Sejarah Bola Basket di Dunia & Indonesia (+Pencapaian Merah Putih)

8 min read

sejarah-bola-basket

Sejarah bola basket bermula pada tahun 1891 di YMCA, tepatnya di sekolah pemuda kristen yang berada di Kanada. Ketika itu, salah seorang guru olahraga bernama James Naismith tertantang untuk membuat permainan olahraga yang bisa dimainkan dalam ruangan ketika waktu liburan tiba.

Awalnya Dr. James membentuk tim beranggotakan 9 pemain dan meniadakan teknik dribble. Peraturannya masih sangat sederhana, yaitu sebatas berlomba mencetak gol terbanyak di keranjang lawan dalam waktu yang ditentukan. Lalu, bagaimana sejarah bola basket lengkap dunia?

Ukuran Bola Basket

Ukuran-Bola-Basket

Melalui berbagai rangkuman penelitian dan pertimbangan yang matang, bola basket diatur dengan ukuran keliling 75-78 cm dan berat 600-650 gram. Selain itu, bola juga harus mampu memantul setidaknya 1,2-1,4 meter dari ketinggian 1,8 meter.

Terdapat beberapa variasi ukuran dalam bola basket yang dibagi berdasarkan kelompok usia, gender, dan kegunaannya. Untuk lebih detailnya, simak ulasan berikut ini.

1. Ukuran 3

Variasi ukuran yang pertama adalah 3. Ukuran 3 sendiri didesain khusus untuk anak-anak dengan usia 4-8 tahun dan bisa digunakan secara unisex. Ukuran 3 memiliki berat 280 gram dengan lingkar keliling 56 cm.

2. Ukuran 4

Selanjutnya adalah ukuran 4. Dengan lingkar keliling 65 cm dan berat 400 gram, ukuran 4 biasa digunakan oleh anak laki-laki dan perempuan dalam range usia 5-8 tahun.

3. Ukuran 5

Memiliki ukuran lingkar keliling sebesar 70 cm dan berat 480 gram, ukuran 5 menjadi bola standar untuk anak-anak di usia 9-11 tahun.

4. Ukuran 6

Kemudian ada juga bola basket ukuran 6 yang memiliki berat 570 gram serta lingkar keliling 72 cm. Untuk penggunaannya sendiri, bola ukuran 6 sudah menjadi bola resmi untuk pertandingan basket perempuan dalam liga sekolah menengah, perguruan tinggi, dan bahkan profesional,

Bola ukuran 6 memiliki syarat khusus bagi penggunanya. Yakni, bisa digunakan untuk laki-laki di usia 12-14 dan perempuan di atas usia 12 tahun.

5. Ukuran 7

Dibuat untuk menyesuaikan pemain laki-laki dengan usia di atas 15 tahun, bola berukuran 7 memiliki berat 620 gram dan lingkar keliling 75 cm.

Bola ukuran ini bisa digunakan untuk segala jenis pertandingan mulai dari pertandingan sekolah menengah, tingkat perguruan tinggi, serta turnamen profesional.

6. Ukuran 3×3

Variasi ukuran bola basket yang terakhir adalah 3×3. Memiliki ukuran lingkar keliling sama seperti bola ukuran 6, yakni 72 cm, dan berat yang sama dengan ukuran 7,620 gram. Bola ini memiliki desain unik dengan paduan warna-warna yang mencolok dan khusus digunakan untuk permainan 3×3.

Sesuai dengan ringkasan yang banyak dituliskan publik, ukuran lapangan bola basket memiliki dua standar yang umum dan resmi untuk digunakan.

Ukuran ini yakni 28,5 meter sebagai panjangnya dan 15 meter sebagai lebarnya, menurut standar National Basketball Association. Standar ini juga banyak dipilih oleh negara-negara lain di Asia.

Sedangkan menurut standar Federasi Bola Basket Internasional, panjang lapangannya adalah 26 meter dan lebarnya 14 meter. Standar ini bukan hanya berpaku pada standar di Eropa atau Amerika saja, tapi juga disesuaikan secara global.

Sejarah Bola Basket di Dunia

Sejarah-Bola-Basket-di-Dunia

Sudah banyak beredar informasi terkait dengan pengertian bola basket beserta gambar serta sejarah dan pencapaian tim indonesia dalam pertandingan tersebut.

Bola basket sendiri merupakan salah satu olahraga bola berkelompok yang dilakukan oleh 2 tim dengan masing-masing tim beranggotakan 5 orang. Tujuan dari permainan ini, baik itu pertandingan mini ataupun besar berskala internasional, adalah untuk memasukkan bola ke keranjang lawan.

Secara singkat, permainan bola basket diciptakan oleh Dr James Naismith, yang merupakan guru olahraga di YMCA, di perkampungan Ramsay yang terletak di dekat Almonte, Ontario, Kanada. YMCA sendiri merupakan wadah untuk pemuda umat kristen yang ada di Springfield Massachusetts.

Bola basket terinspirasi dari permainan yang pernah dimainkan Dr James tatkala beliau masih kecil. Permainan basket waktu itu pun belum memiliki struktur yang jelas seperti sekarang ini.

Melalui beberapa tahapan setelah menolak gagasan-gagasan aturan yang dirasa terlalu keras atau kurang cocok untuk mainkan di area tertutup, Dr James menuliskan beberapa peraturan dasar yang ditempelkannya pada keranjang dinding ruang gelanggang olahraga.

Pertandingan bola basket resmi pertama kali diselenggarakan di tempat kerja Dr James pada tanggal 20 Januari 1982. Pertandingan inilah yang kemudian menjadi tonggak awal sejarah bola basket masuk ke indonesia dan negara lain di dunia hingga menjadi liga yang bergengsi.

Untuk namanya, permainan bola basket secara tidak sengaja dicetuskan oleh salah seorang murid dalam sambutannya ketika disuruh untuk terjun dalam permainan.

Setelah banyak penyesuaian peraturan, permainan basket di Seantero, Amerika Serikat menjadi sangat populer. Dari situ, mulai banyak pertandingan-pertandingan basket yang diselenggarakan di tanah Amerika.

Desas desus kepopuleran bola basket semakin meluas sesaat ketika dibentuknya federasi internasional di tahun 1932 yang terdiri dari 8 negara di dunia.

Negara-negara yang tergabung dalam federasi tersebut ialah Argentina, Portugal, Yunan, Kativia, Italia, Rumania, Swiss, dan Cekoslowakia.

Tidak sampai disitu saja, kepopulerannya semakin menanjak ketika bola basket diperkenalkan dalam ajang olimpiade di tahun 1936. Dalam olimpiade ini, muncul banyak atlet basket internasional yang menunjukkan eksistensinya dengan meramaikan turnamen tersebut.

Perkembangan yang ditunjukkan dari permainan basket adalah kemunculan gerakan menombok atau yang biasa juga disebut sebagai slam dunk. Gerakan ini berupa teknik dasar untuk memasukkan bola secara langsung ke dalam keranjang basket.

Slam dunk memiliki variasi gerakan secara akrobatik dengan kekuatan yang luar biasa. Biasanya, variasi gerakan seperti ini dapat dipraktekkan oleh pemain yang sudah profesional. Mengingat gerakannya yang memerlukan teknik rumit dengan menyeimbangkan fokus pikiran dan kekuatan.

Secara teori, permainan basket memiliki tiga prinsip pemain. Yakni forward, defense, dan juga playmaker. Pemain forward memiliki tugas untuk mencetak poin sebanyak mungkin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan.

Defense merupakan prinsip pemain guna menjaga pemain lawan agar tidak berhasil memasukkan bola ke dalam keranjang.

Sementara itu, pada prinsip playmaker yang menjadi tokoh utama dalam kunci permainan basket, harus bisa mengatur bola dan memainkannya sesuai dengan strategi yang paling menguntungkan untuk tim.

Sejarah Bola Basket di Indonesia / Nasional

Sejarah-Bola-Basket-di-Indonesia-Nasional

Permainan basket yang sudah menyebar di berbagai belahan dunia, turut masuk, dan menjadi permainan olahraga unggulan di Indonesia. Bola basket masuk dengan perantara perantau dari Cina pada tahun 1920 an.

Sejarah bola basket singkat di Indonesia diawali oleh mereka yang tergabung dalam komunitas sekolah bernama Tionghoa. Bola basket juga dimasukkan sebagai bidang permainan olahraga yang wajib dimainkan di sana.

Tidak heran jika kemudian banyak lahir pemain basket handal yang terkenal dari sekolah Tionghoa tersebut.

Permainan bola basket di Indonesia semakin dikenal dengan diangkatnya menjadi permainan tingkat nasional di Solo pada ajang PON/Pekan Olahraga Nasional yang diselenggarakan pada tahun 1948.

Berlanjut pada tanggal 3 April 1982, Indonesia menyelenggarakan semarak pertandingan antara tim Rajawali dari Jakarta dan Semangat Sinar Surya dari Yogyakarta. Baru kemudian banyak klub papan atas yang mulai mengadakan berbagai kompetisi guna melahirkan atlet-atlet berbakat.

Pencapaian Tim Bola Basket Indonesia

Pencapaian-Tim-Bola-Basket-Indonesia

Hingga saat ini, sudah banyak prestasi yang berhasil dicapai oleh tim bola basket dari Indonesia. Beberapa pencapaian tersebut adalah sebagai berikut.

  • 1958, Timnas yang dilatih oleh J.C Ault Man dari Amerika Serikat tampil pada Asian Games III di Tokyo.
  • 1960, Tim basket Indonesia berhasil meraih kemenangan atas Malaya/Malaysia 98-76 dan menduduki peringkat ke-6 dari 7 peserta yang mengikuti ajang Kejuaraan Asia I di Manila, Filipina.
  • 1962, pada ajang Asia Games IV di Jakarta, tim basket Indonesia menduduki peringkat ke-5.
  • 1963, meraih peringkat ke-2 dalam Ganefo I di Jakarta setelah kekalahan tim Indonesia oleh Cina di babak final.
  • 1964, Timnas yang dilatih oleh Bob Ackerman mendapatkan peringkat ke-10 pada Pra-Olimpiade di tahun 1964.
  • 1965, mendapat juara harapan 1 (peringkat ke-4) pada Turnamen Dasawarsa Konferensi Asia Afrika. Untuk gelar juara direbut secara berurutan oleh Cina, Korea Utara, dan Kamboja.
  • 1966, berada di peringkat ke-2 pada ajang Ganefo Asia I di Kamboja setelah bertanding dengan tim dari Cina.
  • 1967, Tim basket Indonesia berhasil mencetak kemenangan sebanyak 4 kali dan menduduki posisi ke-4 dari 10 peserta pada Kejuaraan Asia di Seoul, Korea Selatan.
  • 1968, Tim basket Indonesia berhasil mencetak 1 kemenangan atas Australia dengan perolehan skor 58-51 pada ajang Pra-Olimpiade yang diselenggarakan di Meksiko.
  • 1970, Tim basket putra berhasil memperoleh perunggu pada Pesta Sukan di Singapura dengan peringkat ke-4 setelah Cina, Taipei, dan Thailand.
  • 1972, Tim basket putri menempati posisi ke 4 pada kejuaraan Asia IV di Cina Taipei.
  • 1973, mendapatkan peringkat ke-8 dari 12 peserta yang ikut dalam Kejuaraan ABC VII di Manila.
  • 1977, memperoleh peringkat ke-13 pada ajang Kejuaraan Asia IX di Kuala Lumpur, Manila. Untuk juru kunci diduduki oleh tim basket dari Srilanka.
  • 1978, Tim basket putri menempati peringkat ke-9 pada Kejuaraan Asia di Hongkong.
  • 1979, Tim basket putri mendapatkan perunggu setelah Malaysia dan Thailand pada laga Sea Games X di Jakarta.
  • 1983, menduduki peringkat ke-12 pada Kejuaraan Asia XII yang diselenggarakan di Hongkong.
  • 1986, Tim basket putri berhasil mengamankan posisi juru kunci pada Kejuaraan Asia XI di Kuala Lumpur, Malaysia.
  • 1987, mendapatkan peringkat ke-12 di Bangkok pada Kejuaraan Bola Basket ABC.
  • 1988, melalui ASABA, pada tahun ini Indonesia mengamankan posisi ke-6 pada Kejuaraan Antar Klub Asia III. Untuk juara pertama pada liga ini diraih oleh SWIFT PABL dari Filipina, dilanjutkan oleh Liao Ning dari Cina, dan diikuti oleh Samsung dari Korea.
  • 1989, Tim basket putri mendapatkan posisi ke-4 pada Kejuaraan ASEAN V di Bangkok setelah Thailand, Malaysia, dan Singapura. Tim basket putra juga memperoleh posisi sama pada ajang yang sama.

Tim dari Indonesia juga berhasil meraih posisi ke-10 pada Kejuaraan Junior Asia Putra X di Manila. Untuk kursi juara pada ajang ini direbut oleh Cina, Cina Taipei, dan Filipina.

Meskipun kursi juara direbut oleh Filipina dan Korea, Tim Sea Games dari Indonesia berhasil mengamankan perunggu pada Turnamen Piala Kemerdekaan IV yang diadakan di Jakarta.

Mendapatkan peringkat ke-14 pada Kejuaraan ABC ke-15 di Beijing setelah mendapatkan kemenangan atas tim dari Bangladesh. Peringkat pertama pada kejuaraan ini diambil oleh Cina, Korea, dan diikuti oleh Cina Taipei.

Tim putra dan putri masing-masing memperoleh perunggu pada pertandingan The 19th Triennial Intervarsity Games di Jakarta. Sedangkan untuk gelar juara beserta runner-up secara berurutan didapatkan oleh Malaysia dan Singapura.

Tim putri berhasil meraih perunggu pada SEA Games yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

  • 1990, dalam kategori B di Kejuaraan Asia XIII di Singapura, tim basket putri menempati posisi ke-4. Untuk juara utamanya direbut oleh tim dari Korea Utara, sedangkan untuk kategori B direbut oleh tim dari Cina.
  • Dengan perwakilan oleh Halim Kediri, tim dari Indonesia berhasil mendapatkan peringkat ke-6 pada Kejuaraan Antar Klub Asia IV di Jakarta. Gelar juara pada event ini direbut oleh Liaoning AG dari Cina, Bank of Korea, kemudian Kazma dari negara Kuwait. Menempati posisi ke-12 dari 13 kontestan pada Kejuaraan Asia Junior di Nagoya, Jepang oleh tim basket putra. Di ajang yang sama, tim putri menempati posisi ke-9 dari 10 peserta.
  • 1991, pada Kejuaraan Pelajar ASEAN di Bagiao, tim putra dan putri mendapatkan posisi runner-up. Kejuaraan ini diikuti oleh 5 negara dari kawasan Asia Tenggara.
  • Turut serta meramaikan pertandingan dan mendapatkan peringkat ke-14 dari 18 peserta di ajang Kejuaraan ABS XVI yang diadakan di Kobe, Jepang.
  • Pada SEA Games XVI di Manila, tim basket putri berhasil merebut medali perak dan tim basket putra menjadi juru kunci dari 5 negara yang ikut serta dalam pertandingan.
  • 1992, diwakili oleh Pelita Jaya, tim dari Indonesia menempati posisi juru kunci pada Kejuaraan Internasional Piala William Jones yang diselenggarakan di Cina Taipei.
  • Dalam Kejuaraan ABC Junior di Beijing, tim basket putra meraih peringkat ke-6 dari 14 peserta yang ikut serta. Sedangkan tim basket putri menempati posisi ke-7 dari 10 peserta.
  • 1993, di tahun ini, tim basket dari Indonesia berhasil menorehkan nama baik Indonesia pada dua ajang yang berbeda. Yakni kejuaraan ABC U-22 di Hongkong dengan prestasi peringkat ke-5 dari 13 peserta dan perunggu pada SEA GAMES XVII di Singapura oleh tim putra dan putri.
  • 1995, memperoleh posisi ke-4 dari 9 peserta pada SEABA di Thailand oleh tim putri dan peringkat ke-12 pada Kejuaraan Bola Basket Asia (ABC) ke XVI di Shizuoka, Jepang.
  • 1996, Mendapatkan posisi pertama setelah berhasil mengalahkan Filipina pada ajang SEABA II di Surabaya.
  • 1997, di Kejuaraan Antar Klub Asia VIII di Jakarta, tim Indonesia yang diwakili oleh Aspac meraih peringkat ke-3 dibawah Regal dari Hongkong SAR dan Kia Motors dari Korea Selatan. Memperoleh perunggu setelah memenangkan pertandingan dengan Filipina pada SEA Games XIX di Jakarta.
  • 1998, berada di posisi ke-9 pada Kejuaraan Antar Klub IX di Kuala Lumpur, Malaysia. Pada ajang ini, tim basket putra dari Indonesia diwakili oleh Panasia Indosyntec.
  • 1999, Mendapatkan perunggu di pertandingan SEA Games XX yang diadakan di Brunei Darussalam. Untuk kursi juara kategori permainan basket direbut oleh tim dari Filipina dan diikuti oleh tim dari Thailand.
  • 2000, turut berkontribusi dalam Kejuaraan Antar Klub Asia yang diselenggarakan di Lebanon, tim basket putra dari Indonesia yang diwakili oleh Mahaka Satria Muda berhasil mengamankan posisi ke-8.
  • 2001, tim putra mendapatkan perak pada SEA Games XXI di Kuala Lumpur, Malaysia.
  • 2003, tim putra dan putri dari Indonesia menempati peringkat ke-5 dari 6 peserta yang turut serta dalam ajang SEA Games XXII di Vietnam.
  • 2004, tim putra menempati posisi ke-2 dari 5 peserta yang tergabung dalam Kejuaraan Pelajar U-18 yang diselenggarakan di Phuket, Thailand. Sedangkan untuk peringkat pertamanya diambil oleh Sang tuan rumah, Thailand.
  • 2005, menempati peringkat ke-2 dari 4 peserta yang ikut serta pada event 6th SEABA Championship for Men yang diadakan di Malaysia.
  • Pada liga 23rd FIBA ASIA Championship for Men yang ada di Qatar, tim dari Indonesia menempati peringkat ke-14. Di tahun ini, tim putri juga turut menyumbang prestasi dengan menempati posisi ke-3 pada ajang 1st Phuket Women International Basketball Invitation yang diselenggarakan di daerah Phuket, Thailand. Posisi pertama ajang ini diraih oleh Thailand dan diikuti oleh India.
  • 2007, menduduki peringkat ke-2 pada ajang SEA Games XXIV di Thailand setelah bertanding dengan tim dari Filipina. Tim basket putri menempati posisi ke-4 pada SEABA Championship for Woman yang diadakan di Phuket, Thailand. Tim putri yang diwakili oleh Pengprov dari Jawa Tengah berhasil mengamankan posisi ke-4 pada event 7th SEABA Championship for Women di Manila.
  • 2009, tim 3 on 3 putri berada di posisi ke-6 pada Asian Youth Games di Singapura. Di tahun yang sama, tim basket indonesia yang diwakili oleh tim Garuda Flexi dari Bandung berhasil menempati posisi ke-2 pada 8th SEABA Championship yang dilangsungkan di Medan.
  • Satria Muda Britama yang mewakili Indonesia dalam ajang 20th FIBA CHAMPIONS CUP di Jakarta memperoleh peringkat ke-10.
  • Untuk event 25th FIBA ASIA Championships for Men yang diselenggarakan di Tianjin, Cina, tim basket Indonesia yang diwakili oleh Pelita Jaya Asia menempati peringkat ke-15.

Sejarah bola basket di atas bisa menjadi referensi, terutama bagi Anda yang gemar dengan permainan yang satu ini. Untuk cara bermain bola basket juga sangat mudah. Tidak mengherankan, jika permainan ini mengalami perkembangan yang pesat sejak awal terciptanya hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *