Sunan Kalijaga : Biografi, Sejarah, Silsilah, Ilmu, Wejangan, Kisah

7 min read

Sunan-Kalijaga

Tahukah Anda siapa Sunan Kalijaga? Bagaimana ajarannya? Dimana letak makamnya dan bagaimana sejarahnya? Sebagai umat islam di Indonesia, tentu sudah sepatutnya Anda tahu siapa Sunan Kalijaga. Ingat, jangan lupakan sejarah!

Penyebaran ajaran agama Islam di Jawa tidak lepas dari pengaruh para Walisongo. Salah satu tokohnya yang mempunyai andil besar dan sangat berpengaruh yaitu Sunan Kalijaga. Tokoh Walisongo satu ini bisa menyebarkan agama Islam secara luas karena ilmunya cukup tinggi.

Peziarah berbondong-bondong mendatangi makam untuk melakukan ziarah kubur karena mengingat seluruh jasa yang diberikan. Saat kecil, Sunan Kalijaga dipanggil dengan menggunakan namaRaden Said. Hampir setiap hari para peziarah datang dari penjuru di Indonesia.

Biografi Sunan Kalijaga

Biografi-Sunan-Kalijaga

Sunan Kalijaga adalah seorang putra dari Tumenggung Wilatikta, seorang Adipati Tuban yang juga lebih dikenal dengan nama Raden Sahur. Tidak hanya nama kecil saja, Sunan Kalijaga disebut juga dengan nama lain yaitu Syekh Malaya, Raden Abdurrahman, Lokajaya, dan Pangeran Tuban.

Nama Kalijaga diperoleh dari sebuah desa yang bernama Kalijaga di Cirebon, hal itu adalah menurut pendapat masyarakat di sana. Ketika tinggal di Cirebon, sangat sering berdiam diri di sebuah sungai. Kegiatan itu di dalam bahasa Jawa disebut dengan jågå kali, sehingga disebut dengan Kalijaga.

Sunan Ampel dan Sunan Gunung Jati ada nama guru untuk belajar Islam selain dengan Sunan Bonang, beliau juga pernah berguru tentang agama Islam kepada. Tahun kelahiran Sunan Kalijaga diperkirakan sekitar tahun 1450-an dan mempunyai asal usul seorang pribumi Jawa asli.

Kisah tersebut didapatkan dari sumber cerita Babad Tuban. Di dalam Babad Tuban terdapat sebuah kisah tentang penguasa di Tuban yang bersetting waktu yaitu tahun 1500 M. Sunan Kalijaga adalah cucu seorang penguasa Islam yang pertama di daerah Tuban.

Hal tersebut didasarkan pada sebuah catatan milik Tome Pires 1468 hingga 1540. Pada tahun itulah Tome Pires menulis yang mencatatkan tentang sejarah tuban. Pendapat lain dari kisah seorang Kalijaga yaitu beliau mempunyai darah Arab, jika merunut silsilah beliau hingga ke Nabi Muhammad.

De Graaf yang merupakan seorang sejarawan mempunyai pendapat bahwa silsilah yang dimiliki oleh Sunan Kalijaga yaitu dengan Ibnu Abbas yang merupakan paman Rasulullah. Dari cerita tersebut Anda bisa mengetahui biografi tentang Raden Said atau Sunan Kalijaga Demak.

Sejarah Sunan Kalijaga

Sejarah-Sunan-Kalijaga

Usia Sunan Kalijaga hingga 100 tahun menurut sejarah. Itu berarti bahwa pada saat itu masih mengalami akhir masa kerajaan Majapahit berkuasa pada tahun 1474. Tidak hanya itu saja, ternyata beliau mengalami juga masa Kesultanan Cirebon, Banten, dan Demak.

Bahkan, Sunan Kalijaga pun mengalami sebuah masa tahun 1546 yang merupakan tahun berdirinya kerajaan Pajang serta masa Panembahan Senopati yang menjadi pemimpin kerajaan Mataram. Diriwayatkan juga beliau ikut mendesain rancangan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak.

Tiang utama yang berada di masjid tersebut menjadi bukti bahwa tiang yang dipakai merupakan hasil karya beliau. Sebelum menjadi salah satu Walisongo, beliau merupakan seseorang yang merampok atau penjarah hasil bumi.

Setelah mempunyai ilmu, Sunan Kalijaga berdakwah dengan cara menggunakan kesenian seperti ukiran, gamelan, wayang, dan sebagainya. Cara lain yang digunakan dalam menyebarluaskan agama Islam yaitu seni suara suluk.

Tampaknya Raden Said mengakulturasi budaya dengan ajaran Islam yang dibawanya. Memiliki ilmu yang tinggi dan keefektifan metode yang dipakai membuat sebagian besar Adipati memeluk agama Islam.

Kisah-kisah dan tentang bertapa telah diangkat ke dalam sebuah film pada tahun 1983. Diceritakan juga tentang kesaktian yang dimiliki. Sunan Kalijaga juga mempunyai sebuah ilmu laduni.

Silsilah Keluarga Sunan Kalijaga

Silsilah-Keluarga-Sunan-Kalijaga

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Sunan Kalijaga adalah putra dari seorang Tumenggung yang bernama Raden Sahur. Beliau mempersunting seorang istri yang mempunyai nama Dewi Saroh Binti Maulana Ishak. Dari pernikahan itu, anak Sunan Kalijaga ada 3 orang.

Ketiga anak tersebut bernama Raden Umar Said, Dewi Rakayuh, dan Dewi Sofiah. Satu-satunya putra laki-laki keturunan Sunan ini ada juga menjadi seorang tokoh Walisongo bernama Raden Umar Said, yang biasa dikenal mempunyai nama Sunan Muria.

Saudara kandung dari istrinya, yang berarti ipar Sunan juga menjadi seorang tokoh Walisongo. Orang tersebut dikenal dengan nama Sunan Giri. Sunan Giri dan Dewi Saroh merupakan saudara sedarah kakak beradik. Hal itu membuat keluarga mereka di dalam penyebaran Islam sangat berpengaruh.

Anda harus mempunyai kesiapan dari segi lahir dan batin jika menginginkan mempunyai ilmu-ilmu beliau.Tekad yang kuat juga harus Anda miliki,karena ilmu akan didapatkan dengan cara berusaha keras. Perlu diingat bahwa ilmu yang diperoleh harus dipakai untuk semua hal positif.

Ilmu Sunan Kalijaga

Ilmu-Sunan-Kalijaga

Sunan Bonang mempunyai banyak ilmu yang diwariskan kepada Sunan Kalijaga dan hingga saat ini pun, ilmu tersebut masih sangat bermanfaat. Ilmu-ilmu tersebut di antaranya yaitu ilmu untuk perlindungan, kewibawaan, dan mendatangkan rejeki. Banyak orang menginginkan untuk saat ini.

Beberapa ilmu yang dimiliki seperti:

1. Singkir Sengkolo

Ilmu bertingkat tinggi ini merupakan sebuah ilmu yang bertujuan untuk menyingkirkan segala bentuk kesialan di dalam kehidupan. Selalu mendapatkan ridho Allah SWT dan keberuntungan akan niscaya diperoleh orang-orang yang bisa menguasai ilmu.

Segala bentuk keburukan dan kesialan disingkirkan oleh Allah SWT. Kesialan atau sengkala di dalam hidup terdiri atas 6 macam, yaitu: Bahu Lawean, Rarewo Bedes, Cangkring, Patek Jangkar, dan Kebo Cemani. 6 jenis sengkala dapat dihindari dengan menguasai sebuah ilmu Singkir Sengkala.

Namun ternyata, proses mendapatkan ilmu yang panjang dan begitu sulit membuat hanya sedikit saja jumlah orang yang bisa menguasai terhadap ilmu ini. Selain hal itu, ada juga yang menjadi permasalahan lainnya yaitu belum adanya seorang guru terpercaya bisa mengajarkan dan melatih ini.

2. Asmak Sunge Rajeh

Raja dari ilmu hikmah yang mempunyai tingkatan ilmu tinggi adalah ilmu Asmak Sunge Rajah. Diceritakan bahwa ada kisah bahwa asal ilmu ini dari Nabi Khidir A.S. Keberkahan hidup yang luar bisa didapatkan apabila seseorang bisa dan mampu menguasai ilmu Asmak Sunge Rajeh.

3. Sapu Angin

Ilmu sapu angin mempunyai fungsi yaitu melakukan transfer energi yang akan digunakan untuk berbagai macam keperluan. Saat cocok untuk mengamalkannya dengan tujuan terhindar dari segala mara bahaya. Ketika sudah menguasai, gerakan tubuh semakin lincah dan cepat saat dalam bahaya.

4. Asmak Kidung

Serangan gaib seperti guna-guna, teluh, pelet, dan santet dapat ditangkal dengan mengamalkan ilmu asmak kidung. Fungsi lain selain untuk menangkal, ilmu ini pun bisa menjadi tameng dari serangan-serangan gaib. Oleh karena itu beliau menciptakan sebuah lagu Kidung Rumeksa ing wengi.

Kidung yang diciptakan oleh Sunan mempunyai kandungan di dalamya yaitu mampu untuk menolak serangan yang berkekuatan jahat berasal dari setan dan mengandung doa-doa untuk mendapatkan keselamatan dari Allah SWT.

5. Aji Kungkum

Ilmu aji kungkum mempunyai manfaat ajian silat ghaib, hal itu untuk keselamatan diri dan perlindungan. Kata kungkum yang menjadi nama ilmu ini berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai arti berendam. Cara mendapatkannya yaitu berendam sangat lama di sungai.

6. Sapa Jagat

Banyak orang yang percaya bahwa ilmu sapa jagat merupakan sebuah sarana doa untuk mewujudkan semua hajat atau keinginannya di dunia. Keinginan tersebut di antaranya seperti hidup makmur dan kekayaan. Oleh karena itu orang-orang ingin ilmu tersebut agar hidup lebih baik.

Hidup lebih baik akan didapatkan oleh orang yang berusaha keras dan melakukan beberapa latihan yang perlu untuk dilakukan agar bisa berhasil menguasai  ilmu sapu jagat. Ilmu-ilmu yang dimiliki oleh Sunan Kalijaga memang sangat bermanfaat untuk kehidupan.

7. Tapa Pendem

Ilmu tapa pendem yang mempunyai tingkatan tinggi ini memiliki khasiat untuk keselamatan diri dan mempunyai kandungan sebuah kekuatan supranatural tingkatan tinggi. Terdapat dua cara untuk memperoleh ilmu tapa pendem. Cara ke-1 adalah dengan cara menguburkan badan di dalam tanah.

Penguburan badan di tanah dilakukan hingga batas leher dan dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Cara ke-2 yaitu seluruh badan dikuburkan di dalam tanah. Ketika memilih menggunakan cara ke-2, maka Anda haruslah seseorang yang memiliki tingkatan ilmu yang benar-benar tinggi.

Selain hal itu, Anda juga perlu guru spiritual sebagai pendamping yang juga harus sudah menguasai ilmu tentang tapa pendem. Apabila tidak ada guru spiritual yang mendampingi, hal itu dapat membahayakan diri Anda sendiri.

Wejangan/ Ajaran Sunan Kalijaga

Wejangan-Ajaran-Sunan-Kalijaga

1. Urip IKU Urup

Ajaran yang pertama dalam bahasa Jawa ini bisa diartikan hidup itu itu menyala. Dapat diambil sebuah makna di dalam kehidupan sebaiknya memberikan manfaat untuk orang lain. Tentunya lebih besar manfaatnya, akan lebih baik. Hal itu sesuai dengan ajaran yang ada di dalam agama Islam.

2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkara

Peninggalan berupa wejangan ke-2 bahwa di dalam kehidupan manusia harus hidup dengan mengusahakan kebahagiaan, kesejahteraan, keselamatan. Harus diberantas juga sifat angkara murka, tamak, dan serakah. Hal itu bermaksud agar manusia menjaga semua makhluk di bumi.

3. Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur dening Pangastuti

Ajaran yang ke-3 ini mempunyai makna semua sifat yang keras hati, angkara murka, dan picik hanya dapat dikalahkan dengan menggunakan sikap yang bijak, sabar, dan lembut hati. Seharusnya Anda lebih mengutamakan akhlak terpuji, tidak membuat kerusakan di bumi serta tidak sombong.

4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang tanpa ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bondho

Ajaran ke-4 ini mempunyai makna bahwa tidak perlu membawa massa ketika sedang berjuang, menjadi pemenang dengan tidak membuat malu atau merendahkan orang lain, mempunyai wibawa dengan tidak mengandalkan kekuatan, serta kebendaan tidak menjadi dasar jadi kaya.

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan

Wejangan di urutan ke-5 mempunyai makna bahwa ketika terkena musibah hendaknya tidak menjadi ciut nyali dan mudah untuk sakit hati, serta apabila kehilangan sesuatu janganlah merasakan susah. Sejatinya semua dan apa yang ada di dunia hanya milik Allah yang hanya titipan saja.

6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman

Ajaran ke-6 memiliki makna sebaiknya jangan gampang untuk heran, jangan sampai gampang merasa menyesal, jangan sampai gampang terkejut dan kaget, serta jangan gampang menjadi manja atau cengeng. Semua harus dilalui dengan tegar dan tenang di semua keadaan.

7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan, lan Kemareman

Ajaran ke-7 bermakna sebaiknya jangan terlalu terkungkung atau terobsesi akan sebuah keinginan untuk mendapatkan kedudukan, kepuasaan, dan kebendaan di dunia. Semua yang dimiliki bisa diambil sewaktu-waktu oleh Allah. Jika sudah mendapatkan segalanya, jangan lupakan yang di atas ataupun di bawah.

8. Aja Kuminter Mundhak Keblinger, Aja Cidra Mundhak Cilaka

Wejangan di urutan delapan mempunyai sebuah makna sebaiknya jangan merasa sok menjadi orang yang paling pandai sendiri, hal itu agar tidak terjadi salah arah dalam hidup. Anda juga tidak boleh suka melakukan kecurangan agar terhindar dari celaka.

Seharusnya semua orang selalu mengingat bahwa Allah mempunyai sifat Maha Tahu. Karunia ilmu dan kepandaian yang didapatkan besarnya tidak melebihi dari seujung kuku. Hal itu seharusnya membuat manusia senantiasa berperilaku hidup teguh dan jujur berada di jalan yang benar.

9. Aja Milik Barang kang Melok, Aja Mungro Mundhak Kendho

Ajaran ke-7 bermakna sebaiknya manusia jangan sampai mudah untuk tergiur dan tergoda akan semua hal yang terlihat indah, cantik, dan mewah. Sebaiknya Anda jangan berfikir untuk mendua supaya semangat dan niatnya tidak menjadi kendor di dalam berkarya.

Semua manusia seharusnya hidup dengan bersahaja dan qanaah, tidak merasa kurang dan selalu merasa cukup terhadap apa yang memang dibutuhkan. Hal lainnya ketika sedang berupaya dan berikhtiar sebaiknya tidak mendua dan selalu fokus secara total.

10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna

Wejangan terakhir dari Sunan Kalijaga yaitu jangan sampai manusia mempunyai watak merasa sok besar, kuasa, sakti, dan lainnya. Semua orang seharusnya sadar, bahwa pasti ada orang yang lebih dari kita. hal itu sesuai dengan peribahasa tentang di atas langit masih ada langit.

Manusia tidak mempunyai hak mempunyai sifat sombong, karena satu-satunya yang mempunyai sebuah pakaian kesombongan adalah Allah SWT. Tidak ada biaya yang bisa digantikan dengan hal apapun di dunia ini. Sunan Kalijaga mempunyai nasehatsemua hanya seorang hamba Allah.

Letak Makam Sunan Kalijaga

Letak-Makam-Sunan-Kalijaga

Letak makam Sunan Kalijaga ada di daerah Demak, Jawa Tengah. Hingga saat ini pun, makam tersebut masih sangat banyak orang yang berkunjung dan sangat ramai sekali. Mereka datang sebagai peziarah untuk melakukan takziah kubur.

Penyebab banyak orang yang masih datang berziarah dan membaca solawat adalah karena jasa beliau yang melakukan penyebaran ajaran agama Islam di Pulau Jawa. Selain hal itu tujuan orang berdatangan juga bertujuan memperoleh sebuah petunjuk ilmu tingkatan tinggi milik Sunan Kalijaga.

Kisah-kisah Inspiratif Sunan Kalijaga

Kisah-kisah-Inspiratif-Sunan-Kalijaga

  1. Mencuri hasil bumi dari orang kaya dan gudang kerajaan untuk diberikan kepada orang-orang miskin yang berada di daerah kerajaannya. Beliau melakukan hal itu bukan untuk memperkaya diri sendiri melainkan demi kebaikan orang lain agar tidak mati kelaparan.

  2. Sebelum menjadi tokoh Walisongo, beliau menjadi seorang pencuri. Walupun demi kebaikan orang lain, hal itu tidak dibenarkan Sunan Bonang dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sehingga Sunan Kalijaga bertaubat dengan sungguh-sungguh dan akhirnya menjadi Walisongo.

  3. Patuh terhadap perintah yang disampaikan oleh Sunan Bonan untuk bertapa dan tidak pergi dari tempat tersebut. Kisah kepatuhan tersebut dapat Anda contoh dalam hal adab ketika menuntut atau mencari ilmu.

Setelah membaca semua hal di atas, tentunya Anda bisa mengetahui semua tentang sunan kalijaga yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Semua kisah yang dimiliki beliau dapat dijadikan teladan kita di dalam menjalani hidup. Ajaran yang diberikan pun juga sangat bermanfaat ketika dilakukan. Jangan lupakan sejarah ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *