100+ Puisi Rindu : Singkat, Pacar, LDR, Ramadhan, Orang Tua, dll

26 min read

puisi rindu

Rasa rindu tidak hanya diperuntukkan oleh kekasih saja, karena rasa ini bisa datang pada siapa saja. Biasanya jika rindu datang, sebagian besar orang akan mengungkapkan rasa tersebut melalui tulisan yang disajikan dalam bentuk puisi rindu.

Puisi tentang rindu pada umumnya akan disampaikan pada kekasih atau pujaan hati. Namun, Anda juga bisa membuat sebuah puisi kepada teman, orang tua, sanak saudara dan orang-orang yang disayang. Apabila ingin membuat puisi tentang rindu, coba saja baca contoh puisi berikut ini sebagai referensi.

Daftar Isi

Kumpulan Puisi Rindu Singkat

Puisi rindu singkat adalah puisi yang sangat digemari oleh orang-orang. Selain kalimat dan jumlah baitnya tergolong pendek, puisi singkat lebih mudah diingat sehingga bisa dihafalkan dengan cepat. Selain itu, puisi singkat sangat cocok dijadikan caption di sosial media.

Rindu itu Berat

Aku tak percaya kata Dilan

Bahwa rindu adalah hal terberat

Namun, ketika aku sudah merasakannya

Baru ku menyadarinya, bahwa rindu sangatlah berat

 

Jika begini beratnya rindu

Aku ingin bersamamu saja

Tanpa ada jarak yang menjadi penghalang

Tanpa ada lagi orang yang menghadang

 

Sekarang, mari kita bertemu

Untuk saling melepaskan rindu

Dan berjanji tidak akan saling menjauh

Karena seberat-beratnya beban, rindu lebih berat lagi

 

Rindu yang Menyerah

Seperti gemintang yang memandang cakrawala

Ambu-ambu romansa rindu terpapar nyata

Bahkan sisa tawanya masih terdengar

Di tengah jiwa yang meronta sebab rindu menerpa

 

Jalan pulangku mulai menggelap

Basah oleh senyum manis yang masih terbayang

Hitam pekat, penuh luka yang sungguh memikat

 

Aku hanya bisa menulisnya dalam aksara

Tentang perihnya luka, dan perihal rindu yang menyiksa

Hanya mampu berkisah tanpa bisa mengungkapkan dengan kata

Tentang tawa yang pudar dari rindu yang menyerah

 

Aku di Sini Rindu

Waktu terus berlanjut

Namun rindu tetap terbengkalai

Kepadanya yang teduh

Jauh dari risa

Aku di sini rindu

Tak kuasa menahan bisu

Ingin berucap namun semu

Aku hanya ingin bertemu

Walau hanya dalam bayangan semu

 

Rindu Tanah Kelahiran

Perantauan memang menggiurkan

Namun tanah kelahiran tetap menjadi kesayangan

Negeri orang memang lebih menyenangkan

Tapi kampung halaman tetap tak ada tandingannya

 

Sekarang, rindu semakin berkembang

Apalagi teringat bunga desa yang menawan

Aduh… ingin rasanya cepat pulang

Dan berniat untuk meminang

 

Desaku memang berada di pedalaman

Untuk masuk saja akan kesusahan

Tapi sekali masuk kau akan tertawan

Karena desa kecilku penuh keindahan

 

Terbenam

Terbenam…

 

Aku merasa sudah lebih dari cukup

Terjerat oleh fatamorgana mu yang menggodaku

Dengan warna yang selalu berubah-ubah

Setiap detik, setiap menit, setiap waktu

 

Merah muda yang segar

Dengan senyum manis ketika sudut bibir terangkat

Sepertinya, aku mulai merindukannya

Biarkan aku mendekatimu sekali saja

 

Tidak.

Tidak perlu sedekat nadi

Aku pun sadar itu tak mungkin terjadi

Hanya ingin sedekat ini

 

Agar bisa melihat jelas dirimu

Agar bisa menatap indah mata coklatmu

Agar bisa memandang cantikmu

Sampai matahari terbenam

 

Menanti

Lihat

Saat pintu telah terkunci

Lampu-lampu mulai mati

Kau satu-satunya yang menyala sebagai seorang yang kurindukan

 

Malam ini aku kembali lagi

Kembali menyusup kenangan di masa itu

Di tempat kau pernah ada

Saat kita berdiri untuk memutar kata

 

Ketika itu kita juga menulis aksara menggunakan warna

Membuat kau tertawa tak ada hentinya

Lalu menangis tak tertahankan

Pada ratapan dinding penuh kecemasan

 

Ternyata aku merindumu

Hingga tak bisa mengalihkan ingatanku

Ternyata aku merindumu

Hingga hanya bisa terpaku padamu

 

Salam

Salam ini ku kirimkan dari sudut kota

Untukmu, wanita cantik mempesona

Aku titipkan salam untuk ibumu di rumah

Agar mengingatkanmu untuk makan dengan baik

 

Dan jangan pernah tidur larut malam

Karena ketika itu rindu rawan menghampiri

Bisa-bisa kau merindukan aku yang tampan ini

Jika iya, bahaya karena kau belum bisa mengobati

 

Jangan lupa,

Untuk terus berdoa

Agar kita bisa segera berjumpa

Untuk saling melepaskan rasa

 

Sampai jumpa wanita cantik mempesona

Titip salam lagi untuk mama

Siap-siap saja

Karena akan ada lelaki yang siap meminangnya

 

Rindu Bukan Milikmu Saja

Rindu bukan milikmu saja

Pejamlah, kemudian buka matamu

Dan lihatlah least yang ada pada mataku

Ada yang datang tanpa permisi yaitu rindu

 

Ia merebut denyut hati tanpa permisi

Menarik kata-kata indah dari dalam puisi

Hampir-hampir kehilangan arti

Karena rindu mulai menggerogoti

 

Membilang dari detik-detik yang hampa

Mengukur waktu yang kian lama kian berdebu

Masih dengan rindu yang sama

Setiap yang ku temui menjelma menjadi dirimu

 

Menunggu Pulang

Pulanglah sayang

Hati yang mencintaimu sudah lama menunggu

Tak bisa dijelaskan lagi banyaknya rindu

Yang ia miliki sepeninggalan dirimu

 

Jangan tersesat sayang

Cinta pasti akan membawamu pulang

Tak usah merasa bahwa kau sendirian

Selalu ada rindu yang mengikutimu di belakang

 

Hari-hari tanpamu

Separuh aku lepas

Mengejarmu dari sana hingga kemari

Hingga negeri-negeri terpencil

 

Beri aku kabar kau sampai di mana

Masih di ujung kota Changhua

Atau sudah berada di dekat asmara

Membuat kejutan untuk rindu yang selalu ada

 

Kumpulan Puisi Rindu Ibu

Rindu tak hanya dirasakan pada sang kekasih hati saja, pada keluarga yang hidup bersama kita juga sering dirasakan. Apalagi dengan ibu, ditinggal sehari saja rasanya sudah sangat rindu. Nah, berikut ini Anda bisa membaca beberapa puisi tentang rindu ibu yang sangat menyentuh.

Merindukanmu Bunda

Kala itu,

Aku melihat senyumku ketika fajar mulai menyingsing

Burung-burung mulai berkicau menyambut langkah kakiku

Menciptakan nada yang indah bagi alam semesta

Bundaku, kau sangat cantik ketika itu

 

Teringat kenangan manis yang mulai mengetuk memori

Tak pernah hilang sama sekali hingga kini

Untaian kata lembut yang pernah kau beri

Bundaku, peri surga yang ku sayangi

 

Rapuhnya aku karena lama tak berjumpa

Sekian lama tak pernah menyentuh tentang kabarmu

Maafkan bila tak aku tak pernah menyapamu

Jauh nian diriku tak melihatmu

 

Wajahmu di awan selalu membayangiku

Ya Tuhan, lindungilah Bundaku dipelukMu

Jangan pernah biarkan dia menangis

Jangan biarkan dia merasakan sakit lagi

 

Bunda…

Maafkan aku

Belum bisa menyusulmu ke surga

Bunda, aku merindukanmu

 

Mengingat Ibu

Dengan berselimut kesendirian

Aku terbangun di tengah malam yang kelam

Menatap langit-langit kamarku yang begitu gelap

Dan terlintak sosok cantik yang jauh di sana

 

Ibu,

Masih ingatkan engkau

Ketika masa kecil dulu kau selalu menjemputku

Selalu menemaniku menikmati hari yang terus berlalu

 

Ibu,

Dahulu kau selalu mengantarkan tidurku

Dengan dongeng kerajaan yang sangat lucu

Hingga membuatku tertawa dan tidur dengan sangat bahagia

 

Ibu,

Dahulu kau selalu menjemput pagiku

Dengan belaian lembut hingga aku membuka mata

Lalu kau temani aku sepanjang matahari menyapa

 

Semua itu tak bisa terulang kembali

Aku tak bisa merasakan itu lagi

Karena tiba-tiba engkau pergi

Meninggalkanku menggigil sendiri

 

Ibu,

Aku sungguh merindukanmu

Rindu senyum manismu

Rindu kasih sayangmu

 

Ibu,

Aku ingin kau tahu

Setiap malam ku terus menangisimu

Berharap engkau segera kembali dalam pelukku

 

Namun, hingga kini tak pernah ku dapat kabar darimu

Bahkan sepucuk surat pun tak datang untukku

Ibu, aku hanya ingin kau kembali

Berkumpul dengan aku dan ayah di rumah ini

 

Jika kau membaca tulisanku ini

Tapi kau masih tak ingin kembali

Cukup beri aku kabar tentangmu

Sedikit saja, agar terobati rinduku

 

Kapan Pulang?

Puisi ini ku tulis untuk ibuku

Yang sedang merantau di negeri orang

Tak pernah pulang dari 10 tahun lalu

Sampai aku tak pernah merasakan kasih sayang

 

Kata orang aku bukan anak ibu

Karena ibu tak mau mengurusku

Lebih memilih mengejar harta

Daripada membelaiku penuh cinta

 

Aku tak pernah percaya itu

Karena ibu pasti menyayangi aku

Tak ada ibu yang tak sayang kepada anaknya sendiri

Karena ibu adalah sebaik-baiknya manusia di bumi

 

Ibuku di rantau

Aku ingin bertanya sesuatu

Mohon jawab pertanyaanku

Kapan pulang ibu?

 

Bohong jika aku tak merindukanmu

10 tahun bukanlah waktu yang singkat

Apalagi harus hidup tanpa seorang ibu

Yang tak pernah terdengar kabarnya hingga kini

 

Aku merindukanmu ibu

Aku ingin seperti anak lainnya

Yang pernah digendong ibunya

Yang pernah diantar ke sekolah oleh ibunya

 

Aku merindukanmu ibu

Walau kau tak pernah membelaiku

Bahkan tak pernah memberi asi padaku

Aku tetap merindukanmu

 

Cepat pulang ibu

Aku dan ayah akan selalu menunggu

Meski kami tak tahu kapan waktu itu

Kami hanya berdoa agar kau tetap sehat di rantau

 

Perjuangan Tanpa Banding

Bermula dari kasih sayang yang tulus

Lukis semua rasa yang halus

Menyentuh hanya untuk mengelus

Dan tak pernah ada kalimat ketus

 

Kini ku mulai cerita

Saat merintih untuk menahan dera

Tiada banding hantamannya

Bagai terbakar api neraka

Dan tak peduli apabila jiwa tinggalkan raga

 

Tak ada lukisan betapa menakutkannya

Layaknya petir yang bergemuruh dengan hebatnya

Semua daya yang pernah ada kini tumpah semua

Tersisa gelisah yang kian mendera

 

Tak ada sedetikpun yang mau

Sejenak diberi ruang untuk mengeluh

Raungannya menyayat kalbu

Tak terhitung butir peluh, namun badai belum berlalu

 

Ia masih belum berhenti berperang

Genggaman kuatnya seakan meremukkan tulang

Hanya ia sendiri yang tahu

Jurang mana yang akan bertemu

 

Kini ia sudah pergi

Tak tahu kapan kembali lagi

Hanya rindu yang tertinggal di sini

Menemaniku dalam sepi

 

Tak pernah ku mengira

Ibu kan pergi secepat kereta kencana

Tanpa kata pamit atau kalimat penanda

Ia pergi begitu saja

 

Sampai jumpa kembali ibu

Akan ku tunggu pesawat itu turun dari udara

Dan ibu menenteng tas untuk pulang

Akan ku ucapkan selamat datang

 

Aku Rindu Ibu

Aku sudah lupa.

Kapan terakhir kali bisa merasakan belaianmu

Aku sudah lupa,

Rasanya nikmatnya tertidur di gendonganmu

 

Bahkan wajahmu mulai memudar dalam ingatanku

Tak ada satupun gambarmu yang bisa mengobati rinduku

Ibu,

Dulu aku masih terlalu belia untuk mengerti keadaannya

 

Aku bertanya kepada ayah ke mana kau pergi

Ayah berkata bahwa kau pergi untuk mengejar cita-cita

Aku terus menunggu hingga kau kembali

Dan terus bertanya kapan cita-cita itu akan tercapai

 

Hingga aku beranjak dewasa dan mulai mengerti tentang dunia

Ku temui kau lewat sosial media

Hendak ku kirimkan pesan bahwa aku merindukanmu

Namun, ku urungkan niatku itu

 

Setelah aku tahu, kau memiliki keluarga yang baru

Terlihat bahagia tanpa adanya aku

Ketika itu aku sadar

Bahwa dulu kau benar-benar meninggalkanku

 

Tapi rindu tetaplah rindu

Aku tak bisa menghilangkannya tanpa bertemu

Walau kau sudah bahagia bersama keluargamu

Aku tetap ingin menuntaskan rindu ini padamu

 

Ibu, bolehkah aku merindukanmu?

Bolehkah aku datang ke rumahmu

Memang kau sudah memiliki keluarga baru

Tapi bukankah aku tetap anakmu?

 

Sekali saja ibu,

Biar ku rasakan lagi hangatnya pelukmu

Biar ku rasakan lagi ketenangan ketika kau membelaiku

Cukup sekali saja untuk mengobati rinduku

 

Kumpulan Puisi Rindu Islami

puisi rindu

Anda bisa mengemas puisi rindu dengan kata-kata yang islami agar puisi terdengar lebih menenangkan lagi. Apabila masih sulit untuk membuat puisi ini, Anda bisa membaca beberapa puisi tentang rindu islami di bawah ini agar mendapatkan bayangan ketika membuat puisi.

Ramadhan yang Ku Rindukan

Bulan paling istimewa yang datang setahun sekali

Masih terasa kenangannya walau belum berjumpa lagi

Kembang api seperti masih terlihat di langit malam

Dengan suara teriakan yang memecah keheningan

 

Memang, bulan ramadhan yang paling spesial

Harus menahan haus dan lapar

Dari imsak hingga adzan maghrib terdengar

Lalu berbuka dengan kurma dan minuman segar

 

Senangnya aku jika ramadhan datang

Suasana yang selalu aku harapkan

Sore hari indah dengan jejeran penjual takjil

Malam nikmat dengan sajian menu yang terasa nikmat

 

Apa menu kesukaanmu?

Es degan dengan sirup merah muda

Atau bubur biji salak yang manisnya menggoda

Mungkinkah es buah komplit yang sederhana

 

Aku suka semua

Takjil manis yang menyegarkan

Menu makanan yang mengenyangkan

Di meja bundar disantap dengan keluarga

 

Ramadhan memang istimewa

Aku berdoa agar bisa terus berjumpa

Agar bisa mendapatkan berkah dan pahala

Satu kali beribadah, amalnya sudah tiada tara

 

Rindu Kekasih Halalku

Allah Maha membolak-balikan keadaan

Mungkin hari ini kau dan aku berada di kejauhan

Tak menjamin jika esok tidak bisa berdekatan

 

Untuk kekasih halalku yang jauh di rantau

Harapku kau selalu menjaga hatimu

Seperti aku, senantiasa menjaga hatiku

 

Aku di sini menanti

Ku harap kau di sana menjaga

Aku di sini terus berdoa dan di sana kau setia

 

Cinta seperti menanam sebuah pohon

Harus sabar menanti ia tumbuh

Agar dapat menjadi pohon besar yang kuat

 

Cintailah seseorang dengan sederhana

Rindukan ia dengan sederhana pula

Agar Tuhan tak pernah iri dengannya

 

Memiliki kekasih, bukan hanya tentang rindu

Bukan pula hanya tentang cinta

Namun sebagai bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala

 

Mungkin, cara yang tepat ketika merindukanmu

Adalah terus memanjatkan doa untukmu

Meskipun jauh di mata, kita tetap berada dalam kiblat yang sama

 

Makkah Madinah

Jelang subuh merambati

Memasuki halamanMu yang indah

Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah

Di depan ka’bah untuk pertama kali

Ku lantunkan doa setulus hati dengan air mata mengalir

Tatkala dahi bersujud di permadani

Terasa tubuh menggigil dengan hebat

Sebab menahan rasa haru dan syukur yang teramat besar

 

Setiap adzan mulai terdengar

Memori berlari ke sana

Makkah Madinah tanah penuh berkah

Mengingat ibadah paling nikmat sepanjang masa

Lalu rindu merasuk ke dalam jiwa

Ingin kembali ke sana secepatnya

Untuk beribadah di depan baitullah

Melantunkan doa yang insya allah diijabah

 

Rindu pada harumnya ka’bah masih terasa

Ingin sekali bertawaf memuliakanMu ya Rabb

Rindu pada Safa dan Marwah

Yang mengajarkan makna beribu

Pengorbanan Siti Hajar dan Nabi Ismail

Rindu air zam-zam yang sangat menyegarkan

Yang mampu mengusir dahaga betapapun banyaknya

Hingga tamuMu ingin segera kembali untuk menikmatinya

 

Ya Allah

Undanglah hambaMu ini untuk kembali ke rumahMu

Kembali menyapa kota Makkah dan Madinah

Agar bisa mengobati rindu yang tak bertepi

Sungguh aku ingin kembali dan kembali

Pada tanah yang bersejarah dan penuh berkah

Pada rumahMu yang begitu ramah

Aku merindukan Makkah dan Madinah

 

Rindu yang Suci

Rindu adalah sebuah anugerah

Tak mungkin ditolak apalagi dicegah

Namun rindu tentu indah terpapah

Tanpa harus melanggar rambu yang salah

Beretika penuh norma yang begitu ramah

 

Rinduku ingin dikenang

Bagai kerlip bintang yang lebih terang

Bukan rindu yang harus dibuang

Yang akan lapuk dan usang di tumpukan ranjang

 

Rinduku suci pada-Mu

Ilahi rabbi yang ku harapkan selalu

Tapak langkahku ingin mengukit

Dalam lafaz-lafaz dan zikir

 

Dalam balutan rindu aku tersedu

Sujudku di hamparan sajadah merah jambu

Ingin berucap namun sungguh malu

Netraku mengalir memohon ampunan-Mu

 

Rindu Adzan Maghrib

Bulan puasa telah tiba

Semua telah siap menyambutnya

Dengan bahagia yang tiada tara

Umat Islam ingin segera berjumpa

 

Ngabuburit kegiatan yang selalu jadi teristimewa

Sore hari berjalan-jalan agar lapar tak terasa

Menikmati indahnya pemandangan senja

Lalu pulang tak lupa membeli hidangan untuk berbuka

 

Apa yang kau rindukan saat menahan lapar dan haus?

Ketika terik matahari di siang hari terasa lebih panas

Ketika semua terasa lebih nikmat namun hati tetap bertahan

Ya, pasti rindu itu tertuju pada adzan maghrib

 

Rasa lega penuh kemenangan sangat terasa

Ketika mendengar adzan maghrib telah bergema

Segera beranjak untuk membatalkan puasa

Lalu menjalankan ibadah sholat maghrib setelahnya

 

Sesuap nasi terasa sangat berharga

Itulah mengapa kita diperintahkan untuk berpuasa

Agar belajar arti bersyukur yang sebenarnya

Dan belajar menahan nafsu yang datang menggoda

 

Aku ingin bulan puasa tak cepat berakhir

Sebab belum tentu tahun depan bisa bertemu dengannya

Aku ingin lebih lama menikmatinya

Merindukan adzan maghrib yang membuat bahagia

 

Kumpulan Puisi Rindu Rasulullah SAW

Kumpulan Puisi Rindu Rasulullah SAW

Bagi umat muslim, hal yang paling mereka rindukan adalah Nabi Muhammad SAW. Pemimpin paling bijaksana dan orang tersabar yang pernah ada. Beliau adalah cahaya yang luar biasa bagi umat Islam, sehingga menjadi manusia yang paling dirindukan.

Eksistensi Perjuanganmu

Wahai kekasihku…

 

Mungkinkah aku bisa melanjutkan langkahmu

Menelusuri jejak suri tauladanmu

 

Kaulah panutanku, kaulah tauladanku

Yang hadir ketika dunia gelap gulita

Bagaikan pelita diseluruh jagad raya

Hadir di tengah peradaban jahiliyah

Yang tak memiliki adab

 

Kekasihku…

Perjuangan sangatlah berat

Apa yang kau lalu, selalu kau lakukan dengan ikhlas

Kau jalani dengan ketulusan dan kebijaksanaan

 

Sungguh mulia hatimu ya Rasul

Tiada lelah terus perjuangkan agama

Bertarung di jalan Allah Ta’ala

 

Tak ada gentar langkahkan kaki

Melawan halang rintang hingga menepi

Tak ada lelah untuk berdakwah

Memberikan petunjuk pada umatmu

 

Oh kekasihku

Tak bisa ku bayangkan perjuangan beratmu

Betapa sakitnya batinmu

Namun, lihatlah wahai Nabi

Umatmu kini tak bisa lagi

Mengikuti langkah perjuanganmu yang abadi

 

Apakah kami masih pantas mengaku sebagai umatmu?

Apakah kami pantas bertemu denganmu di surga nanti?

Apakah kami sepantas itu?

Apakah pantas ya Nabi?

 

Jikalah kau masih berada di sini

Di saat perubahan terus berjalan di zaman ini

Kau pasti senantiasa menuntun kami

Agar tetap berada di jalan yang islami

 

Jikalah engkau melihat perilaku kami

Kau pasti akan kecewa dan sedih

Dengan segala kemaksiatan yang terus membesar

Dengan segala kezaliman yang semakin menjamur

 

Maafkan kami ya Nabi

Maafkan kami ya Rasul

Kau sungguh pemimpin yang tiada tandingannya

Sungguh pemimpin yang luar biasa

Yang diutus Allah Tuhan semesta

Untuk menerangi jagad raya

 

Sungguh kami merindukanmu

Rindu semua eksistensi perjuanganmu

Rindu sabarnya dirimu

Rindu akan seluruh kebaikanmu

Wahai Muhammadku, terimalah rinduku

 

Ya Nabi, Ya Rasul

Ya Nabi, ya Rasulallah

Mengapa kau tinggalkan kami?

Kini kami sungguh merindukanmu

Sangatlah rindu

 

Kami ingin melihat wajahmu yang bercahaya

Kami ingin mencium punggung tanganmu

Karena engkaulah pemimpin kami satu-satunya

Yang bijaksana dan tak pernah berdusta

 

Hanya engkaulah pemimpin kami

Maha jujur, tak pernah bohong sama sekali

Kami merindukan pemimpin sepertimu

Yang tak pernah lupa pada umatnya

 

Kini, banyak pemimpin yang berdusta

Tak pernah ingat akan janjinya

Sering berbohong pada sesama

Hanya peduli hanya pada harta di dunia

 

Ya Nabi, ya Rasul

Kami sangat berharap pemimpin sepertimu

Kami sangat berharap bisa berjumpa denganmu

Untuk melepaskan rindu selama ini

 

Rindu pada Sang Rasul

Ya Rasulallah

Inilah kami, yang masih tergiur pada perbuatan dosa

Yang masih ringan untuk melakukan maksiat

Izinkanlah sejenak untuk berucap maaf

Karena tak bisa mengikuti seluruh kebaikan

 

Ya Rasulallah

Izinkan pula kami berucap terima kasih

Atas segala hal yang engkau tinggalkan

Segala kenikmatan yang telah kau perjuangkan

Hingga kami tak berada pada kegelapan

 

Sungguh kami sadar

Telah mengecewakanmu yang selalu sabar

Kami selalu berbuat buruk hingga bar-bar

Tanpa mengingat perjuanganmu yang tersebar

Maafkanlah kami ya Rasulallah

 

Kami malu,

Masih terus mengharapkan syafaat darimu

Namun kami tak pernah mau menjalankan sunnahmu

Terus berlaku buruk yang menyalahkan khilaf

Tak pernah sadar terus berbuat salah

 

Maafkan kami ya Nabi

Belum bisa berubah ke arah yang lebih baik

Masih nyaman dalam belenggu fana

Nikmat yang tak akan pernah abadi di dunia

Astaghfirllahaladzim

 

Maafkan kami ya Rasul

Kami sungguh jauh dari harapanmu

Kami bukanlah umatmu yang sempurna

Bahkan dengan sadar melakukan dosa

Tanpa mau menyesalinya

 

Ya Muhammad yang selalu dirindu oleh umatnya

Maafkan kami, jika cinta belum berani membuktikan

Namun, kami tak akan menyerah seperti yang engkau lakukan

Dengan kerendahan hati terdalam

Izinkanlah kami meminta untuk kesekian kalinya

 

Kami mohon,

Jangan pernah tinggalkan kami

Karena kami ingin berjumpa denganmu

Kami ingin mendapat syafaatmu

Meskipun kami tahu, kami tak pantas mengharap itu

 

Puisi Rindu: Muhammadku Aku Rindu

Betapa indah namamu Rasul

Siapa sebenarnya dirimu Muhammad

Hingga banyak umat yang menyebut namamu

Dan hancurlah aku tanpa ajaranmu

 

Tanpa engkau, aku tak akan pernah mengenal Tuhan

Tanpa engkau, aku tak bisa jadi manusia berpengetahuan

Sungguh terpuji kau Muhammad

Sungguh mulia wahai pemimpin yang bijaksana

 

Perjuangan yang kau lakukan tak kenal siang dan malam

Caci maki terus terdengar dari mulut mereka yang tak pernah suka

Namun tetap kau sambut sayang dengan berjuta senyuman

Dan kau sambut baik semua orang tanpa pandang siapa mereka

 

Kota Makkah dan kota Madinah

Ibunya bernama Siti Aminah

Ayahnya adalah sayid Abdullah

Istri tersayangnya yaitu Siti Khadijah

 

Terpaku aku memandang pusaramu

Terseret ragaku dan bergetar pula jiwaku

Jasad mulia di depan mata

Yang selalu memikirkan kehidupan umatnya

 

Sungguh tak daya akan banyaknya dosa

Wahai Tuhanku, izinkanlah hamba

Berjumpa sesaat dengan Rasulullah

Izinkan aku berkeluh kesah kepadanya

 

Sholawat dan salam selalu aku panjatkan

Pada pemberi cahaya dalam kegelapan

Yang selalu ku harapkan syafaatnya

Di hari akhir nantinya

 

Wahai Muhammadku, aku rindu kepadamu

Ingin sekali untuk bertemu

Walau hanya bertatap tanpa bisa mencium tanganmu

Cukup sekali saja, itulah harapanku

 

Puisi Rindu: Surat Cinta untuk Rasulullah

Assalamualaikum ya Rasulullah

Ku sampaikan surat ini untukmu sang pemimpin sejati

Untuk mengungkapkan rindu yang telah bertumbuh hingga kini

Untuk meminta agar kau mau bertemu denganku di akhirat nanti

 

Sebelum diriku mulai berbicara

Ada yang terlintas dipikiranku ini

Betapa bahagianya engkau di sisi Allah Ta’ala

Betapa senangnya dirimu menjadi pilihanNya

 

Ya Rasulullah

Walaupun kita tak pernah berjumpa

Kau tetap menjadi penerang bagi kehidupanku

Betapa hebatnya perjuanganmu, membawa cahaya di hidup umatmu

 

Diri ini pernah berjanji untuk menjalankan sunnahmu

Pernah berjanji untuk menyambung rantai perjuanganmu

Namun, seringkali aku rebah dalam perjuangan

Seringkali diriku merasa lemah dan tak bisa melanjutkannya

 

Penat dan letih ya Rasulullah

Tak sepertimu yang terus melangkah memperjuangkan

Kaki ini telah gagal untuk berjuang

Aku telah gagal melanjutkannya ya Rasulullah

 

Sungguh aku merasa kecewa dengan diriku

Karena tak bisa melanjutkan perjuanganmu

Aku malu, karena terus merindumu

Padahal tak bisa menyambung rantai kebaikanmu

 

Namun, aku tak akan menyerah

Aku akan terus bangkit untuk terus berjuang

Melanjutkan segalah hal yang pernah kau lakukan

Agar aku pantas untuk merindukanmu

 

Agar nanti ketika ada kesempatan untukku

Kau mau bertemu denganku

Yang selalu merindukanmu

Meskipun tak pernah bertemu

 

Kumpulan Puisi Rindu Mantan

Siapa nih yang masih sering rindu sama mantan? Tidak apa-apa, karena rasa rindu pada seseorang yang pernah mengisi hari-hari di masa lalu adalah hal yang wajar. Jika rindu Anda bisa menumpahkannya dalam bentuk tulisan dan menjadikannya sebuah karya.

 

Puisi Rindu: Tersimpan dalam Jiwa

Namamu,

Masih tersimpan dalam galaksi hati ini

Tersimpan di antara semesta jiwa

Kiat mengikat hingga talinya erat

 

Sepanjang jalan kenangan yang ku lalui

Ku rasakan hadirmu yang kini telah menepi

Hingga terlintas ingatan yang mampu teduhkan hati

Walau kau telah pergi

 

Jika kau mendengar suara

Suara dari dalam lubuk hati terdalam

Sejujurnya ku akui

Aku masih menyimpan rasa

 

Meski kini kau telah berdua

Hati dan perasaan ini masih sangat sama

Tak pernah pudar walau terhapus masa

Walau kita tak pernah lagi bersama

 

Bayangmu masih tersimpan dalam jiwa

Bersemayam dan tetap terjaga

Meski kini semua telah berbeda

Hatimu tak lagi sama

 

Saat di mana kau telah pergi

Tak akan ku biarkan rasa yang ku miliki mati

Akan ku biarkan terus bersandar dalam hati

Dan tak akan pernah ku sesali

 

Walau kau hanya bisa ku miliki dalam mimpi

Biarpun hadirmu hanya sebuah ilusi

Aku tak akan pernah melangkah pergi

Sebab, cinta tak harus memiliki

 

Bolehkah Mengharapmu Kembali?

Bertahun-tahun rasa itu telah usai

Meninggalkan kenangan manis dalam jiwa sepi

Berharap akan terulang kembali

Meski itu takkan pernah terjadi lagi

 

Dulu,

Tiap kali kau tersenyum, duniaku hanya tertuju kepadamu

Tak bisa teralihkan oleh apapun

Hingga kau terhipnotis dan terus memandangmu

 

Dulu,

Pelukmu hal yang selalu ku damba

Sebab hangatnya mampu menenangkan jiwa

Dan hilangkan rasa takut yang merajalela

 

Dulu,

Kisah kita kisah terindah

Tak pernah terbayang untuk berpisah

Berjanji untuk saling mempertahankan

 

Namun,

Dunia memutar balikkan semua

Kau pergi dengan yang lainnya

Meninggalkanku dengan banyak luka

 

Bodohnya aku

Aku menyadari itu

Karena tak bisa melupakanmu

Terus terbelenggu dengan kenangan indah denganmu

 

Bodohnya aku

Tak pernah sekalipun membencimu

Tak pernah sekalipun mendendammu

Hingga bersedia berlutut di hadapanmu

 

Bodohnya aku

Tetap merindumu

Hingga kini tetap merindukan kasih sayangmu

Meski kau telah menyakiti hatiku

 

Bolehkah aku berharap?

Iya, mengharapkanmu kembali ke pelukanmu

Tak apa kau sakiti aku lagi

Aku hanya ingin memilikimu hingga mati

 

Puisi Rindu: Mantan Terindah

Kau putus harapanku dengan melepas cinta

Lalu kau tinggalkan luka dengan begitu saja

Aku hanya mampu bertanya, bisa apa?

Jika kau sudah tak rasa aku hanya bisa menerima

 

Tentu saja, aku menangis

Karena memang kaulah yang terindah

Tentu saja, aku harus melepasmu penuh pasrah

Walau hati enggan untuk melakukannya

 

Dulu kau sanjung pengorbananku

Dengan kata-kata manis yang romantis

Berharap kau bisa segera meminangku

Agar aku bisa dimilikimu secepatnya

 

Tak ada rasa bersalah di matamu

Walau aku sudah menjerit pilu

Kau tetap melanjutkan langkahmu

Untuk segera meninggalkanku

 

Waktu terus berlalu

Namun rindu tetap menggebu

Tak bisa berkurang walau sudah membencimu

Semakin membenci semakin aku merindukanmu

 

Ya, kaulah mantan terindah

Banyak kenangan manis sebelum ada kenangan duka

Peluk mesra masih tertinggal di sana

Di memori terdalam yang belum bisa pergi walau dipaksa

 

Sudahlah,

Aku akan berusaha membuang rindu ini

Sebab rindu tak terbalas terlalu menyakiti

Dan kini aku hanya ingin sendiri

 

Puisi Rindu: Aku Membutuhkanmu

Dulu semua begitu indah

Kita selalu berbagi masalah

Bersama menghadapi walau tak pernah mudah

Namun tak ada satu kata untuk menyerah

 

Dulu cinta selalu tumbuh di antara kita

Saling bertitip harapan dan juga asa

Hari yang terus berlalu penuh dengan pesona

Hingga tak ada satu kenangan pun yang terlupa

 

Dulu aku bukanlah siapa-siapa

Hingga kau datang menjemputku di ruang hampa

Kekosongan hati mulai kau berikan bunga

Dan berkata bahwa aku adalah dunia

 

Namun, itu dulu

Sebelum takdir berseru pilu

Memisahkan kita yang telah berusaha untuk bersatu

Hingga tak ada yang tersisa selain rasa rindu

 

Senja di ufuk barat mulai berpamitan

Burung pun ikut pulang dengan kicauan

Aku duduk di sini untuk mengemas semua kenangan

Masih berharap kau kan datang dan semua hanyalah khayalan

 

Nyatanya, aku tetap membutuhkanmu

Aku mengharapkan kehadiranmu

Berharap kau segera kembali lagi bersamaku

Hingga pagi tiba, hanyalah kebodohan yang ada di sampingku

 

Sekali lagi, aku membutuhkanmu

Agar bisa menemaniku melewati hidup seperti hari lalu

Sekarang semuanya menjadi sembilu

Ku harus mencoba menjalani kehidupan yang baru

 

Tentu saja kehidupan yang tak akan ada dirimu

Bahkan ketika rindu mulai menghantui

Aku akan terus bertahan agar bisa melupakanmu

Selamat tinggal kekasihku yang dulu

 

Bodoh Karena Merindumu

Rasa sakit masih saja tersisa

Walau semua telah lewat begitu lama

Masih terlintas ketika kau bersama

Sedangkan ceritamu denganku belum sempat usai

 

Benar, memang benar kau mengaku

Bahwa tak lagi mencintaiku

Dan lebih menyayangi temanku

Namun kau belum mengakhiri hubungan denganku

 

Bukankah sama saja kau mendua

Bersua dengan wanita lain tanpa sepengetahuan kekasihmu

Saling bertukar suara di ponsel hingga malam

Tanpa mengabariku dan terus menggantungkanku

 

Aku masih ingat ketika kau bercumbu dengannya

Di depan mataku yang masih menjadi kekasihmu

Tapi ketika itu terjadi, aku masih sangat merindukanmu

Bahkan ketika terang-terangan kau menyakitiku

 

Tak perlu menunggu lama lagi

Kau akhiri kisah ini hanya lewat sebuah pesan

Tanpa mau meminta maaf atas kesalahan

Lalu mencampakkanku begitu saja

 

Tapi aku bodoh, benar-benar bodoh

Dalam tangis masih meronta memanggil namamu

Dan berkata bahwa aku rindu

Berharap kau mau mendengarku

 

Bolehkah aku merebutmu kembali?

Agar rinduku bisa terobati

Dan kisah kita berjalan lagi

Akan ku buka satu kesempatan untukmu kembali

 

Kumpulan Puisi Rindu Kekasih

puisi rindu

Kekasih adalah salah satu orang yang bisa membuat siapa saja terbelenggu rindu. Baru semenit berlalu, rasa ingin bertemu kembali menggebu. Apalagi jika Anda baru saja memulai perjalanan cinta, pasti rindu akan sering menyapa.

Sayang

Sayang,

Keluarlah dan lihat langit saat ini

Bukankah terlihat sama dengan yang ku pandangi

Jika iya, berarti kita tak pernah berada dalam kejauhan

 

Sayang,

Kau masih bisa mendengarkan suaraku, bukan?

Meskipun hanya lewat sebuah kemajuan teknologi

Jika iya, berarti kita masih berada dalam sebuah kedekatan

 

Sayang,

Tak apa tak bisa bertemu selalu

Tak apa jarak hingga kini masih membelenggu

Percayalah hatiku tetap untukmu

 

Sayang,

Jangan pernah kau anggap aku tak merindu

Hanya karena aku dia tak pernah mengungkapkannya

Sungguh, hatiku selalu menjerit karena rindu selalu memburu

 

Kala malam datang, dan rembulan mulai menyapa

Ia seperti mengejekku dan menertawakanku

Katanya, diriku penuh rindu

Tapi tak bisa mengobati dengan cara bertemu

 

Dengarkan aku sayang

Biarlah rindu tetap menyerang

Marilah kita tamping dan terus berjuang

Hingga waktu yang disiapkan kan datang

 

Puisi Rindu: Diamku, Ada Rindu Untukmu

Langit yang hitam dan berawan itu

Menjatuhkan ribuan pensil padaku

Bukankah ia akan menggambar di tubuhku?

Atau ia sampaikan rindu dari dinginnya dirimu

 

Telah ku bisikkan namamu pada angin

Semoga ketika hujan mendengar, rintiknya kan abadi

Mengikis segala batu-batu yang menjadi ego

Menghempaskan banyak prasasti yang ada pada dirimu

 

Bulan tenggelam di matamu

Dan aku tak mampu untuk mencegah hatiku

Akhirnya terhanyut oleh ombak besar, ombak rindu

Menerpa kejam walau dengan membisu

 

Selembar puisi seperti uang kertas

Berwarna merah jauh lebih berharga

Namun, aku hanya bisa membeli rindu segelas saja

Tanpa bisa membawa pulang dirimu seutuhnya

 

Sekalipun nafasku tak cukup panjang

Kau akan tetap melihatnya

Ia kan membawa daun-daun berterbangan

Yang sempat jatuh dari kepingan hatiku yang terdalam

 

Tak cukup daun-daun mewakili angin senja

Tak cukup pula langit mewakili teduhnya cuaca

Ada gemuruh besar, namun hujan tak kunjung menyapa

Namun mampu membuatku menggigil tanda ada pelukan nan manja

 

Hei!!!

Dengarkan aku

Aku akan ungkap yang sebenarnya

Aku menginginkan dirimu semalam saja, untuk melepas rindu yang ada

 

Jarak adalah Pencipta Rindu Terbaik

Aku seperti daun-daun berguguran

Tak tahu jatuhnya akan di mana

Sama halnya rasa rindu yang terus tertahan

Karena kekasih jauh di mata

 

Layang-layang di pinggir kota jadi saksinya

Di bawahnya kita pernah memandang langit yang sama

Dengan canda tawa yang gembira

Memadu kasih hingga malam pun tiba

 

Semua teringat dengan jelas

Memori dua tahun silam ketika kau masih di dekatku

Kala kau membuatku tersenyum malu

Ketika kau kecup mesra keningku

 

Jarak adalah pencipta rindu terbaik

Sebab membuat sepasang kekasih tidak bisa bertemu

Untuk saling melepas rindu yang sudah menggebu-gebu

Beruntungnya aku masih ada ponsel untuk mendengarkan suaramu

 

Aku tak sabar menunggu satu tahun ini berlalu

Ketika waktu sudah mengizinkanmu kembali dalam pelukku

Akan ku pinta janjimu dulu padaku

Agar segera kau pinang aku di hadapan orang tuaku

 

Tak apa sekarang rindu sedang berkuasa

Tapi nanti ketika kita sudah berjumpa

Ia akan pergi dengan sendirinya

Ketika itu, kau dan aku akan terus bahagia

 

Ku Rindukan Hadirmu

Ku titipkan untaian kata cinta di ujung malam ini

Tersirat rindu dalam kesunyianku di malam-malam yang sama

Rasa rindu yang terus mengikis kalbu

Yang terus datang menghantui hari-hariku

 

Bayanganmu tak pernah lepas dari pikiranku

Wajahmu terus terlintas dalam pandangan mataku

Manis senyummu terus saja mengikuti hari-hariku

Hingga rindu terus beradu dalam kesendirianku

 

Tak terasa, butir-butir bening turun dari mata

Membuat basah pipi karena rindu terus saja mendera

Ku rindu semua yang ada pada dirimu

Mulai dari mata, hidung hingga seluruhnya

 

Aku juga rindu tutur katamu nan manja

Ketika kau berada di sampingku

Kini tinggal aku sendiri, bergelut dengan sepi

Menanti kehadiranmu kekasih hati

 

Datanglah wahai pengobat rinduku

Tak apa hanya sekejab, yang penting aku bisa melihatmu

Walau hanya dalam mimpi di tidur malamku

Dan di sini aku akan tetap setia menunggumu

 

Jika kau tak datang, aku tak akan pernah sembuh

Dari rindu yang kian hari kian menyiksaku

Hingga aku terus menangisi kepiluanku

Menangisi kesepianku dan kekosongan yang memelukku

 

Gadis di Ujung Rindu

Sayup-sayup suaramu mulai terdengar lagi

Padahal aku tahu kau tak ada di sini

Aku tersenyum masam lagi

Karena rindu membuatku halusinasi

 

Baru kemarin, aku menemuinya

Dengan selendang biru muda

Membuatnya lebih cantik dari sebelumnya

Lalu membuatku terus merindukannya

 

Gadis di ujung rindu

Yang selalu hadir dengan senyum manis

Membuat aku tergila-gila jadinya

Dan terus ingin bertemu dan memeluknya

 

Dia gadis terlembut yang pernah ku jumpai

Tutur katanya sopan menyejukkan hati

Membuatku ingin segera datang kembali

Jika bisa aku akan meminta untuk memiliki

 

Sungguh lucu aku ini

Baru bertemu sudah ingin memiliki

Namanya cinta pada pandangan pertama

Memang membuat para pria sedikit menggila

 

Lalu ku coba untuk mengirim pesan

Membuat janji temu karena rindu tertahankan

Menunggu balasan sungguh menjenuhkan

Tapi sekali terbalas rasanya menggemaskan

 

Gadisku yang berada di ujung rinduku

Membalas “iya boleh bertemu”

Membuatku segera berkemas dan melaju

Agar cepat sampai dan segera bertemu

 

Kumpulan Puisi Rindu Ayah/Ibu yang Telah Tiada

puisi rindu

Puisi rindu di bawah ini mengisahkan tentang anak yang merindukan orang tuanya yang sudah pergi terlebih dahulu untuk menghadap Tuhan. Sudah pasti rindu akan menghampirinya, karena sekejam-kejamnya berpisah adalah perpisahan oleh kematian.

Rinduku untuk Ayah di Surga

Ku nikmati rindu

Yang tercipta oleh gesekan bila merdu

Bersama petikan dawai gitar

Mencoba untuk bernostalgia

Melupakan segenap yang sempat bertahta

 

Aku tak risau

Soal lemahnya daya ingatku tentangmu

Sebab Tuhan selalu berhasil

Mengembalikan segala kenangan yang pernah ku lalui bersamamu

Lewat senja yang membawa rindu kembali kepadaku

 

Aku masih menyapamu

Walau hanya lewat doa disetiap malamku

Sebagaimana kau doakan keberhasilanku waktu dulu

Namun, kepergianmu

Telah membuat senja menjadi berbeda, bahkan puisiku juga

 

Ketahuilah

Ayah adalah “topik utama”

Ketika aku curahkan semuanya pada Tuhan

Disetiap kedua telapak tangan terbentang terbuka

Aku rindu ayah di surga

 

Senja dan Rinduku yang Menganga

Padamu wahai senja

Aku ingin bertanya

Di mana mereka sembunyikan senyum si peneduh jiwa itu?

Ke mana mereka buang sisa canda tawa penenang hati itu?

Tidakkah mereka paham?

 

Teruntuk Tuan Surya yang berada di langit

Sebenarnya, siapa yang kejam?

Yang tak pernah berhenti hantamkan belati tajam

Mereka tak pernah mengerti

Betapa dalamnya rasa sakit ini

 

Sudahlah!

Biarkan raga berpaling dari semua ini

Lalu perlahan menuju pecahan kaca kusam

Tanpa perlu menunjuk siapa kambing hitam

Siapa yang patut disalahkan

 

Tuhan,

Tidaklah mudah bagiku menelan semua kenyataan ini

Berdansa dengan hukum hidup yang begitu keras

Di tepi takdir yang sangat pahit rasanya

Begitu berat untuk dilalui walau bersama

 

Tuhan,

Aku rindu dia

Aku rindu ayah dengan segala kenangannya

Pelukan, belaian, ciuman, teguran hingga amarahnya

Sungguh aku merindukannya

 

Tuhan,

Aku mohon

Tempatkan ayah di sampingMu

Dan jaga ia agar selalu berbahagia

Walau aku tak bisa mendampinginya di surga

 

Apa Kabar Bunda?

puisi rindu

Adzan subuh membangunkanku

Tak terasa pagi akan menyapaku

Masih dengan mata sembab yang menemani tidurku

Menangis semalam penuh karena merindukanmu

 

Lambat laun.

Tak bisa lagi ku tahan semua ini

Berlagak kuat di hadapan semua orang

Padahal hatiku sungguh remuk karena kepergianmu

 

Dalam senyumku setiap hari

Hanya kepalsuan yang aku berikan

Karena dibalik senyum itu

Masih ada luka yang menganga

 

Kepergianmu adalah sebuah pukulan telak

Yang membuatku tak bisa mengelak

Karena takdir Tuhan tak bisa ditolak

Walau hati sudah menjerit keras seperti ditalak

 

Hingga kini masih tak bisa ku terima

Apa yang Tuhan berikan pada hidupku

Membawamu pergi tanpa permisi

Hingga aku tak bisa melihatmu lagi

 

Apa kabar Bunda?

Bagaimana bentuk surga?

Pasti kau ingin menceritakannya

Padaku yang tak bisa mendengarnya

 

Bunda,

Aku tak bisa berbohong lagi

Karena rindu ini kian menggerogoti

Dari jantung hingga menyerang hati

 

Bunda

Aku merindukanmu setiap saat

Hingga menjelma bagai orang yang tersesat

Tak tahu bagaimana cara berobat

 

Bunda,

Kabarku tak baik-baik saja

Sepeninggalanmu rindu telah menjadi luka

Yang tak pernah bisa aku terima

 

Duka Mendalam

Ibu,

Kaulah satu-satunya wanita yang ada di dunia

Yang paham akan arti suka dan duka

Tentang kepasrahan dan gelora asa

 

Ibu,

Kepadamu ku kirimkan doa

Atas segelintir harapan yang selalu ku jaga agar tak sirna

Untuk membahagiakanmu di akhir masa

 

Namun yang terjadi tak sesuai kehendak hati

Kau tanpa pamit mendahuluiku pergi

Meninggalkan aku hidup sendiri

Di dunia kejam yang fana ini

 

Ibuku sayang,

Aku merindukanmu dalam bayang-bayang

Memikirkanmu dalam lamunan, memimpikanmu setiap malam

Namun kau tak kunjung datang kepadaku yang mengharapkan

 

Siang begitu panas ibu

Dan malam aku selalu menggigil kedinginan

Selepasnya aku tersadar

Hanya kaulah yang dapat menenangkan

 

Sekuat tenaga ku tahan air mata ini

Meskipun hati terus teriris oleh sepi

Hidup yang dulu manis kini tak terasa lagi

Semula aku pemberani kini menjadi pengecut kembali

 

Hai dunia, aku tak begitu bersedih

Itulah dustaku terbaikku kepada mereka semua

Namun, aku selalu meyakini

Bahwa Yang Maha Pengampun akan selalu mengerti

 

Ibuku sayang, kau telah tiada

Kau tak lagi terjaga

Kami di sini terus merana

Di depan gundukan pusara, menyiram dan menanam bunga

 

Ibu, selamat tinggal

Doa akan selalu ku lantunkan, lagi dan lagi tanpa pernah bosan

Kaulah secercah semangat dan harapan

Bagiku untuk menaungi kerasnya kehidupan

 

Nisan Ayah

Ayah,

Semerbak harum indah ku bawa serangkai bunga

Ku letakkan tepat di depan nisanmu yang tak berwarna

Ku baca tulisan pada lisan, masih ada namamu di sana

Yang tak pernah aku duga bisa secepat itu tertulis di sana

 

Ayah,

Aku datang sendiri hari ini

Untuk mengungkapkan kepedihan hatiku ini

Sebab rindu kepadamu tak bisa diobati lagi

Walau datang berkali-kali ke sini

 

Ayah,

Bolehkah aku berkeluh kesah

Tentang kehidupan yang semakin susah

Apalagi tanpa hadirmu di tengah-tengah

Membuatku enggan untuk melangkah

 

Ayah,

Jika kau mendengarku

Lihatlah anakmu yang mulai beranjak dewasa

Aku tumbuh seperti yang kau inginkan

Walau dengan banyaknya kekurangan

 

Ayah,

Jika kau melihatku sekarang

Pasti kau akan senang

Karena aku mengikuti semua yang kau terangkan

Dari kecil hingga kepergianmu yang terlalu cepat

 

Aku hanya ingin mengungkapkan rindu padamu ayah

Meskipun ku tahu tak akan pernah bisa terobati

Tak apa, karena dengan datang ke pusaramu aku menjadi lega

Walau tak berjumpa denganmu karena kau telah tiada

 

Ku kecup nisanmu seperti biasa

Dan ku bayangkan ketika ku kecup keningmu dahulu

Rasanya tak pernah sama dan aku menyadarinya

Kemudian hanya bisa menangis sekuatnya

 

Jangan dengarkan tangisku ayah

Karena itu sungguh mengganggu

Beristirahatlah terlebih dahulu

Hingga aku bisa menyusulmu

 

Jutaan Rindu yang Tak Pernah Terbalas

Ada jutaan rindu yang tak pernah terbalas

Karena pemiliknya tak bisa kembali lagi

Sudah tenang di pelukan Tuhan Yang Maha Esa

Tanpa ada rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya

 

Jutaan rindu untuk ayahku

Yang sudah ku tabung dari dulu

Namun tak bisa tersampaikan hingga kini

Dan akhirnya terus menumpuk hingga penuh

 

Ayah, bagaimana caraku menyampaikannya?

Agar kau bisa merasakan rinduku dari sini

Apakah rindu tak bisa menembus pintu surga?

Tolong ayah, izinkan pada malaikat di sana

 

Aku sudah sangat lama merindumu

Dari terakhir kali kau kecup keningku

Jika dihitung sudah 13 tahun lamanya

Hingga bank rindu sudah tidak muat menampungnya

 

Ayolah ayah!

Izin satu kali saja pada Tuhan

Untuk turun ke bumi menemuiku

Pecahkan celengan rindu ini bersama

 

Pasti aku terdengar seperti tak punya akal sehat

Memintamu kembali dan izin kepada Tuhan

Namun itulah caraku untuk menguatkan

Setelah lama kau tinggalkan

 

Ayah,

Jika rindu ini bisa mengetuk pintu surga

Jangan lupa baca goresan pena ini

Agar kau tahu betapa aku merindukanmu

 

Ayah,

Jika rindu datang ke surga menjelma menjadi kupu-kupu

Pasti tak hanya seribu atau dua ribu

Sudah pasti jumlahnya akan sama dengan butiran debu di dunia

 

Begitulah rinduku ayah

Besar dan sangat besar

Jutaan rindu yang tak pernah terbalaskan

Karena kau tak bisa lagi merasakan

 

Kumpulan Puisi Rindu Berbahasa Inggris

puisi rindu

Tidak hanya puisi berbahasa Indonesia saja, jika Anda memiliki kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris maka bisa menulis puisi dengan bahasa tersebut. Puisi buat kekasih dengan bahasa asing akan terlihat sangat keren lho.

I Miss You

I miss you

Like the light

Who missed the moon

 

I miss you

Like the flowers

Missed the fragrant smell

 

I want us to always be together

As the soul with the body

Like a sky with clouds

 

I want us to always be unite

As the root of the tree and its trunk

Like a sun with light

 

I want us to always be pair

As the table and chair

Like rain with water droplets

 

But, now you go away

No smile for me

No jokes that make happy and touch of warm

 

You leave a heavy miss in my heart

Can’t disappear until now

Can’t not be forgotten

 

Longing

Longing

Came suddenly

Anda settled for so long

So that it can’t handle it

 

Who can treat it?

I want to come him

So I can recover from this

Anda not sick of it

 

Missing is heavy

Only great people can it

If it’s not strong don’t miss it

Because, you will be tormented

 

I’m Here Miss

I’m here miss

But missed unrequited

To the shade

Far from worry

 

Unable to hold back mute

Just want to say

I just want to meet

Even if only in a pseudo shadow

 

My School I Miss You

That is the place

Where I chase the knowledge

There where I met the teachers

There where I met my friends

There where I was preparing myself

To face my future

 

I miss you my school

You will always stay in my heart

My teachers always to be number one

As our second parents

The one who taught me science

So I don’t be dumb people

 

I mis you my school

There where you crate my history

With my friends always make me funny

Passing through the good times

Those memories will not ever lost in my memory

Until I left my school to reach my dream come true

 

A Never Die Hero

A teacher is a hero

Without a strings attached

But they like a candle in the dark

Like rain in the dry season

 

Long time no see

Make me always miss you

Miss the way you taught me

Miss when you advised me

 

A never die hero

You always be in my heart

For a long time

To a limit that cannot be determined

 

My dear teacher

I wish you always healthy

So you can still teach me

And always with me at school

 

For the sake of my teacher

I will always study

So that my dreams come true

And my teacher is proud of me

 

Kumpulan Puisi Rindu dari Penyair Terkenal

Kumpulan puisi rindu berikutnya adalah puisi yang diciptakan oleh para penyair terkenal di dunia. Setiap kata yang dirangkai cukup simpel tapi mampu membius para pembaca. Jika Anda ingin membacanya, langsung saja sweep up!

Kan Kuabaikan Segala Hasratku

Karya: Khalil Gibran

 

Akan kuabaikan segala hasratku

Agar kau tenang kan hatimu
Kupertaruhkan semua ragaku
Demi dirimu bintangku

Biarkan ku menggapaimu
Biarkan ku memanjakanmu
Dengan segala rasa yang kumiliki
Dan tak untuk menyakiti

Begitu indah rasa hasratku
Untuk memilikimu
Karena semua hanya khayalku
Apakah kan jadi milikku

Hidup ini indah
Walau takdir kadang tak ramah
Kuharus terus berlari
Sebelum nafasku berhenti
Tuk wujudkan semua mimpi
Menjelang masa depan yang kuingini

Kuingin suatu hari nanti
Bila semua mimpi hati telah kuraih
Ku ingin menghampiri dirimu lagi
Tuk memintamu menjadi pendamping diri Menjadi istriku
Dihatimu akan ku labuhkan cinta terakhirku

 

Sajak Putih

Karya: Chairil Anwar

 

Bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah…

Buat Miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
Dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kecuplah aku terus, kecuplah
Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku

 

Kangen

Karya : Ws Rendra

 

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepian

Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

 

Kau tak akan mengerti segala lukaku

Karna cinta telah sembunyikan pisaunya

 

Membayangkan wajahmu adalah siksa

Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan

 

Engkau telah menjadi racun bagi darahku

Apabila aku dalam kangen dan sepi

 

Itu berarti

Aku tungku tanpa api

 

Hari pun Tiba

Karya: Sapardi Djoko Damono

 

Hari pun tiba

Kita berkemas senantiasa

Kita berkemas sementara jarum melewati angka-angka

Kau pun menyapa: ke mana kita

Tiba-tiba terasa musim mulai menanggalkan daunnya

 

Tiba-tiba terasa kita tak sanggup menyelesaikan kata

Tiba-tiba terasa bahwa hanya tersisa gema

Sewaktu hari pun merapat

Jarum jam sibuk membilang saat-saat terlambat

 

Mata Hitam

Karya: Ws Rendra

 

Dua mata hitam adalah mata hati yang biru

Dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu

Rindu bukanlah milik perempuan melulu

Dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu

 

Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi

Kecantikan tanpa sutra tanpa pelangi

Dua mata hitam adalah rumah yang temaram

Secangkir kopi sore hari dan kenangan terpendam

 

Puisi Rindu: Menunggu

Karya: Khalil Gibran

 

Hari terhitung minggu

Minggu pun menjadi bulan

Pagi ku mengingatmu

Malam ku mengenangmu

 

Tetap saja semua sama

Sejak kau pergi

Ku masih saja menantimu

Hingga kau kembali

Dan takkan tinggalkan ku lagi

Entah kapan

 

Menunggumu masih

Setia tetap ku janji

Hingga ku dapat kau kembali

Bersama jalani hari

 

Pandang Setua Bumi

Karya: Sitor Situmorang

 

Digaris-garis pinggangnya

Talut-talut rinduku menyelinap

Disembul-sembul pinggulnya

Masa depan terbentang

 

Ditubir-tubir pusarnya

Masa lalu diam

Bertambah dalam tak terduga

Di lubuk pandangnya setua bumi

 

Puisi rindu memang menjadi salah satu karya terbaik, karena sangat digemari oleh orang-orang. Sudah saatnya Anda menciptakan puisi buatan sendiri. Apabila tentang rindu, mulailah dengan perasaan diri sendiri ketika merindukan seseorang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *