35+ Puisi Ibu Sederhana, Singkat, Sedih, Bahasa Jawa, Haru

14 min read

puisi-ibu

Ibu adalah seorang paling berharga di dunia bagi anak mereka, karena dari rahim beliau anak-anak dikandung dan dilahirkan dengan bersusah payah. Ibu juga rela melakukan apapun demi anak meski berkorban nyawa sehingga puisi ibu bisa Anda hadiahkan padanya.

Tidak semua orang dapat merangkai kata indah kalau bukan ahli atau memiliki bakat sejak awal. Tetapi ibu tetap bahagia meski Anda memberi ungkapan sederhana menyentuh hati dengan inspirasi membaca kumpulan puisi.

Kumpulan Contoh Puisi Ibu Lengkap

Sebelum menulis puisi ibuku, Anda terlebih dulu harus menenangkan pikiran agar ide cemerlang bisa datang dengan ungkapan yang indah. Bahkan para pemula pun dapat belajar jika mereka sering membaca kata-kata mutiara dan kumpulan puisi, serta mengetahui makna dalam analogi.

Berikut berbagai contoh puisi dalam berbagai bahasa yang cukup populer digunakan di masa kini, yakni Bahasa Inggris , Jawa, dan Indonesia.

1. Puisi Ibu Singkat

a. Di Atas Sajadah Ibuku

Di-Atas-Sajadah-Ibuku

Kutuliskan puisi tercinta ini untuk ibu
Hanya dalam sedikit waktu
Namun tak lebih dari kasih sayangmu
Yang kau berikan sepanjang waktu
Semua usaha, segala doa
Kau panjatkan padanya
Hanya untukku
Di atas sajadahmu

Lewat puisi ibu pendek ini
Kusampaikan pesanku untukmu
Betapa aku menyayangi ibu
Sekedar ingin berterima kasih
Yang tak melebihi seluruh usaha dan kasihmu
Serta tak lebih dari doamu untukku
Di atas sajadahmu

Kau menggelar sajadah
Pagi, siang, petang, juga malam
Kau habiskan waktu berlama-lama
Hanya untuk berdoa
Bermunajat pada Tuhan
Agar aku bahagia di dunia dan akhiratNya
Bersujud pada Tuhan
Hanya untuk meminta
Agar aku dikabulkan cita-citanya
Semua doa tulusmu kau panjatkan
Di atas sajadahmu

b. Harapan Ibu

Harapan-Ibu

Lewat puisi 4 bait aku menangis
Siang malam bermunajat pada Tuhan
Berharap anakku selalu dalam perlindungan
Tak masalah walau harus lewati banyak rintangan
Asal anakku selamat dalam perang

Sedikit harapan yang tersisa dalam hidupku
Satu-satunya agar anakku bertahan
Walau aku harus mengalami banyak luka
Tuhan, jangan buat perjuanganku ini sia-sia
Buatlah kami kuat sedikit lagi
Di ujung jalan itu, kami akan melanjutkan kehidupan

Kuatkanlah kaki ini sedikit lagi, Tuhan
Meski aku harus berjalan tanpa henti
Kerikil berduri menusuk jari kaki
Darah mengucur tanpa henti
Luka terbuka tanpa sempat tuk obati

Berikanlah tempat persembunyian yang nyaman, Tuhan
Hanya untuk anakku tersayang
Agar buah hati tak merasakan jerih payah ini
Agar buah hati tak pernah sedih lagi seperti ini
Meski harus kukorbankan nyawa ini di tengah jalan
Meski Tuhan harus mengambil nyawa bapak ibumu
Kamu harus tetap jalani hidup hingga dewasa
Mengejar impian tanpa pernah putus asa

2. Puisi Ibu dan Ayah

a. Doa Sederhana untuk Orang Tua

Doa-Sederhana-untuk-Orang-Tua

Tuhan,
Berikan ayah dan ibu keselamatan
Meski lewat segelintir kalimat tak menyentuh hati
Lindungi mereka di medan perang
Melawan musuh yang tak terlihat
Di tengah korban yang jatuh bergelimpangan
Kuatkanlah mereka, Tuhan
Aku tak apa meski harus sendiri tanpa mereka di sini
Namun hanya satu yang aku inginkan
Buatlah mereka kuat dan mampu bertahan hidup
Di tengah banyaknya korban berjatuhan
Lawan yang tak dapat dideteksi keberadaannya
Namun sangat mematikan untuk banyak orang
Jika Engkau mengambil ayah ibuku
Jangan sekarang, Tuhan
Masih banyak korban yang membutuhkan mereka
Meski harus bekerja tanpa waktu istirahat
Tanpa penat dan putus asa
Aku ingin mereka selamat untuk menolong banyak orang
Biarkan waktu kami tersita hanya untuk para korban
Biarkan walau nantinya aku harus sendiri tanpa orang tua kusayang
Biarkan meski aku dan ayah ibuku tak pernah bisa bertemu
Namun kuharap hanya satu untuk ayah dan ibu
Berjuang di jalanMu

b. Pulang

Pulang

Di luar langit semakin gelap
Bahkan cahaya bulan pun tertutup oleh awan
Lampu temaram sudah padam tanpa sebab
Seperti biasa, ku meringkuk di dalam selimut
Menangis kesakitan memikul beban
Seolah tak ada kesempatan berpikir tentang masa depan

Ibuku yang sudah tua pun hanya membisu
Meringkuk memelukku di dalam selimut
Membelai rambutku secara perlahan
Tanpa kasur hanya beralaskan tikar di atas bumi
Angin dan hujan menyeruak memaksa masuk
Lewati ruas dan lubang dinding bambu kami
‘’Sabar, sabar!’’
Hanya itu yang bisa dikatakannya padaku

Meski aku terdiam
Gelisah batin menerjang pikiran
Memaksa otak menyerukan suara
‘’Di mana ayah, bu?’’
Tanpa jawaban
Hanya suara tangis semakin menderu
Sahut menyahut melebur jadi satu

Di tengah badai
Samar-samar kudengar suara
Pintu diketuk berkali-kali dengan salam
Ibu beranjak melepas pelukan
Entah suara tangis atau petir yang menggelegar
Keduanya terdengar samar

Aku berdiri, kulihat keranda orang mati
Memasuki ruangan tanpa permisi dariku
Tak tahu apa yang terjadi
Hanya keramaian buatku merinding

Ada seseorang
Memelukku dengan keras
Tanpa senyuman
Semua hanya tangisan
‘’Ayahmu tiada, Kamu harus menerimanya !’’

Aku tak paham perkataannya
Aku tak pernah bertemu ayahku
Kuharapkan hanya satu, yaitu bertemu dengannya
Aku selalu berharap, dan tak pernah berhenti berdoa
Agar ayah pulang
Berikan pelukan dan kasih sayang
Untuk ibu dan aku

3. Puisi Ibu Sedih

a. Tanpa Perkenalan

Tanpa-Perkenalan

Senja sudah berlalu dari ujung lautan
Rumah mulai terang diiringi cahaya rembulan
Lampu temaram menyinari sedikit ruang di jalanan
Kehidupan kampung nelayan lenyap dari keramaian

Aku dan anak-anak nelayan lainnya
Menunggu waktu hingga malam datang
Seolah terbiasa seperti tak perlah kelelahan
Ibu siapkan jala ikan
Aku mendorong perahu nelayan
Hingga ke tepi lautan

Semua nelayan sudah siap berangkat sebelum dini hari
Kuucapkan kata sampai jumpa esok hari
Pada ibuku
Kulaimbaikan tangan dengan semangat
Berharap hari ini ibu pulang dengan banyak ikan

Sembari membalikkan badan
Kuberbalik menjauhi lautan
Bersama anak nelayan lainnya
Pulang membawa banyak harapan
Tidur penuh dengan mimpi akan hari esok
Bertemu dan menyambut orang tua kembali

Di pagi hari, saat fajar menyingsing
Berlarian aku bersama anak-anak nelayan
Menghampiri tepi lautan
Meski hanya habiskan tidur hanya beberapa jam
Tak pernah kami rasakan
Kelelahan yang berkepanjangan

Semua menyambut riang para orang tua
Sambil berpelukan
Namun, tak seperti anak lainnya
Orang tua nelayanku bukan bapakku
Hanya ibu yang kupunya

Aku selalu berkata, aku baik-baik saja
Jalanku memang tak sama
Tapi aku sungguh baik-baik saja
Aku yakin cobaan tiap orang memang berbeda
Aku tak menyerah
Kutunggu ibu tuk pulang ke tepian
Sambil membawa banyak ikan

Fajar telah berganti mentari
Terang menyinari bumi ini
Dari kejauhan
Kulihat sepasang nelayan mendayung di atas lautan
Aku meloncat kegirangan
Sambil tertawa riang penuh dengan harapan
Ibuku akan datang
Membawa banyak ikan untuk kami sarapan

Benar saja itu ibuku
Dengan seorang pria berkaki satu
Kutunggu hingga mereka datang menjemputku
Di atas tempatku berdiri
Aku melihat mereka berdua
Sama-sama berkaki satu
Tanpa mempedulikanku
Mereka bergurau
Dan aku tetap tak tahu
Siapakah lelaki itu ?

b. Kenangan Ummi dan Abi

Kenangan-Ummi-dan-Abi

Kutuliskan puisi ibu 3 bait ini
Semua hanya tentang kisah kita wahai ummi
Izinkanlah sejenak aku menulis puisi
Meski tak satupun menyentuh hati
Aku ingin mencoba meski sulit tuk dipahami
Namun aku menulisnya dengan kesungguhan hati
Ini bukanlah surat atau syair yang kusadur dari ahli
Tapi hanya ungkapan hati
Bahwa aku sungguh menyayangi ummi

Selepas engkau pergi
Tak pernah kusia-siakan waktuku lagi
Meski rindu yang amat dalam
Tapi aku berusaha untuk tetap bertahan
Agar engkau bisa tenang di sana
Bersama abi
Kami anak-anakmu berdoa dari sini
Dengan tulus dan sepenuh hati
Berharap agar kau di sisi Sang Ilahi
Engkau tak perlu khawatirkan kami lagi ummi
Aku sudah dewasa bersama ketiga adik
Kami tak pernah mengeluh meski mencari sesuap nasi
Tanpa abi dan ummi

Namun kasih sayang Ilahi memang takkan pernah tergantikan
Karena kuasaNya Kami mampu bertahan
Berjuang tanpa kelelahan
Seolah peluh dan penat dihapuskan oleh Tuhan
Akhirnya kami pun mampu
Capai impian ummi dan abi untuk kami
Namun semua terasa sia-sia
Karena waktu tak mempertemukan kita lagi
Semua upaya dan usaha terasa hampa
Entah tujuan hidup kami ini untuk siapa
Tapi aku percaya, ummi
Tuhan punya jalanNya sendiri
Segala hidup kami pasrahkan pada Ilahi
Berkat ummi dan abi
Kami pun sadar akan kehidupan
Bahwa kesempatan tak datang dua kali
Sebelum semua tak bisa kembali lagi
Hanya menjadi ingatan yang cuma bisa dikenang

4. Puisi Ibu Karya Mustofa Bisri

a. Ibu

Ibu

Ibu
Kaulah gua teduh
Tempatku bertapa bersamamu
Sekian lama
Kaulah kawah dari mana aku meluncur dengan perkasa
Kaulah bumi yang tergelar lembut bagiku
Melepas lelah dan nestapa
Gunung yang menjaga mimpiku
Siang dan malam mata air yang tak berhenti mengalir
Membasahi dahagaku
Telaga tempatku bermain
Berenang dan menyelam

Kaulah, ibu, laut dan langit
Yang menjaga lurus horisonku
Kaulah, ibu, mentari dan rembulan
Yang mengawal perjalananku
Mencari jejak sorga
Di telapak kakimu

(Tuhan,
aku bersaksi
ibuku telah melaksanakan amantMu
menyampaikan kasihsayangMu
maka kasihilah ibuku
seperti Kau mengasihi
kekasih-kekasihMu
Amin).

1414

b. Nazar Ibu di Karbala

Nazar-Ibu-di-Karbala

Pantulan mentari
Senja dari kubah keemasan
Mesjid dan makam sang cucu nabi
Makin melembut
Pada genangan
airmata ibu tua
Bergulir-gulir
Berkilat-kilat
Seolah dijaga pelupuk
agar tak jatuh
Indah warnanya
Menghibur bocah berkaki satu
dalam gendongannya
Tapi jatuh juga akhirnya
manik-manik bening berkilauan
menitik pecah
Pada pipi manis kemerahan
puteranya

“Ibu menangis ya, kenapa?”
Meski kehilangan satu kaki
bukankah ananda selamat kini
seperti yang ibu pinta?”
“Airmata bahagia, anakku
kerna permohonan kita dikabulkan
kita ziarah kemari hari ini
memenuhi nazar ibumu.”
Cahaya lembut masih memantul-mantul
dari kedua matanya
Ketika sang ibu tiba-tiba brenti
Berdiri tegak di pintu makam
Menggumamkan salam:
“Assalamu ‘alaika ya sibtha rasulillah

Salam bagimu, wahai cucu rasul
Salam bagimu, wahai permata zahra.”
Lalu dengan permatanya sendiri
dalam gendongannya
Hati-hati maju selangkah-selangkah
menyibak para peziarah
yang begitu meriah

Disentuhnya dinding makam seperti tak sengaja dan
pelan-pelan dihadapkannya wajahnya ke kiblat
membisik munajat:
“Terimakasih, Tuhanku
dalam galau perang yang tak menentu
Engkau hanya mengujiku
sebatas ketahananku
Engkau hanya mengambil suami
gubuk kami
dan sebelah kaki
anakku
Tak seberapa
dibanding cobamu
terhadap cucu rasulmu ini
Engkau masih menjaga
kejernihan pikiran
dan kebeningan hati
Tuhan,
kalau aku boleh meminta ganti
Gantilah suami, gubuk, dan kaki anakku
dengan kepasrahan yang utuh dan semangat yang penuh
untuk terus melangkah
Pada jalan lurusmu
dan sadarkanlah manusia
agar tak terus menumpahkan darah
Mereka sendiri sia-sia
Tuhan,
Inilah nazarku
Terimalah.”

Karbala, 1409

5. Puisi Ibu Bahasa Jawa

a. Ibu

Ibu-Jawa

Ibu.. sampeyan minangka wanita sing paling nggumunake ing mripatku
Ora ana wong sing bisa ndhelikake lara ing mburi eseman saliyane sampeyan
Ora ana wong sing ngrampungake tugas liyane kajaba sampeyan
Ora ana sing nenangake atiku nanging sampeyan
Konco eseman lan tenang, aku ngerteni akeh masalah sing bakal teka
Ibu.. ngapura kabeh kesalahanku
Aku ngerti dhewe iki isih ora duwe kemampuan kanggo mangsuli
Amarga sejatine sing dakolehake ora bakal bisa ngasilake hadiah
Kabeh sing dakkarepake ora bakal cukup kanggo mbales kebecikanmu iki
Minangka awake dhewe karo kabeh kekurangan sing ngubengi sampeyan, sing ditampa kanthi gumolonging ati
Ibu.. sampeyan minangka malaikat tanpa swiwine
Wenehi katresnan lan kabutuhan sing dakkarepake
Tansah mantu nalika ati nandhang sungkowo lan ganggu menehi ilmu sing aku ora bakal nate sekolah
Sinau babagan keikhlasan lan welas asih marang para manungsa
Ibu.. sampeyan dadi panutan ing saben langkah
Ora tau ana tokoh sing menehi anget lan tresno luwih saka sampeyan
Sampeyan menehi kula semangat lan tenang ing saben langkah
Sampeyan minangka lampu ing saben pepeteng
Sampeyan mesthi menehi kabeh kekarapan
Sampeyan sanajan ana ing kesandung
Ibu.. nyuwun pangapura marang anak sing isih durung bisa gumunggung
Diri iki durung duwe materi lan jiwa kanggo ngganti sampeyan
Aku mung bocah sing isih dewasa
Kabeh sinau sing dakkarepake saka sampeyan pancen larang regane
Priksa aku tuwuh lan berkembang nganti saiki wis ana wektu kanggo nggantio

b. Pangeling-Eling

Pangeling-Eling

Tokoh wanita ing jejere aku
Nyritakake aku lan sedukur-sedulurku kanthi seneng ing wektu kesebut
Cerita babagan jaman biyen
Dheweke “Ibu” sing nduwe atiku lan nyawaku
Ora bisa nyilekake crita iki
Kaya-kaya kedadeyan wingi, nyenengake banget
Ibu ngandhani proses lairku nganti proses kelahiran sedulur-sedulurku
Dheweke khanda, kandhutane aku sing paling ndayani
Ndadekake kowe ringkes ing ngendi wae
Wektu iku lucu banget
Ibu wis nglairake anak sing lucu kaping pirang-pirang
Nanging mung wektu iki, dheweke perhatian marang aku
Cerita sing nyenengake kedadeyan ing sepur utama Surabaya
Sing anyar tekane kanthi bangga ing ngarep ibuku lan wong liya sing lagi nunggu
Nalika iku sadulure kepengin mlebu ing kamar mandi kanggo njupuk barang
Sayange ora pengin yen mlaku ing sepur sing obah
Nalika iku ibu kudu menyang toilet toilet supaya adhiku lan adhaku mlayu sawise sepur isih ngenteni
Supaya ora ketinggalan sepur ing wektu kasebut
Tokoh ibune matur marang aku, apa sing kedadeyan dina kasebut
Nyenengake mbaleni, crita sing nate nggawe kliwat
Saiki wis dadi memori sing ora bakal dilalekake
Dadi memori sing bisa dituduhake karo generasi sing bakal teka
Ibu.. ngapura kabeh kesalahanku
Aku ngerti dhewe iki isih ora duwe kemampuan kanggo mangsuli
Amarga sejatine sing dakolehake ora bakal bisa ngasilake hadiah
Kabeh sing dakkarepake ora bakal cukup kanggo mbales kebecikanmu iki
Minangka awake dhewe karo kabeh kekurangan sing ngubengi sampeyan, sing ditampa kanthi gumolonging ati
Ibu.. sampeyan minangka malaikat tanpa swiwine
Wenehi katresnan lan kabutuhan sing dakkarepake
Tansah mantu nalika ati nandhang sungkowo lan ganggu menehi ilmu sing aku ora bakal nate sekolah
Sinau babagan keikhlasan lan welas asih marang para manungsa
Ibu.. sampeyan dadi panutan ing saben langkah
Ora tau ana tokoh sing menehi anget lan tresno luwih saka sampeyan
Sampeyan menehi kula semangat lan tenang ing saben langkah
Sampeyan minangka lampu ing saben pepeteng
Sampeyan mesthi menehi kabeh kekarapan
Sampeyan sanajan ana ing kesandung
Ibu.. nyuwun pangapura marang anak sing isih durung bisa gumunggung
Diri iki durung duwe materi lan jiwa kanggo ngganti sampeyan
Aku mung bocah sing isih dewasa
Kabeh sinau sing dakkarepake saka sampeyan pancen larang regane
Priksa aku tuwuh lan berkembang nganti saiki wis ana wektu kanggo ngganti

6. Puisi Ibu Chairil Anwar

a. Ibu

Ibu-chairil

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarahi
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

 

Ibu…
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

 

Ibu…
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
dan bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu…

 

Ibu…
Aku sayang padamu…
Tuhanku….
Aku bermohon pada-Mu
Sejahterahkanlah dia
Selamanya…

7. Puisi Ibu Karya Zawawi Imron

a. Ibu

Ibu-zawawi

Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
Sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
Hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir
bila aku merantau
Sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
Di hati ada mayang siwalan memutihkan sari-sari kerinduan
Lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar
Ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
Saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
Aku mengangguk meskipun kurang mengerti
Bila kasihmu ibarat samudera
Sempit lautan teduh tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
Tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
Lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
Kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
Namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
Lantaran aku tahu engkau ibu dan aku anakmu
Bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
Ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
Sesekali datang padaku
Menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku.

8. Puisi Ibu Guruku

a. Terima kasih

Terima-kasih

Engkau sebagai orang tua kedua kami
Mengajar tanpa kenal lelah
Mengingatkan saat kami salah
Di matamu kami hanya anak SD
Semua pelanggaran engkau hukum dengan maklum
Tapi tahukah engkau, bu guruku?
Segala jasamu, tauladanmu, ajaran dan didikanmu
Kami mampu mengingatnya hingga tumbuh dewasa
Terimalah kalimat dan ungkapan terima kasih singkat kami
Tanpamu kami sebatang kara
Buta ilmu serta tak paham arah
Kemana bahtera kami akan menuju
Karenamu kami bisa berharap
Tanpa doamu kami buntu
Tapi kami percaya
Bahwa ibu guruku
Selalu berharap yang terbaik
Untuk kami, murid nakal yang tetap Kau sayangi
Ibu guruku
Menjelma menjadi sang permata
Memberi cahaya dan sinar kepada muridnya
Semua berkilau karenanya jika diterpa mentari
Suaranya sesejuk embun pagi
Saat marah menggelegar bagai petir menyambar
Tapi hatimu lembut saat memaafkan kami
Terima kasih kami ucapkan ibu guruku
Segala jasamu akan kami kenang

b. Kata Orang

Kata-Orang

Kata orang
Masa paling indah itu saat di sekolah
Meski kami sering dihukum, tapi tak pernah lelah
Kesalahan selalu terulang seperti sebuah keseruan
Pelajaran terasa sangat singkat
Waktu habis tuk bermain tanpa henti
Permainan adalah hal paling mengasyikkan
Seolah tak takut akan hukuman
Kami jalani dengan penuh keceriaan

Selain momen bersama teman
Guru adalah orang yang paling berharga
Memenuhi kenangan masa sekolah
Tanpa guru suasana terasa tak lengkap
Tanpa hukuman semua tak terasa mendebarkan
Adanya guru membuat suasana amat menyenangkan
Merasa pentingnya membangun solidaritas pertemanan

Kata orang
Guru juga menyeramkan
Terutama saat memberi hukuman
Memberi tugas yang sulit dikerjakan
Tapi kami senang berbagi contekan
Merasa bahwa kawan sangat berharga
Merasa bahkan kami saling membutuhkan
Tanpa itu semua takkan berarti pertemanan kami
Sekolah kosong dan hampa tanpa guru

Kata orang
Guru pahlawan tanpa tanda jasa
Tunjukkan kesalahan dan arahkan menuju norma
Tanpa pamrih saat menolong siswa
Bahkan berbagi cerita pengalaman di masa muda
Masa sekolah seperti kami semua
Tanpa guru, kami takkan ada artinya
Bagi nusa dan bangsa
Perjuangan pun takkan sia-sia

9. Puisi Ibu yang Telah Tiada

a. Dewasa untuk Ibu

Dewasa-untuk-Ibu

Peluh keringat tak kau rasakan
Demi anakmu bahagia
Siang malam tetap berjuang
Cari nafkah, dan berikan kasih sayang
Tanpa ayah aku dibesarkan
Orang tuaku adalah ibuku
Tak pernah mengeluh
Meski bekerja sepanjang waktu
Selalu tersenyum itulah caramu
Menghiburku agar tidak menangis
Ibu, aku ingin menghapus penatmu
Aku ingin segera dewasa
Tumbuh dengan banyak karunia Tuhan
Menjadi penolong tuk kurangi beban
Ingin kugantikan peranmu
Tapi nyatanya aku tak mampu
Setiap waktuku menunggu
Kapankah aku besar?
Itu pertanyaanku beberapa waktu lalu
Tapi kini hanya sia-sia yang kutunggu
Semua sudah berlalu
Sudah tak ada waktu lagi yang tersisa
Bagiku untuk membahagiakanmu
Aku ada dan bahagia karenamu
Kau justru tiada karenaku

b. Waktu yang Kurenggut

Waktu-yang-Kurenggut

Di bawah terik mentari aku bermain
Takkan berhenti tanpa cuitan
Ibuku yang paling kusayang
Amat bahagia tiap hari kurasakan
Bahkan ketika adik datang
Tak mau kukehilangan
Kasih sayang ibu yang kupunya duluan
Ibuku hanya milikku
Tak mau kubagikan, meski dengan adikku

Waktu itu
Suasana amat hening
Adikku tertidur tak berdaya
Tak pernah makan dan bangun
Hanya ada selang melilit di hidung dan lengannya
Aku masih amat menyayangi ibukku
Yang juga mencintai anak- anaknya
Tapi bagiku
Ibu hanya milikku
Tak mau kubagikan meski hanya satu pelukan

Tapi waktu itu
Suhu terasa dingin dari biasanya
Malam angin berhembus kencang
Hanya ada orang berbaju putih berseliweran
Kulihat dalam ruang
Seorang anak kecil tak berdaya
Berbaring tanpa teman
Kurasakan iba yang amat mendalam

Waktu itu juga
Kulihat ibuku menangis
Untuk pertama kalinya
Mutiara hangat mengalir deras di pipinya
Kulihat ibu menengadah ke atas
Sambil berdoa,
‘’Tuhan tak apa kau gantikan nyawaku untuk anakku!’’
Aku pun menangis
Tak mampu kutahan lagi
Sekeras-kerasnya di bahu ayah

Kuingat satu hal pada waktu itu
Hari terakhir kumelihat ibuku
Tersenyum, tertawa, menangis, memelukku
Tapi kini di sampingku
Aku merasakan pelukan hangat mirip ibuku
Mata kecil berbinar milik ibuku
Penyayang dengan jantung milik ibuku
Kutatap matanya dan kupeluknya erat
Adikku yang amat menyayangiku
Tak mau melihatku sedih dan berduka
Yang tak pernah dapatkan kasih sayang
Seorang ibu
Karena telah kurenggut darinya
Ibu

10. Puisi Ibu Pertiwi

a. Hilang Kasih Ibu Pertiwi

Hilang-Kasih-Ibu-Pertiwi

Kupersembahkan sedikit ungkapan hati
Kubuat singkat hanya terdiri dari 2 bait saja
Untukmu ibu pertiwi
Tempatku berdiri
Sejak ku dikandung dalam badan
Lahir ku diperjuangkan
Untuk jadi satu dengan ibu pertiwi
Tumbuh besar ku diberi makan
Atas hasil yang Engkau kandung
Sakit ku disembuhkan
Oleh hasil yang ditanam di badanmu
Namun kini hampir tak ada lagi
Semua berserakan
Hanya sedikit yang tersisa
Semua tubuhmu Kau berikan
Untuk penghuni penuh dosa
Menyayat tanpa menanam
Menggali tanpa memberi
Merampas tanpa kembali
Semua yang Engkau kandung selama ini
Dimanfaatkan tiada henti
Tanpa ampun tubuhmu terkuras
Mereka mengambilmu dengan paksa
Tanpa rasa bersalah
Digunakan untuk semena-mena
Lihatlah wahai ibu pertiwi
Alammu sudah tak asri lagi
Tak bisa cukupi seluruh penghuni
Para jelata yang terlantar tak bisa nikmati
Engkau hanya berdiam sembari dipaksa menghidupi mereka
Tapi suatu ketika masamu akhirnya datang jua
Menyembur luka yang selama ini Kau pendam
Kepada umat manusia di tubuh ini
Maafkan daku, ibu pertiwi
Hingga dewasa ku tak bisa memberi
Kubiarkan hingga mereka lari
Sadar bahwa Kau nanti
Tak bisa lagi mengasihi kami

b. Tangisan Ibu Pertiwi

Tangisan-Ibu-Pertiwi

Kukenang dalam bayangan
Alam yang sangat kudambakan
Berikan keluarga kami perlindungan
Serta keteduhan
Dialah si pemilik alam, Tuhan
Ciptakan alam dan ibu pertiwi tuk kami

Lewat Ibu Kartini
Pertiwi tak lagi melulu dipimpin oleh laki-laki
Nyatanya perempuan pun jadi pilihan sang ibu
Bahkan Sukmawati pun setuju
Alam pun menunggu giliran itu
Ibu berikan kasih sayang tiada tara
Berikan kesuburan pada alam
Tumbuhkan badan hingga tumbuh dewasa
Menyimpan kenangan berisi duka
Amat pedih rasanya
Tangisan Ibu Pertiwi

Tubuh yang berusaha bertahan
Dari kebobrokan dan kehancuran
Anak-anaknya sendiri
Seperti buah lupa pohonnya
Mereka menjarah sang ibu tanpa henti
Tapi ibu tetap berikan kasihnya
Berusaha memberi yang terbaik bagi anaknya
Meski di ambang kehancuran
Namun jika mereka menentang
Ibu pun bisa marah
Tak ada lagi yang disisakan untuk anak lainnya

Kepada alam Dia berkata,
‘’Hancurkanlah semua, naikkan laut dan belah daratan !’’
Bencana tak terbendung
Anak-anak lari tunggang langgang
Tak pernah koreksi kesalahan
Tak pernah mulai perbaikan
Atas kesalahannya pada sang ibu
Yang selalu berikan mereka kasih

Kini hancurlah sudah
Hati ibu pertiwi, setiap waktu menangis
Melihat anaknya tak tahu diri
Hanya mengingat dirinya sendiri
Lupa atas asal usul diri, lupa kasih ibu yang sangat berarti
Dibiarkannya kalian mati
Kelaparan dan hadapi epidemi
Tiada henti semua ini hingga kalian pahami

Bahwa ibu pertiwi tetap ada di sini
Tetap berdoa dan ingatkan anak-anaknya hingga kini
Sebelum semua terlambat
Kita masih bisa perbaiki, meski tidak dalam waktu singkat
Asalkan bisa yakini bahwa ibu pertiwi selalu mengasihi
Tak pernah tidur dan selalu memberi
Namun bisa murka jika tubuhnya habis
Terkuras oleh ketamakan manusia yang tiada henti
Tanpa memikirkan anak cucunya
Serta makhluk hidup yang mampu menjaga
Keadaan ibu pertiwi bumi ini

11. Puisi Ibu Bahasa Inggris

a. A Child Wishes

A-Child-Wishes

I am a child who is still lacking
Born to a beautiful mother
But this self feels anxiety
For birth without appreciation
I’am just a dust, not even pearls are worthless
I’am just a child of a great mother
A role model for a short life
Mother.. you are a figure who has power
Every lobe you given is warm
Forgive your son who always makes mistakes
You give me direction for every action in live
With you, I feel calm and live a right life
You always keep me from bad behavior
You always fulfill all my needs
Truly this self is unable to hold the bond
Enormous friendship environment an inviteable juvenile delinquency
Mother.. forgive me for continuing to cause trouble at home
Really this is not my desire
But whatever this self power is very restless running everything
This heart is cut every time you suffer
But all this has happened, leaving a hear-wrencing experience
The friendship that I take for granted has now caused problems
Mother.. forgive me for making you suffer
This self has taken too much sin
Now I will change and be a filial son
Carry out the various obligations a child should have to make mother happy
Mother.. let me replay all your services with good manners
Because right now I still don’t have more ability
To repay all the good that you have given
Mother.. I’am just a kid who made a mistake
Let me give pleasure through retribution
Mother.. I will study hard
In order to provide a good future for you
Allow me to carry out the punishment by carrying out all obligations
Because I want to make you happy

b. The Story About Mother

The-Story-About-Mother

I will tell you about a precious woman in my life
She is called “Mother”, an angel without wings that protects me
Its been 10 years since my father died, until now his figure is still warm
Mother.. you are the only hero in my life
Giving me everything that supports all my abilities up to now
Mother.. you are the most formidable person who has never missed me
Even though you have children who have more abilities
You never judge me with one eye
You always support everything that is my desire
But never forget to remind if there is something wrong
Mother.. is the most formidable female figure in my eyes
You are the light in the dark
Give me space and needs
Even though now there is no father who accompanied him
Mother always meets the needs and makes the strength at the same time
Replacing the figure of a father and becoming a proper mother
Mother
You are a strong figure
Even though the severity of life is hindering
But you always fight for me and my brother
Right now.. let me reply all the services that you have provided
Even though it’s harf to live, I will still rise
Doing everything to get away from regret and failure
Now is the time for me to struggle to give hope and a happy future
Your complaints that made me sad
Now it is a fire that burns my soul
All your efforts gave me new motivation in order to keep the spirit through the days of ash
Persevere to achieve a dream together
Live a happy ending life

Anda bisa menulis kalimat puisi ibu panjang dengan memulai ide dari kesebelas contoh di atas. Tak perlu gunakan kata dengan metafora jika Anda tidak memahaminya, yang terpenting adalah ibu cukup memahami apa yang ingin Anda ungkapkan selama ini kepada sosok paling berharga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *