22 Suku di Indonesia dan Penjelasannya (Lengkap Tiap Daerah)

7 min read

suku-di-indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang luasnya mencapai 1.9 juta km² dengan jumlah penduduk hampir 269 juta jiwa. Tidak heran jika suku di Indonesia sangatlah beragam dengan jumlah sekitar 1000 lebih suku yang tersebar di seluruh Indonesia.

Keragaman suku di Indonesia yang mendiami setiap pulau memunculkan jargon khas yang berbunyi ‘bhinneka tunggal ika’, artinya ‘berbeda-beda tetapi tetap satu jua’. Agar Anda lebih mengenal ragam suku di bumi pertiwi, simak ulasan lengkap berikut.

Ada Berapa Suku di Indonesia?

Ragam suku yang mendiami setiap pulau dari Sabang hingga Merauke diperkirakan mencapai 1300 jenis. Suku-suku di Indonesia ini tersebar dari pulau yang besar dan padat penduduk hingga mendiami pulau kecil yang hanya terdiri beberapa kepala keluarga saja.

Setiap suku di Indonesia memiliki kekhasan dan karakter unik, sehingga tidak bisa disamakan antara satu dengan lainnya. Ada yang masih sangat primitif dan sulit dijangkau dan ada pula yang sudah mengenal budaya modern. Untuk lebih jelasnya, berikut 22 suku yang tersebar di seluruh Indonesia!

Nama Suku di Indonesia dan Asalnya

1. Suku Gorontalo di Gorontalo

Suku-Gorontalo-di-Gorontalo

Suku Gorontalo dikenal sangat menjaga budaya dan adat istiadatnya tanpa campur tangan dunia luar. Suku ini mendiami wilayah Gorontalo dengan sebutan suku Hulondalo. Tidak hanya itu saja, suku lain yang masih ada di Gorontalo Sulawesi adalah Suwawa, Atinggola, dan Polahi.

2. Suku Jawa di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur

Suku-Jawa-di-Jawa-Tengah-DIY-dan-Jawa-Timur

Suku Jawa merupakan nama suku di Indonesia yang paling terkenal dan jumlahnya cukup banyak diantara suku lainnya. Jogja adalah wilayah persebaran suku Jawa terbanyak. Tidak heran jika Anda akan menemukan kearifan lokal yang kental saat berkunjung ke Yogyakarta.

Suku Jawa juga menyebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Magelang, Solo, Sragen, Magetan, Madiun, Blitar, Surabaya dan sebagainya. Baju adat yang dimiliki suku Jawa berupa kebaya dan kain jarik bermotif, sedangkan senjata tradisionalnya berupa clurit.

3. Suku Sunda di Jawa Barat

Suku-Sunda-di-Jawa-Barat

Keragaman suku yang ada di Indonesia membuat bumi pertiwi ini kaya akan budaya. Salah satu suku yang mendiami pulau Jawa, tepatnya di wilayah Jawa Barat adalah suku Sunda. Suku ini masih tetap melestarikan bahasa Sunda sebagai bahasa keseharian.

Orang-orang suku Sunda juga melestarikan berbagai budaya yang sudah aja sejak zaman nenek moyang. Alat musik tradisional yang juga masih terjaga hingga sekarang, bahkan sudah dikenal mancanegara adalah angklung. Anda pasti pernah diajarkan bermain angklung bukan?

4. Suku Betawi di DKI Jakarta

Suku-Melayu-di-Bangka-Belitung

Suku Betawi merupakan salah satu suku yang tinggal di pulau Jawa, tetapi lebih tepatnya berada di lingkup DKI Jakarta. Orang Betawi menjadi salah satu suku yang populer di antara suku-suku lain karena memiliki kekhasan dalam berbusana dan berbudaya.

Baju adat dari suku Betawi sangatlah simpel yaitu hanya berupa kebaya dan kain sarung. Kesenian tradisional yang sudah terkenal seantero nusantara adalah ondel-ondel. Tidak lupa juga roti buaya menjadi makanan wajib saat hajatan pernikahan di suku Betawi.

5. Suku Baduy di Banten, Jawa Barat

Suku-Baduy-di-Banten-Jawa-Barat

Salah satu suku yang tinggal di wilayah terpencil pulau Jawa. Suku ini bisa dibilang masih sangat menjaga adat istiadatnya dan tidak mengikuti arus modernisasi yang terjadi sekarang ini. Suku ini tinggal di Banten Jawa Barat dan tidak jauh dari kota Jakarta.

Suku Baduy sangat menjaga kelestarian alam dengan mandi dan mencuci pakaian di sungai tanpa sabun, semua bahan makanan diambil dari alam, dan tinggal di gubuk kayu. Suku Baduy biasanya akan menjual madu dan hasil panen ke wilayah kota dalam beberapa bulan sekali.

Suku Baduy terbagi menjadi 2 yakni Baduy dalam dan Baduy luar. Baduy luar cenderung menerima perkembangan zaman yang ada, sedangkan Baduy dalam lebih memilih untuk mengisolasi diri dari dunia luar. Jumlah suku Baduy saat ini ditaksir mencapai 5000 hingga 8000 jiwa.

6. Suku Asmat di Papua

Suku-Asmat-di-Papua

Papua merupakan salah satu daerah yang dipenuhi konflik. Namun, ada satu tempat yang sangat populer di kalangan turis lokal dan mancanegara yaitu Raja Ampat. Papua juga dikenal masih sangat menjaga adat istiadat dan solidaritasnya. Salah satu suku terkenal yang mendiami Papua adalah Asmat.

Suku Asmat menjadi bagian dari suku di Indonesia yang primitif dan menghindari dunia luar. Suku ini dikenal dengan keahliannya dalam berburu. Hal ini harus dilakukan guna mendapatkan makanan sehari-hari.

Suku primitif ini tidak hanya pandai berburu, tetapi juga sebagai pengrajin handal dalam membuat ukiran kayu yang unik. Suku Asmat dibagi menjadi 2 bagian yakni mendiami wilayah pedalaman dan mendiami wilayah pesisir pantai.

Anda akan dibuat takjub dengan keunikan suku ini karena memiliki dialek, struktur sosial dan cara hidup yang berbeda dari masyarakat modern seperti sekarang. Namun, jika Anda ingin berkunjung ke wilayah suku Asmat, pastikan untuk izin dan mengajak kepala suku daerah setempat.

7. Suku Batak di Sumatera Utara

Suku-Batak-di-Sumatera-Utara

Suku Batak menjadi salah satu yang populer di antara banyak suku di Indonesia. Suku ini mendiami wilayah Sumatera, tepatnya bagian utara dan Tapanuli. Nama batak sendri masih terbagi atas beberapa jenis yakni Batak Karo, Batak Mandailing dan Batak Toba.

Orang-orang suku Batak biasanya dikenal memiliki kepribadian tegas, pekerja keras dan berbicara lantang. Jika Anda sedang berkunjung ke wilayah suku Batak, jangan segan untuk mencoba makanan khasnya berupa ikan natinombur dan babi panggang untuk Anda yang non muslim.

8. Suku Melayu di Bangka Belitung

Suku-Melayu-di-Bangka-Belitung

Suku Melayu menjadi salah satu suku yang muncul dari sisa kerajaan Malayu abad ke 7 silam. Persebaran suku ini mulai dari pulau Sumatera, Jawa hingga luar nusantara. Perkembangan yang terjadi dari suku Melayu ini melahirkan bahasa Melayu hingga akhirnya menjadi bahasa Indonesia.

Bahasa Melayu digunakan di negara yang memiliki riwayat jejak Austronesia yakni I Indonesia, Brunei dan Malaysia. Eksistensi bahasa Melayu ini dimulai sejak gelombang pertama dan kedua dari penutur bahasa Austronesia atau sering disebut dengan proto melayu.

9. Suku Madura di Madura, Jawa Timur

Suku-Madura-di-Madura-Jawa-Timur

Suku di Indonesia yang juga sangat eksis hingga sekarang adalah suku Madura. Suku ini mendiami pulau Madura yang berada di provinsi Jawa Timur dengan jumlah populasi mencapai 25 juta jiwa. Jika Anda suka makan sate ayam, jangan lupa untuk mencicipi sate khas Madura. Mengapa?

Tentu karena salah satu makanan khas suku Madura adalah sate ayam dengan bumbu kacang yang istimewa. Kepopuleran sate ayam ini juga membuat orang-orang suku ini rela merantau ke daerah lain untuk berjualan sate.

10.  Suku Osing di Banyuwangi

Suku-Osing-di-Banyuwangi

Bergeser ke wilayah Jawa Timur paling ujung, yakni Banyuwangi. Wilayah ini memiliki pesona alam yang cantik dan juga suku asli bernama Osing. Suku Osing sendiri sering disebut Laros atau Lare Osing.

Bahasa yang digunakan suku Osing adalah bahasa osing dengan kriteria yang hampir menyerupai bahasa Bali dan Jawa kuno. Pada awalnya, kepercayaan yang dianut masyarakat suku ini adalah Hindu Buddha, namun sekarang sudah bergeser menjadi agama islam.

11. Suku Lampung di Lampung, Sumatera

Suku-Lampung-di-Lampung-Sumatera

Suku Lampung adalah salah satu suku yang masih eksis hingga sekarang. Suku ini adalah bukti dari peninggalan kejayaan kerajaan Sriwijaya. Suku Lampung asli terbagi menjadi 2 yaitu suku Pepadun dan Saibatin.

Wilayah persebaran suku Pepadun dan Saibatin melingkupi Krui Abung, Pesisir, dan Tulang Bawang. Namun, saat ini sebagian suku asli Lampung sudah bermigrasi ke berbagai daerah khususnya di wilayah pulau Jawa.

12. Suku Mentawai di Sumatera

Suku-Mentawai-di-Sumatera

Daerah Mentawai menjadi salah satu bagian kepulauan di Sumatera. Kepulauan Mentawai ini terdiri dari pulau utama bernama Siberut, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipora. Pulau Siberut menjadi salah satu pulau yang dihuni suku asli Mentawai.

Bahasa yang dipakai oleh suku Mentawai adalah bahasa Mentawai dari rumpun Austronesia – Melayu – Polinesia. Bahasa daerah Mentawai ini masih dibagi menjadi 3 dialek berdasarkan asal daerahnya yaitu Siberut Utara, Siberut Selatan, dan Sipora Pagai.

Suku Mentawai adalah salah satu suku di Indonesia yang memiliki banyak keunikan budaya. Bagi perempuan Mentawai akan mengikir giginya hingga menjadi runcing agar terlihat cantik dan bisa dengan mudah mendapatkan jodoh.

Contoh kebudayaan unik lainnya dari suku ini yaitu tato di seluruh tubuh. Budaya ini menjadi bukti jika memiliki status dan strata sosial yang tinggi. Semakin banyak tato yang ada pada tubuh, maka semakin dihormati pula orang tersebut di kalangan masyarakat.

13.  Suku Bugis di Sulawesi

Suku-Bugis-di-Sulawesi

Suku yang memiliki sebutan si pelaut adalah suku Bugis. Suku ini mendiami pulau Sulawesi, tepatnya daerah Makassar, Sinjai, Bulukumba, Maros hingga Pangkajene. Sebutan pelaut disematkan karena nenek moyang suku Bugis memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Makanan khas dari suku bugis sangatlah beragam, diantaranya adalah konro bakar, coto Makassar, Pallumara hingga Pallu Kacci. Sistem kepercayaan yang dianut oleh suku ini mulai dari supranatural hingga agama Islam masih bertahan hingga saat ini.

14.  Suku Lingon di Halmahera, Maluku

Suku-Lingon-di-Halmahera-Maluku

Suku Lingon bisa disebut dengan suku unik yang mendiami wilayah kepulauan kecil Indonesia. Suku ini mendiami Halmahera Timur, Maluku. Hal yang membuat suku ini sangat menarik untuk diketahui lebih detail adalah ciri fisik yang dimilikinya.

Suku Lingon dikenal memiliki mata biru yang indah dan kulit putih bersih layaknya orang-orang Eropa. Suku ini bisa tidak membuka diri dengan orang luar dan berpindah-pindah, sehingga sangat sulit jika Anda ingin menemukannya. Ada berapa ciri unik yang dimiliki suku ini?

Setidaknya, suku Lingon memiliki 65 ciri khusus yang tidak dimiliki oleh orang Indonesia pada umumnya yakni bola mata biru, rambut pirang, postur tubuh tinggi dan tegap, rambut pirang, dan hidung mancung.

15. Suku Samin di Jawa Tengah

Suku-Samin-di-Jawa-Tengah

Macam-macam suku di Indonesia membawa ciri khas dan karakteristik tersendiri. Salah satu contohnya adalah suku Samin. Suku ini berada di Blora, provinsi Jawa Tengah. Lokasi tepatnya di antara pegunungan Kapur Utara dan pegunungan Kendeng Selatan.

Asal muasal suku ini terbilang cukup unik. Suku ini diawali dengan kehidupan masyarakat yang makmur, adanya krisis ekonomi, kemunculan Samin Surosentiko, adanya ajaran Samin, kemudian terbentuknya suku Samin yang menyebar di seluruh wilayah Blora.

16. Suku Serawai di Bengkulu

Suku-Serawai-di-Bengkulu

Suku Serawai merupakan suku yang mendiami kepulauan Bengkulu. Wilayah sebarannya meliputi Bengkulu Selatan khususnya kecamatan Keluntum, Talo, Seginim dan Sukaraja. Namun, saat ini banyak orang-orangnya yang memilih merantau ke wilayah Rejang Lebong hingga Bengkulu Utara.

17. Suku Buru di Maluku

Suku-Buru-di-Maluku

Pulau Sulawesi tidak hanya dihuni oleh suku Gorontalo saja, tetapi juga menjadi tempat tinggal dari suku Buru. Penduduk suku Buru tinggal di wilayah Maluku, tepatnya di pulau Buru. Nama lain untuk menyebut suku ini adalah gebemiliar atau gebfuka yang bermakna orang tanah atau orang dunia.

18. Suku Minahasa di Sulawesi Utara

Suku-Minahasa-di-Sulawesi-Utara

Pulau Sulawesi dihuni oleh beberapa suku yang masih sangat menjaga kearifan lokalnya. Ada berapa suku di pulau ini? Tentu cukup banyak, salah satu suku yang masih bertahan hingga sekarang adalah suku Minahasa di Sulawesi Utara.

Suku Minahasa dikenal karena memiliki pakaian adat yang unik yakni kain tenun bermotif dengan sabuk kain berwarna merah. Upacara adat yang dilakukan suku Minahasa juga sangat beragam dan penuh makna.

19.  Suku Gayo di Aceh

Suku-Gayo-di-Aceh

Suku Gayo adalah salah satu suku yang mendiami provinsi Aceh. Lokasi persebarannya berada di wilayah Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Tamiang dan Timur. Sistem kepercayaan yang dianut suku ini dari zaman nenek moyang adalah agama Islam.

Bahasa sehari-hari yang digunakan suku Gayo adalah bahasa Gayo. Bahasa daerah mereka masih ada keterkaitan dengan bahasa Batak Karo dari Sumatera Utara dan rumpun bahasa Austronesia. Daftar dialek bahasa Gayo tentunya sangat beragam mulai dari Gayo Lut, Linge, hingga Lues.

20. Suku Bima di NTT

Suku-Bima-di-NTT

Bima menjadi salah satu kota yang menjadi tujuan wisata di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kota ini juga didiami oleh suku Bima yang merupakan salah satu suku dari keturunan orang-orang kerajaan  Majapahit.

Pakaian khas yang menjadi daya tarik dari suku ini adalah Rimpu, berupa cadar khas yang dibuat dari kain sarung. Bahasa daerah suku ini adalah Mbojo. Keunikan lain dari suku ini adalah pada setiap daerahnya harus memiliki 7 pemimpin yang disebut Ncuhi.

21. Suku Dayak di Kalimantan

Suku-Dayak-di-Kalimantan

Suku di Kalimantan yang cukup terkenal adalah suku Dayak. Suku ini dikenal memiliki keberanian besar dalam melawan musuh dan berburu di hutan. Wilayah persebaran suku Dayak mencapai seluruh bagian pulau Kalimantan.

Wanita suku dayak dikenal memiliki paras yang cantik, sehingga tidak heran jika para wanita dayak menjadi incaran para pria untuk dijadikan istri. Kuliner khas dari dayak adalah kue dange, bangamat, kalumpe, tempoyak, dsb.

22.  Suku Bajo di Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara

Suku-Bajo-di-Kalimantan-Sulawesi-dan-Nusa-Tenggara

Suku Bajo dikenal sebagai pelaut ulung dengan julukan sea gysies atau sea nomade. Sebutan ini dikarenakan suku Bajo memiliki kebiasaan berpindah-pindah antar muara. Anda bisa menemukan suku ini dengan mudah di daerah pesisir pantai Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Julukan sang pelaut tentunya sudah bisa ditebak bukan mata pencaharian dari suku ini? Ya, sebagian besar dari mereka adalah seorang nelayan handal yang hidupnya bergantung dari hasil tangkapan ikan. Bahasa keseharian yang digunakan suku ini adalah Sama Bajau.

Ulasan berbagai suku di Indonesia beserta asalnya yang telah dijelaskan di atas bisa menambah pengetahuan Anda, agar lebih mengenal ragam suku yang tersebar di 34 provinsi.  Perbedaan yang ada pada setiap suku merupakan kekayaan budaya dan sebagai pemersatu bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *