Ternak Jangkrik : Habitat, Makanan, Panduan Budidaya (Lengkap)

7 min read

ternak-jangkrik

Ternak Jangkrik – Taukah kamu bahwa Jangkrik merupakan hewan serangga yang biasanya selalu dijadikan makanan untuk ikan, atau burung. Tidak jarang juga jangkrik sering dijadikan permainan. Permainan itu bernama adu jangkrik. Mungkin Anda semasa kecil juga pernah ikut bermain permainan jangkrik ini. Sekarang, apakah Anda ada rencana untuk ternak jangkrik?

Ternak jangkrik memang bisa menjadi pilihan bagi para pelaku bisnis pakan untuk hewan. Klasifikasi budidaya jangkrik dibawah ini dapat Anda ikuti jika memang Anda tertarik untuk beternak jangkrik yang dalam bahasa inggris disebut dengan cricket.

Habitat Jangkrik

Habitat-Jangkrik

Sama seperti serangga lainnya, hewan jangkrik bernapas dengan trakea.

Jangkrik termasuk serangga bangsa Orthoptera dan termasuk suku Gryllidae. Ada sekitar 123 spesies jangkrik yang hidup di Indonesia. Jangkrik alam, jangkrik madu, dan jangkrik kalung merupakan beberapa spesies jangkrik yang bisa Anda dapatkan di Indonesia.

Jangkrik termasuk hewan nokturnal, yang melakukan segala aktivitasnya di malam hari. Aktivitas yang biasa dilakukan jangkrik ini biasanya mencari makan, atau mencari lawan jenisnya. Sedangkan di siang hari jangkrik biasanya tidak banyak beraktivitas dan selalu menghindar dari sinar matahari.

Serangga yang bisa Anda ternak ini biasanya tinggal di tempat yang lembab. Seperti daerah rawa-rawa, atau tanah yang tidak begitu kering. Tidak jarang juga jangkrik ditemukan di sela-sela kasur. Anda juga dapat menemukan jangkrik di daerah pedesaan tepatnya di daerah persawahan.

Anda dapat mengetahui keberadaan jangkrik tersebut melalui suara atau bunyi khas dari jangkrik yang selalu berderik di malam hari.

Makanan Jangkrik

Makanan-Jangkrik

Untuk mendapatkan jangkrik yang banyak dan baik tentu peternak jangkrik wajib memberikan makanan yang dapat mempercepat pertumbuhan jangkrik. Berikut ini merupakan makanan jangkrik yang dapat Anda berikan jika ingin beternak jangkrik.

1. Voer Ayam

Voer ayam merupakan makanan yang terbuat dari campuran bahan alami. Campurannya berisi butiran jagung, bungkil kedelai, bungkil kelapa dan bahan yang lainnya. Campuran ini sudah terbukti mempunyai banyak kandungan dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jangkrik.

Dalam menggunakan voer ayam Anda harus memperhatikan kandungan yang ada pada voer ayam tersebut. Besaran kandungan yang direkomendasikan hanya sebesar 20 – 23% saja. Tetapi jika memang Anda ingin protein yang lebih banyak Anda menambahkan pakan ternak lainnya.

Sebelum Anda memberi makan jangkrik, Anda wajib menghaluskan voer ayam tersebut. Tujuannya supaya jangkrik tidak sulit saat sedang mencerna voer ayam yang Anda gunakan.

2. Daun Pepaya

Daun pepaya juga bisa menjadi bahan makanan untuk jangkrik. Dalam memberikan makanan daun pepaya kepada jangkrik, Anda harus memahami cara pemberian makannya. Karena dalam memberi makan jangkrik tidak bisa sembarangan.

Daun pepaya tidak bisa diberikan di awal jangkrik sedang bertumbuh. Daun pepaya bisa diberikan 10 hari menjelang jangkrik Anda sedang panen. Sebelum memberi makan jangkrik, Anda harus merendam daun pepaya sekitar 10 menit lamanya.

Setelah 10 menit Anda bisa tiriskan airnya supaya tidak terlalu basah. Dengan begitu daun pepaya sudah siap Anda berikan kepada jangkrik yang Anda ternak. Tidak hanya daun pepaya, batang pohon pepaya juga bisa diberikan kepada jangkrik.

Selain daun dan batang, pohon pepaya juga bisa diberikan kepada jangkrik yang belum menginjak 10 hari dalam masa panen. Pohon pepaya mempunyai kandungan serat yang cukup tinggi dengan kadar air yang rendah.

Kandungan serat bisa membuat jangkrik menjadi kuat dan juga lincah. Dapat juga meminimalisir kematian terhadap jangkrik saat sedang panen.

3. Sayur-sayuran dan buah-buahan

Sayur-sayuran mempunyai banyak kandungan air yang bisa menjadi pengganti minuman untuk jangkrik. Anda dapat memberikan sayur seperti sawi putih, pastikan sawi putih bersih dari pestisida.

Pemberian sayur juga harus diperhatikan dengan melihat usia jangkrik. Untuk jangkrik yang usianya masih muda maka Anda harus memberikan sayuran yang teksturnya lunak. Sedangkan yang usianya dewasa Anda bisa memberikan jenis sayur lainnya yang mudah untuk dicerna.

Untuk buah-buahan Anda bisa menggunakan pepaya muda yang diiris tipis untuk diberikan kepada jangkrik. Pastikan sayur atau buah yang Anda berikan, diberikan kepada jangkrik yang berusia dewasa.

4. Gedebog pisang

Gedebog pisang harus dipilih dari gedebog yang segar dan tidak busuk. Kandungan air di dalam gedebog pisang cukup banyak. Tetapi kandungan air yang terbaik untuk jangkrik hanya sebesar 50%. Untuk itu Anda dapat menjemur dahulu gedebog pisangnya.

5. Rumput liar

Rumput liar bisa menjadi alternatif pakan bagi jangkrik. Jenis rumputnya bisa rumput pare liar atau pare alas. Pare merupakan tanaman rumput yang bisa ditemukan di sekitar rumah. Jenis rumput krokot, juga bisa menjadi makanan untuk jangkrik.

Tetapi rumput krokot hanya bisa ditemukan di daerah persawahan. Rumput ini cukup baik untuk pakan jangkrik yang usianya 20 hari. Selain itu ada juga rumput jenis patikan kebo. Rumput ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk jangkrik.

6. Kecambah kacang hijau

Kecambah kacang hijau sangat bermanfaat untuk membuat kualitas dan juga kemampuan jangkrik dalam bereproduksi meningkat dengan baik. Pakan ini dapat diberikan kepada jangkrik yang umurnya sudah menginjak 40 tahun atau termasuk usia yang sudah dewasa.

7. Minyak Ikan

Minyak ikan bisa menjadi salah satu tambahan terhadap pakan-pakan diatas. Tujuannya supaya pertumbuhan jangkrik bisa lebih cepat.

Untuk menambah minyak pada pakan jangkrik Anda harus mencampur minyak ikan tersebut dengan air. Setelah selesai mencampur kedua bahan tersebut, Anda bisa langsung menyemprotkan campuran minyak dan air tadi ke pakan jangkrik.

Anda bisa memberikan campuran minyak dan pakan, kepada jangkrik yang berusia 21 – 40 hari.

Rincian dalam memberi makan jangkrik berdasarkan usia jangkrik :

  • Voer ayam untuk usia 1-2 hari
  • Sayur dan Voer untuk usia 3-15 hari
  • Voer dan dedak halus untuk usia 16-27 hari. Campurannya dibuat 1 : 2, 1 voer dan 2 dedak beserta campuran sayur-sayuran.
  • Voer dan dedak untuk usia 28-32 hari. Campurannya dapat dibuat 1 : 3, 1 voer, 3 dedak beserta dengan daun dan batang ubi.
  • Batang ubi muda yang dicampur dengan dedak dan voer dapat diberikan kepda jangkrik yang berusia 33 hari.

Cara Memelihara Jangkrik

Cara-Memelihara-Jangkrik

Dalam memelihara jangkrik tentu tidak boleh sembarangan. Anda harus benar-benar memahami cara memelihara jangkrik dengan baik. Tidak hanya jangkrik saja yang perlu Anda pahami. Sudah pasti Anda juga harus tahu betul cara merawat kandang jangkrik tersebut.

1. Melakukan pemeliharaan secara tekun

Selalu memberi makan dan minum jangkrik pada usia yang tepat. Jangan memberi makan anak jangkrik dengan makanan yang keras atau makanan jangkrik dewasa. Sesuaikan makanan dengan usia jangkrik.

Anda harus mengontrol juga pakan yang Anda berikan supaya tidak berlebih dan tidak berkurang juga. Kalaupun berlebih, sisa pakan harus segera dibuang. Jika berkurang Anda harus memberikan makanannya. Karena jika berkurang, akan mengancam hidup ternak jangkrik  Anda.

2. Menstabilkan suhu kandang

Jangkrik biasanya menyukai suhu yang hangat dan juga lembab. Untuk itu kandang jangkrik harus selalu dijaga kelembabannya. Jika suhu ditempat Anda sedang dingin, maka Anda bisa memasang lampu sebesar 5 watt di kandang jangkrik.

Agar tidak terlalu panas, Anda bisa menutup kandang di bawah lampu yang Anda pasang tadi dengan kain berwarna hitam.

3. Membersihkan kandang

Anda harus selalu memastikan kandang jangkrik dalam keadaan bersih. Jika terdapat sisa makanan, Anda harus langsung bersihkan sisa makanan tersebut. Pastikan juga sirkulasi udaranya lancar.

Cara Ternak Jangkrik

Cara-Ternak-Jangkrik

Dalam menjalankan ternak jangkrik tentu Anda harus mempersiapkan segala macam persiapan supaya jangkrik Anda berhasil panen.

1. Mempersiapkan kandang

Langkah ini merupakan langkah yang paling pertama saat ingin memulai ternak jangkrik. Karena tentunya jangkrik memerlukan tempat yang tepat untuk bertumbuh dan berkembang biak. Dalam pemilihan kandang, Anda bisa menggunakan triplek atau papan.

Kandang yang berbahan triplek atau papan mempunyai kekuatan yang cukup bagus dan harganya juga masih tergolong murah. Anda juga bisa memilih papan atau triplek yang jenis kayunya bagus dan kokoh.

Selain triplek Anda juga bisa menggunakan kardus. Kardus mempunyai ketahanan yang cukup tinggi. Tetapi bahan kardus tentu tidak bisa dipakai secara permanen. Harga kardus termasuk sangat murah, dan bisa dicari dimana saja.

Usahakan kandang yang Anda sedang persiapkan dibuat seperti habitat asli jangkrik tersebut. Mungkin Anda dapat memberikan lumpur sawah di dinding sekitar kandang. Upaya ini dilakukan supaya jangkrik merasa nyaman, dengan habitat buatan yang Anda sedang persiapkan.

Untuk ukuran panjang kandang jangkrik biasanya mencapai 1 m, dengan lebar 0,6 m dan tinggi yang mencapai 0,5 m. Sedangkan kaki kandang ukurannya sebesar 0,1 m. Berikan selotip di atas kandang untuk mencegah jangkrik keluar.

Dalam memelihara jangkrik, sudah pasti hama akan selalu ada di lingkungan ternak Anda. Untuk mencegah itu, Anda bisa mencegahnya dengan meletakkan mangkuk atau kaleng yang berisi air pada bagian kaki kandang jangkrik.

Selain itu kandang juga harus diberi pegangan berupa lubang, supaya tidak sulit saat sedang memindahkan jangkrik . Sambungan dari setiap kandang jangkrik diberi semen atau lem yang dapat berguna untuk menutupi sela-sela atau lubang kecil yang ada pada kandang.

2. Menyiapkan bibit atau indukan jangkrik

Dalam beternak jangkrik perlu diperlukan pemahaman yang cukup penting terhadap fisik jangkrik. Anda harus memahami ciri umum yang ada pada jangkrik sebelum membeli induk atau bibit jangkrik. Berikut ciri-cirinya:

  • Jangkrik memiliki 3 ruas tubuh yang terdiri dari kepala, dada, dan perut.
  • Umumnya kepala jangkrik berwarna merah, tetapi ada juga yang berwarna hitam, tergantung dari spesies jangkrik
  • Jangkrik bernapas dengan trakea
  • Jangkrik memiliki 2 antena yang letaknya berada di dekat mata.

Selain ciri di atas Anda juga perlu memperhatikan fisik jangkrik khususnya induk jangkrik yang akan Anda beli atau Anda tangkap. Ciri-cirinya seperti:

  • Memiliki antena yang panjang, anggota tubuhnya masih lengkap, badannya mengkilap, jarak lompatannya jauh dan juga gesit.
  • Tidak mengeluarkan cairan, saat sedang dipegang. Disini Anda perlu memperhatikan mulut dan juga dubur jangkrikyang Anda akan beli.
  • Induk jantan biasanya mengeluarkan suara atau derikan yang cukup keras. Ekornya hanya berjumlah 2 helai.
  • Tekstur punggung jangkrik yang jantan bergelombang dan juga kasar.
  • Induk betina mempunyai ovipositor yang posisinya berada di tengah-tengah ekor induk betina tersebut Ukuran ovipositor betina tergolong besar.

Bibit atau indukan jenis G miratus dan juga G. testaclus biasanya sering menjadi incaran para peternak jangkrik. Mungkin Anda sebagai pemula bisa juga memilih 2 bibit pilihan tadi.

Anda bisa membeli kedua bibit diatas di toko yang menjual pakan hidup. Jenis jangkrik sebenarnya banyak macamnya, tetapi ada beberapa jenis jangkrik yang termasuk lambat dalam berkembangbiak.

Selain di toko pakan Anda juga bisa mendapatkan indukan jangkrik dari alam seperti daerah sawah, atau rawa-rawa. Biasanya indukan atau bibit yang dari alam langsung, sifatnya cukup agresif.

3. Mengawinkan jangkrik

Setelah Anda mempersiapkan bibit dan kandang. Anda dapat segera mengawinkan jangkrik yang Anda miliki.

Untuk mengawinkan jangkrik Anda harus memisahkan tempat kawin dan juga tempat untuk membesarkan anaknya. Anda harus mempersiapkan kandang yang cukup mirip dengan habitat jangkrik di alam liar.

Jangkrik yang nantinya akan dikawinkan harus dari spesies dan jenis yang sama juga. Karena jika induk jantan atau induk betina spesiesnya berbeda tentu perkawinannya tidak akan bisa terjadi.

Anda dapat memasukkan induk betina sebanyak 10 jangkrik dan 2 jangkrik jantan ke dalam kandang. Sebelum memulai perkawinan jangkrik, Anda harus menyiapkan bak yang berisi pasir atau tanah untuk digunakan sebagai tempat bertelur.

Biasanya jangkrik akan selalu mengeluarkan derikan pada saat sedang kawin. Setelah jangkrik betina dibuahi, maka jangkrik betina akan bertelur. Telur tersebut biasanya diletakkan di dalam tanah atau pasir yang sudah Anda siapkan tadi.

Saat masa perkawinan harus memperhatikan asupan makanannya. Bahan pakan yang sudah disebutkan diatas dapat Anda berikan kepada jangkrik yang sedang dalam masa perkawinan.

Sisa-sisa makanan yang tidak dibuang nantinya akan menjadi busuk dan sudah pasti akan mengancam hidup jangkrikAnda.

4. Telur yang sudah menetas

Biasanya jangkrik akan menetaskan telurnya 7-10 hari setelah perkawinan terjadi. Pisahkan telur jangkrik dengan induk betina paling tidak 5 hari setelah induk mengeluarkan telurnya. Pemisahan ini berguna supaya induk betina tidak memakantelurnya sendiri.

Biarkan telur mengalami perubahan warna, dan menetas sendiri. Perkiraan waktu menetas sekitar 4-6 hari. Dalam masa penetasan, Anda harus menjaga kelembabannya. Anda dapat menggunakan karung goni untuk menutup kandang.

5. Memberi makan anak jangkrik

Setelah telur jangkrik menetas, Anda bisa memberi makan anak telur jangkrik. Anda dapat memberikan voer ayam kepada jangkrik yang baru berumur 1-10 hari. Anda juga bisa membuatnya sendiri.

Bahannya voer terdiri dari jagung kering, beras merah, dan kacang kedelai yang digiling sampai halus. Anda dapat memberi makan makanan berupa sayur atau jagung muda kepada anak jangkrik apabila usianya sudah lewat dari 10 hari.

6. Memelihara kandang jangkrik

Ini yang sangat penting bagi Anda peternak jangkrik. Anda harus mengusahakan kandang jangkrik dalam keadaan lembab dan juga gelap. Sebisa mungkin untuk membuat kandang benar-benar terlihat seperti habitat aslinya.

Anda juga harus menjaga ketersediaan makanan ternak jangkrik Anda. Jangan sampai makanan yang disiapkan, tidak mencukupi kebutuhan jangkrik. Kekurangan makanan, akan membuat jangkrik saling memakan satu sama lain atau memakan kawanannya sendiri.

Makanan yang tersisa juga harus dibuang setiap hari, untuk menjaga kandang tetap bersih dan higienis.

7. Siap panen

Setelah sudah mengikuti semua hal di atas, makan ternak jangkrik sudah siap panen. Selain telur jangkrik sudah bertumbuh besar, jangkrik yang lainnya juga mungkin sudah bertelur. Anda dapat menjual telur jangkrik dan juga jangkrikdewasa yang Anda sudah Anda ternak.

Dalam melakukan ternak jangkrik, sangat diperlukan ketelatenan dan juga kesabaran supaya jangkrik berhasil panen. Jika Anda telaten dan benar- benar mengikuti caracara diatas, maka jangkrik Anda akan siap panen dan tentunya siap untuk dijual kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *