Tari Piring : Pengertian, Asal Daerah, Sejarah, Makna, Gerakan

7 min read

tari-piring

Tari piring berasal dari Minangkabau yang hingga kini masih dapat Anda jumpai. Pertunjukan tari piring digelar sebagai salah satu sarana untuk melestarikan warisan budaya di Indonesia. Tari yang berasal dari Minangkabau ini memiliki banyak keunikan.

Mengenal tari daerah sangat penting untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan. Oleh karena itu, berikut ini akan disajikan informasi mengenai pengertian, sejarah, asal usul, makna atau filosofi, fungsi atau tujuan dan gerak-gerak di dalam tari piring.

Pengertian Tari Piring

Pengertian-Tari-Piring

Tari piring berasal dari daerah Solok, Minangkabau. Tarian tersebut menggambarkan kehidupan para petani  yang sedang bercocok tanam hingga kegiatan saat musim panen tiba. Salah satu alat atau properti utama yang dipakai untuk menarikan tarian ini adalah piring.

Penari menggenggam piring di telapak tangan, lalu piring diayun-ayunkan dengan cepat. Di akhir pertunjukkan Anda juga dapat menjumpai aksi piring dilontarkan ke udara, lalu pecahan piring-piring tersebut diinjak-injak oleh para penari tanpa menimbulkan luka pada telapak kaki mereka.

Asal Tari Piring

Asal-Tari-Piring

Tari piring berasal dari Provinsi Sumatera Barat tepatnya di Minangkabau. Di dalam bahasa Minangkabau tari piring dikenal dengan istilah tari piriang. Tari tersebut menjadi simbol kebudayaan daerah masyarakat setempat yang sampai saat ini masih dijaga dan dilestarikan dengan baik.

Kini, tarian tidak hanya dipentaskan di kota Solok saja melainkan juga telah dipentaskan di berbagai acara nasional bahkan hingga internasional. Masyarakat percaya bahwa tari piring sudah ada sejak abad 12 Masehi.

Seni tari menjadi salah satu warisan budaya turun temurun dari nenek moyang masyarakat Minangkabau. Dahulu, tarian ini dilakukan oleh masyarakat setempat untuk dipersembahkan kepada para dewa. Namun, pada abad ke 14 saat agama Islam masuk ke Minangkabau mulai berubah.

Masuknya agama Islam membuat kebudayaan masyarakat setempat mengalami perubahan secara perlahan-lahan yang dipengaruhi oleh agama tersebut.Sejak saat itulah tarian tidak lagi digunakan untuk dipersembahkan kepada dewa, namun hanya sebagai hiburan bagi masyarakat saja.

Walaupun hanya sebagai hiburan saja, namun tari piring memiliki peran penting bagi masyarakat Minangkabau. Salah satu contohnya di acara pernikahan. Nilai budaya yang terkandung di dalamnya adalah harapan agar kedua mempelai mempunyai kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Tak heran jika tarian tersebut dapat Anda jumpai ketika menghadiri pesta pernikahan masyarakat Minang. Hal ini dilakukan karena tarian ini sudah menjadi tradisi dan menjadi kebanggaan masyarakat Minang. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk melestarikan warisan budaya daerah.

Sejarah Tari Piring

Sejarah-Tari-Piring

Pada zaman dahulu, masyarakat Minangkabau memiliki anggapan menarik terhadap keberadaan benda bernama piring. Hal ini menimbulkan rasa penasaran di dalam diri masyarakat terhadap piring tersebut yang dinilai memiliki keunikan.

Pada saat itu, piring tidak hanya digunakan sebagai alat makan saja melainkan memiliki fungsi sebagai salah satu alat kesenian. Salah satu contohnya adalah sebagai alat untuk menampilkan tari piring.

Awal mulanya, piring-piring yang digunakan dalam tarian ini didatangkan langsung dari Cina. Hal ini dikarenakan piring-piring porselen yang berasal dari Cina mempunyai nilai estetis yang sangat tinggi, sehingga cocok untuk digunakan sebagai alat atau properti untuk menari.

Tujuan/Fungsi Tari Piring

Tujuan-Fungsi-Tari-Piring

Tari piring  dulu hanya dipentaskan dalam acara-acara tertentu saja. Contohnya adalah pada upacara adat, upacara pernikahan, upacara setelah panen padi maupun hasil bumi lainnya, khitanan dan pengangkatan penghulu.

Tari tersebut digelar sebagai salah satu bentuk rasa syukur yang diungkapkan oleh masyarakat kepada Allah yang telah memberikan hasil panen yang melimpah. Namun, orang zaman dahulu percaya bahwa ungkapan rasa syukur tersebut ditujukan kepada dewi padi bernama Sang Sri.

Seiring dengan perkembangan zaman, tari tersebut juga dipentaskan dalam berbagai acara. Contohnya adalah untuk menyambut tamu agung, festival, pameran, menyambut hari kemerdekaan Indonesia dan hari-hari besar lainnya.

Makna/Filosofi dalam Tari Piring

Makna-Filosofi-dalam-Tari-Piring

Saat menari, penari menggenggam dua piring menggunakan telapak tangan. Lalu, digerakkan sangat cepat dengan cara diayunkan ke depan dan belakang. Dentingan dua cincin dan piring menjadi selingan bunyi saat penari mengetukkan jari ke piring.

Di dalam pertunjukan tari piring, piring-piring disusun di atas telapak tangan. Hal ini mempunyai makna sebagai simbol yang ditujukan kepada Tuhan. Selain itu, tari tersebut menjadi wujud rasa syukur yang dipanjatkan kepada Tuhan.

Hal yang Unik dari Tari Piring

Hal-yang-Unik-dari-Tari-Piring

1. Menggunakan Media Utama Berupa Piring

Dalam tari piring, alat utama yang digunakan untuk menari adalah piring. Alat tersebut menjadi salah satu ciri khas yang membedakan antara tarian ini dengan jenis tarian lainnya seperti tari payung.

2. Memiliki Gerakan Tari yang Unik

Keunikan terletak pada piring yang tidak jatuh ketika penari bergerak. Piring diletakkan di telapak tangan dengan digenggam. Selanjutnya, piring digerakkan memutar serta diayun-ayunkan.

3. Dentingan Cincin

Selama tarian berlangsung, Anda akan mendengarkan suara dentingan dari cincin yang mengiringi bunyi. Suara dentingan tersebut menjadi salah satu ciri khas tarian yang unik.

4. Adanya Aksi Menari di Atas Pecahan Piring

Aksi menari di atas piring dilakukan oleh penari di akhir pertunjukan. Piring dilempar ke lantai lalu penari menari di atas pecahan piring. Aksi tersebut sangat unik karena Anda tidak dapat menjumpai pada tari-tari lainnya.

Gerakan Tari Piring

Gerakan-Tari-Piring

1. Gerak Pasambahan

Gerak pasambahan merupakan gerak tari sebagai wujud rasa syukur dan permohonan kepada Allah. Tujuannya adalah agar tarian dapat berjalan lancar. Pada umumnya, gerak tari ini dilakukan oleh penari pria.

2. Gerak Singanjuo Lalai

Gerak singanjuo lalai biasanya dilakukan oleh penari wanita. Gerak tersebut memiliki makna suasana di pagi hari dan menggambarkan seorang wanita yang lemah lembut.

3. Gerak Mencangkul

Makna gerak ini adalah petani yang sedang melakukan aktivitas mencangkul di sawah.

4. Gerak Menyiang

Makna gerak ini adalah menggambarkan aktivitas petani ketika membersihkan tanah di sawah yang akan digunakan untuk bercocok tanam dari hama atau sampah.

5. Gerak Membuang Sampah

Makna dari gerak ini adalah menunjukkan para petani yang membuang sampah hasil dari kegiatan penyiangan.

6. Gerak Memagar

Gerak ini mengandung makna pembuatan pagar untuk sawah oleh para petani. Tujuannya adalah agar tidak ada binatang yang masuk ke sawah untuk merusak tanaman.

7. Gerak Menyemai

Makna gerak ini adalah benih padi sedang disemai oleh para petani.

8. Gerak Mencabut Benih

Gerak ini menunjukkan aktivitas petani ketika mencabut benih padi untuk ditanam.

9. Gerak Bertanam

Makna dari gerak ini adalah para petani menanam satu per satu benih yang sudah dicabut.

10. Gerak Melepas Lelah

Gerak ini menunjukkan aktivitas istirahat petani setelah bekerja di sawah untuk melepas lelah.

11. Gerak Mengantar Juadah

Gerak ini menunjukkan gambaran orang yang mengantarkan sarapan atau pun makan siang kepada para petani yang telah bekerja di sawah.

12. Gerak Mengambil Padi

Gerak ini mengandung makna proses pengambilan padi yang dilakukan oleh penari wanita. Sedangkan, tugas penari pria adalah memotong padi.

13. Gerak Menyambit Padi

Gerak ini menunjukkan aktivitas petani yang sedang menyambit padi di sawah.

14. Gerak Manggampo Padi

Gerak ini menunjukkan aktivitas petani yang sedang mengumpulkan padi untuk dipindahkan ke tempat lain.

15. Gerak Menganginkan Padi

Arti dari gerak ini adalah padi dianginkan dengan tujuan agar memisahkan antara kulit padi dengan bijinya.

16. Gerak Mengikir Padi

Gerak ini menunjukkan aktivitas petani yang sedang menjemur padi agar kering.

17.  Gerak Membawa Padi

Gerak ini menggambarkan aktivitas petani saat mengangkut padi untuk dipindahkan ke tempat lain.

18. Gerak Menumbuk Padi

Gerak ini menunjukkan aktivitas petani pria menumbuk padi, sedangkan petani wanita mencurahkan padi.

19. Gerak Gotong Royong

Makna dari gerak ini adalah menggambarkan gotong royong yang dilakukan antara petani wanita dengan petani pria.

20. Gerak Menampih Padi

Gerak ini menunjukkan petani sedang menampih padi yang sudah berubah wujud menjadi beras.

21. Gerak Menginjak Pecahan Kaca

Gerak menginjak pecahan kaca ditampilkan di akhir pementasan tari piring. Selain itu, penari juga membuat inovasi dan menggabungkan beberapa jenis gerak.

Pola lantai yang digunakan ada 6, yaitu spiral, vertikal, berbaris, horizontal, lingkaran besar dan lingkaran kecil. Pola tersebut  memiliki level berbeda-beda, yaitu ada level atas, sedang dan bawah. Anda dapat melihat gambar untuk mempelajari sinopsisgerakan tari.

Busana Tari Piring

Busana-Tari-Piring

Penari tari piring memakai busana atau pakaian tradisional. Pakaian yang dikenakan oleh penari pria dan penari wanita berbeda namun seragam. Dengan demikian, keduanya tetap menampilkan kekompakan. Para penari pria menggunakan kostum berupa rang mudo.

Ciri-ciri rang mudo adalah lengannya panjang, dijumpai hiasan berupa missia atau renda emas. Ada pun celana yang dipakai oleh penari pria dikenal dengan istilah saran gelombang. Ciri khas celana tersebut adalah ukurannya besar dan warna bagian tengah sama dengan warna baju atasannya.

Selain itu, penari pria juga menggunakan cawek pinggang dan sisampek yang bentuknya mirip kain songket. Ada pun cara memakainya adalah dililitkan di pinggang. Kain tersebut panjangnya selutut. Biasanya, di ujung cawek pinggang dan sisampek diberi rumbai-rumbai sebagai hiasan.

Penari wanita mengenakan baju kurung saat menari. Bahan pembuatan baju tersebut dari kain satin dan beludru. Ada pun hiasan yang digunakan penari wanita adalah berupa kain songket yang dipakai di bagian kiri badan dan aksesoris lainnya seperti kalung rumbai.

Properti Tari Piring

Properti-Tari-Piring

1. Piring

Piring yang digunakan memiliki ciri-ciri berwarna putih. Piring terbuat dari bahan dasar keramik atau porselen dan bukan terbuat dari kaca. Piring merupakan properti yang digunakan dalam pementasan tari piring antara lain adalah sebagai berikut:

2. Baju Kurung

Baju kurung adalah pakaian yang digunakan para penari wanita. Ciri khusus baju tersebut adalah longgar. Warna baju bisa disesuaikan dengan tema acara. Anda dapat menjumpai adanya motif bunga yang dijahit menggunakan benang emas.

3. Kain Kodek

Kain kodek merupakan kain yang bentuknya mirip sarung dan berfungsi sebagai pasangan baju kurung. Anda dapat menjumpai hiasan berupa motif khusus dengan warna keemasan. Warna tersebut menjadi simbol kebijaksanaan.

4. Kalung Gadang

Kalung gadang dipakai oleh penari wanita. Kalung tersebut modelnya khas dan Anda dapat menjumpai adanya bongkahan besar-besar. Ada pun panjang kalung tersebut bisa mencapai dada penari.

5. Sisamping

Sisamping dibuat dari songket yang berfungsi sebagai penutup pinggang sampai lutut penari. Sisamping ini digunakan baik oleh penari pria maupun wanita. Namun, apabila penari wanita menggunakan kain kodek maka tidak perlu menggunakan sisamping.

6. Tengkuluk Tanduk

Tengkuluk tanduk merupakan penutup kepala yang dipakai oleh penari wanita. Fungsinya seperti topi tradisional. Tengkuluk tanduk dibuat menggunakan kain balapak dan bentuknya mirip tanduk kerbau. Di bagian ujung tengkuluk tanduk dijumpai adanya hiasan.

7. Cawek Pinggang

Cawek pinggang memiliki fungsi sebagai ikat pinggang untuk mengencangkan kain kodek dan sisamping. Anda dapat menjumpai adanya hiasan berupa rumbai-rumbai di ujung kain cawek pinggang. Ada pun warna cawek pinggang disesuaikan dengan warna baju penari.

8. Rang Mudo

Rang mudo merupakan pakaian yang dikenakan oleh penari pria. Pakaian tersebut memiliki lengan yang ukurannya lebih lebar. Selain itu, juga dijumpai hiasan emas. Pakaian ini juga disebut gunting Cina karena bentuknya mirip gunting Cina.

9. Saran Galembong

Saran galembong merupakan celana yang awalnya dikenakan oleh penari pria. Namun, baru-baru ini penari wanita juga ada yang mengenakan saran galembong yang didesain khusus. Celana untuk penari wanita ukurannya lebih lebar.

10. Deta atau Destar

Penari pria saat tampil di pentas tari piring memakai destar atau dikenal dengan istilah deta. Destar ini merupakan penutup kepala berbentuk segitiga yang dibuat menggunakan kain songket. Cara pemakaiannya adalah diikatkan di kepala.

11.  Subang

Subang merupakan anting-anting yang memiliki rumbai dan dipakai oleh penari wanita sebagai hiasan. Anda dapat menjumpai adanya untaian pada subang yang bentuknya mencolok.

12. Kalung Rumbai

Kalung rumbai merupakan salah satu aksesoris penari wanita. Bentuk kalung tersebut berupa untaian manik-manik yang mirip dengan rumbai. Kalung rumbai ini panjangnya hingga sampai ke dada penari.

13. Kaos Kaki

Kaos kaki berfungsi sebagai pelindung telapak kaki. Biasanya para penari akan memakai kaos kaki saat melakukan pertunjukan di luar ruangan. Kaos kaki yang dipakai berbahan tipis dan memiliki warna seperti kulit kaki.

14. Cincin

Saat melakukan pentas tari piring, para penari wajib menggunakan cincin. Hal ini dikarenakan cincin berfungsi untuk menciptakan suara ting-ting saat diketukkan dengan piring.

Alat Musik Tari Piring

Alat-Musik-Tari-Piring

Alat musik tradisional yang digunakan untuk menjadi iringan tari piring antara lain adalah gong, rebana, saluang, talempong dan rabab. Gong berfungsi memandu penari untuk bergerak dan menentukan langkah. Sedangkan, rebana berfungsi mengiringi tarian.

Saluang hanya dijumpai di Minangkabau. Ada pun cara memainkannya adalah dengan ditiup. Saluang dibuat dari talang atau bambu tipis dengan panjang 40 hingga 60 cm, sedangkan diameternya 3 hingga 4 cm.

Talempong juga berasal dari Minangkabau. Bentuk talempong adalah lingkaran mirip dengan bonang yang dibuat dari bahan kuningan. Diameternya mencapai 15 hingga 17,5 cm. Anda dapat menjumpai adanya bundaran yang menonjol, sedangkan bagian bawah berlubang.

Talempong juga ada yang dibuat dari batu dan kayu. Ada pun cara memainkannya adalah dengan dipukul. Fungsinya adalah untuk mengiringi tarian dan menyambut tamu istimewa. Talempong juga diiringi akord yang dimainkan seperti piano. Rabab terbuat dari bahan berupa tempurung kelapa.

Informasi di atas dapat Anda jadikan sebagai referensi dan tambahan pengetahuan untuk semakin mengenal dan memahami deskripsidan keunikan tari piring. Anda juga dapat download video di youtube untuk melihat secara langsung bagaimana suasana pertunjukan tari tersebut dengan jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *