap daerah terlebih yang dipisahkan oleh pulau memiliki kebiasaan yang berbeda.

Untuk meningkatkan toleransi terhadap budaya, di Indonesia memberikan pelajaran khusus yang membahas seni dan budaya. Dengan demikian, sikap toleransi budaya ini sudah ditanamkan sejak kecil, dengan memperkenalkan siswa pada kelebihan dan keunikan budaya lain yang harus dibanggakan.

3. Dalam Politik

Melihat banyaknya perbedaan pendapat mengenai politik dan mengelola kekuasaan atau pemerintahan, maka toleransi politik juga perlu dimiliki masyarakat. Toleransi politik sendiri adalah lebih fokus pada sikap seseorang yang saling menghargai perbedaan pandangan dalam mengatur pemerintahan.

Selain itu toleransi politik juga menghargai landasan pemikiran politik yang digunakan masing-masing pihak. Selama landasan yang digunakan tidak keluar dari Pancasila, maka berbagai pemikiran politik yang ada wajib untuk dihargai.

Penerapan terhadap sikap toleransi dalam berpolitik juga tertulis dalam naskah perundang-undangan yang berlaku untuk menghindari konflik yang kemungkinan bisa terjadi akibat banyaknya perbedaan, mulai dari budaya, bahasa, suku, dan agama.

Tujuan Toleransi

Tujuan-Toleransi

Jika dilihat dari apa artinya toleransi secara keseluruhan, maka secara tidak langsung akan ditemukan tujuan yang ingin dicapai dari sikap toleransi. Salah satunya adalah untuk menciptakan kehidupan yang damai di masyarakat. Selain itu ada beberapa tujuan lain dari sikap toleransi, yaitu

1. Menjaga Keharmonisan Masyarakat

Tujuan utama sikap toleransi adalah untuk menjaga hubungan masyarakat agar tetap harmonis di tengah perbedaan. Dengan adanya sikap toleransi, maka kenyamanan dan ketenteraman masyarakat akan terjaga tanpa adanya konflik karena perbedaan tertentu.

2. Mencegah Perpecahan

Perpecahan yang terjadi di masyarakat tidak hanya merugikan masing-masing individu dalam melakukan aktivitas sosialnya. Namun juga mempersulit negara untuk mengatur sistem di masyarakat. Oleh sebab itu, sikap toleransi bertujuan untuk mencegah terjadinya perpecahan akibat banyaknya perbedaan.

3. Menyatukan Perbedaan

Secara umum, perbedaan akan menyebabkan konflik karena antara yang satu dengan lainnya merasa paling benar, padahal perbedaan berpotensi memperkaya budaya masyarakat. Untuk memelihara kekayaan tersebut, maka toleransi diciptakan untuk saling melengkapi dan menyatukan perbedaan

4. Meningkatkan Perdamaian

Berbagai konflik yang ada di masyarakat sebagian besar disebabkan karena perbedaan yang tidak menemukan titik tengahnya. Untuk mengurangi permasalahan tersebut demi meningkatkan perdamaian, maka setiap warga negara wajib memiliki sikap toleransi.

Fungsi Toleransi

Fungsi-Toleransi

Sikap toleransi memberikan banyak fungsi dan manfaat bagi masyarakat ataupun individu yang menerapkannya. Fungsi tersebut ada yang disadari, dan ada juga yang tidak disadari karena muncul sebagai dampak positif atas penerapannya yang berulang, fungsi tersebut adalah

1. Membangun Rasa Nasionalisme

Jika suatu perbedaan yang ada di masyarakat tidak dijadikan sebuah konflik, maka perbedaan tersebut justru bisa berubah menjadi kekayaan. Terlebih setiap perbedaan memiliki kelebihan dan keunikan masing-masing.

Adanya sikap toleransi akan membuat konflik berubah menjadi rasa bangga dengan beragam perbedaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. Kebanggaan akan bermacam-macam budaya dan agama yang ada di Indonesia akan memunculkan sifat Nasionalisme yang tinggi.

2. Menanamkan Rasa Persaudaraan

Sikap toleransi akan membuat seseorang mengabaikan perbedaan orang lain dan hanya melihat persamaannya saja. Dengan demikian, setiap masyarakat akan memiliki sifat persaudaraan yang tinggi karena merasa tinggal di negara yang sama.

Selain itu, beragam perbedaan yang ada dalam diri orang lain justru dijadikan bahan untuk memperkaya wawasan dan menjadi media untuk saling bertukar pikiran. Semakin sering pertukaran pendapat dilakukan, maka akan membuat antara individu menjadi akrab dan timbul rasa persaudaraan.

3. Menumbuhkan Rasa Cinta dan Kasih Sayang

Setiap perbedaan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam toleransi, kekurangan tidak dijadikan masalah yang besar untuk tetap bersosialisasi. Sementara kelebihannya selalu menjadi alasan untuk bisa menghormati perbedaan yang ada.

Kelebihan yang ada dalam masyarakat yang satu dengan lainnya akan menimbulkan rasa kagum dan rasa kasih sayang yang tinggi selama sikap toleransi terhadap perbedaan tersebut tetap dipelihara. Bahkan bisa timbul perasaan saling memiliki, jika berasal di negara yang sama.

4. Mengurangi Sifat Egois

Orang yang selalu menanamkan sikap toleransi dalam dirinya akan terbiasa menghargai dan menerima perbedaan orang lain. Kebiasaan menerima perbedaan ini, secara tidak langsung akan memberikan dampak yang besar dalam mengurangi sifat egois yang ada dalam setiap individu.

5. Mempermudah Proses Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dalam hubungan bermasyarakat dan bernegara. Dengan adanya sikap toleransi, maka setiap individu akan mengutamakan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi tanpa memandang perbedaannya.

Semakin tinggi toleransi antara warga, maka kesepakatan akan lebih mudah diciptakan dalam setiap musyawarah yang dilakukan. Sebaliknya, jika tidak ada sikap toleransi, maka setiap orang akan saling mengutamakan kepentingannya, sehingga sulit ditemukan kesepakatan.

Ciri-ciri Sikap Toleransi

Ciri-ciri-Sikap-Toleransi

Orang yang sudah menerapkan sikap toleransi dalam kehidupannya, maka memiliki beberapa ciri-ciri berikut dalam bersosialisasi dengan orang lain, ciri-ciri tersebut diantaranya

1. Menghormati Orang Lain

Terbiasa menghormati orang lain adalah dasar munculnya sikap toleransi. Oleh sebab itu, jika seseorang sudah bisa menghormati orang lain dalam segala hal, maka ciri-ciri sikap toleransi sudah melekat dalam dirinya.

2. Memberi Kebebasan Bagi Orang Lain

Selama tidak menyimpang dari norma dan aturan yang berlaku di masyarakat, maka seseorang yang memiliki sikap toleransi akan memberikan kebebasan bagi orang lain dalam menjalankan keyakinannya. Baik kebebasan dalam berpendapat, ataupun melaksanakan ibadah, tanpa mengucilkan nya.

3. Menghargai Pendapat Orang Lain

Sikap toleransi yang paling sederhana adalah perilaku menghargai pendapat orang lain, walaupun tidak sesuai dengan pemikirannya. Orang yang toleransi, akan mudah menerima pendapat, untuk dipertimbangkan, jika baik diterapkan, dan jika buruk ditinggalkan tanpa menyinggungnya.

4. Tidak Memandang Perbedaan Fisik dan Psikis dalam Bersosialisasi

Ketika berada dalam kelompok masyarakat, akan ditemukan berbagai individu dengan ciri fisik dan karakter masing-masing. Salah satu ciri orang yang memiliki sikap toleransi tidak akan memilih teman bicaranya, walaupun berbeda ciri fisik dan karakter.

Akibat Tidak Ada Sikap Toleransi di Masyarakat

Akibat-Tidak-Ada-Sikap-Toleransi-di-Masyarakat

Jika sebuah masyarakat tidak menerapkan sikap toleransi dalam berhubungan sosial, maka banyak dampak negatif yang akan dirasakan. Selain mengganggu kenyamanan dan mengurangi persatuan, ada beberapa dampak berbahaya yang akan dirasakan masyarakat yaitu sebagai berikut.

1. Terjadi Perpecahan

Dari sekian banyak perbedaan yang ada di masyarakat, akan ada beberapa golongan yang memiliki kesamaan dengan golongan lainnya. Tanpa adanya sikap toleransi, maka masyarakat yang memiliki kesamaan hanya berkumpul dengan golongannya, sehingga warga menjadi terpecah belah.

2. Berpotensi Munculnya Diskriminasi

Perbedaan yang menimbulkan kelompok-kelompok dalam masyarakat akan menghasilkan satu golongan yang lebih kuat dan yang lebih lemah. Tanpa adanya toleransi, maka golongan yang merasa lebih kuat ataupun lebih unggul, akan mendiskriminasi golongan yang lebih lemah dalam segala aktivitas.

3. Timbul Ketidaknyamanan dalam Masyarakat

Jika setiap perbedaan yang ada tidak diterima dengan sifat toleransi, maka konflik dan permasalahan akan mudah muncul di masyarakat. Akibatnya lingkungan tersebut menjadi tidak nyaman karena selalu ada masalah yang disebabkan oleh perbedaan

4. Hilangnya Rasa Kepercayaan Antar Warga

Adanya sikap diskriminasi antar kelompok, menimbulkan kebencian antara yang satu dengan lainnya. Jika sifat benci ini dipelihara, maka apapun yang disampaikan oleh kelompok lain yang berbeda, tidak akan dipercaya, sehingga selalu muncul rasa was-was dalam berkomunikasi.

Contoh Sikap Toleransi dalam Berbagai Bidang

Contoh-Sikap-Toleransi-dalam-Berbagai-Bidang

Setiap jenis perbedaan yang ada di masyarakat memiliki contoh penerapan sikap toleransi yang berbeda-beda. Untuk meningkatkan pemahaman anda terhadap sikap toleransi, berikut akan dijelaskan beberapa contoh penerapan toleransi di masyarakat sesuai bidangnya

1. Contoh Toleransi Agama

Andi adalah orang Islam yang sedang liburan ke Bali. Saat tinggal di hotel, Andi melihat orang Hindu sedang berdiri lama di depan pura sambil membawa dupa. Walaupun terlihat aneh, namun Andi tidak menertawakannya, karena mengetahui bahwa  itu adalah cara ibadah orang Hindu.

Saat hari Jumat, Cristin yang beragama Kristen mengadakan pesta pernikahan di rumahnya. Tepat saat itu, masjid di sebelah rumahnya sedang melakukan ibadah salat jumat. Maka Cristin segera mengecilkan  sound sistem yang sedang menghibur tamu undangan.

2. Contoh Toleransi Budaya

Fina tinggal di Jakarta, dan di sekolahnya sedang kedatangan murid baru dari Jawa Timur. Ketika murid baru itu bicara, logatnya sangat medok dan terdengar lucu. Namun Fina menghargai cara bicara murid tersebut dan tidak menertawakannya.

Denis adalah orang Bugis, ia diminta untuk menjadi penerima tamu di acara pernikahan tetangganya dengan menggunakan baju adat Bali. Walaupun pakaian adat Bali terlalu terbuka dan tidak nyaman untuk Denis, namun dia tetap menghargainya dan menerima tawaran tersebut.

3. Contoh Toleransi Politik

Di Indonesia banyak terdapat partai politik dengan landasan pemikiran yang berbeda-beda. Saat pemilu, setiap partai melakukan kampanye yang menyampaikan visi misinya. Walaupun visi misi partai A dan B saling bertolak belakang, namun saat kampanye keduanya tidak saling menjatuhkan partai lainnya.

Dalam sidang DPR yang sedang merumuskan susunan Undang-undang, pemimpin sidang adalah orang yang berasal dari partai A. Namun saat jalannya diskusi, pemimpin sidang tetap menerima pendapat dan masukan DPR yang berasal dari partai lain, bahkan menggunakan pendapatnya jika sesuai tujuan.

Selain contoh di atas, masih banyak contoh toleransi lainnya yang bisa diterapkan dalam hidup bermasyarakat. Selama ada sikap saling menghormati perbedaan di dalamnya, maka hal tersebut bisa disebut sebagai perilaku toleransi.

Semua agama mengajarkan sikap toleransi kepada pemeluknya, karena termasuk perilaku mulia, bahkan tertulis pada ayat kitab suci. Oleh sebab itu, jika seseorang menerapkan sifat toleransi dalam masyarakat, maka akan memperoleh banyak manfaat baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas.

Untuk menerapkan sikap toleransi secara maksimal, maka seseorang harus mengetahui pengertian toleransi yang sesuai kaidah dan asal katanya. Salah dalam mengartikan toleransi, bisa mempersempit ruang lingkup penerapannya di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *